
Keesokan paginya, mertua dan ipar Jeslyn datang berkunjung sambil memberikan ucapan selamat. Mereka makan direstoran mahal untuk merayakannya.
"Pa, Ma, sebentar aku dan Kristan akan berangkat ke kotaku. Temanku ada yang nikahan, nanti lusa kita balik lagi" kata Jeslyn,
"Aduh kalian berdua ini selalu sibuk dari awal sampai sekarang. Istirahatlah beberapa hari, pergi bulan madu aja" balas Mama Jane sambil memegang tangan Jeslyn.
"Iyaa nanti kita ambil waktu istirahat sejenak. Tapi bukan sekarang ma, belakangan ini memang kami agak sibuk. Kristan ada masalah kantor, aku juga sibuk dengan urusan luar" balas Jeslyn yang ikut memegang tangan mama Jane.
"Mungkin sekitar minggu depan masalah kami beres lalu kami akan berlibur" sela Kristan. Mama Jane mengangguk angguk. Setelah selesai makan siang, mereka pergi ke bandara diantar oleh supir Papa Gabriel.
Sore harinya, mereka sampai dan menuju hotel. Melakukan rutinitas seperti biasa, lalu bersiap ke acara pernikahan. Jeslyn mengenakan gaun navy yang mengkilat kilat dan memperlihatkan lekukan tubuhnya. Sepatu navy yang berkilau dan rambutnya ditata cantik terhelai. Tangan kirinya menggenggam dompet navy berkilau juga. Kristan menggunakan kemeja putih bergaris halus hitam, jas dan celana panjang navy bergaris putih, kaus kaki hitam dan sepatu pantofel hitam.
"Aduuh tampannya suamiku" ucap Jeslyn sambil berjalan mendekati Kristan.
"Lain kali tidak boleh mengenakan gaun seperti ini diluar. Kau menggunakan kaos dan celana panjang biasa saja pria diluar sana sudah melirikmu. Apa lagi menggunakan gaun yang memperlihatkan lekukan indahmu itu. Aku gak suka, jelek! Lain kali kita pergi beli baju yang tebal untukmu, aku yang pilihkan" oceh Kristan.
"Gak sering kok. Tenang aja" balas Jeslyn lalu mencium pipi Kristan. Kristan masih memasang tatapan sinisnya. Mereka berjalan keluar dan naik taksi menuju tempat acara berlangsung.
"Haii sayang~" panggil seorang wanita di depan Jeslyn.
"Uwaah udah lama gak ketemu" balas Jeslyn lalu mereka cipika cipiki.
"Happy Wedding Lesya moga kehidupannya bahagia, langgeng, cepat dapat wowongan, dan diperlancar rezekinya" ucap Jeslyn sambil memberi salam kedua mempelai itu.
__ADS_1
"Makasih, kamu juga ya. Nanti kita kembar hahahaha" jawab Lesya sambil malu malu kucing. Lalu Jeslyn dan Kristan dipersilahkan masuk dan duduk ditempat yang telah disediakan untuk mereka.
"Hai Jess, sini duduk" sapa Ceci. Disamping Ceci juga ada Ashley.
"Gimana kabarmu? Aku belum dengar kabar kamu wowongan tuh hihihi" bisik Ashley.
"Emang belum ish.. Aku juga belum dengar kabar kamu menikah tuh" balas Jeslyn gemas,
"Ya maap gue masih betah jomblo. Fokus sama karir sih hahahaha" balas Ashley. Lalu mereka melanjutkan obrolan bersama teman SMA Jeslyn lainnya.
"Jadi keingat waktu nikah..." batin Kristan sambil memutar kembali kenangannya. Kristan mengadakan acara pernikahan yang mewah dan megah. Hiasannya tidak kaleng kaleng alias sempurna dan menakjubkan. Jeslyn pun sangat cantik dan Kristan tidak bisa melepas pandangannya. Jeslyn juga gitu kok, melihat ketampanan Kristan dia jadi malu malu kucing. Kristan mengenakan kemeja putih seperti biasa, dasi hitam, vest hitam, jas hitam, celana hitam, dan sepatu hitam, benar benar penuh hitam. Tapi meskipun begitu, dia tetap tampil dengan tampan menarik perhatian para tamu undangan.
Disaat cinta belum tumbuh, mereka berusaha untuk biasa saja. Tapi kebahagiaan ini akan sia sia jika dibiarkan begitu saja. Mereka menikmati serangkaian acara dengan santai, bahkan saat adegan kiss nya diatas panggung.
"Haii kamu kenal Nathan?" sapa wanita itu. Jeslyn memalingkan wajahnya kembali, lalu mengangkat segelas air.
"Ya" jawab Jeslyn dengan dingin. Kristan yang melihat langsung memperhatikan Jeslyn. Lalu melirik Nathan.
"Halo kamu siapanya kakak cantik ini?" tanya wanita itu pada Kristan dengan ramah.
"Suaminya" jawab Kristan dengan dingin.
"Kak boleh kenalan?" tanya wanita itu lagi,
__ADS_1
"Boleh, kamu bisa panggil saya Jeslyn. Nama kamu siapa?" balas Jeslyn langsung tapi masih tetap dingin.
"Tiara, kakak boleh panggil aku Tia aja" jawab Tia dengan lembut. Jeslyn mengangguk angguk paham.
"Oh ya... Aku pacar kak Nathan dan kami akan segera bertunangan. Nanti kami undang kalian ya" lanjut Tia. Jeslyn tersenyum dengan biasa saja. Tia tiba tiba mendekati Jeslyn.
"Tapi... Aku dengar dengar kak Nathan punya mantan ya kak? Mantannya cantik gak?" bisik Tia dengan polosnya.
"Cantik" jawab Jeslyn santai,
"Wah aku juga pernah liat foto kak Nathan dengan mantannya dulu saat SMA. Cantik banget! Tapi sayangnya mereka putus... Aku jadi insecure sama mantan kak Nathan. Dia dari dulu cantik, sekarang pun pasti makin cantik. Sama cantiknya seperti kak Jeslyn~" balas Tia dengan ramah dan polos. Nathan membalikkan wajahnya dan menatap Jeslyn. Kristan pun begitu, tapi melihat Nathan yang melirik istrinya, dia langsung merangkul Jeslyn.
"Mereka putus karena bukan jodoh. Dan istri saya memang cantik dari dulu, terima kasih" ucap Kristan. Tia tersenyum senyum melihat Kristan yang terus memperhatikan Jeslyn. Jeslyn hanya tersenyum tipis meskipun dalam hatinya tidak merasa bahagia. Salah satu dari sekian banyak bakat Jeslyn, ialah menyembunyikan perasaan sebenarnya. Belum ada orang yang bisa melihat dengan baik perasaan Jeslyn sebenarnya, bahkan ayahnya sendiri.
Jeslyn memang ramah, sangat ramah pada semua orang. Dia juga pemalu dan pendiam. Tapi dia tidak suka membicarakan hal yang tidak berguna, bergosip, dan hal hal lain tidak menguntungkan baginya. Dia juga kadang dipanggil 'dingin' seperti suaminya, karena tidak banyak bicara dan memasang wajah serius dan galaknya. Semua orang kadang segan padanya karena takut saat Jeslyn menunjukkan sifat dinginnya itu.
"Saatnya sesi foto, semua teman dari mempelai wanita silahkan naik ke atas panggung" panggil MC. Jeslyn dan teman teman lainnya naik ke atas panggung, dan salah satunya Nathan. Mereka diatur posisinya oleh sang mc dan ternyata Nathan berdiri dibelakang Jeslyn. Wajah Jeslyn yang semula dingin langsung menerbitkan senyuman saat kamera akan mengambil gambar.
Ckrek!
"Maaf yang tadi, dia orang yang dijodohkan oleh orang tuaku. Karena kami sama sama idol, dia juga kaya, dan cantik. Tapi... Aku gak ada rasa suka sama dia, aku akan selalu berada dibelakangmu" bisik Nathan saat rombongan teman mereka sudah mulai bubar.
"Saya tidak peduli. Saya tahu kok saya bukan idol, gak kaya, gak cantik, tapi pernikahan kamu bukan urusan saya. Paling saya nunggu undangan kamu saja" balas Jeslyn langsung dengan emosinya. Sebelum dia mau beranjak pergi, dia mengucapkan sepatah kata lagi pada Nathan.
__ADS_1
"Oh ya... Selalu berada dibelakang saya? Heh! Gak bisa maju lawan aku yang gak cantik gak kaya tapi hebat begini, ya? Maaf, sekalipun kamu adalah ekor, saya tetap punya selera" ujar Jeslyn dengan anggun dan dinginnya. Kemudian dia berjalan meninggalkan Nathan dan pamit pada mempelai untuk pulang.