PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 61 - Bolehkah? -


__ADS_3

Keesokan paginya, seperti biasa, Jeslyn yang lebih duluan bangun. Melakukan beberapa gerakan olahraga dan peregangan. Lalu mulai menyusun dokumen dokumen untuk mendaftar di universitas. Setelah setengah jam akhirnya dokumen tersebut sudah selesai. Ia pergi mandi dan bersiap pergi ke universitas impiannya itu untuk memberikan dokumen yang telah dia buat dengan tingkat ketelitian akut.


Pukul 8 pagi Jeslyn sudah siap berangkat dan Kristan baru bangun dari tidur nyenyaknya. Meskipun kemarin malamnya mengalami sedikit gangguan, tapi syukurlah dia sudah bangun dengan penuh semangat lagi.


"Istriku kamu mau kemana?" tanya Kristan dengan wajah cemasnya.


"Aku mau ke Harvard mendaftarkan diri. Aku udah siap, aku duluan ya. Vivi udah siapin sarapan, kamu pergi mandi sana" jawab Jeslyn dengan ramah.


"Aku ikut" kata Kristan penuh harap,


"Gak! Kamu belum mandi belum sarapan, gak boleh ikut! Aku cepat kok, gak akan lama lama deh" balas Jeslyn cepat. Kristan lagi lagi memberikan Jeslyn tatapan sendunya, membuat wanita itu tak tega. Jeslyn berjalan kearah Kristan yang duduk dipinggiran kasur. Tangan Jeslyn menggapai rambut Kristan lalu mengelus elus kepala suaminya itu.


"Aku akan segera pulang okey?" kata Jeslyn sambil menatap Kristan dengan lembut. Namun Kristan tidak memberikan respon apapun selain menatap Jeslyn.


"Seperti membujuk anak kecil deh hihihi "batin Jeslyn.


"Maaf, aku keras kepala dan berpendirian teguh. Aku akan tetap ikut denganmu! Tunggu aku, oke?" kata Kristan kemudian.


"Hah?!" balas Jeslyn yang kaget karena bujukannya tak mempan. Kristan berdiri dari kasur dan mendudukkan Jeslyn disana. Dia segera bergegas ke kamar mandi dan mulai mandi. Tak ada yang bisa dilakukan Jeslyn sekarang, dia hanya bisa menunggu suaminya itu agar bisa pergi.


Di Harvard


Setelah setengah jam Kristan mandi, sarapan, dan berangkat dari rumah akhirnya mereka sampai juga. Saat pendaftaran diri sungguh banyak yang dibicarakan dan banyak pula yang perlu dilakukan. Tapi untunglah Kristan ada bersamanya, sehingga dia tidak merasa kesepian.


"Sudah ini mau kemana?" tanya Kristan,


"Apa kamu tidak sibuk? Bukankah kau seharusnya pulang dan mengerjakan tugas kantor?" balas Jeslyn yang bingung,

__ADS_1


"Istriku mengusirku..." gumam Kristan. Meskipun suaranya kecil, itu terdengar jelas di telinga Jeslyn.


"Bukan gitu maksudku. Aku cuma heran aja, kamu CEO pasti banyak hal yang diurus kok bisa santai gini?" kata Jeslyn.


"Aku CEO nya kan? Ya suka suka akulah" jawab Kristan.


"Waw... Jawaban yang... Unik" balas Jeslyn sambil mengangkat kedua alisnya. Saat Jeslyn sudah selesai mendaftarkan diri, mereka kembali menuju parkiran mobil saat ini. Namun ponsel Kristan berdering disaku celananya.


"Ada apa?" tanya Kristan pada orang dibalik ponsel itu. Kristan pergi agak jauh dari Jeslyn untuk melanjutkan pembicaraannya dengan seseorang dibalik ponsel itu. Wajah Kristan nampak sangat serius, itu membuat Jeslyn sedikit cemas. Setelah 15 menit menelpon, akhirnya Kristan kembali.


"Ada apa?" tanya Jeslyn.


"Kok deja vu ?" batin Kristan.


"Pasti rekan kerjamu kan? Sudah kuduga kamu pasti sibuk-" lanjut Jeslyn namun bibirnya sudah disentuh menggunakan jari telunjuk Kristan. Mengisyaratkan untuk berhenti bicara. Kristan menghela napasnya dan menatap sendu Jeslyn lagi.


"Besok pulanglah, setelah aku lulus aku juga akan pulang" kata Jeslyn.


"Dua minggu depan aku ulang tahun" balas Kristan yang membuat Jeslyn membelalak.


"Kalau aku pulang, kita tidak bisa merayakannya" lanjut Kristan. Itu membuat Jeslyn membalikkan wajah perlahan sambil mengangguk angguk. Lalu seketika, dengan cepat membalikkan wajahnya lagi pada Kristan.


"Emm dikarenakan kita punya kesibukan masing masing. Kita tetap tak boleh melepas tanggung jawab kita. Kamu harus pulang dan menyelesaikan pekerjaanmu, begitu pula aku. Mengenai ulang tahunmu kita bisa mengobrol lewat ponselkan? Lagipula setelah aku lulus kita akan mengabiskan waktu bersama lebiiiih lama dan lebiiiih banyak lagi. Oke suamiku sayang?" kata Jeslyn sambil merangkul leher Kristan.


Pipi dan telinga Kristan memerah, rangkulan Jeslyn yang mendadak dan senyumnya yang cantik membuatnya langsung menjawab saja.


"Oke" balas Kristan yang kagum akan istrinya yang mempesona. Tiba tiba tersadar, dan dia ikut merangkul dan memeluk pinggang istrinya itu. Mendekatkan tubuhnya yang besar dengan tubuh istrinya yang kecil. Orang orang yang melihat menjadi terpukau akan keromantisan mereka.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?" bisik Jeslyn yang malu saat diperhatikan oleh orang sekitar.


"Memeluk istriku. Kenapa?" balas Kristan santai sambil terus menatap istrinya.


"Lepasin ih, banyak yang liatiiin" bisik Jeslyn lagi yang wajahnya sudah memerah. Kristan tersenyum jahil melihat salah tingkah Jeslyn. Dia langsung menggendong Jeslyn dengan romantis membuat orang orang disekitar menjadi makin aktif bergosip. Wajah Jeslyn memerah dan bersembunyi pada dada bidang Kristan. Membuat Kristan ingin menjahili Jeslyn lagi.


Malamnya


Selesai makan malam, tentu saja Vivi lagi yang membereskannya. Kristan dan Jeslyn masuk kamar duluan. Meskipun Jeslyn sudah berniat membantu Vivi, tapi suaminya itu tiba tiba ingin bicara berdua dengannya. Setelah masuk ke kamar, suasana hening sesaat.


"Aku besok akan pulang" kata Kristan.


"Oke" balas Jeslyn sambil memperlihatkan wajah polosnya bersama senyum manisnya.


"Respon macam apa itu ??" tanya Kristan dalam hatinya sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Aku tidak bisa datang lagi setelah ini karena akan ada proyek besar yang membuatku sibuk" kata Kristan lagi dengan datar.


"Tidak masalah" jawab Jeslyn cepat lalu tersenyum lagi.


"Hah?" balas Kristan sambil mengangkat salah satu tangan dan menggaruk dahinya itu. Merasa tak percaya dengan respon Jeslyn yang baik baik saja, dia langsung menarik dan menghempaskan tubuh Jeslyn ke kasur. Naik ke atas Jeslyn dan menindihnya.


"Apa yang kamu lakukan?!" tanya Jeslyn dengan wajahnya yang merah padam. Matanya tidak sanggup menatap Kristan. Dia membuang muka pada Kristan dan itu membuat suaminya kesal.


"Tatap aku" kata Kristan sambil menarik dagu Jeslyn agar wajahnya menatap Kristan. Tiba tiba Jeslyn mendapat serangan mendadak saat setelah dia berani menatap mata suaminya itu.


"Uhmm..." Jeslyn berusaha melepas ciuman suaminya itu. Tapi Kristan memperkuat dan memperdalam ciuman itu, ingin menyalurkan besar cintanya pada istrinya yang tidak peka itu.

__ADS_1


"Aku mau pulang kamu malah merespon biasa saja. Kalau gitu aku punya 1 permintaan. Kamu dan aku sedang dalam keadaan sadar, mari lakukan hal yang sama saat kamu mabuk waktu itu" kata Kristan dengan wajahnya yang merona. Duar! Wajah Jeslyn semakin merah, terasa panas dan ingin tersenyum. Dia berusaha menahan senyuman itu dengan menutup mulutnya dan berusaha natural. Tapi lama kelamaan, karena tidak kuat menahan lagi, senyuman tipis terbit di wajahnya. Kristan ikut menyeringai melihat istrinya yang imut itu.


__ADS_2