PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 76 - Menantu -


__ADS_3

Mike dan saudaranya sudah tumbuh dewasa dengan baik. Bahkan bisnis yang dibuka Jeslyn sewaktu hamil Natashya juga sudah berkembang pesat sekarang, apalagi perusahaan Kristan. Kini karena Mike sudah berumur 25 tahun, perusahaan Kristan diberikan kepadanya untuk melanjutkan bisnis. Cafe Jeslyn juga diberikan kepada Natashya untuk mengurusnya. Disamping itu dia juga bekerja sebagai endorsment dan foto model. Sedangkan Zen baru lulu sarjana kedokteran dan praktik disebuah rumah sakit besar pusat kota. Jen juga sudah lulus sarjana hubungan Internasional dan siap melanjutkan pendidikan agar bisa menjadi presiden.


Lihatlah keluarga yang hebat dan luar biasa ini. Tidak orang tuanya, tidak anaknya, memiliki keunikan dan kemampuan yang luar biasa. Karena Natashya sangat populer, banyak pria yang mengantri menjadi pasangannya. Tapi untung saja Natashya sudah memilih pria yang tepat untuk melindunginya, tinggal menunggu direstui keluarga. Mike pun sudah punya pasangan, tinggal menggelar acara pernikahan.


"Tante, Paman, Saya Christoper Michael Wijaya ingin melamar putri anda, Rosea Lencia Xingfen sebagai istri saya" ucap Mike dengan serius. Setelah berbincang bincang, keluarga mempelai wanita setuju dan pernikahan akan di gelar bulan depan.


Beberapa hari setelah itu, Rosea kadang datang berkunjung ke rumah Jeslyn dan Kristan. Membawa oleh oleh dan berpakaian anggun. Parasnya cantik, sifatnya baik. Rosea datang menggunakan dress dengan nuansa flora dan sepatu hak tinggi hitam, tas putih selempang dan rambutnya terurai.


"Paman, Tante, selamat siang" sapa Rosea di depan pintu.


"Siang Rosea, ayo masuk nak" balas Jeslyn dan mempersilahkannya masuk.


"Kamu mau datang gak bilang sama Mike dulu? Kamu datang diantarin siapa?" tanya Jeslyn.


"Naik taksi tante, sengaja. Soalnya mau kasih kejutan untuk Mike hehe" jawab Rosea sedikit malu.


"Oalah, Mike masih bobo. Rosea tunggu ya, tante panggilkan" balas Jeslyn dengan ramah. Lalu ia naik ke atas, ke kamar tidur Mike. Jeslyn membuka pintu dan langsung membuka selimut Mike.


"Mike bangun cepat!" perintahnya.


"Apa sih ma, aku masih ngantuk" jawab Mike dengan suara berat.


"Ini sudah siang, kamu gak ada pekerjaan apa?" balas Jeslyn sambil bersandar pada dinding pintu.


"Gak" jawab Mike singkat.


"Coba diingat lagi. Siapa tau kamu ada rencana dengan Rosea" goda Jeslyn.


"Gak" jawan Mike lagi dengan singkat. Jeslyn menghela napasnya.


"Calon istri kamu datang tuh. Kalau gak mau bangun, mama suruh pulang aja" goda Jeslyn lagi.


"Nggak mungkin, dia sibuk. Mama bohong ah" balas Mike. Mendengar jawaban Mike, Jeslyn langsung mendekatinya.


"Heh! Sejak kapan mama bohong sama kamu hah?!" balas Jeslyn sambil menggelitik Mike.


"Gak mempan ma, aku seperti papa yang kebal kalau digelitik" balas Mike sambil menyeringai.


"ROSEAA! NAIK KESINI CEPAT! SUAMI KAMU GAK MAU DENGERIN MAMA!" teriak Jeslyn. Rosea yang dibawah kaget dan bergegas naik. Dia mendapati calon ibu mertuanya yang mau mencekek calon suaminya.


"Ma, jangan cekek Mike ma" ucap Rosea sambil perlahan menuju kearah mereka. Mata Mike langsung terbuka lebar mendengar suara yang familiar. Dia langsung bangun, melihat Rosea, dan membelalak. Sesekali mengusap mata tak percaya.

__ADS_1


"Gimana? Masih gak percaya? Ya udah mama sama Rosea pergi shopping aja. Ayo menantuku" ucap Jeslyn sambil mengedipkan 1 matanya.


"Rosea sejak kapan kamu datang?" tanya Mike sambil menyelimuti dirinya. Rosea menahan tawa sambil menjawab Mike.


"Barusan kok" jawabnya sambil tersenyum sipu.


"Ma, jangan bawa istriku pergi. Aku akan segera mandi dan bersiap untuk melayaninya" bisik Mike dengan manja.


"Aduuh bucinnya, anak siapa ini?" balas Jeslyn sambil menaruh kedua tangannya dipinggang.


"Anak mama dong" balas Mike sambil memberikan kedipan genit.


"He-eh??" Jeslyn yang kaget dan tidak bisa berkata kata.


"Rosea sayang, kamu ke bawah dulu ya sama mama. Aku mau mandi" kata Mike dengan jantan.


"Hiks anak muda jaman sekarang... Suamiku manaaa" batin Jeslyn yang merindukan Kristan. Akhirnya Jeslyn dan Rosea turun dan memasak makan siang sambil mengobrol. Setelah makan siang selesai, Kristan juga sudah pulang lebih awal.


"Sayang kok cepat banget pulangnya?" tanya Jeslyn heran.


"Sepertinya ada yang merindukanku, jadi aku cepat pulang" balas Kristan.


"Heh? Kok tau sih ?!" batin Jeslyn yang kaget.


"Iya, aku dan Rosea yang buat. Kalau sup aku yang buat, kenapa?" jawab Jeslyn.


"Masakan istriku memang enak sekali" balas Kristan sambil menyeringai. Mike tidak mau kalah.


"Kalau ayam ini siapa yang buat?" tanya Mike,


"Aku" jawab Rosea cepat.


"Hmm ayam nya enak, istriku memang jago" puji Mike sambil menyeringai dengan tampan. Pipi Rosea langsung memerah.


"Dasar anak ini, beraninya tidak memuji masakan istriku !" batin Kristan sambil mempelototi Mike.


"Bapakku tersayang, jangan mempelototiku begitu. Masakan calon istriku memang enak loh " balas Mike secara telepati.


"Sayang suapi aku" pinta Kristan,


"Rosea-ku tolong suapi aku juga" pinta Mike,

__ADS_1


"Kalian sudah besar! Makan sendiri, aku juga mau ngomong sama Rosea" balas Jeslyn dan membuat kedua pria itu langsung menciut.


"Pak tua cepat ambil istrimu itu " tatap Mike pada ayahnya,


"Tanpa kau perintah pun, akan ku lakukan bocah "balas Kristan.


"Jadi Rosea, kamu suka-" kata Jeslyn lalu terpotong.


"Sayang, kita udah lama loh sibuk sendiri" ucap Kristan dengan nada sendu sambil memakan sepotong daging ayam.


"Ah biarin" balas Jeslyn santai.


"Kasian "batin Mike menatap ayahnya,


"Diam! Dasar bocah ingusan, beraninya mengejekku "balas Kristan dalam hatinya. Menatap tajam putranya itu.


"Mana berani aku melawan kaisar? Maafkan lah hambamu ini wahai Yang Mulia " balas Mike sambil mengatupkan kedua tanggannya di depan wajah.


"Haduh... Tidak anak tidak orang tua sama saja. Apa dayalah kami yang masih jomblo" batin saudara saudara Mike.


Setelah selesai makan siang...


Mike dan Rosea pergi berkencan. Anak anak lainnya kembali sibuk bekerja. Cucian diserahkan pada pelayan. Jeslyn masuk ke kamarnya dan melihat isi ruangan itu dari sudut. Sudah lama sekali kamar ini ditempatinya. Mengingat kembali semua yang telah terjadi. Tapi tak lama kemudian, Kristan ikut masuk dan mengagetkan Jeslyn.


"Sayang, kamu telah berani mengabaikanku. Aku harus memberimu pelajaran" bisik Kristan.


"Ihh jangaaaan" balas Jeslyn lalu berusaha kabur. Tapi sudah ditarik Kristan lebih dulu dan dihempaskan ke tempat tidur.


"Aku sangat menikmati masa mudaku bersamamu" bisik Kristan lagi lalu memulai ritualnya bersama Jeslyn.


Sementara Natashya sedang menjaga cafe sambil menghitung pengeluaran pemasukan. Terlalu serius menghitung, dia tidak menyadari ada seorang pelanggan masuk tanpa dilayani oleh baristanya.


"Permisi, apa cafe ini masih buka?" tanya pria itu dengan dinginnya dihadapan Natashya.


"Oh iya masih buka. Maaf sepertinya barista saya lagi sibuk di dapur semua. Anda mau pesan apa?" balas Natashya dengan cepat dan langsung berdiri lalu mempersilahkan tuan itu duduk.


"Seperti biasa, Americano dan waffel blueberry" jawabnya lalu langsung duduk.


"Oh! Anda pelanggan setia kami ya? Saya baru ingat, saya selalu melihat anda datang kemari setiap hari, di jam yang sama! Karna anda pelanggan setia kami dan mohon maaf sebelumnya tentang barista kami hari ini, anda tidak perlu membayar pesanan kali ini, okay?" ucap Natashya dengan cepat.


"Baik, terima kasih" balasnya. Natashya tersenyum manis lalu menuju dapur.

__ADS_1


"Cantik..." batin pria itu.


__ADS_2