PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 41 - Pakai parfum gak? -


__ADS_3

Dua puluh menit kemudian Kristan dan Jeslyn selesai mandi dan bersiap di 2 kamar mandi yang berbeda, mereka turun untuk menyantap sarapan. Saat sedang sarapan, Kristan memulai percakapan diruangan yang hening itu.


"Bagaimana kalau kita pergi berbelanja?" tanya Kristan,


"Belanja apa?" balas Jeslyn bertanya,


"Beli oleh oleh saat kita menghadiri acara keluarga minggu depan, beli oleh oleh untuk keluargamu, beli baju untuk kita juga boleh. Terus kita makan siang di mall saja" jawab Kristan.


"Emm okelah" balas Jeslyn. Dan setelah percakapan selesai, mereka juga sudah selesai sarapan. Mereka langsung berangkat ke mall dan Kristan menyuruh Vivi memberitahu pelayan lain untuk membersihkan meja makan dan rumah. Selama perjalanan, suasana hanya hening dan keduanya masih merasa canggung dengan kejadian tadi malam. Hingga 15 menit kemudian mereka sampai di mall dan mulai berjalan jalan melihat lihat toko pakaian.


"Kita mulai dari hadiah untuk kakek ya" kata Kristan,


"Kakek?" tanya Jeslyn balik yang kebingungan,


"Iya. Acara yang kamu bilang itu acara ulang tahun kakekku" jawab Kristan santai. Kemudian mereka berjalan ke arah toko perhiasan jam.


"Kok mama gak bilang ya kalau acara itu acara ulang tahun kakek..." pikir Jeslyn yang sedikit sedih dan kebingungan.


"Kita beli kalung jam aja untuk kakek, gimana?" tanya Kristan. Jeslyn membalas dengan mengangguk angguk. Kristan dan pemilik toko itupun berdiskusi mengenai kalung jam. Sedangkan Jeslyn sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Kakek ulang tahun ya... Aku harus pakai baju apa? Kalau mertuaku bawakan apa ya ?" pikirnya.


"Hey! Apa yang kamu lamunkan?" tanya Kristan yang memecahkan lamunan dan pikiran Jeslyn.

__ADS_1


"Ah.. bukan apa apa" balas Jeslyn yang agak gugup. Dan Kristan pun juga selesai membeli kalung jam emas yang seharga 100 juta.


"SERATUS JUTA?!?!" teriak Jeslyn yang kaget melihat harganya. Namun Kristan nampak biasa biasa saja. Jeslyn melongo bergantian menatap Kristan dan kalung jam itu. Seperti ada petir yang menyambar diri Jeslyn sampai membuatnya tidak bisa berkata kata.


"Kalung jamnya udah terbungkus rapi, berarti hadiah untuk kakek sudah. Sekarang kita pergi membeli hadiah untuk orang tua kita" kata Kristan. Dia memegang pergelangan tangan Jeslyn dan menariknya menuju suatu tempat. Dan tibalah mereka didepan toko parfum.


"Kita belikan kedua mama kita parfum?" tanya Kristan. Jeslyn membalas dengan mengangguk angguk. Mereka pun masuk dan melihat lihat berbagai macam parfum. Kristan memerintah seorang pelayan untuk memperlihatkan semua parfum yang mahal, harum, dan berkualitas tinggi. Saat Jeslyn melihat salah satu harga parfum disitu, matanya melotot besar lalu dia menelan salivanya.


"DUA PULUH JUTA ?!?" teriak Jeslyn dalam hatinya.


"Mamaku suka parfum melati karena aromanya sangat wangi. Mamamu sepertinya jarang pakai parfum. Bagaimana kalau membelikannya parfum lavender? Aroma lavender menenangkan dan wanginya tidak terlalu menyengat" kata Kristan. Jeslyn membalas dnegan mengangguk angguk.


"Kamu mau beli parfum juga?" tanya Kristan. Jeslyn menggeleng gelengkan kepala.


"Berarti saat ini kamu gak pakai parfum?" tanya Kristan,


"Gak. Kenapa? Aku bau ya?" balas Jeslyn dan mulai memeriksa tubuhnya. Kristan tertawa kecil melihat reaksi istrinya yang panik. Dia mengusap rambut istrinya itu lalu menciumnya.


"Bukan. Kamu wangi banget, aku suka aroma tubuhmu" balas Kristan dengan romantis yang membuat wajah Jeslyn merona.


"S - se - sepertinya itu karena aroma sabun yang kupakai tadi. Ha ha ha..."balas Jeslyn yang kaku dan malu. Kristan mengelus elus rambut istrinya lagi sambil tersenyum. Jeslyn menurunkan pandangannya dan tidak berani menatap Kristan.


"Yang lavender harganya 8 juta impor dari Inggris, yang melati harganya 12 juta di impor dari India. Kedua produk ini adalah produk terbaik yang diimpor dari negara asal mereka diproduksi dan dapat dijamin bahwa parfum ini wangi dan aromanya ringan serta tahan lama. Totalnya 20 juta rupiah tuan" kata seorang pegawai. Kristan meraih ponselnya dikantong celananya lalu memberikan pembayaran menggunakan via mobile banking.

__ADS_1


Lalu pegawai itu memberikan sebuah tas berisi 2 parfum itu. Mereka pun berjalan lagi dan menuju ke toko elektronik. Kristan meminta sang pemilik toko mengambilkan laptop keluaran terbaru dan pemilik toko pun langsung bergegas mengambil laptop itu.


"Papamu suka apa?" tanya Kristan,


"Dengar musik, hiburan, main laptop. Tivi ada 2 dirumah, radio juga masih ada. Beliin papa laptop aja deh" jawab Jeslyn singkat.


"Emm Kristan. Sepertinya daritadi uang kamu aja yang keluar. Kan katanya kita beliin oleh oleh untuk keluarga kita. Bukankah aku juga harus membayar? Karena kamu tadi udah bayar kalung jam dan parfum, kali ini biar aku yang bayar" lanjut Jeslyn lagi yang akhirnya tersadar.


"Gak usah. Uangku adalah uangmu juga, jadi udah terhitung kita punya" balas Kristan dan menatap Jeslyn dengan lembut. Tatapan Kristan membuat Jeslyn salah tingkah dan membuatnya tidak bisa mengeluarkan suara. Jeslyn membalikkan pandangannya sambil menggaruk kepalanya.


"Kok aku ketagihan lihat istriku yang suka kebingungan sih? Manis bangeeet~" kata hati Kristan yang gemas melihat Jeslyn.


"Ini laptopnya tuan. Laptop ini keluaran terbaru Indonesia yang lebih canggih karena bisa dilipat lipat dan juga terdapat stylush pennya. Harganya 35 juta dikali 2 jadi 70 juta" kata pemilik toko itu dengan raut wajah gembira sambil memperlihatkan laptop itu. Kristan mengangguk angguk lalu berkata ingin membeli itu.


"Sekarang kita pergi beli baju" kata Kristan sambil memegang 2 tas berisi laptop. Jeslyn mengangguk angguk dan mengikuti Kristan menuju toko pakaian.


"Ambilkan baju kalian yang terbaik untuk istriku" suruh Kristan pada salah satu pelayan toko. Pelayan toko itu pun memperlihatkan deretan pakaian terbaik di tokonya. Jeslyn langsung cepat memilih salah satu dari deretan pakaian tersebut, daripada suaminya membeli semuanya. Jeslyn pun pergi mengganti bajunya untuk mencoba, dan ternyata baju yang dipilihnya sangat cantik dan pas dikenakan, namun dia tidak memperlihatkan nya pada Kristan.


Dua jam kemudian...


Mereka sudah selesai berbelanja hadiah, pakaian beserta sepatunya, dan kue kue. Suami Jeslyn yang tajir telah menghabiskan 100 juta untuk 1 kalung jam emas asli, 70 juta untuk 2 laptop, 20 juta untuk 2 parfum, 2,5 juta untuk pakaian dan sepatu mereka dan keluarga (per set), 500 ribu untuk 2 kue bronis, dan 1 juta untuk membeli vitamin, teh, dan obat tradisional. Sehingga totalnya adalah 212 juta rupiah yang telah dipakai mereka selama sehari.


"212 juta sehari... Aku bisa pingsan jika ini adalah utang yang harus segera dilunasi " kata batin Jeslyn yang kelelahan. Dia mengatupkan tangannya seperti berdoa dan menyandarkan dahinya ditangannya. Sambil bergumam mengucapkan "astaga... astaga..." karena kaget.

__ADS_1


__ADS_2