
"Uhm... Sudah pagi rupanya..." batin Jeslyn yang baru bangun tidur. Dia mengucek matanya, meregangkan tubuhnya dan menoleh ke samping.
"UHM!"teriak Jeslyn yang ditahannya. Jeslyn melihat Kristan tertidur di sampingnya tanpa menggunakan baju. Saat menoleh dan melihat Kristan seperti itu, dia ingin berteriak namun tangannya langsung menutup mulutnya. Kemudian dia perlahan menundukkan kepalanya dan ingin melihat baju apa yang dia kenakan.
Deg deg...
Deg deg...
Deg deg...
DUAAR!!
Ternyata dia juga tidak mengenakan baju! Kemudian dia mengecek dibalik selimut dan duaar! Tidak menggunakan pakaian sehelai pun!
"Gawat!! Jangan jangan... Apa dia juga tidak memakai apa pun?? "pikir Jeslyn panik. Jeslyn berpikir keras apa yang harus dilakukannya sekarang. Dia berpikir untuk mengecek pakaian Kristan, namun takut kalau dia juga tidak mengenakan apa pun. Jantung Jeslyn semakin berdetak dengan cepat, dia menelan salivanya, lalu perlahan mengangkat selimut.
"Pliss semoga nggak!! "pinta Jeslyn dalam hatinya. Jeslyn perlahan menaikan selimut namun wajahnya berbalik ke arah lain. Setelah selimut diangkat, dia membalikkan wajahnya perlahan namun matanya tertutup. Setelah berada diarah yang tepat, dia perlahan membuka matanya. Setelah membuka mata 1 detik dia langsung menutup selimut dan matanya bersamaan.
"GAWAT. GAWAT! GAWAAAT!!! "teriaknya dalam hati.
"Cepat kabur cepat cepat!! Mandi mandi !!" kata Jeslyn dalam hatinya. Dia perlahan lahan melangkah menuju kamar mandi agar Kristan tidak terbangun.
Klik
Pintu kamar mandi tertutup, Jeslyn sudah berada di dalam. Dia menghembuskan napas lega dan lemas. Lega karena tidak tertangkap Kristan dan lemas karena hal tidak terduga telah terjadi.
"Aduuuh apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku tidak bisa mengingatnya! Bagaimana caraku mengobrol dengannya sebentar?! Oh Tuhaaan..."keluh Jeslyn dalam hatinya. Dengan lemas dia mulai mandi sambil berpikir dia harus mengatakan apa.
...******* Sementara Kristan ********...
"Wanita itu berani sekali main kabur - kabur aja" batin Kristan yang sebenarnya sudah bangun daritadi.
"Tapi...Kemarin malam..." Kristan kembali mengingat kejadian kemarin malam yang membuatnya tersenyum senyum sendiri.
"Pasti dia masih malu malu, padahal kemarin dia sangat..."batin Kristan sambil terus memutar kembali kejadian kemarin malam di benaknya. Setelah itu dia langsung terduduk dengan mata meloto.
"Tidak! Kristan sadar! Jangan terhanyut oleh kejadian kemarin! Aku harus menjelaskannya, kita tidak boleh bersama, aku akan memberikannya kompensasi "pikir Kristan yang membuat senyum di wajahnya menghilang. Kejadian kemarin membuat Kristan juga merasa lemas, tidak tahu dia harus menjelaskan bagaimana.
Kristan kembali menghempaskan tubuhnya pada tempat tidur lalu menghembuskan nafas. Memikirkan apa yang harus di lakukannya dan di katakannya. Karena masing masing sibuk memikirkan apa yang harus mereka katakan dan lakukan, waktu terus berjalan dan akhirnya Jeslyn telah selesai mandi. Jeslyn mencoba menenangkan dirinya, berkali kali menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, bersiap untuk melontarkan kata kata yang ada dibenaknya.
Klik
Pintu kamar mandi terbuka, Jeslyn keluar dengan menggunakan bathrobe atau handuk kimono. Kemudian Kristan dan Jeslyn saling bertatapan, suasana tampak canggung, setelah saling bertatapan 2 detik mereka membalikkan wajah dan pura pura tidak terjadi sesuatu. Jeslyn menyentuh jidatnya, kepalanya pusing tentang kejadian semalam. Dia berjalan menuju sofa dan duduk dihadapan Kristan yang masih di tempat tidur.
"Apa yang sebenarnya terjadi kemarin malam" tanya Jeslyn dengan tatapan tajam menatap Kristan. Jeslyn duduk dengan kakinya yang tersilang dan tangannya terlipat di depan dada layaknya seorang bos.
"Eh... Kemarin malam?" tanya Kristan pura pura bingung,
"Jawab dengan jujur" balas Jeslyn dengan wajahnya yang serius. Kristan terdiam sambil menatap jendela di kamar mereka, lalu menunduk dan menghembuskan nafas. Kristan membuka mulut dan mulai bercerita tentang kejadian semalam.
__ADS_1
...****** Kejadian Kemarin Malam ******...
Setelah mereka berciuman, mereka pergi ke ruang makan di hotel. Kristan memesan ruangan VIP lalu mulai memesan makanan. Setelah selesai memesan, mereka mengobrol manis namun percakapan mereka berakhir dengan kepahitan.
"Oh iya aku mau minta izin sama kamu. Besok aku ada reuni dengan teman teman SMA aku, boleh gak aku pergi??" tanya Jeslyn sambil menaruh kedua tangannya di depan wajahnya dan memohon.
"Boleh" jawab Kristan yang membuat Jeslyn tersenyum lebar dan bersemangat.
"Ngomong ngomong besok kamu sibuk gak? Mau pergi bareng aku??" tanya Jeslyn lagi,
"Besok aku sibuk, lain kali aja ya" balas Kristan lalu tersenyum,
"Ouh... Oke" balas Jeslyn. Makanan mereka akhirnya tiba, lalu mereka pun mulai menyantap makanan.
...********* Chat Jeslyn *********...
Nathan POV : Jeslyn kamu besok datang ke reunian bareng suami kamu?
Jeslyn POV : Oh katanya dia gak bisa, jadi aku pergi sendiri
Nia POV : Ya udah kamu mau gak besok aku jemput? Kita pergi bareng?
Jeslyn POV : Emm ga usah deh, nanti aku jalan sendiri ehe π
Nathan POV : Iya, nanti aku aja yang jemputπ
Jeslyn POV : G π
Caesar POV : Dia udah ada suami, lu jangan macem macem Nathπ
Nathan POV : Lu yang macem macem! Orang gak ada niat mau ngapa ngapain kokπ
Nathan POV : Gue cuma mau kasih ucapan selamat ke Jeslyn dan suaminya sekalian bawain kado untuk pernikahannya soalnya gue gak hadir waktu mereka nikah. Gak macem macem kan? Jadi Jes, gue jemput lo ya?π
Alexa POV : Tu emot mohon diperhatikan π§
Willy POV : Lu yang berbuat tapi kok gue yang malu ya?π€
Gayang POV : Udah woi, ribet amat kalian iniπ‘
Jeslyn POV : Iya udah udah! Ya udah besok kamu jemput aku Nath!
Nathan POV : Oke sayang~
Jeslyn POV : π€’
Aggani POV : π
Nathan POV : π
__ADS_1
...****** Kembali ke Kenyataan ******...
"Besok aku di antar jemput teman aku ya" kata Jeslyn,
"Siapa?" tanya Kristan,
"Nathan~" jawab Jeslyn,
"Kenapa manggilnya romantis gitu?" balas Kristan kesal,
"Cieee cemburu ya~" balas Jeslyn menggoda Kristan,
"Kayaknya hubungan kalian lebih dari teman" tebak Kristan,
"Emang" jawab Jeslyn santai. Seketika Kristan tersedak oleh daging steak yang dimakannya dan terbatuk batuk.
"Makanya hati hati! Nih minum" kata Jeslyn sambil memberikan Kristan gelas berisi air putih.
"Dia siapamu?!" tanya Kristan,
"Mantan pacar, classmate, chairmate, teman, sahabat, pasutri di dunia game, itu doang" jawab Jeslyn santai,
"Ohok!" Kristan lagi lagi tersedak. Dia tersedak oleh air putih karena mendengar jawaban Jeslyn yang disertai dengan wajahnya yang polos. Membuat Kristan merasa gemas dan ingin mencubit pipinya sekalian memberinya hukuman!
"Besok aku dijemput Nathan~" kata Jeslyn senang. Kristan langsung mengambil ponselnya dan pergi menelpon seseorang. Setelah selesai dia menghampiri Jeslyn dan berkata, "Besok aku yang antar jemput kamu!"
"Lah? Bukannya kamu sibuk?" tanya Jeslyn bingung,
"Iya aku sibuk. Besok aku anter kamu dulu lalu ke kantor untuk meeting lalu kembali ke tempat kalian janjian dan menemani kamu" jawab Kristan lalu lanjut makan,
"Tapi gak usah, serius! Gak usah repot repot..." kata Jeslyn yang khawatir,
Brak!
"Kamu nolak aku lagi. Ini sudah kesekian kalinya kamu menolak semua yang ingin kuberikan untukmu. Kenapa kamu selalu membuat berbagai macam alasan untuk menolak pemberianku padahal penyebab nya cuma 1, yaitu seorang pria selain suamimu" kata Kristan marah,
"Kristan kamu salah paham! Aku gak ada cowok yang aku suka. Aku istri kamu! Aku mana berani selingkuhin kamu!" kata Jeslyn dengan serius,
"Kamu bilang gak ada cowok yang kamu suka, jadi kamu tidak menyukaiku?" tanya Kristan,
"Em... Iya. Sesuai janji kita saat awal menikah, aku tidak akan menyukaimu" jawab Jeslyn sedikit sedih,
"Tapi kalau aku bilang aku ingin kau menyukaiku? Kalau aku ingin memberikan hatiku untukmu? Apa kau mau menerimanya?" tanya Kristan lagi dengan serius,
"Maaf, aku tidak bisa menerimanya" jawab Jeslyn sambil menunduk. Kristan menengok kanan dan kiri, amarahnya telah sampai ke puncak.
"Pelayan! Aku pesan 1 botol red wine, cepat!" teriak Kristan,
"Apa itu?" tanya Jeslyn. Kemudian seorang pelayan membawakan 1 botol bertuliskan red wine sesuai permintaan Kristan. Pelayan itu juga menjawab pertanyaan Jeslyn, "Wine merupakan minuman yang mengandung alkohol dan dapat membuat orang mabuk" katanya lalu pergi.
__ADS_1
"HAH?!" teriak Jeslyn yang kaget.