
"Aku malas makan sayur. Ini untuk kalian berdua saja" kata Jeslyn lalu membagikannya pada Kelvin dan Gilbert.
Braak!!
"Aku tidak lapar. Kalian makan saja" kata Kristan lalu pergi.
"Jeslyn" panggil Gilbert khawatir,
"Biarkan saja. Ayo kita makan" balas Jeslyn lalu mulai makan. Dia hanya mengambil sedikit nasi dan dimakan bersama telur. Suasana dimeja makan tampak hening dan suram. Lima menit kemudian Jeslyn selesai makan.
"Cepat sekali kamu selesai makan" kata Kelvin,
"Hm aku ingin ke toilet. Kalian makan saja dengan santai" balas Jeslyn lalu menuju toilet.
Namun sebelum dia sampai di toilet. Dia berhenti diruang tamu, berdiri dibelakang tembok yang menghadap dapur. Menarik nafas lalu menghembuskannya. Mencoba berpikir positif dan tetap tenang. Kemudian dia mencari pak Darren (kepala pelayan) dan ternyata dia ada disebuh ruangan yang penuh dengan foto. Dan dia langsung meminta tolong membawakan Kristan makan malam ke atas. Namun sebelum itu, dia bertanya tentang foto foto itu.
" Pak Darren ini foto apa? Mengapa ruangan ini dipenuhi foto?" tanya Jeslyn.
"Ini adalah galeri khusus tuan Kristan. Disini terdapat foto tuan Kristan saat masih kecil sampai beranjak dewasa. Lalu ada fotonya bersama keluarga, teman, rekan bisnis, mantan pacar, dan anda" kata pak Darren sambil menunjuk beberapa foto. Jeslyn melihat sekeliling dan ruangan itu penuh dengan foto mulai dari ukuran kecil hingga yang terbesar.
"Kalau begitu saya pergi dulu mengambilkan tuan makan malam" kata pak Darren. Jeslyn mengangguk angguk lalu pak Darren pun pergi. Jeslyn berjalan mengelilingi galeri itu dan melihat foto foto masa lalu Kristan. Ada fotonya yang mendapatkan medali OSN, foto kelulusan, foto tampannya yang menggoda, foto pernikahan mereka, dan lain lain. Tiba tiba Jeslyn berhenti dan tertawa kecil melihat sebuah foto.
"Apa yang kau lakukan disana?" tanya Kristan yang tiba tiba muncul. Wajah Jeslyn yang awalnya tertawa tiba tiba berubah karena kaget.
__ADS_1
"Ah saat aku ingin mencari pak Darren dia disini dan aku masuk. Aku tadi melihat lihat sedikit, aku akan keluar" kata Jeslyn lalu berjalan mendekati pintu dengan menunduk.
"Tunggu" tahan Kristan memegang tangan Jeslyn. Kristan menutup pintu dan menarik Jeslyn ke tengah ruangan.
"Kalau kau ingin melihatnya, ya lihat saja. Aku akan memberitahumu" kata Kristan. Dia mulai menjelaskan foto foto itu dari ujung pukul ujung. Namun difoto bagian bagian akhirnya, terdapat foto foto mantannya yang membuat Kristan gugup saat berbicara.
"Dan... Yang paling akhir, ini semua adalah... foto mantanku... Aku..." kata Kristan lalu terdiam tidak tahu harus berkata apa.
"Aku tahu, lupakan saja" kata Jeslyn sambil memegang pundak Kristan.
"Coba tengok yang disana! Kamu lucu banget pas masih kecil HAHAHA" kata Jeslyn yang tiba tiba berbalik dan menunjuk sebuah foto. Kristan ngeblush malu karena Jeslyn. Terdapat sebuah foto saat Kristan berusia 5 tahun, ditangan kanannya terdapat es krim coklat yang sedikit meleleh. Dan yang lucunya mata Kristan menjuling menatap es krim yang ada dihidungnya, alisnya menyerngit dan mulutnya cemberut sehingga pipi tembemnya terlihat menggemaskan.
"HAHAHA" Jeslyn masih tertawa terbahak bahak sambil memukul mukul Kristan.
"Kamu ini aneh banget. Kalau mau ketawa ya ketawa aja, ngapain mukul mukul aku sih??" tanya Kristan bingung. Namun Jeslyn tetap tertawa dan malah tambah kencang karena sikap Kristan barusan.
"Coba kamu berdiri disini. Lihat, waktu kecil kau sangat menggemaskan. Tapi kenapa sekarang... kau gak imut lagi" kata Jeslyn yang sedikit kecewa. Lalu tertawa lagi.
"Bukankah kau bilang kau lelah tertawa? Kenapa masih tertawa? Tertawa habis ngejek aku lagi " batin Kristan dengan wajah datar. Akhirnya Jeslyn berhenti tertawa lagi dan menatap Kristan. Kristan juga menatap Jeslyn penuh kebingungan. Kemudian Jeslyn meraih wajah Kristan dan terus menatapnya.
"Meskipun kamu gak imut lagi. Tapi kenapa kamu jadi tampan begini? Rasanya, aku jadi sulit melepaskanmu" gumam Jeslyn yang terdengar jelas oleh Kristan. Wajah Kristan memerah lalu langsung merangkul pinggang Jeslyn.
"Kamu bilang apa tadi? Aku tampan? Apa kamu sudah terpesona oleh ketampananku ini?" tanya Kristan penuh semangat menggoda Jeslyn. Namun Jeslyn hanya terdiam dengan wajah suram. Setelah beberapa saat, senyum Kristan yang menunggu jawaban Jeslyn tiba tiba menghilang.
__ADS_1
"Aku mau ke kamar. Kamu pergi makan malam" kata Jeslyn lalu berjalan pergi. Namun tangannya ditahan Kristan.
"Kamu kenapa?" lirih Kristan. Jeslyn hanya terdiam lagi lalu berusaha melepaskan tangannya.
"Kamu kenapa daritadi marah mulu? Aku sudah melakukan kesalahan apa? Beritahu aku!" kata Kristan membalikkan Jeslyn kearahnya.
"Apa kamu ingat kejadian tadi siang?" tanya Jeslyn. Dan Kristan menggelengkan kepala sebagai jawabannya. Jeslyn menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.
"Tadi penyakit trauma kamu kambuh dan terus berteriak kesakitan saat melihat petir dan guntur. Kamu juga minta meluk sama aku sambil bilang jangan pergi dengan nama wanita lain, Clara" kata Jeslyn. Kristan melongo kaget dan tida percaya. Ternyata dia memang sudah melakukan kesalahan yang membuat istrinya marah.
"Ma - maaf aku gak sengaja. Aku... aku trauma dan gak bisa ngontrol emosi. Aku benar benar sedih saat... saat kehilangan Clara. Tapi aku sudah bersyukur dia masih hidup dan aku gak akan ganggu kehidupan dia lagi. Tolong maafkan aku, aku sungguh tidak bermaksud melukai hatimu" kata Kristan yang memegang pundak Jeslyn dengan kedua tangannya dan menunduk.
"Aku... gak suka kamu nyebut nyebut nama wanita lain. Baik didepanku ataupun dibelakangku, aku gak suka! Aku cemburu! Aku kesal! Aku marah!" kata Jeslyn dengan pipinya yang merona.
"Aku benar benar minta maaf, aku gak bermaksud membuatmu marah. Aku janji hal itu tidak akan terjadi lagi" kata Kristan dengan raut wajah bersungguh sungguh.
"Baiklah. Aku memafkanmu. Ingat janjimu!" balas Jeslyn.
"Iya, aku janji, aku ingat" balas Kristan lalu tersenyum. Lalu mereka pun berbaikan, mereka keluar ruangan bersama dan menuju ruang makan. Diruang makan, Kelvin dan Gilbert sudah tidak terlihat. Kata Vivi mereka sudah selesai makan dan harus segera pulang sehingga menitip salam kepada kami melalui Vivi.
"Emm aku mau tidur dikamar sebelah ya. Hari ini kita pisah kamar tidur dulu" kata Jeslyn tiba tiba saat Kristan mulai makan.
"Kenapa? Bukankah kamu sudah memaafkanku? Apa kamu masih marah?" tanya Kristan.
__ADS_1
"Bukan begitu. Aku cuma ingin menenangkan diri setelah kejadian tadi. Boleh ya?" balas Jeslyn. Kristan terdiam cukup lama memikirkan perkataan Jeslyn. Namun akhirnya dia mengangguk angguk dan setuju, tapi untuk hari ini saja. Tiba tiba Jeslyn tersadarkan akan sesuatu.
"Tunggu dulu! Kenapa kamu belakangan ini malah ingin tidur denganku? Kamu sudah jatuh cinta denganku atau... hanya ingin memanfaatkanku???" tanya Jeslyn tiba tiba. Kristan berhenti menggerak tangannya lagi karena tersentak perkataan Jeslyn. Mereka terdiam suram, suasana sangat hening, tidak ada suara sama sekali. Jeslyn menatap Kristan dengan tajam dan menunjukkan ekspresi marah. Tapi mereka barusan baikan, masa bertengkar lagi?