PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 34 - Orang Masa Lalu -


__ADS_3

Pukul 10.00 A.M


Setelah tau Kristan meninggalkan Jeslyn, dia pun bersiap dan bergegas ke kantor menyusul Kristan. Dia diantar oleh sopir Kristan yang biasanya mengantar Kristan kemana mana.


Dua puluh menit kemudian Jeslyn sampai diperusahaan. Dia masuk ke perusahaan dan disambut oleh para pegawai. Jeslyn berjalan santai menuju ruangan Kristan. Namun setelah berada didepan pintu, sebelum Jeslyn masuk, terdengar suara wanita.


"Kristan ini aku! Ini aku! Clara!" teriak wanita itu.


"Clara? Kenapa namanya seperti pernah ku dengar..." batin Jeslyn. Dia mencoba mengingat siapa nona Clara ini. Lalu tiba tiba muncullah ingatan saat Gilbert menceritakan masa lalu Kristan. Clara adalah kekasih Kristan yang hampir bertunangan dengannya namun dia meninggal karena kesalahpahaman antara dia, Kristan, dan Angel.


"Tunggu! Bukankah dia sudah mati?! Atau ini Clara yang lain ??" pikir Jeslyn. Setelah itu terdengar lagi suara wanita itu. Jeslyn memutuskan untuk tidak masuk dulu dan mendengarkan percakapan mereka alias nguping.


"Kristan aku telah kembali. Aku baik baik saja. Kita dipertemukan kembali, ayo kita segera nikah" kata Clara dengan nada bahagia.


"Siapa kamu? Beraninya kau meniru Clara. Aku tidak mengenalmu, cepat usir dia!" balas Kristan dengan nada tinggi.


"Tuan... Ini beneran nona Clara" kata Gilbert gugup,


"Clara sudah mati! Dia tidak mungkin masih hidup!" balas Kristan dengan nada yang makin meninggi.


"Ini beneran aku Kristan. Waktu itu Angel datang menemuiku dan aku tahu bahwa kau adalah mantan sahabatku. Lalu karena Angel tidak ingin kita bersama, dia menghasutku supaya aku membencimu. Lalu dimalam yang hujan deras itu, aku berlari keluar vilamu dan ditabrak depan matamu. Aku bisa melihat bahwa kau sangat sedih saat melihatku! Lalu dokter berkata bahwa aku tidak selamat. Itu semua bohong!" kata Clara menjelaskan.


"Waktu itu aku masih hidup! Saat aku sadar, aku lupa ingatan dan dirawat oleh seorang dokter yang memeriksaku. Setelah 1 setengah tahun aku mencoba mengingat kejadian masa lalu, akhirnya aku berhasil. Ini pasti ulah Angel agar aku tidak bersamamu! Kita harus balas dendam dengan cara menikah dan menunjukkan diriku pada Angel bahwa aku adalah istrimu!" lanjut Clara lagi sambil memeluk Kristan dari belakang. Tiba tiba suara petir dan guntur menyambar setelah Clara selesai berbicara.


Jdeeer Jdeeer


"Apa ini? Sinetron ???" tanya Jeslyn dalam hatinya yang kaget mendengar petir dan guntur.


Tiba tiba kepala Kristan pusing, tubuhnya mulai oleng kesana kemari. Penglihatannya kabur dan ingatan akan masa lalunya yang suram mulai muncul lagi. Kristan berusaha melepaskan pelukan Clara namun pelukannya sangat erat. Untung saja istri Kristan tidak melihat, kalau tidak akan terjadi perang lagi yang membuat kepala Kristan semakin sakit.


"Clara...Clara masih hidup..." gumam Kristan yang terdengar oleh Clara.

__ADS_1


"Iya Kristan! Aku masih hidup!" balas Clara bahagia sambil memeluk Kristan lebih erat. Kristan membalikkan badan lalu memeluk Clara juga. Jeslyn yang diluar mengintip dari lubang kunci pintu kalau Kristan membalas pelukan Clara. Wajah Jeslyn nampak suram, dadanya terasa sesak.


Jdeer Jdeer


Lagi lagi suara petir menggelegar. Kristan memeluk Clara dengan erat tapi untungnya tubuh mereka tidak bersentuhan. Hanya tangan yang saling merangkul diantara pelukan mereka.


"Tuan!!" panggil Gilbert tegas. Kristan tiba tiba langsung mendorong Clara.


"Kristan kenapa kau mendorongku??" tanya Clara. Kepala Kristan masih terasa pusing dan sakit. Kristan bertingkah seperti orang mabuk sekarang.


"Kenapa... Kenapa kau meninggalkan aku?? Kenapa!!" tanya Kristan marah. Jeslyn yang diluar sudah merasa muak lalu pergi meninggalkan perusahaan. Dia memutuskan untuk kembali pulang ke rumah dan tidak melakukan apa apa. Dia menitip pesan pada seorang manajer keuangan bahwa dia akan cuti untuk 2 hari dan setelah itu dia pergi.


"Aku sangat sangat merindukanmu..." kata Kristan lalu memeluk kembali Clara.


"Aku juga sangat merindukanmu Kristan" balas Clara yang ikut sedih.


"Tuan Kristan ini tidak baik! Cepat lepaskan nona Clara!" bentak Gilbert kesal.


Gilbert langsung mengambil tindakan dan memisahkan keduanya. Tapi Kristan merasa kesal dan marah. Dia memarahi Gilbert sampai membuat Gilbert tidak bisa mengatakan bahwa dia sudah punya Jeslyn.


"Gilbert! Berani sekali kau memisahkan aku dan Clara! Apa kau cari mati?!" tanya Kristan dengan sangat marah. Kristan sekarang lagi tidak waras karena masa lalunya yang terbayang bayang terus dipikirannya. Kristan merasa bersalah atas meninggalnya Clara dulu. Dan akhirnya dia bertemu Clara lagi dan dia masih hidup.


Tok tok


Tiba tiba ada suara ketukan pintu. Manajer keuangan masuk dan menyampaikan pesan Jeslyn.


"Maaf mengganggu sebentar tuan Kristan. Tadi nyonya Jeslyn ada datang lalu nyonya Jeslyn berpesan bahwa dia ingin cuti 2 hari. Dia tidak bisa memberitahukan kepada anda secara langsung karena dia terburu buru pergi tadi" kata manajer keuangan itu.


"Jeslyn??" tanya mereka bertiga serempak,


"Jeslyn tadi datang kemari?" tanya Gilbert. Manajer itu mengangguk.

__ADS_1


"Siapa Jeslyn?" tanya Kristan,


"Nyonya? Jeslyn? Siapa wanita ini?" tanya Clara.


"Tuan... Jeslyn adalah istri anda, bagaimana anda bisa lupa??" tanya Gilbert khawatir.


"Istri?" balas Kristan dan Clara serempak. Tiba tiba muncul lagi ingatan momen bersama Kristan dan Jeslyn. Kepala Kristan menjadi lebih sakit lagi, dia terjatuh kelantai dan berusaha melawan rasa sakit kepalanya.


"Jeslyn... Jeslyn... Aku ingat sekarang..." gumam Kristan.


"Jeslyn! Dimana dia?? Apa dia tadi mendengar percakapan kita??" tanya Kristan panik namun kepalanya masih sakit.


"Nyonya sudah pulang kembali ke rumah tuan" jawab manajer keuangan itu.


"Ko Gilbert tolong bantu aku. Bawa aku pulang! Aku harus menemui Jeslyn. Aku harus menjelaskan ini pada istriku!" pinta Kristan berusaha menahan rasa sakit.


Jdeee Jdeer !!!


Suara petir terdengar lagi. Gilbert membantu Kristan berjalan ke mobil dan langsung ngebut membawa Kristan pulang untuk menemui Jeslyn. Clara ditinggal sendirian dan telah ditangani satpam. Akhirnya 15 menit kemudian mereka sampai di rumah. Gilbert kembali membantu Kristan berjalan masuk.


"Jeslyn! Jeslyn!" teriak Gilbert memanggil Jeslyn. Sebuah pintu diatas terbuka dan muncullah Jeslyn yang memakai baju tidur.


"Ada apa ko?" tanya Jeslyn suram.


"Cepat bantu suamimu. Traumanya kumat lagi, dia membutuhkanmu" kata Gilbert.


"Aku bukan obat! Bukankah Clara sudah kembali?" Jeslyn membalas dengan dingin. Gilbert kaget dan merasa menyesal mempertemukan Kristan dan Clara. Dia meminta tolong pada seorang pelayan agar membantunya membawa Kristan. Jeslyn tetap berdiri tenang diatas sana sambil memperhatikan mereka. Setelah sampai diatas, Kriatan dibawa masuk ke kamar dan dibiarkan duduk di kasur.


"Jeslyn masalah tadi kita bisa jelaskan. Tapi yang terpenting sekarang adalah menolong Kristan! Daritadi dia mengeluh kepalanya sakit dan memanggil namamu berulang kali!" kata Gilbert panik dan khawatir pada kondisi Kristan.


"Dia kesakitan? Hubungi dokter. Aku bukan dokter. Dan dia daritadi memanggil namaku? Heh! Apa tidak salah? Bukankah dia seharusnya memanggil nama Clara itu ya?" balas Jeslyn sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


Tiba tiba Kristan bangkit berdiri dan berjalan kearah Jeslyn dengan sempoyongan. Semua orang menatap kearah Kristan dengan bingung apa yang ingin dilakukan Kristan. Gilbert dan kepala pelayan membantu Kristan bertahan tetap berdiri dan mengikuti Kristan kemana dia berjalan.


__ADS_2