
Tok tok tok!
"Kristan, buka pintunya!" teriak Kelvin dari luar. Tapi Kristan tidak mempedulikannya, dia malah mencium Jeslyn dengan kuat sampai Jeslyn kesusahan untuk bernafas. Lama kelamaan Jeslyn merasa sesak, dengan seluruh tenaga yang masih ada dia mendorong Kristan hingga berdiri. Setelah berhasil lepas, Jeslyn memegang dadanya yang sudah sesak itu sambil bernafas terengah engah.
BRAK!
Pintu terbuka dan Kelvin langsung masuk menarik Kristan bersandar pada dinding. Tiga orang pelayan wanita masuk, termasuk Vivi. Mereka membantu Jeslyn untuk menenangkan diri, begitu juga Kelvin dan kepala pelayan yang menenangkan Kristan. Tapi tidak lama, Jeslyn bangkit dari tempat tidur lalu berlari keluar kamar. Vivi mengikuti Jeslyn dan berusaha menangkapnya. Jeslyn masuk ke kamar disebelah, kamar yang pernah dia pakai juga saat sakit hati pada Kristan.
"Nyonya! Tolong tenanglah..." kata Vivi yang berhasil masuk ke kamar itu bersama Jeslyn. Jeslyn bergegas mencari ponselnya lalu menghubungi papanya.
"Pa, hari ini aku mau ke Amerika untuk lanjut S2 ya. Jadi aku tidak ada di Jakarta, nanti besok malam setelah aku tiba aku hubungi papa ya" kata Jeslyn dengan nada gembira tanpa kesedihan sedikit pun. Tapi kenyataannya, air matanya terus mengalir dan jatuh.
"Oo kenapa baru bilang sekarang nak? Kamu sudah memberitahu suamimu?" tanya papa Jeslyn,
"Soalnya aku lupa hehe. Iya udah kuberitahu, kalau begitu aku tutup dulu ya pa, mau siap siap" balas Jeslyn. Papanya juga memberikan salam perpisahan lalu telpon pun berakhir. Jeslyn kembali bergegas mencari koper dan membukanya.
"Nyonya, apa yang nyonya lakukan? Anda mau ke Amerika?! Apa nyonya sungguh sudah memberitahukannya pada tuan?" tanya Vivi yang cemas,
"Tidak. Dan kamu Vivi, jangan beritahu dia kalau aku ke Amerika!" balas Jeslyn sambil memberikan tatapan tajam pada Vivi.
__ADS_1
"Tapi jika aku tidak memberitahukannya pada tuan, dia bisa saja membunuhku nyonya. Apa nyonya tidak peduli padaku?" balas Vivi yang kebingungan harus memihak pada siapa.
"Kalau kau tidak menurutiku maka aku juga bisa membunuhmu! Aku peduli padamu, maka dari itu kau ikut saja denganku. Setelah aku selesai kita ke tempat kos mu lalu mengurusi barang barangmu" jawab Jeslyn santai dan sibuk memasukkan barang penting ke dalam kopernya. Vivi ketakutan tidak tahu harus berbuat apa, memihak pada tuannya atau pada nyonyanya. Mati ditangan tuannya atau ditangan nyonya nya. Kedua majikannya ini membuat dia pusing. Sementara Jeslyn memasukkan barang ke dalam koper, Vivi juga sibuk memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Tapi 10 menit kemudian, Jeslyn sudah selesai mengemasi barang barangnya dan menarik Vivi keluar kamar. Jeslyn bergegas turun dari tangga bersama Vivi. Akhirnya Vivi memilih untuk ikut Jeslyn, dengan janji yang dia buat secara diam diam pada dirinya sendiri. Yaitu menjaga Jeslyn agar dia tetap aman meskipun suaminya tak bersamanya. Dibawah, para pelayan dan dokter Kelvin menatap Jeslyn yang membawa koper.
"Jeslyn kamu mau kemana?" tanya dokter Kelvin. Tapi Jeslyn terus berjalan dan mengabaikan mereka semua. Meskipun sudah yakin dengan keputusannya, Vivi tetap merasa takut dan gelisah. Para pelayan dan dokter Kelvin mengejar Jeslyn keluar. Namun Jeslyn dan Vivi berlari sehingga keduanya lolos dari mereka. Setelah keluar dari villa, taksi pun langsung tersedia didepan villa. Lalu mereka menuju rumah Vivi dan menyuruh Vivi untuk mulai memikirkan barang penting yang akan dia bawa.
Jeslyn mengeluarkan ponselnya dan menghubungi ibu mertuanya. Dia menyampaikan hal yang sama dengan yang dia katakan tadi pada papanya. Dan respon ibu mertuanya juga sama dengan respon papanya. Meskipun pada akhirnya, ibu mertua Jeslyn setuju, tapi dia agak merasa cemas dan meminta Jeslyn untuk berhati hati. Setelah telponnya berakhir, Jeslyn segera memesan tiket pesawat menuju ke Amerika.
Lima belas menit kemudian mereka sampai ditempat kos Vivi, Jeslyn memberi Vivi waktu 15 menit untuk mengemasi barang barang. Vivi adalah anak yatim piatu yang dibesarkan dipanti asuhan. Namun setelah bekerja dirumah Kristan, dia keluar dari panti asuhan dan tinggal ditempat kos. Karena panik, Vivi pun dengan cepat turun dari taksi dan mengemasi barang barangnya.
...***** Dikantor *****...
Karena marah, Kristan datang ke kantor dengan harapan dia bisa melupakan kejadian tadi. Tapi setelah sampai dikantor, dia malah menghancurkan barang barang didalam ruang kerjanya. Melampiaskan amarahnya pada barang barang yang tidak bersalah. Para pegawai kantor ketakutan dan tidak berani mendekati Kristan, mereka cuma bisa melapor kepada direktur, yaitu Gilbert.
Gilbert mengetuk ngetuk pintu namun tidak dijawab, lalu dia dengan berhati hati membuka pintu dan masuk ke ruangan Kristan yang sudah hancur setelah 15 menit berlalu. Dia melihat Kristan sedang duduk disofa dengan tangannya yang memegang kepalanya dan bertumpu pada paha.
"Ada apa denganmu?" tanya Gilbert sambil berhati hati. Namun tidak dijawab Kristan. Tiba tiba ponsel Kristan berbunyi karena ada pesan masuk. Gilbert tidak sengaja mengintip isi pesan itu karena ponsel Kristan berada didekat meja samping pintu. Gilbert melihat pesan dari Jeslyn yang diberi nama "Istriku Sayang Tercinta" bertuliskan kalau dia ingin ke Amerika.
__ADS_1
Karena kaget, dia spontan mengambil ponsel Kristan lalu mengeceknya dari luar. Dikarenakan ponsel Kristan memakai sandi dan yang tahu sandinya hanya Kristan sendiri dan Jeslyn. Dia bergegas memberikan ponsel Kristan pada orangnya lalu bertanya maksud dari pesan Jeslyn.
"Apa maksudnya ini?" tanya Gilbert sambil menyodorkan ponsel Kristan. Kristan mengambil ponselnya dari tangan Gilbert lalu membaca pesan Jeslyn.
Jeslyn POV : "Aku ingin ke Amerika hari ini untuk melanjutkan S2 "
Hanya itu yang dituliskan Jeslyn. Kristan mencoba menghubungi Jeslyn namun ponselnya tidak aktif. Dia bergegas pulang ke rumah, tapi sebelumnya menyuruh Gilbert untuk membereskan kekacauan yang telah dia buat.
"Yang benar saja bos ku ini? Kok aku yang harus mengurusi kekacauan ini? Aduuh... Ya sudahlah" gumam Gilbert yang pasrah. Kristan segera balik ke rumah untuk melihat keadaan rumah dan orang orangnya.
...***** 15 Menit Kemudian *****...
Kristan sudah sampai di villa lalu bergegas masuk. Dia mendapati para pelayannya berkumpul diruang tengah depan pintu bersama Kelvin.
"Kenapa kalian semua berkumpul disini? Dimana Jeslyn?" tanya Kristan setelah masuk. Para pelayan saling bertatapan karena takut.
"JAWAB!" teriak Kristan yang marah.
"Kristan tenangkan dirimu. Kami tidak tahu Jeslyn kemana, dia tadi bergegas keluar rumah dan pergi. Kami mengejarnya namun dia sangat cepat, kami mencoba menghubunginya namun dia menolak panggilan kami. Sekarang kami sedang berusaha untuk menghubunginya kembali, tenanglah" jawab dokter Kelvin.
__ADS_1
"Tenang? APAKAH AKU HARUS TENANG KETIKA ISTRIKU MELARIKAN DIRI?! KALIAN GILA!!" bentak Kristan yang murka.