
Minggu depannya setelah ibu mertua Jeslyn mengabari acara keluarga, Jeslyn dan Kristan datang ke rumah paman Gabriel dan Bibi Jane untuk menjemput mereka dan saudara saudara Kristan.
Minggu lalu saat ritual mulia ingin terlaksana, tiba tiba manajer keuangan masuk dan melaporkan keuangan perusahaan. Oleh sebab itu, mereka gagal melakukan ritual mulia.
Setelah menjemput keluarga suami Jeslyn, mereka berangkat menggunakan mobil alphard hitam yang dikemudikan oleh Kristan. Jeslyn mengenakan dress pink polos yang panjangnya sampai kaki namun menampilkan kesan anggun. Menggunakan sepatu hak tinggi coklat dan rambutnya diikat satu, memegang dompet putih mengkilat dan tas berisi hadiah untuk kakek. Sedangkan Kristan menggunakan kemeja putih, jas dan celana panjang berwarna krem, menggunakan sepatu hitam yang bersih dan mengkilap.
Dari rumah mertua Jeslyn sampai ke hotel xx, mereka tiba setelah 20 menit diperjalanan. Mereka masuk bersamaan dan menuju sebuah ruangan VVIP. Didalam ruangan itu nampak meja persegi panjang yang amat panjang dan sudah ada banyak keluarga Kristan yang berkumpul.
"Selamat ulang tahun kakek~" ucap Jeslyn, Kristan, dan para saudaranya.
"Selamat ulang tahun ayah" salam ayah dan ibu mertua Jeslyn,
"Terima kasih anakku, menantuku, dan cucu - cucuku" balas kakek. Bibi Jane berjalan dan memberikan hadiah kepada kakek, lalu diikuti oleh Jeslyn dan saudara saudara Kristan. Setelah itu mereka duduk, saling mengobrol dan bercanda tawa.
"Hai Kristan~" panggil seorang wanita,
"Oh halo... Ini siapa ya?" balas Kristan dingin,
"Iiih~ Ini aku... Jessica" jawab wanita itu,
"Oh? Adik sepupu?" tanya Kristan lagi,
"Iya. Tapi umur kita sama hanya beda beberapa bulan dan kau lebih tua. Kita juga pernah jadi teman sekelas loh waktu SD. Terus kita dulu itu dekat banget waktu masih kecil. Kau suka sekali mencariku dan mengikutiku kemana pun waktu itu~" jawab Jessica,
"Oh itu cuma masa lalu, lupakan saja" balas Kristan dingin.
"Kristan~ Kamu tahukan kalau aku selalu menyukaimu dari kecil sampai sekarang, cintaku tidak berkurang namun bertambah" bisik Jessica,
"Maaf, tapi aku tidak pernah ada rasa suka padamu. Yang aku sukai adalah Jeslyn seorang" balas Kristan berbisik pada Jessica. Jessica merasa kesal dan menggigit bibirnya, memaki Jeslyn dalam hatinya dan mulai merencanakan rencana jahat untuknya.
__ADS_1
"Nak Kristan dan Jeslyn, bagaimana hubungan kalian? Baik baik sajakan? Kalian sudah mulai saling mengenalkan?" tanya kakek,
"Iya kek, hubungan kami baik baik saja" jawab Jeslyn sambil tersenyum ramah,
"Apa kalian bahagia dnegan hubungan kalian?" tanya papa mertua Jeslyn,
"Ya, kami bahagia" jawab Kristan sambil menatap Jeslyn dan tersenyum. Jeslyn membalas senyuman Kristan dan mengangguk angguk pada ayah mertuanya.
"Lalu kapan kalian ingin punya anak?" tanya mama mertua Jeslyn. Pertanyaan ini membuat senyum Jeslyn dan Kristan menghilang perlahan.
"Iya nak, kakek sangat ingin melihat cicit kakek sebelum kakek meninggal" kata kakek tiba tiba.
"Kakek ini ulang tahun kakek, jangan bicara yang tidak tidak" kata Kristan yang tidak suka.
"Iya iya kakek tau. Kakek cuma menyampaikan pendapat kakek, mungkin kalian bersedia mengabulkan permintaan kakek" balas kakek.
"Em - empat? Kalian ingin punga 4 anak?" tanya kakek tidak percaya,
"Iya" balas Kristan penuh percaya diri,
"Eh... Apa Jeslyn tidak apa apa melahirkan 4 anak? Kasihan istrimu loh" bela ibu mertua Jeslyn. Jeslyn mencubit paha Kristan.
"Aku tahu bahwa melahirkan itu pasti sakit dan pertaruhannya nyawa. Tapi aku percaya Jeslyn bisa melakukannya. Dan kalau misalnya dia sudah tidak sanggup lagi, aku juga tidak akan memaksanya. Aku tidak mau kehilangan orang yang kucintai lagi" jawab Kristan lalu mencium kening Jeslyn. Hati Jeslyn yang awalnya dingin terasa mencair seketika saat mendengar perkataan Kristan.
"Ah iya, jangan dipaksa kalau sudah tidak kuat" bela kakek,
"Iya tidak apa apa, asalkan kalian sudah berusaha. Kami juga sudah tidak sabar jadi kakek nenek, HAHAHA" kata mama dan papa Kristan serempak. Jeslyn tersenyum malu malu menatap mereka.
"Iiiih~ Jeslyn malu malu kucing~" goda ibu mertua. Jeslyn semakin memundukkan kepalanya dan berusaha menahan tawa. Semuanya tertawa melihat Jeslyn yang malu malu kucing, kemudian Kristan mengelus kepala istrinya itu. Mereka kembali bercakap cakap ringan sambil memakan sajian makan malam.
__ADS_1
Setelah makan malam...
Setelah makan malam, tidak ada satu orang pun yang pulang, karena mereka semua menginap dihotel. Lalu melanjutkan kegiatan berikutnya yaitu, menikmati indahnya langit malam. Setelah memesan kamar, mereka naik ke atas hotel menikmati pemandangan langit malam sambil memainkan kembang api. Tiba tiba Kristan datang dan memberikan jasnya pada Jeslyn.
"Bajumu terlalu terbuka, nanti kau kedinginan. Jadi pakai ini" kata Kristan sembari mengenakan jasnya pada Jeslyn. Jeslyn berterima kasih pada Kristan lalu kembali menatap bintang bintang dilangit.
"Mau main kembang api?" tanya Kristan menawarkan kembang api pada Jeslyn. Jeslyn mengangguk angguk dan mengambil satu kembang api dari tangan Kristan. Jeslyn memutar mutar kembang api yang meledak ledak itu dan bermain seperti anak kecil.
"Eh?"
"Ada apa??" tanya Kristan,
"ADA BINTANG JATUH! BINTANG JATUUUUH~" sorak Jeslyn gembira,
"Oh? IYA! ADA BINTANG JATUH! CEPAT BUAT PERMOHONAN!" sorak paman Kristan. Semuanya mengatupkan tangan dan berdoa masing masing dalam hati. Mengucapkan permintaan dan berharap akan segera terkabul.
Bintang bintang berjatuhan dengan sangat cantik dan rapi, bagaikan pasukan kaisar yang akan menjemput maharani. Kristan mengharapkan cinta dari Jeslyn dan Jeslyn juga mengharapkan cinta dari Kristan.
"Apa yang kau minta?" tanya Kristan,
"Rahasia~" jawab Jeslyn sambil tersenyum dan menatap bintang jatuh dilangit. Kristan tiba tiba mendekat dan memeluk Jeslyn.
"Aku ngantuk, ayo balik" ajak Kristan. Mereka pun berpamitan dan menuju kamar pesanan. Namun setelah baru saja masuk, tiba tiba ada yang mengetuk pintu. Kristan keluar dan meladeni orang itu, Jeslyn ditinggal sendiri dalam kamar. Namun setelah 10 menit Kristan diluar dan tak kunjung masuk, Jeslyn merasa kesal lalu berjalan keluar dengan emosi.
"Huh! Siapa sih tadi yang datang? Kenapa lama sekali ngobrolnya !" batin Jeslyn kesal. Dia segera keluar dan mencari Kristan. Jeslyn berjalan menyelusuri lorong, mengelilingi lantai 4 disekitar kamar mereka. Didekat jendela besar diujung hotel, akhirnya Jeslyn menemukan Kristan. Namun ada seorang wanita yang bersamanya.
"...." Jeslyn merasa kaget saat melihat mereka. Tidak bisa berkata kata dan hanya bisa diam ditempat, tidak berani menghampiri mereka.
"Apa yang mereka lakukan?" gumam Jeslyn yang masih terus melihat mereka dengan sakit hati.
__ADS_1