PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 33 - Hangat? Nyaman? Cinta? -


__ADS_3

Kristan mendekati Jeslyn dan Kelvin dengan wajah yang seram. Matanya tertuju pada tangan Kelvin yang menyentuh Jeslyn. Kristan mempercepat dan memperlebar langkahnya lalu menggapai tangan Kelvin


"Jangan. Sentuh. Istriku!" kata Kristan dengan wajah seramnya. Jeslyn dan Kelvin melongo bingung dan saling menatap dengan wajah datar.


"Tuan Kristan yang terhormat, saya gak akan ngapa ngapain istri tuan. Kalau saya tidak sentuh lalu bagaimana caranya saya periksa wahai yang mulia Kristan?" kata Kelvin dengan sopannya. Kristan menatap bingung tapi kesal juga. Wajahnya yang cemburu sangat terlihat oleh kedua orang didepannya.


"Biar aku aja" kata Kristan. Seketika Jeslyn dan Kelvin membalikkan wajah dan melototi Kristan.


"Kenapa melotot gitu hah?!" lanjut Kristan kesal dan masih cemburu.


"Astaga kau gak perlu sampai segininya. Aku percaya sama Kelvin, tenang aja" balas Jeslyn berusaha membuat Kristan percaya. Tapi Kristan membalikkan wajah dan menatap tajam Kelvin.


"Err ya s - sudah. Coba tekan dibeberapa bagian perut Jeslyn dan Jeslyn coba bilang apa yang kamu rasakan" kata Kelvin langsung.


"Oke" balas Kristan cepat. Dia menatap Jeslyn malu malu dan itu membuat Jeslyn ingin tertawa melihat wajah Kristan yang imut. Kristan pun mulai menekan lembut perut Jeslyn dan Jeslyn menjawab seperti yang diperintahkan Kelvin.


"Bagian sini sakit gak?" tanya Kristan serius,


"Emm gak" balas Jeslyn. Namun tiba tiba tangan Kristan berubah tujuan. Yang harusnya menekan nekan malah mengelus - elus.


"Kenapa dielus? Kan gue bilang ditekan bang!" kata Kelvin. Kristan mengabaikan Kelvin dan malah bertanya ke Jeslyn.


"Sakit gak?" tanya Kristan,


"Nggak..." jawab Jeslyn yang ikut bingung,


"Istri kamu hamil?" tanya Kelvin. Jeslyn langsung melotot dan pipinya memerah. Dia mengangkat wajahnya dan menatap Kelvin dengan wajahnya yang merah.

__ADS_1


"Kamu hamil Jeslyn?" tanya Kelvin. Jeslyn membalas dengan menggeleng geleng. Lalu Jeslyn dan Kelvin membalikkan wajah dan menatap Kristan. Dan tidak lama kemudian Kristan tersadar jika Jeslyn dan Kelvin sedang menatapnya.


"Apa?" tanya Kristan dengan polos. Jeslyn dan Kelvin menatap Kristan dengan datar.


"Bagian perut Jeslyn yang sakit berada disekitar pusar" kata Kristan dengan santai. Jeslyn menatap Kelvin lalu mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu. Lalu Kelvin pun mulai bertanya tanya lagi tentang sakit perutnya. Namun jawab Jeslyn tidak ada hal lain lagi yang terasa.


"Berarti kamu cukup istirahat saja. Itu akan pulih setelah sehari atau dua hari" kata Kelvin menyimpulkan. Jeslyn mengangguk angguk mengerti. Selesai itu, Kristan pun meminta Kelvin untuk keluar dan berbicara.


"Jeslyn istirahatlah" kata Kristan. Jeslyn membalas dengan mengangguk angguk. Setelah mereka keluar, Jeslyn berbaring dan menutup mata mencoba tidur. Dan pada akhirnya dia berhasil tidur.


2 jam kemudian, pukul 22.00


Kristan masuk ke kamarnya yang sudah gelap dan hanya ada cahaya bintang menyinari kamarnya dari jendela. Dia perlahan naik ke tempat tidur dan tidur dibelakang Jeslyn. Dia perlahan menggerakkan tangannya dan memeluk Jeslyn. Tapi Jeslyn sangat sensitif jika disentuh, dia pun langsung terbangun.


"Uhm... Ada apa?" tanya Jeslyn yang ngantuk. Kristan memeluk Jeslyn lembut dan itu membuat Jeslyn merasa nyaman. Kehangatan dari tubuh Kristan membuat Jeslyn ingin kembali tertidur.


Akhirnya mereka tertidur lelap degan romantis sepanjang malam. Kristan memeluk Jeslyn dan Jeslyn tidak memberontak. Kamar yang gelap dan hanya ada cahaya bintang kecil yang menyinari, membuat suasana hening tapi nyaman.


"Sudah lama aku tidak merasakan kehangatan seperti ini. Terakhir kali aku memeluk papaku saat usia 10 tahun. Selama 12 tahun sisanya aku tidak merasakan kehangatan dan kenyaman ini. Rasanya aku tidak ingin berpindah dan tetap dalam posisi ini. Tubuhku rasanya sangat lemas, karena kehangatan ini memanjakan tubuhku" batin Jeslyn yang bahagia.


"Sejak usia 10 tahun aku mulai menjadi dingin dan tidak dekat dengan sembarangan wanita. Aku saat itu berpikir bahwa aku tidak akan pernah menikah karena wanita itu sungguh sangat merepotkan. Namun setelah aku merasakan yang namanya cinta dan hadirnya Jeslyn dalam hidupku. Aku sadar kalau aku salah. Jeslyn lah satu satunya wanita dan hanya dia sajalah yang pantas berada di sisiku, menjadi istriku. Dialah pemenang hatiku dan akan selalu menjadi pemenang dihatiku "batin Kristan.


"Bisakah kita mulai semua ini dari awal? Aku ingin kita bahagia dan saling mencintai. Namun rasanya itu mustahil, karena kau tidak mencintaiku "batin Kristan dan Jeslyn serempak.


"Tapi aku akan selalu bersama denganmu dan membuatmu bahagia. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik seperti sikap yang selalu kuterapkan dari kecil untuk semua orang. Ku harap kau menerima perbuatan baikku dan mau mulai menerimaku. Kaulah harapanku satu satunya yang terakhir, jika kau juga tidak menerimaku, itu artinya semua yang kulakukan untuk menjadi yang terbaik untukmu semuanya sia - sia " batin mereka lagi. Namun isi hati mereka tidak terdengar satu sama lain.


Mereka pun tertidur lelap hingga besok pagi. Malam panjang ini dilewati dengan tenang dan merupakan momen khusus bagi mereka berdua.

__ADS_1


Keesokan paginya...


Jeslyn akhirnya terbangun dari tidur nyenyak nya lalu langsung berbalik ke arah Kristan. Dia menatap Kristan yang masih tertidur. Hanya tidur saja, tapi wajahnya sangat tampan dan bersinar. Kulitnya yang putih, alisnya yang lumayan tebal, hidungnya yang mancung, bibirnya yang menggoda, membuat Jeslyn menelan salivanya.


Jeslyn perlahan menggerakkan tangannya untuk mengangkat tangan Kristan yang memeluknya. Dia sangat berhari hati dan pelan. Namun tiba tiba Kristan bergerak dan langsung memeluk Jeslyn lagi.


"Uhm..." Kristan perlahan lahan membuka matanya.


"Pagi" sambut Jeslyn lalau tersenyum,


"Pagi. Kau sudah bangun? Tidak ingin tidur lagi?" tanya Kristan dengan nada yang masih ngantuk.


"Gak mau, aku mau pergi mandi" balas Jeslyn. Kristan pun perlahan lahan melepaskan pelukannya meski dia masih tidak rela waktu berjalan begini cepat. Jeslyn pun menuju kamar mandi dan mulai mandi. Sedangkan Kristan, dia terduduk dikasur sambil bersandar karena masih ngantuk.


"Uhm... Bentar malam boleh meluk lagi gak ya ?" tanya Kristan dalam hatinya. Dia kembali menutup mata sambil mengingat kejadian kemarin malam dimana tidurnya sangat nyenyak dan nyaman.


Tring tring


Ponsel Kristan berdering. Dia mengangkat ponselnya dan menjawab panggilan dari Gilbert. Setelah dia mendengar apa yang dikatakan Gilbert, Kristan langsung terkejut dan pupil matanya mengecil. Dia segera bangun dari tempat tidur lalu keluar dan mandi di kamar sebelah.


30 menit kemudian


"Loh? Kristan mana ?!" tanya Jeslyn dalam hatinya. Dia keluar kamar dan bertanya pada kepala pelayan.


"Pak Darren, Kristan kemana?" tanya Jeslyn.


"Tuan Kristan sudah berangkat ke kantor dari 15 menit yang lalu" jawab pak Darren, kepala pelayan di vila Kristan. Jeslyn menyerngitkan alisnya dan berpikir alasan Kristan meninggalkannya.

__ADS_1


"Kenapa gak tungguin aku ??" pikirnya.


__ADS_2