PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 13 - Comfortable With You -


__ADS_3

Jeslyn terdiam melihat tangannya berada di dada Kristan. Namun karena Jeslyn penasaran, dia mulai menggerakkan tangannya perlahan - lahan. Tapi tiba tiba terhenti karena tangannya ditahan oleh Kristan.


"Hatiku sakit melihatmu dengan pria lain" lanjut Kristan sambil menatap Jeslyn lemas.


"Heh?! Oohh aku ngerti sekarang. Dia memang sakit, sakit hati katanya. Tapi aku lihat bukan hatinya yang sakit, tapi dia gegar otak. Makanya harus dibawa kerumah sakitkan? Oh tidak perlu... Saya bisa membantu anda menyembuhkan penyakit anda secepat kilat !" batin Jeslyn kesal.


Mau tahu cara Jeslyn menyembuhkan Kristan? Dia mencubit tubuh Kristan dimana tangannya terletak alias dadanya. Lalu turun ke perut secara diam diam dan tersembunyi untuk mencubit Kristan lagi. Kemudian Jeslyn menarik kedua tangan Kristan ke belakangnya agar Kristan memeluknya. Jeslyn berhasil membuat Kristan kesakitan dan berhasil membuat dia memeluknya.


"Ouuuh~ Sayang~" kata Jeslyn sambil memeluk dan mengelus rambut Kristan.


"Kan aku udah lakuin syaratnya jadi gak usah akting lagi ya~" bisik Jeslyn sambil tersenyum menyeramkan ke telinga Kristan. Kristan merasakan kesakitan yang mendalam, tapi dia tetap memaksakan senyumannya.


"Ya udah ayo pulang" kata Kristan sambil menarik tangan Jeslyn. Jeslyn pun mengikuti Kristan dari belakang dan masih kesal.


"Sekarang kita pergi cek rumahnya aja dulu, aku gak tau kamu akan suka atau tidak" kata Kristan. Dan Jeslyn membalasnya dengan mengangguk anggukkan kepala. Sekarang mereka dalam perjalanan menuju ke alamat rumah mereka. Untuk sampai ke rumah mereka membutuhkan waktu 15 menit jika Kristan yang mengendarai. Dalam perjalanan sambil menunggu sampai, musik klasik telah diputar oleh Kristan untuk menghilangkan kesunyian diantara mereka.


"Kau suka mendengarkan musik klasik?" tanya Jeslyn yang sedang menikmati musik yang diputar calon suaminya,


"Ya. Kau juga suka?" balas Ktistan,


"Hm" balas Jeslyn sambil tersenyum dan mulai memejamkan matanya. Perlahan lahan, Jeslyn semakin mengantuk. Berkali kali dia mencoba untuk tetap fokus dan tetap dalam keadaan sadar, namun musik klasik yang menenangkan ini membuatnya ingin tertidur.


Kristan tiba tiba menghentikan mobilnya. Dia melihat ke arah Jeslyn yang sudah tak tahan ingin tertidur. Melihat Jeslyn yang mencoba untuk tetap terjaga, pikiran Kristan mengatakan bahwa dia pasti lelah selama perjalanan dan tugasnya dirumah pasti banyak. Namun yang sebenarnya mengapa Jeslyn mengantuk ialah karena dia sudah makan siang sampai kenyang lalu diputarkan musik pengantar tidur alias musik klasik yang menenangkan.


Kristan mengelus elus rambut Jeslyn dengan lembut dan pelan. Kemudian memegang rambut Jeslyn yang panjangnya dan menciumnya. Tangan Kristan mulai bergerak setelah meraih rambut Jeslyn, tangannya bergerak ke arah pipi Jeslyn. Elusan lembut dari Kristan membuat Jeslyn nyaman.


"Hmm apa ini yang mengelusku? Kenapa nyaman sekali? Ehmmm elus aku lagi... "batin Jeslyn yang merasakan aliran hangat menjalar ke tubuhnya. Karena rasa nyaman yang diberikan Kristan itu, membuat Jeslyn tersenyum. Kristan juga ikut tersenyum melihat Jeslyn, merasa bahagia karena Jeslyn menyukai elusan tangan darinya.


"Ehmm..."Jeslyn yang tiba tiba terbangun,


"Sudah bangun? Kita sudah sampai, rapikan dirimu dan aku akan menunggumu diluar" kata Kristan kaget dan segera keluar mobil.


"Uh... Tadi apa ya yang lembut itu?" gumam Jeslyn yang masih menginginkan nya lagi. Jeslyn segera bersiap, merapikan pakaiannya, melatih mata untuk fokus, lalu minum air, dan akhirnya keluar dari mobil. Kemudian mereka pun masuk ke rumah itu, melihat sekeliling dari satu ruangan ke ruangan lainnya.


"Wah... Ini... tidakkah terlalu mewah?"tanya Jeslyn,


"Tidak suka?" balas Kristan menanyai Jeslyn,

__ADS_1


"Bukan gak suka. Suka sih, cuman... tidakkah terlalu mewah??" jawab Jeslyn,


"Panggil manajer kalian" kata Kristan pada seorang pria. Pria itu pun keluar dan memanggil manajernya. Mereka datang dengan cepat dan setelah itu Kristan mulai berbicara pada manajer mereka.


"Aku mau ganti rumah yang lain. Apa boleh?" tanya Kristan dengan raut wajah dingin,


"Bo - boleh. Tentu saja boleh tuan, silahkan dipilih" jawab manajer itu gugup,


"Pilihlah yang mana" kata Kristan sambil menyodorkan sebuah buku dengan gambaran rumah. Itu adalah buku mengenai rumah yang telah mereka ciptakan, buku itu sudah berisi desain dari luar dan dalam rumah. Jadi, para pembeli hanya perlu melihat dan memilih lalu mendatangani surat tanah, kemudian bayar dan rumah itu kini menjadi milik mereka.


"Yang ini saja! Ini bagus, gak terlalu mewah tapi elegan" kata Jeslyn sambil menunjuk sebuah gambar rumah,


"Berapa harganya?" tanya Kristan,


"Emmm gak jadi deh" balas Jeslyn,


"Loh? Kenapa?" tanya Kristan,


"Terlalu mahal" kata Jeslyn yang sudah menciut,


"Ini..." gumam Jeslyn,


"Apa ini?! Murah banget!" kata Kristan marah marah.


"Murah darimana hah?! Mahal itu ish! Sejak kapan 2 milliar murah..." bisik Jeslyn,


"Dan kenapa style kamu dalam memilih rumah jelek gini?! Kamu suka yang model kayak gini?! Polos banget" lanjut Kristan masih kesal,


"Jelek gimana lagi sih?! Ini bagus ih! Lihat tuh tembok putih bersih, lantai kinclong, ruangannya gak terlalu sempit, semuanya tertata rapi" bisik Jeslyn kesal,


"Coba kamu lihat rumah yang ini! Kamu suka nggak?" kata Kristan sambil menunjuk sebuah rumah. Jeslyn membalikkan wajah ke arah gambar yang ditunjuk Kristan. Mata Jeslyn membelalak menatap isi ruangan itu, lalu turun ke paling bawah melihat harga rumah itu membuat mulut Jeslyn terbuka menganga. Jeslyn membalikkan wajah ke arah Kristan, melototinya dan tidak bisa berkata kata. Dia membolak balikkan kepalanya antara Kristan dan gambar rumah itu.


"Buset !!" kata Jeslyn dalam hati kaget,


"Sini, kita bicara dulu" ajak Jeslyn sambil menarik tangan Kristan ke sudut ruangan.


"Ini mahal banget" bisik Jeslyn,

__ADS_1


"Terus? Aku yang bayar kok, aku sanggup bayar" balas Kristan santai,


"Tapi... nanti kamu... kita kan... "Jeslyn yang tidak tahu harus berkata apa,


"Tidak apa, jangan takut. Ini gak seberapa, aku bisa bayar" bisik Kristan menenangkan Jeslyn.


"Aku bisa pingsan! Ini rumah udah mewah, lebih mewah dari yang pertama. Terdiri dari 2 lantai, tembok luar berwarna putih dan dalam berwarna coklat emas bercampur putih. Sangat luas, ada tempat gym, ada kolam renang, ada 6 kamar... Eh?? Kenapa ada 6 kamar ?"batin Jeslyn,


"Masih gak suka? Ya udah yang ini saja" kata Kristan sambil menunjuk gambar yang lain,


"Eh buset! Ini rumah apa hotel bintang sepuluh etdah?! Ada bioskop, tempat gym, kolam renang, lapangan golf, lapangan basket, tangganya dibuat seperti tangga di istana lagi, dan lain lain. Beneran akan pingsan aku kalau sampai Kristan membeli ini. Harganya 100 miliar lagi. Gak boleh, intinya gak boleh !"batin Jeslyn melemas.


"Emm anu..." Jeslyn yang berusaha menenangkan Kristan,


"Itu udah paling mahal" kata Kristan dengan datar.


"Hm horang kaya gampang banget ngomongnya. Aku jadi pengen nangis..." batin Jeslyn yang kebingungan.


"Ya udah yang ini saja" kata Jeslyn sambil menunjuk rumah kedua dari yang terakhir tadi dengan pasrah.


"Akhirnya kamu membuat keputusan yang bagus" kata Kristan sambil menghamburkan rambut Jeslyn.


"Hey jangan! Rambutku berantakan" kata Jeslyn kesal yang berusaha menghentikan tangan jahil Kristan,


"Nggak kok, rambut kamu tetap rapi. Nih ku rapiin, udah cantik deh" kata Kristan sambil melurus luruskan rambut Jeslyn kebawah.


"Huh!" balas Jeslyn masih sedikit kesal.


"Baiklah, kita pesan yang ini. Segera selesaikan semuanya" kata Kristan kepada manajer itu,


"Baik tuan!" jawab manajer dan pria disampingnya itu. Pria disamping nya merupakan salah stau pegawainya.


"Nona... rambutmu kenapa... berantakan??" kata pegawai itu.


"Apa?!" kata Jeslyn kaget sambil melihat ponselnya. Ternyata Kristan tidak merapikan rambut Jeslyn, entah trik apa yang dipakai Kristan tapi rambut Jeslyn masih tetap berantakan. Dan kini rambutnya berubah menjadi rambut singa, rambut yang lebat namun menggemaskan. Saat ini Jeslyn adalah manusia singa yang imut~


"KRISTAN !!! "teriak Jeslyn dalam hati kesal dan merasa malu. Sedangkan Kristan sudah keluar duluan dan memasuki mobil.

__ADS_1


__ADS_2