PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 65 - Sukanya Kamu -


__ADS_3

"Sayang bagaimana kalau kita nonton?" tanya Kristan,


"Hayuuu" kata Jeslyn lalu berbalik arah. Mereka menuju lantai 6 untuk ke bioskop.


"Mau nonton film apa?" tanya Kristan sambil melihat lihat daftar film.


"Mau yang genre romance comedi" jawab Jeslyn sambil ikut melihat lihat daftar film. Mata melirik dari atas ke bawah, tiba tiba terhenti pada nomor 21.


"Gimana kalau itu? Pasangan Idaman Semua Orang?" kata Jeslyn. Kristan mengangguk angguk setuju. Jeslyn yang memesan dan membayar tiket, lalu Kristan yang membeli minuman dan popcorn. Kemudian mereka menuju ruangan yang telah ditentukan.


Film nya akan segera mulai, Jeslyn sudah sangat menantikan filmnya dan penuh semangat. Lampu mati, layar bersinar, memakan popcorn sambil menatap layar.


Ditampilkan seseorang yang masuk ke dalam sebuah rumah yang besar di malam hari. Seorang wanita berpakaian hitam dengan lentera ditangannya, berjalan masuk dnegan hati hati. Namun, tiba tiba ada bayangan yang lewat disampingnya. Wanita itu kaget dan melihat ke arah tersebut. Tapi bayangan itu sangat cepat dan menghilang.


Wanita itu kembali berjalan ke depan dengan hati - hati. Disudut paling depan, ada sebuah ruangan dengan 2 pintu lebar. Wanita itu berjalan perlahan kesana, namun tiba tiba bayangan itu kembali muncul. Dari kejauhan, wanita itu melihat bayangan yang muncul samar samar di depan pintu itu. Dia mulai ketakutan. Dia berjalan mundur perlahan, menjauhi ruangan itu.


"Wait... Bukannya ini film romantis komedi? Kok jadi horor..." gumam Jeslyn,


"Permisi, judul film ini apa ya?" tanya Kristan pada seseorang disampingnya.


"Ini Haunted Ghost " jawab orang itu.


Jeslyn terkejut mendengar nama filmnya, sepertinya dia salah memesan tiket. Kristan membalikkan wajah dan menatap Jeslyn yang menginginkan penjelasan.


"S - sepertinya aku salah pesan... Sorry" bisik Jeslyn yang merasa bersalah.


"Ya sudah tidak apa. Kita nonton saja" balas Kristan berbisik pada Jeslyn,


"Ta - tapi aku takut horor, apalagi hantu hantu" bisik Jeslyn lagi. Kristan menepuk jidatnya.


"Ya sudahlah tidak apa. Kita nonton saja" bisik Jeslyn lagi yang sudah pasrah.


"Kok deja vu? Itukan kata kataku " batin Kristan yang heran. Meskipun sudah salah film, mereka tetap lanjut menonton. Setiap hantunya mau muncul, Jeslyn pasti menutup mata dan memegang tangan Kristan. Semakin kuat genggaman Jeslyn, tangan Kristan yang satunya akan memegang tangan Jeslyn tersebut. Membuat Jeslyn merasa tenang, karena cengkaramannya itu kuat sekali.


"Sayang tanganku akan putus kalau kau cengkram gitu terus..." batin Kristan sambil terus memperhatikan tangannya yang dicengkram Jeslyn.


1 jam kemudian

__ADS_1


"Akhirnya film horor itu selesai" gumam Jeslyn yang sudah melemas. Tapi dia kemudian melirik pada Kristan. Menaikkan sedikit wajahnya ke atas dan menatap suaminya yang memasang wajah datar.


"Ya... Ini salahku "batin Jeslyn yang sedih.


"Sorry... Aku mengacaukan perayaan ulang tahunmu" kata Jeslyn sambil menunduk. Kristan mengelus kepala Jeslyn dengan lembut.


"Tidak apa" jawab Kristan,


"Kok jawabanmu tidak apa mulu. Kamu ini terlalu bodoh apa terlalu baik?" tanya Jeslyn yang kesal.


"Bego sama cintakan beda tipis" jawab Kristan santai. Jeslyn menganga mendengar jawaban Kristan. Tapi Kristan langsung menaikkan dagu Jeslyn agar mulutnya tertutup. Jeslyn menepuk jidatnya sambil menggeleng gelengkan kepala dan menghela nafasnya.


"Kamu yang tentuin deh sekarang mau kemana" kata Jeslyn lalu merangkul tangan suaminya.


"Pulang" jawab Kristan singkat. Jeslyn lagi lagi melongo dan menganga mendengar Kristan. Kristan juga kembali menaikan dagu Jeslyn agar mulutnya tertutup. Jeslyn tidak bisa berkata kata. Dia ikut saja apa yang Kristan katakan, dia takut membuat kekacauan lagi.


"Sebentar sore ada makan malam di rumah orang tuaku. Kita harus membawa buah tangan dan pulang secepatnya karena aku harus menyelesaikan pekerjaan kantorku. Kita juga akan menginap disana" kata Kristan kemudian sambil mengelus kepala Jeslyn lagi.


"Oooh..." balas Jeslyn yang masih kecewa. Tapi tiba tiba dia tersontak kaget.


"Hah?! Nginap disana?" tanya Jeslyn yang panik.


"Kamu kenapa?" tanya Kristan yang bingung,


"Tidak. Tidak kenapa napa" balas Jeslyn cepat sambil menaikkan wajahnya lagi.


Malamnya


"Selamat Ulang Tahun" sorak semuanya, termasuk Jeslyn. Mereka semua sudah berkumpul diruang makan yang megah. Ada ayah dan ibu mertua Jeslyn, 3 saudara Kristan, dan pasangan ini juga sudah duduk di bangku masing masing. Meja persegi panjang yang memiliki 8 kursi, 7 kursi telah diisi. Sungguh orang kaya, interior dirumah mertua Jeslyn ataupun rumahnya dengan Kristan, pasti mewah dan berkelas.


"Selamat ulang tahun anakku sayang" kata mama Jane sambil memeluk Kristan.


"Makasih ma. Peluknya jangan lama lama, nanti istriku cemburu" kata Kristan sambil menatap istrinya itu.


"Nggak kok" jawab Jeslyn cepat karena kaget. Mama Jane memperkuat pelukannya pada putra pertamanya. Lalu disusul oleh papa Gabriel yang memeluk Kristan. Dan saudaranya juga memberikan kado pada Kristan.


"Gimana kabar kalian sayang?" tanya mama Jane disaat papa Gabriel sedang memeluk Kristan.

__ADS_1


"Kami baik kok ma" jawab Jeslyn lalu tersenyum dan menatap Kristan. Papa Gabriel dan Mama Jane saling menatap, saling memberi kode.


"Kalian... Sudah mulai saling mencintaikan?" bisik mama Jane. Jeslyn mengangguk angguk sambil sedikit tersenyum. Lalu dia menundukkan kepala karena wajahnya memerah.


"Ma, jangan menjahili istriku. Hanya aku yang boleh" kata Kristan sambil terseyum senyum menatap istrinya yang malu.


"Ish! Urus anak kamu tuh, masa ibu mertua gak boleh ngomong sama menantunya" balas mama Jane lalu merangkul tangan Jeslyn.


"Sepertinya kebalik. Ma, aku cemburu" kata Kristan sambil menunjuk tangan mamanya yang merangkul tangan Jeslyn.


"Halah! Gini doang masa gak boleh juga" keluh mama Jane lalu memeluk Jeslyn. Jeslyn membalas pelukan ibu mertuanya itu sambil tersenyum.


"Pa, sudah cukup meluk aku. Mama juga lepasin istriku. Sekarang aku yang mau memeluknya" kata Kristan lalu perlahan melepaskan pelukan ayahnya dan menuju Jeslyn.


"Anak ini benar benar bucin! HAHAHAHA!" kata papa Gabriel lalu tertawa.


"Iiih koko bucin, aku jijay" kata Valent, adik paling muda Kristan.


"Gak peduli. Ratapi aja nasibmu yang masih jomblo itu" balas Kristan yang senang menjahili adiknya.


"Iiih jahat!" balas Valent sambil memukul tangan Kristan.


"Ma, pa, boleh kita makan sekarang? Aku ingin cepat selesai makan malam lalu ke kamar bersama Jeslyn" kata Kristan yang wajahnya sedikit memerah. Jeslyn membelalakkan matanya menatap Kristan.


Keluarga mertua Jeslyn tersenyum senyum mengerti apa yang di mau Kristan. Papa Gabriel pun memanggil koki untuk menyajikan makanan.


"Koko suka makan apa?" tanya Rian, adik kedua Kristan.


"Kakak ipar kamu" gumam Kristan sambil tersenyum senyum. Jeslyn yang disamping Kristan dan mendengar itu jadi tersedak. Dia mencubit paha Kristan tidak terlalu keras, dan malah membuat Kristan tertawa sampai tersedak juga.


"Koko bilang apa?" tanya Rian yang tidak mendengar baik gumaman Kristan tadi. Papa dan Mama Kristan jadi saling menatap karena mereka dapat mendengar gumaman Kristan tadi.


"Nanti aku mau belikan loh" lanjut Rian,


"Nanti saja, aku harus memilih dulu" jawab Kristan yang masih tersenyum senyum.


"Udah, ayo cepat selesaikan makanan kalian" kata mama Jane sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ehem ehem... Iya cepat selesaikan. Ada seseorang yang sibuk disini" kata papa Gabriel sambil memberikan kode pada mama Jane dan tersenyum senyum.


"Kakak Ipar, kapan memberikanku keponakan?" tanya Valent polos.


__ADS_2