
"Kristan kamu jangan minum itu ya. Gak bagus untuk kesehatan! Pokoknya gak boleh!" kata Jeslyn yang berusaha mengambil botol wine dari tangan Kristan.
"Duduk!" bentak Kristan yang membuat Jeslyn takut. Jeslyn kembali duduk dan menatap Kristan mencari celah agar bisa merebut botol wine dari tangan Kristan. Kristan mulai menuangkan wine itu ke gelas lalu mengangkat gelasnya. Jeslyn semakin khawatir dan gugup lalu tanpa dipikirnya lagi, dia langsung menahan tangan Kristan.
"Tidak boleh minum!" kata Jeslyn yang mulai kesal.
"Lepas!" bentak Kristan,l.
"Tidak mau!" balas Jeslyn kesal. Jeslyn langsung merebut gelas berisi wine itu lalu meminumnya. Gluk gluk gluk, akhirnya wine di gelas itu habis.
"Hoeek!" Jeslyn merasa mual lalu jatuh terduduk di lantai. Kristan kaget dan langsung membantu Jeslyn berdiri. Tenggorokan Jeslyn terasa panas, badannya melemas, wajahnya memerah, sepertinya dia sudah mabuk.
"Jeslyn, kamu gak papa? Kamu gak pernah minum ya?" tanya Kristan khawatir,
"Huh? Apa ini?! Pahit sekali! Panas pula! Gak enaaak..." keluh Jeslyn kesal,
"Uuuh~ Aku merasa tidak nyaman" keluh Jeslyn lagi.
"Kristan aku merasa tidak enak, tolong aku" pinta Jeslyn yang semakin melemas. Kristan langsung meninggalkan uang dimeja lalu menggendong Jeslyn dan berlari menuju kamar.
Brak
Akhirnya sampai dikamar, Kristan menurunkan Jeslyn di tempat tidur lalu pergi mengambilkan air putih.
"Kristan!" panggil Jeslyn tegas,
"Ada apa?" tanya Kristan kaget,
"Kamu ini kenapa sih selalu salah paham mulu sama aku? Ih kesal banget! Kesel kesel kesel!" keluh Jeslyn yang tanpa sadar dia katakan. Kristan memiringkan kepala merasa bingung, tapi akhirnya dia mengerti.
__ADS_1
"Dia sudah mabuk rupanya " batin Kristan,
"Maaf..." kata Jeslyn lagi. Jeslyn terus mengucapkan maaf dan menjelaskan bahwa Kristan sudah salah paham padanya.
"Jeslyn cukup! Kau mabuk! Cepat istirahat!" kata Kristan lalu menyelimuti Jeslyn,
"Uhm~ Aku mau muntah!" kata Jeslyn dengan wajahnya yang memerah. Kristan melotot lalu langsung dengan cepat membawa Jeslyn ke toilet. Di waktu yang tepat setelah sampai, Jeslyn langsung memuntahkan isi perutnya.
Hoeek
Kristan membantu menenangkan diri Jeslyn dengan mengelus punggungnya. Lima menit kemudian, Jeslyn sudah berhenti muntah dan kembali tenang. Kristan membawa Jeslyn kembali masuk, mengelap mulutnya, lalu memberinya minum air putih. Setelah selesai Kristan menyelimutinya dengan rapat agar dia tidak masuk angin.
"Kristan kamu mau kemana?" tanya Jeslyn yang masih mabuk.
"Tidak kemana mana. Tidurlah" jawab Kristan dingin.
"Kenapa kamu jadi dingiiiin" balas Jeslyn yang sedih. Lalu tiba tiba Jeslyn mengeluarkan air mata sedikit demi sedikit lalu membuat Kristan sadar kalau dia sedang menangis.
"Maaf" kata Jeslyn yang masih nangis terseduh seduh. Kristan menggeleng gelengkan kepala lalu mengelus kepala istrinya.
"Sudah jangan nangis, kamu udah besar. Istri aku kok cengeng" kata Kristan.
"Berarti emang dari dulu kamu benci aku kan? Kamu benci aku gara gara aku cengeng? Atau karena aku juga jelek, bodoh, bawel, dan lain sebagainya? Hiks..." balas Jeslyn.
"Aku gak bilang gitu!" kata Kristan. Jeslyn mengelap air matanya lalu berkata, "Aku mau bobo, peluk aku!" pinta Jeslyn ke Kristan. Kristan menghela nafas pasrah lalu tidur di belakang Jeslyn sambil memeluknya. Namun setelah Kristan memeluknya dari belakang, Jeslyn bangkit berdiri lalu berada di atas Kristan.
"Kristan! Kamu ingat gak yang kamu bisikan aku waktu dirumah kaca tadi?" tanya Jeslyn,
"Ka - ka - kamu minggir dulu, baru kita bicara, oke?" pinta Kristan,
__ADS_1
"No! Answer me now!" bentak Jeslyn layaknya boss. Kristan menepuk jidatnya lalu menatap Jeslyn yang mabuk.
"Maksud kamu... yang... tentang... a - anak???" tanya Kristan gugup. Jeslyn membalasnya dengan mengangguk angguk.
"O - oh hahaha iya iya aku ingat, emang ada apa?" tanya Kristan gugup.
"Aku mau" jawab Jeslyn yang disertai dengan wajah imutnya yang mabuk dan malu malu kucing. Kristan melotot lalu menjauhkan wajahnya dari Jeslyn, kemudian dia menelan salivanya dan menatap arah lain. Tiba tiba jari telunjuk Jeslyn bergerak turun mulai dari dahi Kristan, lalu perlahan turun ke hidung Kristan lalu ke bibir Kristan lalu ke leher Kristan. Karena terlalu geli dan Kristan tidak dapat menahannya lagi, dia menghentikan tangan Jeslyn lalu menariknya sehingga wajah mereka berdekatan.
"Jeslyn, aku punya batas kesabaran. Tapi kali ini kamu telah membuatku melewati batas kesabaranku, ingat! Kau yang mulai duluan~" kata Kristan. Kristan kemudian mencium Jeslyn dan mereka sangat menikmati itu. Perlahan lahan, tubuh Jeslyn turun dan bersentuhan dengan tubuh Kristan. Disinilah mereka mulai melakukan apa yang dibisikkan Kristan. Keduanya nampak sangat bersemangat dan bergairah!
...**** Kembali Keesokkan Harinya *****...
"Jadi ceritanya seperti itu dan... yah selanjutnya you know lah" kata Kristan sambil tersenyum pasrah. Setelah mendengar cerita itu, dia langsung menuangkan air putih ke gelas lalu meminumnya sambil bergemetaran.
"Oh My God " kata batin Jeslyn yang kaget. Kristan tersenyum lalu beranjak dari tempat tidur dan mendekati Jeslyn. Kristan meletakkan tangannya pada sandaran sofa lalu menatap Jeslyn. Jeslyn menjadi gugup dan salah tingkah, dia mengambil bantal sofa dan menutupi wajahnya.
"A - a - apa?! Kenapa mendekat?!" tanya Jeslyn gugup.
"Kemarin kau sangaaaat bersemangat, mau diulangi lagi gak? Aku laper nih~" kata Kristan menggoda. Kristan kemudian memainkan lidahnya, seperti habis melihat makanan kesukaannya dan siap menyantap makanan itu. Kemudian, Kristan mulai perlahan lahan melepaskan kemeja putihnya, dia memamerkan tubuhnya yang indah yang sedikit berotot.
Jeslyn melotot menatap tubuh Kristan, Kristan juga tersenyum melihat Jeslyn yang langsung malu saat melihat tubuhnya.
"OH TIDAK! Godaan apa ini?! Mengapa tubuhnya sangat bagus AAARGH! Itu adalah tipe ku !!!" teriak Jeslyn dalam hatinya. Kemudian Kristan menjatuhkan Jeslyn sehingga dia tertidur di sofa. Kristan berada di atas Jeslyn dengan posisi yang sexy. Jeslyn menelan salivanya dan masih terus menatap tubuh Kristan. Sedangkan Kristan tersenyum senyum menatap Jeslyn yang sedang menahan dirinya untuk menyentuh Kristan.
"Kalau kamu mau sentuh ya sentuh aja. Lagipula kita sudah melakukan nya kemarin malam, aku sudah melihat semuanya..."bisik Kristan di telinga Jeslyn dengan menggoda. Jeslyn menelan salivanya lalu menutup kembali wajahnya dengan full oleh bantal. Tapi Kristan menarik bantal itu dan melemparnya ke lantai.
Setelah itu Kristan langsung mencium Jeslyn. Jeslyn ingin memberontak namun tubuhnya serasa tidak dapat bergerak.
"Karena kau tidak memberontak maka aku akan melanjutkannya" bisik Kristan. Lalu Kristan secara perlahan turun ke leher Jeslyn, menciumnya dengan lembut dan berkali kali. Jeslyn merasa geli namun mencoba untuk tidak memberikan respon yang dapat membuat salah paham lalu berusaha memberontak. Lalu Kristan turun lagi, tubuh Jeslyn menjadi gemetaran, lalu dengan sangat cepat Jeslyn mendorong Kristan berdiri.
__ADS_1
"CUKUP!" bentak Jeslyn yang ketakutan.