
"Ahahaha paman aku malu~ Nanti aja deh kiss kiss nya" kata Jeslyn yang malu malu. Pipi dan telinga Jeslyn mulai merah karena malu. Semua orang tersenyum - senyum jahil melihat Jeslyn malu. Ada yang menggodanya sampai dia menjadi lebih malu lagi. Namun Jeslyn hanya bisa membalas dengan tawa atau beberapa kata sambil menutup wajah. Sedangkan Kristan cuma tersenyum biasa sambil menatap Jeslyn.
"Tapi kamu mau kan dicium Kristan?" tanya paman Jeslyn yang membuat Jeslyn diam seribu bahasa. Karena sudah tak bisa berkata kata, Jeslyn hanya tersenyum malu malu membalas perkataan pamannya.
"Dijawab dong~ Mau atau nggak?" lanjut paman Jeslyn menjahilinya. Jeslyn menutup wajahnya lagi dengan satu tangan, wajahnya sudah terlihat sangat merah.
"Kenapa gadis ini kalau malu lucu banget ya?! pengen cubit pipinya... istriku imut banget sih Ya Tuhaaan !!" batin Kristan sambil menutup mulutnya dan menatap Jeslyn dari segala sisi.
"Ayo dijawab Jeslyn~ Kamu mau gak dicium ama suamimu?" kata tante Mei,
"Emm...Gak tau..." balas Jeslyn sambil menutup wajahnya,
"Loh? Kok gak tau? Harusnya kamu tahu lah, jadi kamu mau apa nggak?" tanya tante Mei,
"Iish! Iya iya mau..." kata Jeslyn dengan suara kecil. Tetapi terdengar oleh tante Mei dan tante Mei mensorakkan sorakkan jawaban Jeslyn.
"Tante, udah biarin aja. Kasian Jeslyn wajahnya udah merah sekali karena malu" kata Kristan sambil senyum senyum melihat Jeslyn. Tiba tiba tante Mei mendekati Kristan dan berbisik padanya. Jeslyn terdiam bingung melihat mereka yang saling berbisik. Namun setelah itu, Kristan tersenyum licik dan mendekati Jeslyn.
Tiba tiba Kristan mencium kening Jeslyn, lalu turun ke pipi kiri dan kanan Jeslyn, lalu mencium pada bibir Jeslyn. Karena Jeslyn merasa malu ketika dilihat saat berciuman, Kristan menutup wajah mereka dari depan. Sehingga tidak ada yang melihat mereka berciuman, hanya kedua mereka saling berhadapan. Gilbert mengira bahwa mereka cuma saling menyatukan kepala agar terlihat seperti sedang berciuman.
Namun ternyata mereka beneran ciuman! Kristan menarik kepala Jeslyn mendekat kearahnya lalu menciumnya dengan sangat dalam dan penuh penghayatan. Jeslyn kaget dan dia merasa bahwa tubuhnya tidak bisa memberontak. Tubuhnya sedikit lagi bersentuhan dengan tubuh Kristan. Jantung Jeslyn berdegup kencang. Rasa cinta mengalir pada mulut dan tubuh mereka.
Rasa tidak ingin berhenti dan melakukannya lebih dalam. Jeslyn tidak bisa memberontak dan malah menutup mata sambil menikmati ciuman itu. Tapi saat Jeslyn ingin lanjut menikmatinya, Kristan tiba tiba berhenti.
"Sepertinya kau sangat menikmati ciuman barusan" kata Kristan dengan suara kecil,
"Em e - enggak tuh! m - ma - masa sih!" balas Jeslyn gugup. Jeslyn memalingkan wajahnya dan menggosok gosok bibirnya menggunakan tisu untuk menghapus ciuman tadi.
"Padahal tadi kau menutup mata dan tidak memberontak. Pasti kau sedang menikmati ciuman itu kan?" bisik Kristan dari belakang. Jeslyn menoleh karena kaget dan setelah menoleh, wajah mereka berdekatan. Untuk mencegah agar tidak berciuman lagi, Jeslyn segera mundur saat melihat wajah Kristan tepat di depannya.
"Ke - kenapa kau dekat sekali?!" tanya Jeslyn gugup,
"Ehem ehem! Udara hari ini panas ya, aduuh panasnya~" kata seseorang,
"HAHAHA" semuanya tertawa,
"Nak Kristan nanti di lanjut di rumah aja ya hahaha" kata paman Jeslyn. Setelah paman Jeslyn mengatakan itu, Kristan berbalik ke arah Jeslyn dan menatapnya sambil tersenyum Jeslyn segera berbalik badan lagi dan mengipas ngipaskan wajahnya yang terasa panas. Jeslyn yang salah tingkah membuat orang orang semakin ingin menjahilinya, terutama Kristan.
__ADS_1
Tiba tiba Kristan mengambil potongan kue tadi lalu memgambil satu sendok potongan kue dan mengarahkannya pada Jeslyn.
"Aaa buka mulutmu" kata Kristan menyuruh Jeslyn. Bibir Jeslyn sudah bergetar ingin tersenyum, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Namun 5 detik kemudian Kristan menarik tangan Jeslyn dari wajahnya.
"Buka mulutmu, aku akan menyuapimu" kata Kristan. Jeslyn menengok orang orang alias keluarganya yang berada dibelakang Kristan. Jeslyn memiringkan sedikit kepalanya lalu melirik dan melihat keluarga besarnya sedang tersenyum senyum sambil berbisik bisik. Sesekali ada yang melirik mereka karena kepo, sesekali ada yang batuk batuk tidak jelas untuk mengganggu mereka, hihihi.
Dengan terpaksa Jeslyn membuka mulut dan langsung melahap sendok berisi kue itu. Tapi karena terlalu malu, ia lupa melepaskan sendok itu dari mulutnya. Pikirannya kacau kesana kemari sampai lupa apa yang sedang dilakukannya sekarang. Padahal Kristan sudah menarik narik sendok di mulut Jeslyn agar keluar, tapi tidak bisa.
"Nyonya Jeslyn yang terhormat, jikalau anda lapar anda bisa makan kue atau hidangan lainnya. Tapi sendoknya gak bisa dimakan ya mbak" kata Kristan sambil terus menarik sendok itu dari mulut Jeslyn. Setelah mendengar perkataan Kristan, Jeslyn segera membuka mulutnya dan sendok itu lepas dari mulutnya. Tapi sesuatu yang lain akan terjadi lagi dikarenakan permintaan keluarga Jeslyn.
"Nah karena Kristan udah nyuapin Jeslyn, sekarang Jeslyn yang nyuapin Kristan" kata tante Mei,
"Nah betul!" kata Gilbert yang mendukung,
"Iya. Kan daritadi Kristan udah manja manjain Jeslyn, jadi sekarang Jeslyn balas deh dengan manja manjain Kristan" kata koko Jerome. Jeslyn melirik Kristan dengan sedikit kesal tapi Kristan membalasnya dengan senyumannya yang menawan.
"Grrrrr..." Jeslyn menggerutu dalam hatinya,
"Huh! Ya udah!" gumam Jeslyn,
"Untuk apa?" tanya Kristan,
"Untuk menyuapimu" jawab Jeslyn,
"Kan ada ini" balas Kristan sambil memperlihatkan sendok yang digunakan Jeslyn tadi,
"Tapi itukan bekasku" kata Jeslyn,
"Gak papa" balas Kristan sambil menyodorkan sepiring kue dan sendok tadi. Jeslyn merasa dilema, apakah sebaiknya dia menggunakan sendoknya atau tidak. Seketika, Jeslyn langsung overthinking dengan memikirkan begitu banyak penyakit yang dapat tertular.
"Ayo cepetan" kata Kristan lalu membuka mulutnya menunggu kue dari Jeslyn masuk ke mulutnya. Jeslyn berpasrah dan mengambil potongan kue dengan porsi terbesar dari sendok. Perlahan lahan dia menggerakkan tangannya ke mulut Kristan.
Nyam!
Sendok berisi kue itu masuk ke mulut Kristan. Tugas Jeslyn menyuapi Kristan sudah selesai. Namun karena kesal, Jeslyn menusuk nusuk sendok itu di mulut Kristan sampai sampai Kristan tidak dapat bicara dengan jelas.
"Um... Re vas han!" kata Kristan sambil menarik sendok itu keluar dari mulutnya,
__ADS_1
"Waah romantisnya pasangan ini~" kata koko Jerome,
"Iya so sweet banget, HAHAHA" kata tante Mei. Jeslyn memiringkan kepalanya lalu membalas mereka dengan tersenyum lebar. Sedangkan Kristan masih sedang berusaha melepaskan sendok itu dari mulutnya. Tak lama kemudian sendok itu berhasil keluar dari mulut Kristan. Kristan sampai tersedak sedak setelah itu.
"Nih minum" kata Jeslyn sambil menyodorkan air mineral.
"Apa ini? Racun?" tanya Kristan tidak mau menerima.
"Bukan. Tapi ini adalah bisa dari ular paling beracun di alam semesta" balas Jeslyn sambil tersenyum kesal. Kristan menatap penuh kecurigaan pada gelas berisi air di tangan Jeslyn.
"Ya enggaklah, ini air putih mineral biasa yang bisa digunakan manusia untuk minum!" lanjut Jeslyn,
"Kamu tadi hampir membunuhku loh" kata Kristan,
"Aku gak bermaksud gitu. Nih cepetan minum, kalau masih ada yang gak enak nanti aku bantu apa aja deh supaya enakkan lagi" kata Jeslyn dengan wajah sedih sambil menyodorkan air ditangannya. Kristan tersenyum lalu mencium kening Jeslyn.
"Udah gak papa, aku gak marah kok. Aku juga udah merasa baikan nih setelah minum air dari kamu" kata Kristan sambil mengelus elus kepala Jeslyn. Jeslyn menunduk karena malu dan setelah itu Kristan duduk di tempat duduknya di samping kursi Jeslyn.
"Loh? Jeslyn itu di kening kamu apa? Noda kue? Kok bisa nyampe situ??" tanya tante Mei,
"Eh?" kata Jeslyn kaget dan bingung. Dia segera mengeluarkan ponselnya dan mengaca. Ada noda kue di keningnya, firasatnya mengatakan kalau Kristan yang melakukan ini.
"Ummm Kristan kenapa kamu suka menjahili aku sih?!" tanya Jeslyn kesal,
"Karena kamu tuh imut dan manis banget. Aku gak bisa lepasin kamu gitu aja. Tapi kalau kamu mau bersihin noda kue dikeningmu, jangan sekarang. Nanti dirumah aja, aku bantu bersihin dengan memakannya, mubazir kalau dibuang" kata Kristan sambil memberikan wink dan tersenyum.
Jeslyn langsung menepuk jidat dan keluarganya hanya bisa tersenyum senyum menatap mereka. Setelah Jeslyn menepuk jidat, noda kuenya berpindah ke tangan Jeslyn dan Jeslyn lupa menyadari itu sebelumnya.
"Hadehh... Apes banget nasib diriku ini "batin Jeslyn lemas dan pasrah,
"Bercanda~ Ya udah sini aku bantu bersihinnya" kata Kristan yang kemudian berdiri dari tempat duduknya,
"Heh?! Mau apa kamu?!" kata Jeslyn yang langsung mundur menjauhi Kristan,
"Mau bersihin noda di keningmu lah istriku~"jawab Kristan sambil tersenyum dan mendekati Jeslyn,
"AAARGH ORANG GILAAA!! HEEEELP !!" teriak Jeslyn dalam hatinya.
__ADS_1