PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 10 - Kontrak dibatalkan -


__ADS_3

Keesokan paginya


"Hoaaam"


Setelah Jeslyn terbangun, dia melihat kanan dan kiri. Mengingat kejadian tadi malam, kalau dia berada di rumah sakit dan menemani Kristan. Setelah itu dia panik karena tidak bersama Kristan. Dia mengambil handphone nya dan segera menghubungi Kristan.


"Kristan?? Kenapa aku dirumah? Apa kamu yang membawaku?" tanya Jeslyn,


"Ya" balas Kristan singkat,


"Kamu kan sakit, jangan sembarangan kemana mana. Tapi, berarti kemarin kamu udah keluar dari rumah sakit ya? Dimana kamu? Aku akan menjengukmu dan mengantarmu kembali ke rumah sakit!" balas Jeslyn mulai bersiap siap.


"Tidak perlu. Aku sudah sehat sekarang. Lebih baik kau mandi dan berdandan secantik mungkin" balas Kristan,


"Kenapa?" tanya Jeslyn bingung,


"Aku akan menjemputmu, orang tua kita mau berdiskusi lagi. Cepat pergi mandi!" jawab Kristan,


"Diskusi apa lagi??"tanya Jeslyn lagi,


"Nanti kamu tahu. Yang penting sekarang kamu cepat mandi dan aku akan segera menjemputmu. Aku akan tiba 30 menit lagi, cepatlah" jawab Kristan yang terdengar sedang terburu buru.


Setelah itu Kristan langsung menutup telponnya. Jeslyn juga segera mandi dan bersiap. Setelah mandi secepat kilat, dia juga segera berdandan secantik mungkin. Menggunakan make up yang natural dengan kemeja putih polos yang sengaja dia longgarkan pada bagian bahunya. Dan menggunakan rok hitam mini ala korea.


Tiga puluh menit telah berlalu, Jeslyn telah selesai bersiap dan Kristan juga telah sampai dirumah Jeslyn. Kristan yang melihat penampilan Jeslyn melongo kaget. Itu karena tulang leher Jeslyn yang cantik terlihat disela sela baju bagian bahunya. Serta kakinya yang ramping dan...


"Uhuk uhuk!" batuk Kristan. Jeslyn yang melihat Kristan dari kejauhan tiba tiba batuk, dia segera berlari dan menghampiri Kristan.


"Kamu kenapa? Gak enak badan lagi?" tanya Jeslyn sambil mengecek kening Kristan. Kristan menjauhkan tangan Jeslyn lalu memperbaikki kerah baju Jeslyn. Dia juga melepaskan jaketnya yang berencana akan di pakaikan pada Jeslyn saat duduk dimobil.


"Hei, ada apa?? Kerah baju tadi emang style ku, aku sengaja membuatnya jadi seperti itu" kata Jeslyn,


"Lain kali tidak boleh!" balas Kristan kesal,


"Hah! Kenapa sih?!" balas Jeslyn juga ikut kesal,


"Kau mau tampil seperti itu didepan orang tua kita?? Atau kau memakai baju seperti itu untuk menarik perhatian cowok cowok?!" tanya Kristan marah,

__ADS_1


"Apaan sih! Suka suka aku dong mau bagaimana!" jawab Jeslyn marah. Setelah itupun, percakapan berakhir. Suasana menjadi hening, tidak ada yang mau berbicara lagi. Keduanya sedang kesal satu sama lain. Tapi, tidak lama kemudian Jeslyn mulai berbicara.


"Kau bilang orang tua kita ingin bicara. Dan ayahku ada diluar kota, jadi maksudnya ayahku datang kesini gitu??" tanya Jeslyn tersadarkan setelah suasana hening itu,


"Ya" balas Kristan singkat,


"Kenapa ayah gak bilang? Kamu sendiri tahu kalau ayahku sudah datang sejak kapan?? Kenapa gak memberitahuku?!" tanya Jeslyn,


"Aku tidak tahu kapan ayahmu datang" balas Kristan dingin,


"Mereka mau membicarakan apa sih???" tanya Jeslyn lagi,


"Aku sudah bilang, kan? Nanti kau juga bakal tahu, jadi sekarang kau diam saja dan tunggu kita sampai" balas Kristan kesal. Jeslyn langsung terdiam dan tidak bertanya lagi. Suasana dalam perjalanan pun kembali sunyi.


Setelah sampai...


"Ayah! Kok gak beritahu aku kalau ayah mau kesini?! Lalu sejak kapan ayah kesini? Sama siapa? Sekarang tinggal dimana?? Ayah mau ngapain disini??" tanya Jeslyn yang bertubi tubi pada ayahnya.


"Kita bicarakan nanti saja. Sekarang kita mau membicarakan hal yang lebih penting dari itu!" jawab ayah Jeslyn dengan wajah serius. Setelah Jeslyn melihat reaksi ayahnya, dia menjadi gugup.


"Antar ayah kerumahmu" kata ayah Jeslyn tiba tiba.


"Ayah mau nginap?" tanya Jeslyn,


"Kemasi barang barangmu dan kita pulang sekarang! Ke rumah ayah!" jawab ayah Jeslyn. Kristan dan Jeslyn kaget lalu saling bertatapan. Firasat mereka mengira bahwa sepertinya ada kesalahpahaman.


"Paman, kenapa kau ingin membawa Jeslyn kembali? Bukannya kami akan segera menikah kontrak?" tanya Kristan berusaha mencegah ayah Jeslyn.


"Nanti kamu akan tahu nak. Kamu juga harus segara mengemasi barang barangmu karena kita akan pergi keluar kota. Kita akan pergi sehari setelah Jeslyn dan ayahnya pulang ke rumahnya" jawab ayah Kristan.


"Apa apaan?! Apakah kami sudah melakukan kesalahan ?!" batin Jeslyn dan Kristan.


"Baik" jawab Kristan dan Jeslyn serempak dengan lemas. Sebelum berpisah, mereka saling bertatapan dengan wajah sedih. Di kepala masing masing mereka memikirkan peristiwa yang telah dilalui bersama. Meskipun mereka sering bertengkar karena hal kecil, tapi perpisahan ini sungguh berat bagi mereka. Apalagi jika mengingat kenangan kenangan dulu.


"Mulai sekarang dan seterusnya, kalian harus melupakan masa lalu, lupakan semuanya! Karena kalian masing masing harus membuka lembaran baru bagi hidup kalian" kata ayah Kristan tegas. Kristan dan Jeslyn saling bertatapan lagi, tidak ada yang berani membuka mulut. Dan setelah itu, mereka pun berpisah.


Jeslyn kembali bersama ayahnya ke kota asalnya. Di dalam perjalanan, dia berharap bahwa semuanya ini hanya mimpi. Dia merasa bahwa ayahnya dan orang tua Kristan sedang marah. Dia mulai memikirkan apa apa saja yang telah dia lakukan bersama Kristan sampai kedua orang tua mereka marah. Begitu juga Kristan, sedang berusaha mencari akar permasalah dari kemarahan orang tuanya.

__ADS_1


"Ayah sebenarnya ada apa??" tanya Jeslyn gugup,


"Kau akan tahu setelah 3 hari lagi. Sebelum 3 hari itu berlalu, jangan tanyakan hal itu. Jalani saja hidup seperti biasa" jawab ayah Jeslyn tegas. Jeslyn tidak berani menanyakan hal apa pun lagi sampai 3 hari berlalu. Dan untungnya dia berhasil menjalani hidupnya selama 3 hari dengan normal.


3 hari kemudian...


"Permisi" panggil seseorang dari luar pagar. Jeslyn segera keluar dan membukakan pagar. Ternyata itu keluarga Kristan, disertai beberapa bodyguard Kristan. Mereka datang dengan 2 mobil, membuat Jeslyn jadi gugup.


"Silahkan masuk" ajak Jeslyn dengan senyumnya yang menawan. Mereka pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Jeslyn segera menyiapkan teh dan kue untuk disajikan. Setelah tersaji, keluarga Kristan dan keluarga Jeslyn duduk. Ayah, Ibu, dan saudara saudaranya mereka, semuanya berkumpul. Jeslyn semakin gugup merasa ada yang aneh.


"Kami sudah berbicara pada Kristan dan dia setuju" kata ayah Kristan,


"Baguslah" jawab ayah Jeslyn,


"Mau kita sampaikan sekarang?" tanya ibu Kristan,


"Tentu saja!" jawab ayah Jeslyn,


"Hah? Apa? Kenapa? Gimana ?!" batin Jeslyn bingung.


"Jeslyn, kami tidak setuju kalian menikah kontrak!" kata para orang tua,


"Hah?! Bukannya kalian sudah setuju??" balas Jeslyn,


"Kami berubah pikiran" jawab ayah Jeslyn,


"Lagipula kami sudah berbicara pada Kristan, dan dia setuju menikah denganmu secara sah" lanjut ibu Kristan,


"Nak, jadilah menantu kami. Kamu tidak akan menyesal" lanjut ayah Kristan yang mendukung pemikiran para orang tua,


"Tentu saja tidak akan menyesal, kamu akan menjadi wanita beruntung jika menikah dengan Kristan. Pria yang tampan, baik dan soleha, terima lah dia menjadi suamimu" lanjut ibu Jeslyn yang juga mendukung,


"Tapi-" kata Jeslyn yang tiba tiba terpotong,


"Tidak ada tapi!" timpa Kristan tiba tiba,


"Paman, tante, aku, Kristan Arthur Wijaya ingin melamar putri pertama kalian Jeslyn Melissa Wira untuk menjadi istriku" kata Kristan dengan raut wajah serius yang disertai dengan masuknya deretan bodyguard membawa hadiah hadiah lamaran.

__ADS_1


__ADS_2