
Jeslyn membuka mulutnya siap menjawab, tapi Kristan mendahuluinya.
"Gak usah buru buru, nanti juga kamu bakal punya keponakan yang banyak" jawab Kristan.
"Gimana rasanya nikah muda ce?" tanya Rian,
"Biasa saja" jawab Kristan lagi,
"Sudah pernah berbulan madu?" tanya Jenni santai. Kristan dan Jeslyn membisu lalu saling bertatapan.
"Nah aku punya rekomendasi tempat yang bagus!" kata Jenni kemudian dengan sorot mata berharap.
"Kakak iparmu lagi lanjut S2. Bulan madunya setelah dia lulus saja" jawab Kristan kemudian yang telinganya sudah merona.
"Ce Jeslyn kalau udah lulus sering sering kesini ya. Apalagi kalau udah ada dede, aku pengen main sama mereka hehe" kata Valent,
"Iya" jawab Kristan,
"Ce Jeslyn bahagia gak nikah muda?" tanya Rian,
"Sangat bahagia" jawab Kristan,
"Aku tanya ce Jeslyn lah, kenapa koko mulu yang jawab... Shht! Koko diam, biarin ce Jeslyn menjawab. Daritadi aku liat ce Jeslyn mau bicara tapi didahului koko" balas Rian yang heran dan sedikit kesal.
__ADS_1
"Sudah sudah jangan ribut! Kalau aku awalnya sih takut tapi lama kelamaan jadi bahagia kok" kata Jeslyn lalu tersenyum.
"Apa yang membuat ce Jeslyn jadi bahagia?" tanya Jenni,
"Hmmm karena yang kuimpikan sejak kecil terkabul" jawab Jeslyn lalu tersenyum.
"Ce Jeslyn cantik deh kalau lagi senyum. Aku jadi terpesona~ Bolehkah aku menjadi selingkuhan ce Jeslyn?" kata Valent yang ingin bercanda,
"Gak! Gak boleh! Ini istri gue!" kata Kristan lalu merangkul bahu Jeslyn dan membolakan matanya menatap Valent.
"Iiih ko Kristan meskipun udah pasang mata bola dan kejam tetap aja ganteng deh. Aku terpesona juga~ Tapi aku gak tertarik wlee" kata Valent yang jahil.
"Sudah sudah, ayo cepat selesaikan makannya" kata papa Gabriel,
"Oke ma" kata Jeslyn sambil mengangguk anggukkan kepala pelan dan tersenyum.
Setelah makan malam
Jeslyn sudah berada di dalam kamar mertuanya bersama ibu mertuanya. Mama Jane sedang mengotak atik semua laci yang ada didalam kamarnya, seperti mencari sesuatu. Setelah pencarian yang panjang, saat mama Jane mengecek laci kecil nomor 2 dari bawah di lemari pakaiannya, ia mengeluarkan sebuah kotak kayu. Kotak kayu itu nampak berdebu dan memiliki gembok yang harus dibuka.
Mama Jane membersihkan debu itu menggunakan tisiu. Kemudian membuka gemboknya menggunakan sebuah kunci yang dia dapatkan disamping kotak itu saat di dalam laci. Mama Jane duduk disofa depan kasurnya, Jeslyn juga ikut duduk di samping ibu mertuanya. Kemudian mama Jane menarik tangan Jeslyn dengan lembut lalu memberikan kotak itu.
"Ini apa ma? Boleh kubuka?" tanya Jeslyn bingung.
__ADS_1
"Ini hadiah dari mama papa untuk kamu sayang. Semoga kamu suka. Dan untuk boleh membukanya atau tidak, tentu saja kamu boleh membukanya. Tapi nanti saja ya, ada yang ingin mama bicarakan padamu" jawab mama Jane sambil tersenyum ramah.
"Kamu ingatkan waktu Kristan melamarmu?" tanya mama Jane. Jeslyn mengangguk angguk.
"Kristan memberimu mahar dengan jumlah besar dan unik, seluruh jiwa dan raganya" kata mama Jane,
"Sebenarnya kami juga ingin memberimu hadiah tapi saat Kristan melamarmu itu sangat dadakan dan aku lupa meletakkan kotak ini dimana. Ternyata dilaci lemariku hahahahaha" lanjut mama Jane sambil tertawa ringan,
"Hahahahaha gak apa apa ma, gak dikasih pun aku bahagia kok. Aku bersyukur udah jadi anggota keluarga ini" balas Jeslyn lalu memeluk ibu mertuanya. Mama Jane juga membalas pelukan Jeslyn, lalu setelah itu melepasnya.
"Kamu tahu? Mama pikir kalian akan benar benar bercerai dalam 3 tahun melihat kalian yang saling membenci saat pertemuan pertama. Mama sudah khawatir sejak kalian mengucapkan sumpah di depan Altar. Mama jadi takut Kristan akan selamanya menjadi dingin dan tidak mau memulai hubungan lagi dengan wanita mana pun. Kamu tahu Angel dan Clara kan? Yang 1 menghianati Kristan, yang 1 nya lagi pergi untuk selamanya. Kristan orangnya sangat susah jatuh cinta, membuat mama sungguh khawatir padanya" kata mama Jane sambil menggenggam erat tangan Jeslyn.
Jeslyn melepas salah satu tangannya dan memegang tangan ibu mertuanya yang masih memegang tangan satunya. Jeslyn menatap mata ibu mertuanya yang sudah berkaca kaca. Kekhawatiran itu nampak jelas dikedua bola matanya.
"Tapi mama juga bersyukur karena Tuhan mengirimmu. Mama tidak perlu khawatir sama Kristan lagi. Jadi, mama memohon padamu, jangan tinggalkan Kristan tanpa sebab, jangan hianati dia, jangan buat dia tenggelam lagi dalam keputusasaan nya. Meskipun dia terlihat kuat diluar, sebenarnya dia merasa kelelahan dan butuh sandaran. Kalian sama sama anak pertama, kamu pasti tahu rasanya berjuang untuk keluarga. Mama juga tahu perasaanmu sebagai anak pertama, apalagi perempuan, karena mama juga anak pertama perempuan. Mama sudah tahu semua kisah kamu, latar belakang kamu, ibu kandungmu, mama sudah tahu semuanya. Kamu sudah tinggal bersama Kristan, kalian harus bahagia! Meskipun aku tidak tahu ibu tirimu seperti apa padamu, tapi mama janji akan menjadi mama yang baik untuk kamu" kata mama Jane,
"Makasih ma" balas Jeslyn singkat lalu tersenyum tipis.
"Ternyata begini rasanya melihat seorang ibu yang menghawatirkan anaknya. Apa kabar diriku yang telah ditinggalkan olehnya sejak kecil? Apakah mama disana juga khawatir padaku ??" batin Jeslyn yang sedih.
"Jeslyn tahu tidak, waktu kalian duduk dipelaminan setiap Jeslyn tidak melirik Kristan. Malah Kristan yang terus menatap Jeslyn, telinganya sampai memerah tuh. Dia juga pernah bilang kamu cantik saat kamu jalan menuju Altar. Bukan hanya saat itu, dia pasti selalu memujimu dalam hati. Mama selalu liat Kristan diam diam menatapmu hahahahaha. Oh iya, kalau mama boleh tahu, kegiatan kalian setelah menikah ngapain aja?" lanjut mama Jane. Jeslyn pun menceritakan secara singkat mengenai kegiatan mereka. Setelah itu mereka mengobrol hal lain sambil tertawa ria.
Ya... Jeslyn memang tampil LEBIH CANTIK saat pernikahannya.Tapi yang sekarang juga gak kalah cantik kok. Dulu Jeslyn menggunakan ball gown putih berlengan panjang. Dengan bagian dada yang sedikit terbuka. Rambutnya dikonde dengan poni ala Korea lalu dihias oleh aksesoris. Menggunakan sepatu hak tinggi putih layaknya sepatu Cinderella. Mahkota putih yang sangat bersinar dengan veil putih bernuansa bunga dipinggirannya dan titik titik cahaya yang bersinar seperti bintang.
__ADS_1
"Istriku"