
"Aku ingin mengajak istriku kembali ke kamar" kata Kristan saat setelah membuka pintu. Mama Jane tersenyum senyum lalu menyetujuinya. Setelah sampai dikamar, mereka berdua duduk disofa dan hening beberapa saat.
"Apa itu?" tanya Kristan saat melihat tangan Jeslyn yang membawa sebuah kotak kayu.
"Entah, nanti saja kubuka. Ada yang mau ku bicarakan" jawab Jeslyn lalu menyimpan kotak itu dilemari pakaiannya. Kunci dari kotak itu pasti dia simpan baik baik supaya Kristan tidak dapat membukanya.
"Coba ceritakan ulang mengenai malam itu. Kenapa cuma ada bekas padamu?" tanya Jeslyn yang agak canggung.
"Aku paham yang kau maksud. Itu karena kau mabuk! Awalnya aku yang ingin memangsa, malah aku yang dimangsa. Istriku ini juga ganas sekali waktu itu, aku jadi tidak bisa bergerak" jawab Kristan santai.
"Emm a - apa... sa - saja yang kulakukan saat itu?" tanya Jeslyn lagi yang gugup,
"Memangsaku. Jadi saat itu yang untung cuma kamu. Kamu bingung kenapa gak ada noda? Ya karena enggak... ya enggak" jawab Kristan dengan santai. Jeslyn membalas dengan mengangguk angguk dan sedang berpikir.
"Apa... Katakan saja ya sekarang ?" pikir Jeslyn. Namun sebelum Jeslyn membuat keputusan, Kristan sudah menuju kamar mandi bersama baju tidurnya, siap mengganti baju. Setelah Kristan mengganti baju, giliran Jeslyn yang berganti baju. Setelah ganti baju, Kristan sudah duduk di depan meja kerja dan didepan laptop. Jeslyn menghampiri Kristan dan melihat bahwa Kristan sedang mengecek beberapa dokumen pekerjaannya. Jeslyn ingin mengatakan suatu rahasia dihari ulang tahun Kristan ini, tapi dia sangat gugup.
"Apa yang kamu lakukan di belakangku? Kamu tidur duluan saja, aku mau mengecek pekerjaanku dulu" kata Kristan.
"Kamu ngambek?" gumam Jeslyn yang malu malu.
"Gak" jawab Kristan yang mendengarnya. Jeslyn memberikan wajah cemberut sambil melirik lirik Kristan. Karena sudah lelah memikirkan apa yang harus dilakukan, akhirnya Jeslyn dengan cepat berbisik pada Kristan rahasianya.
"Kamu tadi bohong sama aku ya?" tanya Kristan yang membalikkan wajahnya dari laptop ke Jeslyn karena kaget.
"Bukan gituuu. Awalnya mau kasih kejutan, tapi kamunya yang ngungkit duluan jadi terpaksa bohong deh..." jawab Jeslyn sambil berlaku manja supaya dimaafkan.
"Parah ya kamu kalau sudah bucin. Agresif dan pemberani, tapi aku suka" kata Kristan sambil beranjak berdiri dan merangkul pinggang Jeslyn.
"Sekarang aku akan menghukum dan mengahabisimu!" bisik Kristan.
Keesokan harinya
"Aduuh badanku sakit semua, lemes banget..." keluh Jeslyn dalam hatinya.
"Selamat pagi sayang~" sambut Kristan didepan pintu dengan senyumnya yang mempesona. Kristan membawa nampan berisi 2 piring sandwich tebal dan 2 gelas susu ke dalam kamar.
"Mandi lalu sarapan" kata Kristan sambil meletakkan nampan itu diatas meja samping kasur. Jeslyn membalas dengan mengangguk, dia bangkit berdiri sambil menyelimuti dirinya dengan selimut karena tidak mengenakan apa pun.
__ADS_1
"Eh..." kata Jeslyn yang kaget saat dia sudah berdiri. Kristan ikut menoleh pada Jeslyn yang kaget. Jeslyn menatap kasur, lalu disusullah Kristan menatap kasur itu.
"Aku tahu, aku tahu. Mari kita bersihkan" kata Kristan sambil tersenyum senyum.
Satu jam kemudian, mereka selesai dengan membersihkan kasur dan mandi bersama. Mereka bersiap dan berpakaian rapi. Kemudian naik mobil dan pergi ke kantor, perusahaan Kristan.
"Selamat pagi tuan, selamat pagi nyonya" sambut para pegawai di depan pintu. Jeslyn merangkul tangan Kristan dan memasuki kantor. Kristan memasang wajah yang berbeda dari biasanya. Kali ini ketampanan nya berlipat ganda, membuat para wanita sekantor deg - degan dan iri. Kristan tersenyum sepanjang jalan memasuki perusahaan, membuat para pegawai terheran - heran.
"Halo, sudah lama tidak bertemu" kata ko Gilbert yang datang menghampiri mereka.
"Halo juga ko, gimana kabar? Pekerjaan lancar?" balas Jeslyn dengan ramah.
"Baik, lancar. Koko liat kalian nempel nempel gini, sudah mulai deket ya. Apakah sebentar lagi, koko punya keponakan? Hahahahaha" balas ko Gilbert. Mereka mengobrol dan tertawa bersama sebentar, sambil menceritakan pendidikan S2 Jeslyn.
Di dalam kantor kerja Kristan, Jeslyn sedang sibuk dengan pelajarannya dan Kristan juga sibuk dengan pekerjaannya. Tiba tiba suara ketukan pintu memecah keheningan ruangan tersebut. Seorang wanita berpakaian kantoran masuk seraya membawa tumpukan kertas.
"Tuan Kristan, saya sudah mengerjakan semuanya" kata wanita itu sambil tersenyum.
"Oke, kamu bisa keluar sekarang" balas Kristan yang tidak menolehkan pandangannya sama sekali pada wanita itu.
"Suasana hati Tuan sedang baik ya hari ini. Tuan jadi makin tampan deh saat tersenyum seperti tadi. Beri aku senyuman dong pak bos" kata wanita itu yang menggoda Kristan didepan Jeslyn. Jeslyn menutup bukunya dengan keras dan mempelototi mereka berdua. Kristan kaget mendengar suara wanita itu. Dia menoleh ke atas dan melihat wajahnya. Kemudian menoleh ke arah Jeslyn yang sudah penuh dengan aura hitam disekitarnya.
"Untuk memberimu undangan ini, jangan lupa datang ya~" jawab wanita itu lalu menyodorkan sebuah kartu.
"Hai cantik" sapa wanita itu pada Jeslyn. Kristan menoleh pada Jeslyn dan menghampirinya.
"Ini teman SMA ku, Michelle. Dia memberiku undangan reuni SMA" kata Kristan singkat menjelaskan pada Jeslyn.
"Jangan salah paham ya cantik, aku tidak berniat menggoda suamimu. Mohon maafkan kesalahanku ini" kata Michelle lagi dengan tersenyum.
"Terima kasih telah memuji istriku. Istriku memang cantik, paling cantik, sangat cantik" kata Kristan sambil memamerkan kemesraan mereka.
"Aduuh mataku sakit melihat ini. Sudah ya, aku pergi. Jangan lupa datang, bye" balas Michelle lalu segera keluar.
"Reuni SMA kamu kapan? Soalnya aku juga ada Reuni SMA 3 hari lagi" kata Jeslyn,
"Reuniku 5 hari lagi. Tapi, bukankah reuni SMA mu sudah ya beberapa bulan lalu?" balas Kristan bingung,
__ADS_1
"Oh itu... Reuni SMP. Kali ini reuni SMA dengan teman teman sekelas" jawab Jeslyn santai. Kristan mengangguk angguk paham. Pesan dari ponsel Jeslyn masuk, Kristan ikutan melirik ponsel Jeslyn.
Adam POV : "Kapan kamu balik ke AS?"
Jeslyn POV : "Sepertinya 2 minggu depan kak"
Adam POV : "Okey. Jangan lupa semangat belajar ya!❤"
Jeslyn POV : "Hahahahaha makasih kak. Kakak juga semangat yah!😁"
"Siapa dia? Ngirim emot hati pula" tanya Kristan yang mulai kesal,
"Senior aku di AS, dia yang bantu aku belajar. Tenang aja dia baik, aku juga pernah cerita tentang dia kan ke kamu" balas Jeslyn sambil merangkul leher suaminya.
"Kamu gak selingkuh dari aku kan?" tanya Kristan dengan wajah datarnya.
"Gaklah! Jangan asal omong ih! Sukanya kamu, bukan dia" kata Jeslyn lalu mencium pipi Kristan. Lalu memeluk Kristan dengan erat.
"Kamu kenapa tiba tiba meluk gini?" tanya Kristan lagi yang tidak membalas pelukan Jeslyn.
"Gak apa apa. Hanya ingin meluk doang, kenapa? Gak boleh? Kenapa gak meluk balik hah?!" jawab Jeslyn yang cemberut.
"Boleh dong, sini ku peluk" balas Kristan lalu memeluk Jeslyn dengan hangat.
"Hangat kan?" bisik Kristan. Jeslyn mengangguk angguk dalam pelukan Kristan.
Pergi ke pasar membeli mangga
CAKEP
Pulang pulang malah bawa kangkung
WADUH
*Dimana pun kamu berada,
__ADS_1
Kuharap cinta ini takkan berkurang*
JIAAAKH