
Setelah Jeslyn berbincang tentang masalah rumah dan rambutnya, ia keluar dari rumah itu dengan kesal. Berjalan menuju ke arah mobil Kristan dimana Kristan sedang bersembunyi di dalam mobilnya.
"Hey, kita sudah selesai. Buka pintunya dan mari pulang" kata Jeslyn sambil tersenyum paksa,
"Gak mau" balas Kristan,
"Loh? kamu tega ninggalin tunanganmu disini?" balas Jeslyn dengan wajah sedih, tapi cuman pura pura,
"Nanti kamu marah, aku gak mau berhadapan dengan cewek yang mau konser, gelud, atau rewel" bisik Kristan. Namun kalimatnya itu terdengar oleh Jeslyn, membuat Jeslyn terdiam diluar mobil.
"Ya sudah, kamu pulanglah. Aku akan pulang sendiri" balas Jeslyn pasrah,
"Ini yang kesal aku loh, kok dia yang ngambek ?!" batin Jeslyn bingung dan kesal. Akhirnya Jeslyn berjalan meninggalkan mobil Kristan. Kemudian dia mencari taksi untuk mengantarnya pulang, namun jalanan sangat sepi, tidak ada kendaraan yang lewat. Sedangkan handphone Jeslyn sudah kehabisan batrei, dia tidak ada pilihan lain selain jalan kaki. Menuju ke jalan besar untuk mencari kendaraan umum.
Jalan yang dia lewati sangat sunyi, yang terdengar hanya suara angin. Dan itu membuat Jeslyn merinding dan mulai memikirkan hal hal aneh.
"Ini dimana sih? Masa jalan sepi gini ??Dimana lagi jalan besarnya ini ?" batin Jeslyn bingung. Dia terus berjalan melintasi jalanan yang terlihat didepan mata. Tetapi, dia tiba tiba berhenti karena mendengar suara seseorang. Suara itu terdengar dari sebuah lorong kecil dan gelap diantara perumahan. Jeslyn mendengar ada suara wanita yang berteriak minta tolong dan suara para lelaki yang sedang tertawa. Karena suara itu, Jeslyn menjadi gelisah, akhirnya dia masuk perlahan lahan kedalam lorong itu.
Jeslyn melangkah dengan sangat pelan hingga tidak menimbulkan suara. Lorong itu nampak seperti jalanan lurus dari luar, namun setelah kau memasukinya, bakal banyak jalan yang lika liku di dalamnya. Jeslyn sempat merasa ragu, haruskah dia melanjutkan ini atau berhenti. Suara wanita yang berteriak itu semakin terdengar jelas, maka tekad Jeslyn untuk jalan terus kembali berkobar. Perlahan dengan percaya diri dia terus melangkah, sampai dia melihat ada cahaya didepan lorong itu. Dia berhenti sejenak untuk bersiap.
Untungnya Jeslyn membawa tasnya, dia mengeluarkan masker dan topi dari tasnya lalu memakainya. Dia juga mengikat rambutnya dan mengambil semprotan cabe dan sabun. Jauh hari, dia menumbuk cabe yang sangat pedas lalu mencampurkannya dengan sabun. Dia menaruhnya pada botol farfum agar bisa digunakan saat masa sulit. Ide gilanya ini muncul ketika logikanya tidak berhasil menyelamatkan akhlaknya.
Dan inilah saat yang tepat untuk menggunakan ramuan tersebut. Ramuan ini bernama pray for you. Kenapa? Karena ramuan ini adalah ramuan pertama yang dibuat oleh Jeslyn dan belum pernah dicoba. Sehingga belum diketahui resiko terhadap orang yang terkena ramuan aneh ini. Makanya dinamakan pray for you, berdoa untukmu, supaya orang yang terkena tidak kenapa napa.
"HAHAHA saatnya menggunakan ramuan baruku "batin Jeslyn,
"Aku tidak bisa membiarkan mereka melihat wajahku, tidak boleh membiarkan mereka mengenaliku!" kata Jeslyn dengan suara kecil sambil menyiapkan jiwa dan raga untuk menyerang. Kemudian dia mulai melangkah dengan pelan lagi menuju cahaya itu. Akhirnya dia sampai didepan pintu itu, ia bersembunyi disamping pintu itu sambil melirik lirik.
Jeslyn melihat seorang wanita sedang dikerumuni para lelaki yang badannya kekar kekar. Setiap lelaki memiliki tatto pada tubuhnya.
"Mereka pasti preman! Dan wanita itu pasti korban mereka. Aku harus menyelamatkan wanita itu " pikir batin Jeslyn. Sebelum dia benar benar menyerang, dia melihat situasinya dulu dengan seksama. Dia mendengar percakapan antara mereka juga agar tidak terjadi kesalahan saat menyerang.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah mengirimmu uang?! Kenapa mencariku lagi??" kata wanita itu terdengar marah.
"Huh! Masih kurang, beri aku lagi!" kata salah satu pria yang nampak tak bersalah.
"Aku tidak ada uang untukmu. Uang ini akan ku gunakan untuk membayar uang sekolah Adel dan makanan sehari kami!" balas wanita itu percaya diri.
"Kur*ng aj*r! Kamu berani melawan suamimu?! Berikan uangnya sekarang!" bentak pria itu dengan marah,
"Suami?! Hah! Aku tidak pernah memiliki suami sepertimu! Kalau bukan karena kamu yang melec*hkan ku, aku tidak akan hidup menderita seperti ini! DASAR PEMBAWA SI*L!!"kata wanita itu aambil berteriak,
"APA! SIAPA YANG KAMU SEBUT PEMBAWA SIAL HAH! KAMULAH YANG PEMBAWA SIAL! GARA GARA KAMU, AKU HARUS BERHUTANG PADA TEMAN TEMANKU INI. JADI SEKARANG CEPAT BERIKAN UANGNYA!!" teriak pria itu sambil menjambak rambut sang wanita,
"MIMPI! KALAU KAU MEMANG SUAMIKU, HARUSNYA KAMU PERGI KERJA UNTUK MENCARI NAFKAH BAGI KAMI. APA KAU SAMA SEKALI TIDAK PEDULI DENGAN ANAKMU DIRUMAH?! DIA LAPAR DAN INGIN SEKOLAH, SELALU DIBULLY KARENA AYAHNYA YANG PREMAN, BAHKAN KEPALA SEKOLAH INGIN MENGELUARKANNYA GARA GARA KAU BELUM MEMBAYAR UANG SEKOLAHNYA!" teriak wanita itu marah,
"KAU BERANI BERTERIAK DI DEPANKU JAL*NG?! DASAR TIDAK BERGUNA!!" teriak pria itu sambil menampar sang wanita. Selain menampar wanita itu, dia juga mencambuknya dan menendangnya. Jeslyn sudah tidak tahan lagi melihat perlakuan pria itu dan dia masuk secara tiba tiba.
"HEI KAU PRIA BRENGS*K! SUDAH SALAH MALAH MENYALAHKAN ORANG LAIN? APA KAU TIDAK TAHU MALU?!" teriak Jeslyn kesal,
"Itu tidak penting. Sekarang lepaskan dia!" kata Jeslyn sambil menunjuk wanita itu,
"Kau meminta bantuan orang?! Beraninya kau!" kata pria itu sambil menatap tajam wanita yang sudah dia pukul.
"Dia tidak meminta bantuan pada orang. Aku yang datang sendiri karena mendengar suara kalian dari luar" jawab Jeslyn.
"Oh ternyata seperti itu. Tapi, tub*hmu lumayan juga" kata pria itu sambil menatap Jeslyn dengan tatapan yang membuat Jeslyn jijik
"Baj*ng ini berani berkata seperti itu di depanku?! Benar benar tidak tahu malu !"batin Jeslyn. Jeslyn merasa sangat marah, dia mengepalkan tangan sekuat kuatnya, mengumpulkan energi kemarahan dan bersiap untuk menyerang.
"Brengs*k! Terima ini!" kata Jeslyn sambil melangkah maju. Dia menyemprotkan ramuannya tadi pada para pria itu, kemudian menendang junior pria yang telah melec*hkan wanita itu. Dan untuk pria lainnya, dia memberi pelajaran dengan tinjuan dagu dengan benturan kepala, colokan mata dan tendangan pada perut, tusukan pisau pada salah satu kaki dan tangan. Ditempat itu ada 5 pria asing, 4 diantara mereka telah dikalahkan Jeslyn, namun yang satunya berhasil menghindar.
"Aku menangkapmu gadis nakal~" kata pria yang berhasil menghindari serangan Jeslyn,
__ADS_1
"Lepaskan tangan kotormu dariku!" bentak Jeslyn kesal dan mulai takut.
"Tidak akan, hehehe~"jawab preman itu yang menatap Jeslyn dengan tatapan mes*m,
"Kamu nakal sekali gadis kecil~ Aku akan memberimu pelajaran hari ini hehehe~" kata pria itu yang tiba tiba melempar Jeslyn kelantai disamping wanita itu.
"Jangan sakiti dia! Dia tidak ada hubungannya dengan kita, biarkan dia pergi!" kata wanita itu.
"Cih! Kamu diam saja, ini bukan urusanmu! Dasar pembawa si*l" kata pria itu sambil menendang wanita itu.
"Gadis manis, buka maskermu dong~"kata preman itu yang tangannya mendekati wajah Jeslyn.
"Jauhkan tanganmu dariku! Menjijikkan! Aku jijik disentuh olehmu!" bentak Jeslyn marah membara.
"Dasar wanita tidak tahu diri! Kamu harusnya bersyukur karena mendapat pria tampan sepertiku!" kata pria itu sambil melepas topi Jeslyn.
"Tampan? Cih! Kamu lebih jelek dari tai! Menjijikan sekali wajahmu, enyahlah!" kata Jeslyn marah.
"Dasar! Akan ku beri kamu pelajaran!" kata preman itu.
"S*al! Aku harus bagaimana sekarang !" batin Jeslyn panik dan takut. Jeslyn tidak bisa bergerak atau melarikan diri, dibelakangnya adalah tembok dan jalan di depannya sudah ditutupi oleh pria itu.
"MENYINGKIR DARI WANITAKU!" teriak seseorang.
DOORR
Suara tembakan terdengar jelas, beberapa orang mendekat ke arah Jeslyn. Jeslyn semakin takut, tembakan tadi mengenai kepala preman itu. Ternyata para polisi datang dan menangkap mereka semua. Sebelum preman yang tertembak itu jatuh ke hadapan Jeslyn, seseorang pria yang tidak memakain pakaian polisi terlihat dibelakangnya. Dan pria itu dilempar ke lantai samping Jeslyn, kemudian diinjak injak, ditendang, dan diludahi oleh pria itu.
Jeslyn menoleh ke atas untuk melihat wajah pria itu, namun cahaya lampu membuat wajahnya tidak terlihat jelas. Jeslyn pun bangun dari tempat duduknya dan memegang kedua lengan baju pria itu. Dengan tubuh dan wajahnya yang lemas dan gemetaran, dia berusaha mengangkat kepalanya untuk melihat wajah pria itu.
"Terima kasih sudah menyelamatkanku" ucap Jeslyn yang matanya mulai kabur. Dia tidak bisa melihat dengan jelas saat itu dan akhinya dia pingsan.
__ADS_1