
"Umm udah malam banget, aku ngantuk. Aku pergi dulu ya..." kata Jeslyn yang gugup lalu beranjak berdiri.
"Mau kemana?" tanya Kristan sambil menarik tangan Jeslyn,
"Tidur" jawab Jeslyn,
"Disini tidurnya. Kemarin kamu bilang tidur dikamar berbeda sekali. Jadi sekarang kita tidur bersama" balas Kristan yang masih memegang tangan Jeslyn.
"Hah? Memangnya ada apa? Aku gak masalah tidur sendiri. Aku udah biasa dari kelas 3 sd" balas Jeslyn yang menjelaskan.
"Kelas 3 sd? Berarti kamu sudah tidur sendiri selama 14 tahun. Kamu pasti kesepian..." balas Kristan,
"Iya. Tapi aku udah biasa, jadi gak masalah" balas Jeslyn.
"Aku yang bermasalah. Aku takut, jadi kamu temani aku tidur" kata Kristan yang pipinya merona.
"Bukannya kemarin kamu tidur sendiri? Sebelum nikah kamu tidur sendiri juga kan?" tanya Jeslyn bingung.
"I - iya tapi kan nanti kalau traumaku kambuh lagi bisa gawat. Kamu tega biarin aku jadi gila gitu? Mau kamu digosipi suamimu jadi gila karena wanita dimasa lalunya, kamu diselingkuhi, dan lain sebagainya??" balas Kristan meyakinkan Jeslyn.
"Eh... Ya sudahlah" balas Jeslyn singkat. Lalu mereka pun naik ke tempat tidur lalu mulai tidur. Jeslyn berbalik ke arah luar sedangkan Kristan berbalik ke arah Jeslyn. Kristan menatap istri yang dicintainya dari belakang. Mengumpulkan keberanian untuk mendekat dan memeluk istrinya.
"Ehem..." batuk Kristan lalu perlahan merangkul tangannya memeluk Jeslyn.
"Apa?" tanya Jeslyn,
"Balik dan peluk aku" kata Kristan yang malu malu. Jeslyn masih menganggap Kristan sakit jadi langsung berbalik dan membalas pelukan Kristan.
"Besok kita berangkat bareng ke kantor" lanjut Kristan. Jeslyn membalas dengan mengiyakan sambil menutup mata. Keduanya mulai tertidur lelap dimalam yang tenang.
Keesokan harinya dikantor...
__ADS_1
"Selamat pagi pak CEO, selamat pagi pak direktur, selamat pagi bu manajer" sambut para karyawan. Saat Jeslyn diterima kerja disini, dia menjadi manajer pemasaran. Dan Gilbert yang semula adalah sekretaris Kristan, tiba tiba menjadi direktur setelah Kristan mengetahui bahwa dia adalah sepupu Jeslyn. Lalu bagaimana nasib direktur sebelumnya?
Direktur sebelumnya bekerja dengan tidak maksimal, tidak teliti, cuek, semborono, dan banyak mengeluh. Oleh sebab itu, ia dipecat lalu digantikan oleh Gilbert. Perusahaan mengalami kemajuan dan peningkatan dalam berbagai hal. Itu karena Kristan sangat fokus, teliti, dan berhati hati dalam mengerjakannya bersama para karyawan, hingga perusahaan mereka semakin terkenal se - jagad raya.
"Kristan!" panggil seseorang di depan pintu kantor kerja Kristan. Seorang wanita dengan rambut putih cream bergelombang dan menggunakan drees merah mini yang terbuka menghampiri Kristan lalu langsung memeluknya.
"Akhirnya kamu tiba. Aku daritadi menunggumu loh~ Aku bawa kan kamu oleh oleh dan bekal makan siang~" kata wanita itu sambil menunjukkan ke suatu arah dimana banyak terletak benda berbentuk kubus dan tas - tas.
"Tuan CEO yang terhormat, anda bisa menunggu diluar. Biar saya bicara dengan nona Clara dan segera membereskan semua ini" kata Jeslyn sambil menaikkan lengan bajunya dan tersenyum menyeramkan.
"O- ow... Gawat! Perang dunia lagi !" batin Kristan.
"Tidak perlu. Kita bicarakan dan selesaikan ini bersama saja" balas Kristan cepat.
"Menyelesaikan apa?? Sayang disamping kamu ini siapa? Bukankah sekretarismu?" tanya Clara sambil menunjuk Jeslyn dan melihatnya dari atas sampai bawah.
"Clara, dia in-" kata Kristan namun terpotong,
"Oh! Aku tahu! Dia pasti orang yang akan bekerja sama denganmu untuk sebuah proyek lagikan?" lanjut Clara dengan percaya diri. Clara menduga bahwa Jeslyn adalah seorang CEO juga karena style pakaian yang digunakannya. Jeslyn menggunakan celana kulot hitam, tank top putih bertali yang menambah kesan berkarisma, dan jas hitam yang tergantung dibahunya. Memegang dompet putih mengkilat ditangan kirinya dan menggunakan sepatu hak tinggi berwarna hitam mengkilat.
"Apa?! Kamu Jeslyn?! Wanita yang berani merebut tunanganku?!" kata Clara yang kaget.
"Jaga ucapanmu nona Clara. Kamu sendiri yang meninggalkan suamiku saat itu. Jagalah harga dirimu selagi bisa" balas Jeslyn sinis.
"Heh! Aku tidak peduli siapa kamu dan bagaimana kalian bisa bertemu. Tapi aku sudah kembali! Aku akan menikah lagi dengan Kristan jadi cepatlah kamu pisah dengan calon suamiku" balas Clara yang ikut sinis.
"Saya dan Kristan sudah menjadi suami istri sah didepan hukum, agama, dan publik. Atas dasar apa kamu mengatakan bahwa suami saya adalah calon suamimu?" balas Jeslyn yang membara.
"Karena dia memang calon suamiku!" balas Clara singkat.
"Jawaban macam apa itu ?" tanya Kristan dalam hatinya kesal.
__ADS_1
"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Jeslyn sambil tersenyum menyeramkan.
"Hump! Ayo bicara di dalam!" jawab Clara lalu masuk keruangan Kristan.
"Sayang..." panggil Kristan yang mulai khawatir.
"Tidak apa apa, kamu tunggulah disini" balas Jeslyn lalu segera masuk menyusul Clara. Pintu ruang kerja Kristan tertutup keras dihempas Jeslyn.
Braak
"Astaga Ya Tuhan... Lindungilah ruang kerjaku dan istriku... "batin Kristan yang mulai panik. Kristan sudah mulai mondar mandir didepan pintu, kadang kadang mencoba mendengar pembicaraan mereka namun tidak ada yang bisa di dengarnya.
"Eh pak CEO kenapa ada diluar? Kenapa mondar mandir pak?" tanya seorang pegawai yang lewat bersama pegawai lain.
"Saya lagi khawatir sama istri saya di dalam" jawab Kristan yang masih mondar mandir.
"Istri bapak kenapa? Lagi bersalin?" balas pegawai itu,
"Lagi ngadain konser sama perang dunia di dalam sana" jawab Kristan ketus.
"Ngapain kalian masih disini?? Pekerjaan kalian udah selesai?? Sudah bosan kerja diperusahaan saya??" tanya Kristan kesal.
"Eh tidak pak tidak... Kami pergi dulu, permisi!" kata pegawai - pegawai itu lalu segera pergi. Setelah para pegawai itu pergi, tiba tiba pintu terbuka dan muncullah Clara di depan pintu.
"Dimana Jeslyn? Apa yang kalian bicarakan?" tanya Kristan setelah Clara muncul di depannya.
"Maaf..." balas Clara,
"Apa?" jawab Kristan yang bingung,
"Jeslyn ada didalam. Maaf, aku harus pergi" lanjut Clara lalu berlari meninggalkan Kristan. Kristan mengerutkan alisnya sambil menatap Clara yang pergi menjauh darinya. Namun setelah itu, dia tersadar lalu segera masuk ke dalam ruang kerjanya untuk mencari Jeslyn.
__ADS_1
"Jeslyn!" panggil Kristan yang panik. Jeslyn terduduk suram di sofa dengan posisi lemas. Kepalanya menunduk dan dia tidak menjawab panggilan Kristan.
"Sebenarnya apa yang mereka lakukan tadi ?!" tanya Kristan dalam hatinya yang sudah kesal.