
10 tahun yang lalu...
"Ciee yang udah wowongan, anaknya cewek apa cowok nih?" tanya Lesya yang penasaran.
"Maunya cowok sih, tapi terserah aja. Aku gak papa, hayoo kamu juga cepat isi. Supaya perut kita sama sama buncit" balas Jeslyn.
"HAHAHAHAHA" tawa Lesya.
"Sayang, dede bayi mau makan nih. Katanya laper" ucap Jeslyn kemudian sambil mengelus perutnya.
"Pfft" Lesya yang berusaha tahan tawa.
"Dede bayi mau makan apa?" tanya Kristan,
"Mau makan bakso. Sekalian beliin buku ekonomi edisi 6 ya, yang edisi 5 udah selesai ku baca" lanjut Jeslyn.
"Kenapa tiba tiba baca buku ekonomi? Kamu sudah baca 5 edisi 5 hari berturut turut. Hari hari yang lalu juga sudah baca artikel bahasa Inggris tentang psikologis yang 4 edisi, baca sejarah China pake bahasa Mandarin, belum lagi menerjemahkan lagu Jepang. Istriku sudah sangat pintar, kamu pasti lelah, istirahat aja" ucap Kristan yang bingung melihat perilaku Istrinya yang jadi senang belajar.
"Hump! Mauuu" balas Jeslyn yang berlari kecil kearah Kristan.
"Jangan lari! Nanti terpeleset jatuh!" bentak Kristan yang langsung memeluk Jeslyn.
"Umm mauuu" manja Jeslyn dalam pelukan Kristan. Membuat Kristan luluh dan akhirnya menyetujui Jeslyn.
"Hadeh.. Suami gue mana ya, mau pamer kemesraan juga nih" gumam Lesya.
"HAHAHAHAHA" giliran Jeslyn yang tertawa mendengar ucapan Lesya. Tak lama kemudian pun, suami Lesya benar benar datang untuk menjemputnya. Lalu Jeslyn dan Kristan pun juga pergi makan bakso.
"Pria yang terkenal dingin tiba tiba jadi manja" sindir Jeslyn.
"Wanita yang keras kepala tiba tiba jadi penurut" balas Kristan.
"Heh! HAHAHAHAHA" tawa Jeslyn. Percakapan mereka sambung menyambung menjadi 1 namun bukan pipa rucika.
__ADS_1
"Emm aku mulai gemuk ya" ucap Jeslyn lagi,
"Gak kok. Tetap cantik seperti biasa" balas Kristan cepat.
"Aku tau istriku ini mau ngomong apa "batin Kristan yang berhati hati.
"Kalau aku gemuk, jerawat, dan jadi jelek gimana?" tanya Jeslyn akhirnya.
"Sayangku cintaku. Kamu tetap cantik meskipun gemuk atau jerawatan. Itu normal, kamu juga bisa melakukan perawatan kalau mau. Intinya, aku hanya bisa melihatmu seorang yang paling cantik, okay?" jawab Kristan sambil mengelus kepala Jeslyn dengan lembut.
"Coba sini aku mau bicara dengan dede bayi" lanjut Kristan sambil mendekat kearah Jeslyn.
"Halo anakku sayang, cepatlah keluar ya. Dan katakan pada mamamu ini kalau dia wanita yang paling cantik di dunia" bisik Kristan sambil mengelus perut istrinya. Jeslyn tertawa geli saat Kristan mengelusnya.
"Aduuh romantisnya, udah berapa bulan bu? Anak pertama?" tanya mbak penjual.
"Iya, anak pertama, udah 5 bulan bu" jawab Jeslyn dengan ramah.
"Woah semoga nanti lahirannya lancar ya bu, bayinya juga sehat" doa si mbak. Lalu meletakkan 2 mangkuk bakso.
"Bu, saya tambah lagi deh baksonya. Keknya 1 mangkok aja gak cukup nih" lanjut Jeslyn yang penuh semangat.
9 bulan kemudian
"Huh.. hah.. capek" keluh Jeslyn. Kristan dan Jeslyn sudah berada di rumah sakit dan bersiap untuk persalinan Jeslyn. Perlengkapan perlengkapan utama sudah siap, semua makanan yang Jeslyn mau sudah ada, mertua juga sudah menemani di dalam ruangan sebelum bersalin. Papa Jeslyn sedang dalam perjalanan menuju Jakarta yang dibawa oleh pesawat pribadi Kristan.
Ada buah buahan kesukaan Jeslyn, biskuit kesukaan juga, roti roti juga ada. Jeslyn mulai ketakutan ketika mendekati waktu bersalin. Mama Jane dan seorang perawat sudah memberitahukan apa apa yang harus dilakukan nanti saat bersalin. Papa Gabriel juga membantu istrinya untuk menenangkan menantunya dalam persiapan persalinan.
Jeslyn sudah berada diatas tempat bersalin dengan berbagai peralatan dan tenaga medis. Mengatur penapasan, berusaha tenang, dan terus memegang tangan Kristan.
"Tahan ya bu, sedikit lagi kita mulai" aba aba seorang perawat. Tapi tak lama kemudian, pembukaan 10 sudah mulai. Semuanya langsung siap di tempat dan memberi aba aba kepada calon seorang ibu.
"Atur pernapasannya bu.. Ya, lanjutkan!" perintah perawat. 3 jam berlangsung untuk lahiran anak pertama. Saudara saudara Kristan dan Papa Gabriel cuma bisa berdoa diluar ruangan bersalin sambil menunggu papa Jeslyn datang.
__ADS_1
Rasa sakit yang mengalir ditubuh, keringat yang bercucuran, itulah yang nampak pada Jeslyn sekarang. Dia melakukan semua yang diperintahkan tenaga medis, bersama Kristan dan mama Jane yang menemaninya.
"Dede bayi cepat keluar sayang, kasihan mama" ucap Kristan sambil mengelap keringat Jeslyn. Jeslyn menggenggam tangan suaminya lebih erat untuk membantunya mengejan. Karena lahiran pertama, rasanya sangat sulit dan sangat menyakitkan.
"Uuuh... Sakiit" keluh Jeslyn sambil mengatur pernapasannya.
"Sabar ya bu, sebentar lagi selesai" ucap perawat itu. Jeslyn kembali mengejan dengan sekuat tenaga. 15 menit kemudian, akhirnya bayinya lahir. Anak pertama, Christoper Michael Wijaya, welcome to the World.
"Oek oek oek" tangis bayi itu terdengar hingga diluar ruangan. Orang orang diluar yang mendengar langsung merasa lega dan penuh syukur.
"Akhirnya aku jadi kakek" ucap papa Gabriel penuh antusias.
"Selamat pak, bu, bayinya laki laki dan juga sehat" ucap perawat memberikan selamat.
"Lihat nak, ini anak kalian. Manis banget, mirip dengan Kristan waktu bayi" kata mama Jane yang sangat gembira. Jeslyn hanya bisa tersenyum sambil berbaring lemas di atas tempat bersalin. Sang bayi di bawa oleh perawat bersama mama Jane untuk urusan selanjutnya. Sedangkan Kristan menemani Jeslyn dan terus memuji istrinya itu untuk memberi semangat hidup.
Disaat perawat dan mama Jane keluar dari ruang bersalin untuk mengantar si bayi, berpapasanlah dengan papa Jeslyn yang baru saja tiba. Ia melihat mama Jane sangat senang dengan seorang bayi yang dibawa oleh perawat. Ia pun mendekat dan bertanya penuh harapan.
"Lihat, cucumu sudah lahir ke dunia" sambut papa Gabriel sambil tersenyum senang. Papanya Jeslyn pun ikut senang dan melihat lihat cucunya, namun bayi kecil itu harus segera dibawa keruang perawatan. Sementata itu, Jeslyn pun sedang perawatan setelah melahirkan dan ditemani oleh suami tercinta.
Beberapa hari kemudian, Jeslyn sudah mulai pulih dan bisa bertemu dengan kesayangan kecilnya. Jeslyn terus bermain dengan anaknya sambil menyusuinya. Sedangkan Kristan merapikan barang untuk siap pulang dan membayar rumah sakit. Setelah sampai di rumah, pasutri ini disambut oleh orang tua mereka bersama para pelayan.
"Selamat datang kembali~" ucap mereka serempak.
"Hm?" Mike yang terbangun dari dunia mimpi kecilnya.
"Aduuh kami membangunkan pangeran kecil. Nyonya, tuan muda sangat mirip dengan tuan" kata Vivi sambil melirik Kristan dan Mike.
"Hahahahaha Mike ini bibi Vivi ya. Vivi ini Christoper Michael, kamu bisa panggil dia Mike aja" ucap Jeslyn sambil memperkenalkan mereka berdua.
"Hai pangeran Mike, tuan muda kecil yang tampan dan manis" sapa Vivi yang membuat Mike menangis.
"Oek oek oek!" teriak Mike.
__ADS_1
"Ya ampun, salah saya apa tuan?" kata Vivi yang kaget. Semuanya berusaha menenangkan sang pangeran kecil.