
Setelah menceritakan peristiwa yang panjang itu, Kristan memberikan ceramah yang panjang juga untuk Jeslyn.
"Iya iya maaf... Soalnya dia pintar jad-" kata Jeslyn namun terpotong.
"Aku juga pintar tuh. Bahkan lebih pintar, kenapa gak tanya ke aku?" potong Kristan,
"Kamu kan sibuk kerja" jawab Jeslyn dengan sedih.
"Sesibuk apa pun, aku pasti akan menyiapkan waktu luang untukmu. Dan, cari mentor lain yang perempuan! Jangan seorang pria!" kata Kristan sambil memijat mijat dahinya.
Dua hari sebelum ulang tahun Kristan, Jeslyn berangkat dari Amerika ke Indonesia. Dan kebetulan akan libur semester selama 1 bulan. Dia belum memberitahukan kabar kepulangannya pada suaminya tersayang, berniat memberikan kejutan akan kepulangannya. Pukul 07.30 USA malam, Jeslyn dan Vivi sudah ada di dalam pesawat dan siap terbang. Sedangkan di Indonesia pukul 08.30 WIB dan Kristan sedang sibuk kerja.
Penerbangan dilakukan selama 16 jam dan akhirnya Jeslyn dan Vivi tiba di Indonesia pukul 00.30 WIB. Perjalanan ke villa Kristan pun membutuhkan waktu hingga 20 menit. Sampai divilla, Jeslyn segera naik ke kamarnya dan Kristan. Dia membuka pintu pelan dan mengintip. Bukan mau mencuri tapi melihat keadaan, apa yang sedang dilakukan suaminya itu.
Ternyata Kristan sudah berbaring di tempat tidur dan tertidur. Jeslyn menaikkan selimut dan menyelimuti Kristan dari kaki sampai lehernya. Jeslyn meletakkan koper lalu segera mengganti baju tidur. Lalu masuk ke dalam selimut dan tidur bersama suaminya.
07.00 WIB
Keesokan paginya, yang biasa Jeslyn bangun terlebih dahulu tapi dia belum juga bangun. Ia sangat lelah dengan perjalanan tadi malam. Sedangkan Kristan sudah bangun terlebih dahulu. Kristan membuka matanya perlahan lahan, kemudian memutarkan kepalanya dan melihat sosok istrinya disamping.
"Aku sepertinya masih bermimpi... Tapi mimpi ini indah, bangunnya nanti saja "batin Kristan sambil mengelus pipi Jeslyn. Lama kelamaan elusan lembut Kristan membangunkan Jeslyn. Jeslyn pun bangkit duduk dan mengucapkan selamat pagi.
"Selamat pagii" kata Jeslyn. Kristan hanya terdiam sambil tersenyum menatap Jeslyn.
"Kok diam? Gak bales salam pagiku~" kata Jeslyn yang cemberut.
"Mimpiku indah banget, semoga jadi nyata" kata Kristan lalu mencium tangan Jeslyn.
"Ngomong apa sih? Pagi pagi ngelag!" kata Jeslyn lalu mencubit perut Kristan tidak lembut tidak keras.
__ADS_1
"Aduh! Sakit sayang" kata Kristan lalu bangkit duduk juga.
"Sakit... Ini bukan mimpi?!" tanya Kristan yang kaget dan jantungnya sudah berdegup kencang. Jeslyn berbaring menyamping dan meletakkan kepalanya pada tumpuan telapak tangan salah satu tangannya.
"Bukan sayang, ini asli, nyata!" jawab Jeslyn dan memegang tangan Kristan dengan tangan satunya. Terlalu senang, Kristan mencium tangan istrinya yang mencubitnya tadi berkali kali. Jeslyn merangkul leher Kristan dan Kristan sudah berada diatas Jeslyn.
"Aku kembali dan tidak memberitahumu. Aku mau memberimu kejutan! Selamat ulang tahun sayang~" kata Jeslyn lalu mencium Kristan dibibirnya. Yang biasanya Kristan memulai ciuman, kali ini Jeslyn yang memulai. Dia sudah belajar dan mulai ahli dalam ciuman berkat Kristan yang selalu mendadak menciumnya.
Kristan pun ikut terlarut dengan ciuman itu, memperkuat, dan penuh gairah. Perlahan lahan, tidak hanya ciuman, gerakan lain juga mulai muncul.
"Aku lagi masa subur" kata Jeslyn tiba tiba.
"Waktu itu masa subur, sekarang juga. Membuatku kesal saja" kata Kristan yang kecewa lalu bangkit berdiri.
"Maaf sayang" kata Jeslyn,
"Ya udah gak papa" kata Kristan lalu mencium kening Kristan. Mereka bangkit berdiri, lalu Kristan mandi duluan. Sedangkan Jeslyn menyusun barang barangnya yang ada dikoper. Setelah selesai membereskan, dia pun mandi dan bersiap untuk pergi jalan ke mall.
"Gak suka?" tanya Jeslyn dengan suara kecil,
"Bukan gitu. Semua yang kamu kasih aku suka. Cuman... Aku sudah mengoleksi banyak jam tangan, apalagi yang ini. Aku sudah punya 2 ditambah yang ini jadinya 3. Tapi gak apalah, akan ku pake dan jaga. Ini yang paling istimewa diantara jam lainnya" kata Kristan lalu memakai jam tangan itu. Meskipun Kristan tidak merasa kecewa, tapi Jeslyn yang merasa kecewa. Mengingat ingat suaminya ini sudah sangat sempurna (kaya) dan hampir memiliki barang barang yang belum pernah Jeslyn berikan.
"Jangan cemberut gitu" kata Kristan lalu mencium pipi istrinya yang imut.
"Apa yang belum kau miliki? Kamu mau apa di ulang tahunmu ini? Aku akan berusaha memberikan itu" kata Jeslyn dan menatap Kristan.
"Hmmm kalau barang aku bisa beli semuanya. Tapi ada 1 yang aku rasa sulit kudapatkan" kata Kristan dengan serius.
"Apa itu?" tanya Jeslyn yang penasaran. Kristan mendekat ke telinga Jeslyn dan membisikkannya.
__ADS_1
"Tu - tunggu! Ju - jujur aku belum siap... Tunggu aku lulus dulu" kata Jeslyn yang menghindari tatapan Kristan. Wajahnya sudah memerah dan ingin bersembunyi di balik selimut. Tapi Kristan merangkul pinggang Jeslyn dan tidak melelaskannya.
"Belum siap... Jadi yang masa subur itu bohongan atau asli?" kata Kristan lalu menaikkan dagu Jeslyn menatap ke arahnya.
"ITU ASLI!" teriak Jeslyn sambil mengangguk anggukkan kepala.
"Ya sudah, tidak apa. Aku bisa menunggu" kata Kristan lalu kembali memeluk Jeslyn. Dan Jeslyn membalas pelukan Kristan.
"Kita pergi yuk, ke mall" ajak Jeslyn kemudian.
"Mau ngapain di mall?" tanya Kristan sambil mereka jalan ke mobil diluar.
"Mau nangkapin kamu boneka" jawab Jeslyn polos,
"Kok kamu yang nangkapin aku boneka sayang? Harusnya kan aku" balas Kristan yang kaget,
"Gak papa" balas Jeslyn sambil memberikan 2 jempol dan tersenyum.
1 jam kemudian
"Aaaargh!! Susah banget sih! Hey kamu Winnie The Pooh, cepat pegang kaitnya dan keluarlah! Aku capekkk" kata Jeslyn yang kesal sambil menunjuk nunjuk boneka itu. Kristan hanya tertawa melihat istrinya yang kesusahan. Apa ini artinya bahagia diatas penderitaan orang? Tidak, Kristan cuma suka melihat wajah Jeslyn yang ketika ganti ekspresi sangat imut dan menggemaskan.
"Siapa nih yang bilang 1 jam lalu kalau mau menangkapkan ku boneka" kode Kristan,
"Iiih sabar tungguuu" balas Jeslyn lalu mulai bermain lagi. Kristan menghembuskan napasnya lalu mendekat ke arah Jeslyn. Dia berdiri dibelakang Jeslyn lalu memegang tangan istrinya yang berada pada penggerak mesin pencapit.
"Bukan seperti itu, perhatikan ini" kata Kristan sambil membantu Jeslyn bermain. Belok kiri mundur belok kanan dikit mundur lagi dikit turunkan! Jeslyn menganga melihat Kristan yang menggerakkan tangannya. Boneka itu berhasil ditangkap dan keluar.
"Aku yang dapat bonekanya nih" kata Kristan sambil menggoyakan boneka itu didepan wajahnya.
__ADS_1
"Gak seru ah! Ke tempat lain yuk" kata Jeslyn lalu menarik Kristan. Kristan lagi lagi menghela nafasnya sambil menggeleng gelengkan kepala.