
Deg deg... deg deg...
Jantung Kristan berdegup kencang, sampai sampai suaranya dapat di dengar oleh Jeslyn. Gilbert yang sudah melihat Kristan menatap Jeslyn terus menerus juga mendukung agar keinginan Kristan, yaitu mencium Jeslyn dapat tercapai. Spontan, Jeslyn yang mendengar detak jantung Krisran langsung menaikkan kepalanya tanpa sadar dan disaat bersamaan, Gilbert yang ngebut langsung mengerem.
Dan akhirnya bibir mereka bertemu. Ciuman yang terjadi tanpa adanya persiapan, Kristan yang sadar akan ciuman itu merasa malu.
"Sial! Ciuman pertamaku?! " batin Kristan.
Sebenarnya ini bukan ciuman, karena bibir mereka yang bersentuhan hanya 1 detik. Ini hanya ketidaksengajaan, namun Kristan tetap kesal karena ciuman pertamanya diambil.
...******************...
Sesampainya dirumah Jeslyn
"Kok bisa ya aku ketagihan melihatmu? Padahal kamu bukan makanan favoritku, bukan hal yang menarik bagiku juga. Tapi kok bisa ya? Apalagi senyummu? Aku hampir gila karenamu!" bisik Kristan pelan ke telinga Jeslyn.
Namun tanpa sadar, Jeslyn menjawab pertanyaan Kristan.
"Karena kamu menyukaiku"
Kristan membelalak, menatap Jeslyn dan memikirkan perkataannya tadi.
"Apa iya aku menyukainya? Padahal bukan tipeku ?!"batin Kristan memikirkan perkataan Jeslyn.
Dia menatap Jeslyn lagi. Namun beberapa saat kemudian, dia bertanya lagi kepada Jeslyn yang sedang tidur. Meskipun sebelum bertanya, Kristan berpikir bahwa dia sudah gila jika berbicara dengan orang tidur. Tapi ternyata tetap dia tanyakan.
"Kalau aku menyukaimu, apa kau juga menyukaiku?" tanya Kristan pelan.
"TIDAK!" jawab Jeslyn cepat sambil berteriak.
Kristan membelalak lagi, menatap Jeslyn yang sedang tidur. Namun, tiba tiba Jeslyn berteriak.
"TIDAK!"
Dan berteriak lagi,
"TIDAK!"
Kristan yang mendengar Jeslyn berteriak merasa heran.
"Kan kamu udah jawab aku juga udah gak maksa, ngapain kamu teriak teriak gitu sih?!" bisik Kristan sambil mencubit hidung Jeslyn dengan pelan.
"..." Jeslyn kembali terdiam.
__ADS_1
Kristan juga terdiam sambil menatap bingung calon istrinya. Kristan menarik napas, lalu menghembuskan nya. Dan lagi lagi dia bertanya.
"Pertanyaan terakhir. Kalau kamu tidak menyukaiku, lalu siapa yang kau sukai? Pria mana yang ingin kamu nikahi?" bisik Kristan pelan dan lembut.
Setelah mengucapkan kalimat itu, ruangan hening. Tidak ada jawaban dari Jeslyn. Kristan menatap Jeslyn dengan tatapan kecewa, di dalam hatinya sangat menantikan jawaban Jeslyn. Dia membalikkan wajah dan menghembuskan nafas, merasa putus asa karena Jeslyn menolaknya sekaligus tidak menjawab pertanyaan terakhirnya.
"...Kamu" kata Jeslyn yang disusul dengan senyum manisnya.
Kristan yang mendengar langsung membalikkan wajah dan mempelototi Jeslyn. Lalu mendekati wajahnya dan menatapnya lebih dalam lagi.
"Jawabannya ini emang fakta apa gimana ?" batin Kristan yang bingung.
"Tapi boong~ hehe~" lanjut Jeslyn tiba tiba.
Kristan yang mendengar merasa kesal. Ingin sekali mencubit kedua pipi Jeslyn. Namun karena merasa bersalah telah mengganggu tidur malamnya, dia menahan diri untuk tidak menghukum Jeslyn.
"Aku mau bakpaoooo" lanjut Jeslyn lagi.
"Ya Allah.. Jangan jangan daritadi dia ngigau ?!"
batin Kristan sambil berpikir.
Kristan tiba tiba mengelus elus rambut Jeslyn, mengelus elus pipi Jeslyn, dan mencoba untuk menciumnya lagi. Perlahan lahan dia mendekat, sambil perlahan mendekat dia mengelus elus bibir Jeslyn dengan lembut. Terasa di jarinya, bibir Jeslyn yang sangat lembut dan kenyal. Membuatnya jadi tambah tidak sabar untuk menciumnya.
Krauk... krauk...
Jari Kristan sudah terdengar remuk dimulut Jeslyn. Tapi karena jari Kristan yang kuat, dia cuma merasa kesakitan 1 persen. Dan 99 persennya karena malu, senang, dan kejang kejang.
"Jadi beneran dia mimpi? Berarti semua jawabannya tadi gak benar kan? Syukurlah " batin Kristan menatap senang Jeslyn.
"Tunggu! Ada apa denganku?! Kenapa aku begini? Tidak, tidak bisa dibiarkan !"lanjut batin Kristan tersadarkan.
"Enak" kata Jeslyn sambil terus menggigit gigit jari Kristan.
Kristan berusaha melepaskan jarinya dari mulut Jeslyn. Dia berusaha dengan pelan agar orangnya tidak terbangun. Beberapa menit kemudian, jari Kristan terlepas dari mulut Jeslyn. Saat ini, Kristan merasa jarinya mati rasa, padahal saat digigit tidak seberapa sakitnya.
Sesudah melepaskan jarinya, dia mencuci tangannya lalu bersiap pulang. Sebelum pulang, calon suami memberikan kecupan perpisahan untuk calon istrinya.
Cup...
"Mimpi indah "batin Kristan.
Sesudah memberikan kecupan perpisahan, Kristan akhirnya melangkah keluar rumah dan pulang.
__ADS_1
...***********************...
Di dalam mimpi Jeslyn...
"Tidak ada yang boleh menyakitinya! Jika kalian berani menyentuhnya sehelai rambut pun, akan kupotong jari jari kalian lalu memotong tangan kalian yang tanpa jari itu!" kata seorang pria.
"Aku tidak akan menyerahkan anak anakku! Jadi biarkan Jeslyn yang menjadi tumbalnya! Menyingkir kau!" kata seorang wanita.
Jeslyn di dalam mimpi hanya terdiam melihat perdebatan ini. Jeslyn melihat bahwa wanita yang berbicara tadi adalah ibu tirinya. Dan pria itu, wajahnya tidak nampak jelas.
"Ada apa ini?" tanya Jeslyn pada pria itu.
"Jeslyn, kau tahu kenapa aku tetap berada disisimu? Kau tahu kenapa aku terus mendukungmu? Kau tahu kenapa aku rela berkorban untukmu? Apa kau tahu bahwa aku tidak bisa kehilanganmu? Kau tahukan betapa aku sangat menyayangimu? Jadi, cobalah tebak kenapa aku melakukan semua ini untukmu" kata pria itu tiba tiba.
Jeslyn berpikir sejenak, meskipun dia sudah tahu jawabannya. Namun karena wajah pria ini tidak terlihat, hanya ada cahaya terang maka Jeslyn tidak berani menjawab. Tapi, pria itu terus menyuruh Jeslyn berbicara sampai akhirnya Jeslyn mengatakan apa yang ada dipikirannya.
"Karena kamu menyukaiku?" jawabnya.
"Ya" jawab pria itu.
Mendengar jawaban pria itu, Jeslyn merasa tersentuh. Setelah dipikir pikir, ketika melihat pria itu Jeslyn seperti merasakan kehangatan yang tidak pernah dia rasakan.
"Karena itu aku yang akan menggantikanmu menjadi tumbal" lanjut pria itu lalu berjalan entah kearah mana.
"TIDAK!" teriak Jeslyn. Namun pria itu tidak berbalik dan malah lari. Jeslyn ikut mengejar, tapi pria itu mempercepat larinya.
"TIDAK! TIDAK!" teriak Jeslyn lagi. Tetapi, pria itu sudah menghilang. Sesudah itu, tiba tiba muncullah sebuah ingatan dalam mimpi Jeslyn.
"Kamu mau makan apa?" tanya pria yang tadi.
"Kamu..."jawab Jeslyn malu malu kucing. Lalu pria itu mendekat ke Jeslyn. Firasat Jeslyn mengatakan kalau pria ini ingin menciumnya. Jeslyn juga sebenarnya ingin mencium pria itu karena dia merasa bahwa pria itu adalah jodohnya yang belum dipertemukan. Namun dia kembali sadar dengan prinsip hidupnya yaitu, tidak boleh berciuman dengan pria yang belum dia kenal apalagi jika dia bukan pria yang berada dipelaminan bersamanya.
"Tapi boong~ hehe~" kata Jeslyn agar pria itu tersadarkan. Dan akhirnya pria itu kembali menjauh darinya.
"Aku mau bakpaooo" lanjut Jeslyn manja.
"Baiklah. Tunggu sebentar" jawab pria itu. Lalu dia pergi entah kemana. Sambil menunggu pria itu kembali, dia melihat lihat keadaan sekitar di alam mimpinya itu. Mulai membayangkan, jika pria itu memang jodohnya. Tidak lama kemudian pria itu kembali dengan membawakan bakpao berukuran besar berisi kacang.
"Nih" kata pria itu sambil menyodorkan bakpao yang dia beli tadi. Jeslyn mulai menyantap bakpao itu. Bakpao itu hangat dan lembut, Jeslyn sangat menyukai bakpao itu. Namun dia merasa kenapa bakpaonya itu seperti stik, bukan bulat. Kita semua tahu, apa yang dimakan Jeslyn.
"Enak?" tanya pria itu.
"Enak!" jawab Jeslyn cepat. Tak lama kemudian, bakpaonya menghilang. Membuat Jeslyn kesal dan bingung, padahal dia lagi asyik asyiknya makan.
__ADS_1
"Lah?! Bakpaoku mana?!?! "batin Jeslyn.