
Sore harinya, sebuah kurir mengantarkan paket untuk Jeslyn. Dan sudah jelas kalau paket itu dari Kristan.
"Dengan Jeslyn Melissa Wira?" tanya kurir itu dalam bahasa Inggris,
"Iya" jawab Jeslyn dalam bahasa Inggris juga.
"Ini paket anda" kata kurir itu sambil menyodorkan sebuah kardus sebesar kardus aqua.
"Maaf, saya tidak memesan apa pun" kata Jeslyn.
"Tapi disini ditulis untuk anda dari Kristan Arthur Wijaya" jawab kurir itu.
"Huft... Apalagi maunya ?" tanya Jeslyn dalam hatinya.
"Baiklah" balas Jeslyn lalu menerima kardus itu. Dia membawa kardus yang sudah mau meledak dan berat itu masuk ke rumah. Diruang tamu, dia duduk di lantai depan sofa dan menenangkan diri. Meskipun niat awalnya adalah tidak menerima, tapi jiwa penasarannya meronta ronta. Dan pada akhirnya dia pun membuka kardus itu dengan serius.
Saat dia membuka kardus itu, ada sebuah surat berada paling atas tepat setelah kardus itu dibuka. Jeslyn membaca surat itu yang hanya 1 halaman saja lalu melihat sebuah gambar gambar seperti komik. Ternyata Kristan juga membuat komik singkat untuk menghibur istrinya itu. Gambar - gambar yang Kristan buat itu mengenai permintaan maaf dia pada Jeslyn. Jeslyn sedikit terhibur dengan gambaran - gambatan Kristan, selain isi pesannya, gambarnya juga jelek. Jeslyn tertawa terus saat berkali kali melihat gambaran Kristan.
Jeslyn digambarnya dengan rambut panjang sedikit bergelombang, 2 mata yang berbentuk lingkaran, mulut cemberut atau kesal. Badan berbentuk persegi panjang dengan baju dress yang melapisi. Lalu menggunakan sepatu hak tinggi. Sedangkan Kristan sendiri digambar dengan rambut pendek, 2 mata bulat, mulut murung. Badan persegi panjang dengan kaos polos dan celana panjang yang melapisi lalu menggunakan sepatu pantofel.
Setelah puas tertawa dan berkali kali melihat gambar Kristan, Jeslyn pun mulai melihat lihat isi kardus itu lagi. Pertama tama dia mendapat sebuah baju baju korea kesukaannya. Senyuman lebar terbit diwajahnya dan matanya sangat berbinar melihat baju baju yang dia sukai.
"Oh My God!! Kristan tahu darimana aku menyukai baju baju seperti ini? Astaga sekarang aku tak dapat melepas pandanganku dari baju baju ini awww " kata Jeslyn dalam hati yang sangat girang. Dia sampai memukul mukul paha nya karena terlalu senang. Beberapa baju style Korea kesukaan Jeslyn dipilih khusus oleh Kristan yang berkualitas tinggi. Setelah selesai melihat- lihat baju dan tersenyum - senyum, dia mengambil isi dari kardus selanjutnya.
Dia mendapati aksesoris aksesoris seperti kalung, gelang, cincin, anting yang aesthetic. Kegirangan Jeslyn semakin menggejolak, dia menatap semua aksesoris itu dengan mata melebar. Semua aksesoris itu juga termasuk style kesukaan Jeslyn. Saking girangnya dia memukul mukul lantai dan sofa dibelakangnya. Setelah puas melihat lihat lagi, dia mengambil barang berikutnya.
Yang dia dapat selanjutnya adalah sebuah kertas bertuliskan,
"Cek rekeningmu"
Jeslyn pun segera membuka ponselnya dan mengecek rekening. Ada notifikasi uang masuk sebesar 3 miliar rupiah. Mata Jeslyn membola dan sangat terkejut.
__ADS_1
"3 MILIAR?! GILA GILA HORANG KAYAA!" teriak Jeslyn yang kaget. Setelah itu Jeslyn mengotak atik box itu lagi dan mengambil keluar sebuah tas dan sepatu.
"Ya Tuhan.. Ini meluluhkan hati saya yang beku. Tas yang sangat ingin kubeli, sepatu yang sangat cantik dan sesuai selera. PERFECTO !" ucap Jeslyn dalam hatinya.
"Uhh tapi masa hanya karena ini aku langsung luluh? Gak boleh gak boleh, hump !" lanjut batinnya. Jeslyn mulai menggali lagi isi kardus itu seperti mencari sesuatu dikantong doraemon. Namun ia tidak mendapatkan apapun, karena kardus itu sudah kosong. Ekspresi Jeslyn berubah, menjadi cemberut.
Dia mengambil ponselnya lalu mengecek pesan pesan yang masuk. Melihat chat dari Kristan yang belum dia baca maupun balas sekalipun. Dan tidak menerima panggilan dari Kristan sekalipun. Chat dari Kristan sudah menumpuk selama seminggu sebanyak seribu, karena kesal Jeslyn tak membuka pesan tersebut. Tapi setelah hatinya diluluhkan dengan kebaikan Kristan yang mulia, dia memutuskan untuk membuka chat dari Kristan.
Kristan POV :"Jeslyn aku minta maaf karena tindakanku, lagi lagi aku ceroboh dan tidak bisa mengendalikan emosiku..."
Kristan POV :"Maaf sudah membuatmu kesal dan menyakitimu lagi. Maaf..."
Kristan POV :"Sayang kamu kemana??"
Kristan POV :"JESLYN JAWAB TELFONKU!!"
Kristan POV :"JESLYN JAWAB TELFONKU! AKU MENCEMASKAN MU, KEMANA KAMU??"
Kristan POV :"JESLYN!"
Kristan POV :"Aku tahu aku salah, tolong maafkan aku. Aku salah, maaf, maaf, maaf..."
Kristan POV :"Sayang kamu sudah sampai di AS?"
Kristan POV :"Gimana rumahnya? Kamu suka?"
Kristan POV :"Istriku balaslah pesan suamimu ini😢"
Kristan POV :"Aku merindukanmu..."
Ada 27 misscall dan sisanya berupa chat dari Kristan. Jeslyn sedikit sakit hati melihat pesan dari Kristan. Dia menghabiskan 1 jam untuk melihat paket dan chat dari suaminya. Jeslyn ingin sekali membalas pesan Kristan namun dia tidak tahu apa yang mau dia katakan. Saat Jeslyn sedang mengetik sambil memikirkan topik, Kristan tiba tiba online di WS Chat. Seketika Jeslyn kaget dan segera menghapus pesan yang dia ketik.
__ADS_1
Kristan POV : "Sayang..."
Kristan tiba tiba memberi salam, namun Jeslyn tak membalas salam tersebut. Kristan tidak menyerah, dia segera menekan tombol voice call.
Tuut tuut ttuut...
Mendengar ponselnya berdering, Jeslyn ingin mengangkat namun juga tidak mau karena dia tidak tahu ingin membahas apa.
*Tring tring...
Tring tring*...
Ponsel Jeslyn terus berdering karena telfon dari Kristan. Tapi setelah Jeslyn mengabaikannya cukup lama, ponselnya pun tidak berdering lagi. Namun, sekarang bel pintunya yang berdering.
Ting tong... Ting tong...
"Heksgskdienkshdsk apa lagi ?!" keluh Jeslyn dalam hatinya yang kesal.
"Nyonya tolong bukakan pintu, Vivi lagi masak makan siang. Tangan Vivi lagi kotor" teriak Vivi dari dapur.
"Iya iya tunggu sebentar" balas Jeslyn. Dia bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu dengan kesal. Kemudian membuka pintu sambil memasang wajah dingin dan galak.
"Paket" kata seseorang yang muncul depan Jeslyn. Orang itu menggunakan kemeja putih dan celana hitam panjang dan sepatu pantofel hitam. Dia juga menggunakan topi dan masker putih serta kacamata hitam.
"Saya tidak memesan paket..." balas Jeslyn yang merasa dejavu.
"Apa apaan orang ini... Mencurigakan " lanjutnya dalam hati, sambil memperhatikan orang itu dari atas sampai bawah.
"Paket spesial untuk istriku tercinta" kata orang itu kemudian melepas semua benda yang menutupi wajahnya. Tampaklah wajah Kristan yang tampan diiringi senyuman manis yang dapat membuat Jeslyn luluh.
"Hah?" balas Jeslyn yang masih loading.
__ADS_1
Kristan langsung memeluk Jeslyn dengan erat, akhirnya rasa haus ingin memeluk Jeslyn sudah terwujud. Dan seketika juga Jeslyn sudah tersadar, dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Kristan namun tidak bisa.
"Mengapa aku sangat lemah sih? Masa dipeluk orang aku tidak bisa melepaskan diri mulu.. Menyebalkan, hump !!" oceh Jeslyn dalam hatinya. Sedangkan Kristan masih memeluk Jeslyn dengan erat dan penuh cinta.