PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 73 - Family Time -


__ADS_3

"Papa nanti datang berkunjung kerumah ya. Bilang aja mau datang kapan, pesawat pribadi Kristan siap mengantar" kata Jeslyn dan papanya mengangguk angguk sambil tersenyum. Setelah urusan Jeslyn selesai, mereka pergi ke bandara. Menunggu pesawat pribadi Kristan datang menjemput untuk pergi ke Paris.


"Belakangan ini kita sibuk sendiri, orang tua kita juga mau kita liburan. Sekarang kita pergi ke Paris dan melupakan pekerjaan sesaat, okay?" ucap Kristan saat diperjalanan menuju bandara.


"Dengan senang hati~" balas Jeslyn yang gembira. Akhirnya dia bisa santai sejenak.


"Ulang tahunku udah dekat lagi loh~" lanjut Jeslyn menyenggol nyenggol suaminya.


"Hmm kamu mau apa?" tanya Kristan sambil menyeringai menatap istrinya. Jeslyn mendekat dan berbisik pada Kristan, membuat suaminya itu berusaha menahan tawa. Melihat Kristan yang ingin tertawa membuat Jeslyn jadi kesal bahagia, dia mencubit roti sobek Kristan sambil ikut tertawa.


10 TAHUN KEMUDIAN...


"Ma! Tungguin Jenni" teriak seorang anak kecil sambil berlari menuju seorang wanita.


"Jenni, mama sudah bilangkan jangan lari? Nanti kamu jatuh, luka, sakit, nangis, mau?" balas Jeslyn dan juga berjalan mendekati anaknya. Jenni menggeleng tidak mau.


"Pa, kita harus lama lama di Paris ya!" kata seorang anak laki laki.


"Iya, boleh" jawab Kristan. Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya saat hari - H ulang tahun Jeslyn, ternyata dia mendapat hadiah yang spesial. Tahun depannya, saat ulang tahun Kristan, Kristan juga mendapat hadiah yang sama spesialnya dengan Jeslyn. Saat anniversary mereka, hadiahnya lagi lagi spesial, bahkan lebih spesial!

__ADS_1


Anak pertama Kristan dan Jeslyn, Christoper Michael Wijaya. Anak kedua, Natashya Chealsea Elena Wijaya. Anak ketiga, anak kembar, Zen Vincentto Putra Wijaya dan Jenni Isabel Quenneia Wijaya.


Michael atau dipanggil Mike, sekarang berusia 9 tahun. Dia sangat mirip Kristan, terutama kepintaran dan sifat dinginnya. Sedangkan Natashya yang berumur 8 tahun sangat mirip Jeslyn, senyum manis dan kulit putih mulus. Lalu anak kembar mereka, Zen lebih mirip mamanya yang pengertian, sedikit dingin namun juga ceria. Jen, lebih sedikit mirip papanya yang menggemaskan dan manja. Mereka sekarang berusia 6 tahun. Dan tentu saja, mereka cantik dan tampan!


"Ayo sekarang kita pergi makan siang" ajak Kristan. Mereka pergi naik mobil pribadi Kristan di paris. Kekayaan Kristan mulai terus bertambah sampai perusahaannya bercabang ke seluruh penjuru dunia. Makan siang di restoran terlezat di kota Paris, memesan tempat VVIP dan mengobrol ala keluarga mereka.


"Ma, aku mau pergi ke Jepang!" seru Zen,


"Pa, aku mau ke Korea!" tambah Jen,


"Ma, aku mau ke Tiongkok!" lanjut Mike,


"Iya, nanti ya" jawab Kristan dan Jeslyn serempak. Setiap tahunnya mereka akan berlibur keluar negeri.


"Ma, Pa, karena kepintaran kalian berdua turun ke aku sepenuhnya dan sekarang aku juga sedang menempuh S1, bolehkah aku sambil bekerja di kantor papa?" tanya Mike yang agak gugup. Jeslyn membulatkan matanya mempelototi Mike.


"Kamu masih kecil, gak usah mikirin dulu kerja! Fokus sama pendidikan kamu. Papa kasih kamu sekolah supaya kamu bisa dapet ilmu, karaktermu terdidik, jadi kebanggaan orang tua. Kerjanya nanti aja, nanti kamu capek, sakit, papa mama kan jadi khawatir. Gak bagus juga kalau sakit sakitan mulu, apalagi kamu masih kecil. Gak boleh terlalu lelah juga, makanya mama suka teriak teriakin kamu supaya jaga kesehatan. Kamu masih kecil, penuhi masa kecilmu dengan bermain kek, atau apalah gitu yang menyenangkan dan santai. Nanti ada kok waktunya kamu serius dan kerja" ceramah Jeslyn. Mike hanya terdiam sambil tersenyum dan mengangguk angguk mendengar mamanya ceramah.


"Pa, bolehkah kita mampir sebentar di toko skincare disana? Aku ingin membeli lotion dan lihat lihat skincare lainnya disana" kata Natashya tiba tiba.

__ADS_1


"Boleh, tapi cuma lihat lihat ya. Jangan sembarangan pakai produk, nanti yang awalnya kulitmu mulus cantik bersih gitu jadi rusak karena salah pakai. Cukup beli lotion aja. Kalau mau beli produk kecantikan lainnya nanti saja setelah kamu sudah lumayan besar. Kamu ini mirip sama mama kamu yang suka kepoin skincare. Ingat ya, gak boleh beli produk lain tanpa persetujuan mama kamu" ceramah Kristan sebagai jawaban untuk Natashya. Sama seperti respon Mike, Natashya cuma mengangguk angguk polos.


"Ma, aku mau beli baju yang seperti kakak itu. Cantik sekalii~" ucap Jen sambil menunjuk foto di ponsel Mike.


"Iya, cuma itu untuk kakak yang sudah besar Jen. Kalau Jen mau pakai harus besar dulu, okay?" balas Jeslyn sambil mencubit pipi Jen yang gembul menggemaskan.


"Pa, aku mau buku TOELF seperti punya ko Mike" pinta Zen polos.


"Iya, tapi itu juga untuk orang besar. Kalau Zen mau, Zen harus besar dulu ya?" respon Kristan sambil mengelus kepala putranya itu.


"Ngomong ngomong siapa cewek di ponsel ko Mike" tanya Natashya sambil memainkan alisnya menatap Mike.


"Wah Mike udah punya doi ya~" goda Jeslyn,


"Ih mama apaan sih, gak lah!" balas Mike sambil memalingkan wajah. Setelah bercanda tawa, mereka mulai menyantap makan malam.


Beberapa hari kemudian, hari hari berjalan seperti biasa, namun lebih meriah. Karena ada 4 orang yang menambah isi rumah besar itu. Mike dan Jen lebih nempel pada Jeslyn, sedangkan Natashya dan Zen lebih nempel pada Kristan. Mike mirip Kristan, dia sangat serius dan lebih tertarik pada bidang bisnis. Bahkan IQ Kristan yang tinggi turun padanya, makanya di umur 8 tahun dia sudah menempuh S1. Natashya mirip Jeslyn, menyukai musik, dance, modelling, dan akting. Zen lebih menyukai pelatihan - pelatihan senjata, berkuda, atau belajar bahasa. Tapi tentu saja bukan senjata asli, masih senjata mainan kok. Sedangkan Jen menyukai tontonan berita mengenai isu isu politik. Bahkan dia biasanya mengikuti gaya pembawa acara.


Undangan anniversary Kristan dan Jeslyn mulai tersebar ke keluarga besar, kerabat, dan teman teman mereka. Bahkan rencana dan dekorasi ruangan mulai disusun, karena acara akan digelar tak lama lagi. Kedua mempelai yang disatukan karena perjodohan berakhir dengan cinta yang tulus. Membangun keluarga kecil yang bahagia dan akan setia sampai akhir hayat.

__ADS_1


__ADS_2