PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 77 - Pernikahan Kedua -


__ADS_3

Ruangan yang dihias mewah dengan berlian yang memantulkan cahaya. Bunga bunga mawar yang ikut menghiasi ruangan. Perlahan, tamu yang datang semakin banyak. Pernikahan Mike dan Rosea telah tiba. Orang tua mempelai dan mempelai naik ke panggung berurutan. Membuat Jeslyn mengingat kembali hari pernikahannya. Saat makan malam acara, kedua orang tua mempelai bersama sang mempelai duduk dimeja yang sama.


"Ah jadi ingat waktu kita nikah" gumam Jeslyn sambil tersenyum.


"Aku juga" bisik Kristan yang mendengarkan gumaman Jeslyn.


"Jadi ingin nikah lagi~" balas Jeslyn membuat Kristan terkejut. Dia menurunkan salah satu tangannya dari meja makan dan mulai bergeliat dibawah sana.


"Tidak akan kubiarkan. Kau milikku seorang!" bisik Kristan.


"Uh..Iya iya, udah jauhin itu tangan! M- ma- malu tau kalau diliat orang!" bisik Jeslyn kesal karena susah menahan diri. Kristan menyeringai lalu melepaskan tangannya.


"Ehem! Udah lama ya sahabat" ucap Lesya sambil tersenyum bahagia.


"Hahaha gak nyangka juga anak kita saling terkait" balas Jeslyn tersenyum senyum.


"Kak Mike, kutitipkan kakakku yang mengesalkan padamu. Meskipun dia mengesalkan, dia tetap kakakku dan aku menyayanginya. Jaga dia baik baik!" ucap Leo, adik Rosea. Lesya, teman baik Jeslyn ini memiliki 2 anak yaitu Rosea Lencia Xingfen, anak pertamanya dan Leo Richard Xingfen anak keduanya.


"Aww aku jadi terharu adikku" balas Rosea menjahili adiknya.


"Untung hari ini pernikahan kakak, kalau bukan, aku sudah mengajak kakak bertanding di lapangan" balas Leo yang mulai kesal.


"Hahaha iya iya, kamu juga cepatlah menyusul hehe" balas Rosea. Seketika wajah Leo berubah menjadi tomat dan hanya bisa diam.


"Leo juga sudah punya pacar?" tanya Lesya penasaran dan kaget.


"Ng- nggak kok ma!" ucap Leo sedikit gugup.


"Hahahaha iya sih tidak. Karena cintanya bertepuk sebelah tangan, hahahaha" balas Rosea yang senang menjahili adiknya. Lesya dan suaminya tertawa mendengar itu.


"Anakku yang tampan, kamu harus terus berusaha mendapatkan hati sang pujaanmu ya. Papa dan mama disini menunggu kabar baik, hahahaha!" ucap Aron, suami Lesya.


"Natashya, bagaimana denganmu putriku? Sudah melepas jomblo?" tanya Kristan.


"Ih papa!" balas Natashya yang sedikit merona.

__ADS_1


"Kenapa? Udah punya belum?" sahut Jeslyn sambil menaik turunkan alisnya.


"Iiih mama juga!" balas Natashya malu lalu lanjut makan.


"Bagaimana dengan pria yang di cafe waktu itu?" tanya Jeslyn kemudian.


"Hm? Mama... Ada disana waktu itu?" tanya Natashya. Jeslyn mengangguk angguk.


"Kamu tau dia siapa nak?" tanya Jeslyn lagi. Natashya menggeleng geleng sebagai jawabannya.


"Dia anak dari teman papamu ini" jawab Jeslyn sambil merangkul tangan Kristan. Natashya membulatkan pupil matanya mendengar itu.


"Benarkah pa?" tanya Natashya pada Kristan. Kristan mengangguk angguk.


"Kenapa? Kamu tertarik padanya? Minta saja pada kakakmu untuk meminta izin mempertemukan kalian. Tuan Tristan sedang melakukan projek kerja sama dengan kakakmu" ucap Kristan santai.


"Uhh papa gak sayang aku lagi" gumam Natashya.


"Hanya bercanda kok kak" balas Jen sambil tersenyum.


"Iya adikku manis" balas Natashya.


"Nona, bolehkah aku mengenal dirimu?" tanya pria itu.


"Tentu saja. Anda bisa memanggil saya Natashya!" balas Natashya dengan cepat memperkenalkan dirinya.


"Saya Tristan, senang berkenalan dengan anda" ucap Tristan lalu tersenyum. Senyumannya sangat indah sampai membuat Natashya berhalu ria di alam bawah sadarnya.


"Emm kamu pemilik cafe ini?" tanya Tristan.


"Oh iya. Dulu ini adalah cafe ibu saya, tapi sekarang saya yang ambil alih" jawab Natashya lalu tersenyum.


"Apa anda seorang penulis?" tanya Natashya penasaran.


"Ya, saya seorang penulis. Tapi juga seorang Presdir perusahaan xx" jawabnya. Natashya terkagum mendengar jawaban pria itu. Dia semakin tertarik pada pria itu.

__ADS_1


"Bagaimana cara anda me-manajemen waktu? Di satu sisi anda penulis, disisi lainnya anda mengurus perusahaan. Anda luar biasa!" puji Natashya.


"Kamu sendiri bagaimana? Seorang pemilik cafe, model, penyanyi, youtuber, menjalankan bisnis online shop lalu menjual pakaian dan aksesoris wanita. Anda juga luar biasa!" balas Tristan.


"Eh? Anda tahu darimana?" Natashya yang terkejut.


"Media yang mengatakannya" balas Tristan sambil mengangkat kedua bahunya. Natashya menjadi tersipu setelah dipuji Tristan.


Dilain sisi, Jenni sedang sibuk bekerja dan belajar agar bisa menjadi presiden. Pagi sampai malam dia disibukkan dengan buku buku yang menumpuk. Namun semua perjuangannya tidak sia sia, karena dia sudah berhasil mendaftarkan dirinya menjadi kandidat presiden. Sekarang dia sedang mempersiapkan pidatonya saat kampanye. Dan dia sangat yakin, kalau dia akan menjadi presiden kali ini.


Hari demi hari berlalu, kampanye dilakukan dengan sangat ketat, saingan sangat berat, inilah persaingan yang sengit. Tapi semua perjuangannya berbuah manis. Tidak lama kemudian dia dilantik menjadi presiden. Presiden wanita termuda sepanjang masa ini.


"Mama aku pulang. Aku sungguuuuh lelah!" ucap Jenni yang pulang kemalaman dan langsung memeluk mamanya, alias Jeslyn.


"Jadi presiden memang berat, menanggung beban masyarakat nak. Kan kamu yang mau" balas Jeslyn sambil membalas pelukan Jenni.


"Papa dimana ma?" tanya Jenni dan tidak lama kemudian orang yang dicarinya datang.


"Papa, aku rindu papa!" ucap Jenni lalu berlari kecil menghampiri Kristan.


"Anak papa sudah besar. Bekerjalah dengan baik sayang" ucap Kristan lalu mencium kening Jenni. Jenni adalah anak yang ceria dan penuh semangat berbeda dengan Mike dan Natashya yang bersifat cuek dan dingin. Karena Jenni ada waktu banyak, dia menghabiskannya dengan mengobrol bersama orang tuanya. Dia menjadi sangat cerewet meskipun dia tadi mengatakan bahwa dia sangat lelah. Tapi dia juga sangat senang menceritakan banyak hal pada Jeslyn dan Kristan.


"Anak ayah memang hebat! Masih muda sudah jadi presiden, tingkatkan nak!"


"Hehe" balas Jen yang bangga dan malu.


"Oh iya, kak Zen kemana?" tanya Jenni tiba tiba.


"Zen lagi mandi. Tadi dia habis dari lapangan tembak dan gym. Ada apa?" balas Jeslyn.


"Bukan apa apa" balas Jen pada Jeslyn.


"Kak Mike dengan kak Rosea. Sebentar lagi kak Natashya dan kak Tristan. Berarti sudah itu kak Zen lalu aku kan? Ihhh malas banget nikah " batin Jenni. Setelah cukup lama berbincang dengan Jeslyn dan Kristan, dia naik ke atas menuju kamar kembarannya.


"Kak Zen, aku ingin bicara denganmu boleh?" panggil Jen didepan pintu.

__ADS_1


"Masuklah" jawab Zen dengan dingin.


"Huh ?" batin Jen


__ADS_2