
Jeslyn yang sudah panik mengambil ancang ancang untuk menyerang Kristan. Bersiap mengeluarkan jurus andalan para wanita.
"Masakin aku mie dong..."lanjut Kristan dengan wajah imut.
Jeslyn yang setelah mendengar kelanjutan kata kata Kristan merasa malu dan menutup wajah.
"Ada apa?" tanya Kristan yang heran dengan kelakuan Jeslyn lalu bangkit.
"Tidak ada... Aku akan memasakkanmu, tunggu lah di meja makan" kata Jeslyn lalu ikut bangkit dan menuju dapur untuk memasak.
Jeslyn fokus pada masakannya dan Kristan duduk di belakang Jeslyn. Dia menatap Jeslyn yang sedang memasak lalu tersenyum senyum sendiri. Entah apa yang ada dipikiran Kristan, dia suka banget menjahili Jeslyn, melihat Jeslyn bingung dan panik.
"Sebenarnya aku udah makan tadi. Cuma kondisi tadi agak gimana gitu, ya sudahlah gak papa nyicip masakan calon istri. Lagi pula dia juga lucu banget sih, gak tahan..." batin Kristan.
Dia melihat Jeslyn yang sedang sibuk kesana kemari mencampurkan segala jenis bahan ke mie. Kemudian lewatlah aroma mie yang harum di hidung Kristan. Mengingatkan nya pada aroma sabun Jeslyn yang wangi lalu tersenyum lagi. Kristan sudah membayangkan dia memakan itu sambil mencium aroma yang wangi disekitarnya. Menikmati kelezatan super mewah itu sambil menatap Jeslyn. Berharap Jeslyn mendapat kode itu lewat koneksi feeling nya. Kristan sudah sangat menanti nantikannya.
Maksud yang dinanti nantikan Kristan itu, rasa mie buatan calon bininya. Kristan gak mikir yang aneh anek kok, dia gak suka main cewek. Kecuali kalau itu bini nya yang dia cintai. Sambil menunggu, Kristan juga sibuk melakukan pekerjaannya. Memotret dan cengar cengir sendiri.
Jeslyn yang sementara memasak tiba tiba mendapat firasat buruk. Bulu kuduknya berdiri dan merinding. Sesekali melirik lirik Kristan dibelakang, kepo dengan apa yang dilakukan calon suaminya ini. Curiga kalau calon suaminya melakukan sesuatu yang aneh. Tapi memang benar sih, ini calon suaminya sedang melakukan pekerjaan aneh. Pekerjaan yang entah digaji berapa. Biasalah~
Dua puluh menit mie yang dimasak akhirnya selesai juga. Semangkuk mie dengan hiasan mewah dibagian atasnya. Telur ceplok yang berada diatas mie, bersama daun bawang yang bertebaran diatasnya, terlihat sangat menggiurkan. Sosis dan cabai yang bercampur dengan mie kuah itu menambah nafsu makan.
__ADS_1
Setelah mie nya sampai diatas meja, Kristan langsung menggerakan tangannya dan mengaduk aduk mie itu. Mengerakkan sendok dan garpu bergantian masuk ke mulutnya. Jeslyn yang melihat Kristan makan ikut ngiler. Kelihatannya, mie yang dia masak lebih enak dari mie yang dia masak biasanya.
"Gimana? Enak gak?" tanya Jeslyn sambil menelan salivanya. Kristan hanya mengangguk angguk menjawab pertanyaan Jeslyn, yang artinya "iya". Kristan sibuk melahap mie nya sampai - sampai tidak sempat menjawab pertanyaan Jeslyn dengan sikap yang benar. Jeslyn menatap Kristan yang sedang makan, sangat menikmati mie nya. Serasa seperti lomba makan sambil di kejar kuntilanak. Cepat amat.
"Hati hati nanti keselek! Makannya pelan pelan aja, gak ada yang berebutan denganmu kok" tegur Jeslyn yang melihat Kristan melahap cepat mie kuah yang pedas itu.
"Uhuk uhuk..."batuk Kristan kesedak. Baru juga dibilangin, udak kesedak aja orangnya. Kristan kemudian mengambil secangkir air putih di dekatnya lalu meminum setengah gelas. Setelah itu dia lanjut melahap mie nya lagi. Betul betul gak ada kapoknya.
"Kan udah dibilangan pelan pelan aja. Orang juga lagi gak lomba makan kok. Gak ada kunti yang ngejar lo ampe berebutan mie dengan lo. Nanti kalau lu keselek lagi trus lo mati gimana? Gue gak tanggung jawab yah" kata Jeslyn menasehati Kristan.
"Lu ngutuk gue?" tanya Kristan sambil menikmati mie nya.
"Ni anak di kasih tau bukannya nurut malah ngajak gelut. Gue makan tuh mie mampus lo!" lanjut Jeslyn kesal.
"Serius deh. Kalau kamu mati karena keselek mie gue, bisa bisa nanti kita masuk tipi Indo. Gue gak mau ada kabar kabar aneh deh. Dikabarkan seorang pria meninggal karena keselek mie masakan calon istrinya. Kalau udah gitu ceritanya, gue harus ngapain?" kata Jeslyn menatap lemas Kristan.
"Tuh kan lu nyumpahin gue" balas Kristan.
"Ih bukan gitu maksud gue. Ya udah deh, gue doain lo sehat selalu, gak mati setelah keselek apa pun termasuk mie masakan gue" balas Jeslyn.
"Kalau gue udah mati duluan gimana?" tanya Kristan ragu ragu.
__ADS_1
"Jangan bicara gitu ih!" balas Jeslyn kesal.
"Lu gak bisa hidup tanpa gua ya~" balas Kristan sambil mengangkat dagu Jeslyn.
"Kalau gue jadi janda gimana? Lu tega liat gue jadi janda muda? Mau hancurin masa depan cerah gemilang gue?" balas Jeslyn. Kristan hanya terdiam.
"Gue gak tega lu jadi janda. Gue juga gak tega masa depan lo hancur. Tapi kalau gue nya yang udah KO duluan gimana? Kan gak ada yang tau..." batin Kristan sedih.
"Eh akhirnya mie lo habis juga, gue pergi cuci piring, lo pulang sana" lanjut Jeslyn.
"Tunggu lo selesai cuci piring aja" kata Kristan.
Jeslyn cuma mengangguk angguk lalu mencuci piring. Kristan meminum air yang masih dia sisakan tadi. Lalu memberikannya kepada Jeslyn untuk dicuci juga. Kristan kembali duduk di depan meja makan yang berada di belakang Jeslyn. Lagi lagi menatap Jeslyn dari belakang. Tapi kali ini, dia gak cengar cengir. Dia fokus melihat Jeslyn. Matanya tidak berkedip sama sekali. Seperti sedang berkhayal.
Entah apa lagi yang dikhayalkan Kristan sampai sampai wajahnya serius banget. Namun tidak lama kemudian, Jeslyn akhirnya selesai mencuci piring. Setelah menata rapi cuciannya, dia membalikkan badan dan melihat Kristan sedang tertidur. Jeslyn bingung dan heran, kenapa dia bisa tertidur. Dan apa yang harus dilakukan Jeslyn sekarang. Jeslyn akhirnya melangkah menuju Kristan. Mendekati wajahnya dan menatap serius wajahnya.
"Kalau diliat dekat gini kok tampan ya..." batin Jeslyn yang senang banget bisa lihat cogan sedekat itu. Karena wajah mereka berdekatan, Jeslyn yang menghembuskan nafas dapat dirasakan oleh Kristan. Nafas Jeslyn yang menyentuh permukaan pipi Kristan, membuat Kristan geli dan ingin tersenyum. Wajah Kristan memerah bersama telinganya. Kristan merasakan panas pada wajahnya, ingin sekali tertawa.
Jeslyn kemudian menyentuh kening Kristan lagi. Meraba kening Kristan berkali kali dengan lembut agar Kristan tidak terbangunkan olehnya. Tangan lembut Jeslyn yang menyentuh kening Kristan, membuat Kristan ingin menarik tangannya ke pipinya. Namun Kristan tetap diam, tidak berani bergerak ataupun tertawa.
"Kamu demam..."bisik Jeslyn ke telinga Kristan. Nafas Jeslyn kali ini mengenai telinga Kristan. Membuat Kristan makin panas dan tidak dapat menahannya lagi.
__ADS_1
Kristan menarik tangan Jeslyn ke pundaknya lalu mendekati wajahnya. Mereka saling bertatapan, terutama Jeslyn yang kaget saat Kristan terbangun. Wajah Kristan merah merona disertai senyuman tipis yang manis. Betul betul menggoda...