
"TIDAAK!!"teriak Jeslyn yang tiba tiba terbangun.
"Kamu tidak apa? Sudah baikan?" tanya Kristan yang duduk disamping ranjang Jeslyn.
"Kristan, siapa yang membawaku kemari?" tanya Jeslyn.
"Aku" jawab Kristan sambil menyodorkan air mineral pada Jeslyn.
"Dimana pria yang menyelamatkan ku?!" tanya Jeslyn lagi.
"Tidak ada" jawab Kristan.
"Apa maksusmu tidak ada? Apa kau yang menyelamatkanku?" tanya Jeslyn,
"Bukan" jawab Kristan.
"Kalau begitu dimana pria itu?" tanya Jeslyn lagi,
"Istirahatlah, kau pasti lelah" balas Kristan yang kemudian berdiri dari kursinya,
"JAWAB AKU!" teriak Jeslyn marah. Kristan berhenti ditempat dan menjawab Jeslyn.
"Sudah ku usir" kata Kristan. Seketika suasana menjadi hening.
"Apa kau tahu yang terjadi padaku tadi sore? Aku ditangkap oleh para preman menjijikan, lalu pria itu datang dan menyelamatkanku. Siapa kau seenaknya mengusir dia? Dan kau, kau sebagai calon suamiku tapi tidak bisa menjagaku, berani sekali kau mengusir penyelamatku. Cepat panggil dia sekarang!" kata Jeslyn marah.
"Kau ditangkap? Bukankah kau sendiri yang mau masuk ke sana? Jangan mencoba untuk bermain main denganku!" kata Kristan sambil menatap tajam Jeslyn. Jeslyn terdiam sambil menatap wajah Kristan dengan marah.
"Istirahatlah, beberapa hari kemudian kita akan menikah. Cobalah melupakan kejadian tadi" lanjut Kristan lalu pergi.
Brak
Suara pintu tertutup, kamar Jeslyn menjadi hening. Jeslyn merengkukkan tubuhnya sambil menangis. Disaat dia sedang terpuruk seperti ini, tidak ada seorang pun yang menemaninya disisinya. Sama seperti waktu dia masih kecil, sesedih apa pun, semenderita apa pun keadaannya, tidak ada orang yang menemaninya atau menghiburnya. Dia cuma bisa menangis dan bersembunyi dikamarnya.
__ADS_1
"HUWAAAA" teriak Jeslyn yang menangis di dalam kamarnya.
"Huhuhu, tidak ada yang peduli padaku! Kenapa semuanya jahat padaku! Dari kecil sampai sekarang, disaat aku terpuruk tidak ada yang menemaniku atau menghiburku. Aku cuma bisa mengandalkan diriku sendiri! Dan disaat kejadian buruk ini menimpaku, penyelamatku diusir. Tidak berguna sekali diriku..." kata Jeslyn yang sangat kesal. Perlahan lahan dia merasa kantuk dan tertidur.
...*** Sementara itu, yang terjadi pada Kristan ***...
Kristan tidak pergi meninggalkan Jeslyn, dia masih berdiri diluar pintu kamar Jeslyn. Kata kata Jeslyn tadi sudah terdengar jelas oleh Kristan. Kristan diluar hanya terdiam suram, sakit di dadanya mulai terasa. Kristan ikut menangis diluar pintu tanpa suara, ikut merasakan yang dirasakan Jeslyn. Kemudian dia menuju ke dapur.
Kristan merasa sesak napas dan segera meminum air. Berusaha menenangkan dirinya. Beberapa saat kemudian, Kristan sudah berhasil menenangkan dirinya. Dan memutuskan untuk memasakkan makanan untuk Jeslyn. Sejak dia pingsan jam 4 sore dia belum makan malam, dan sekarang sudah jam 8 malam.
Karena dia kurang pandai memasak dan tidak menemukan buku resep di rumah Jeslyn, dia melakukan panggilan video dengan mamanya untuk membantunya. Mama dan papa Kristan mendukung dan membantu Kristan untuk menghibur Jeslyn. Tiga puluh menit kemudian, Kristan selesai memasak makanan lezat untuk Jeslyn. Aroma masakan Kristan tercium sampai ke kamar Jeslyn.
...**** Kembali pada keadaan Jeslyn ****...
"Hm? Aroma apa ini? Kenapa harum sekali " pikir Jeslyn. Jeslyn bangun dari tempat tidurnya lalu keluar kamar. Dia menuju ke sumber aroma harum itu. Setelah sampai ke sumbernya alias dapur, dia melihat Kristan sedang menata meja makan dengan makanan makanan lezat. Ada sup sawi jagung, ayam goreng dilapisi cabe, nasi putih, dan puding susu coklat.
"Hmmm harum bangeeeet "batin Jeslyn sambil mencium aroma cabe pada ayam goreng itu dari kejauhan. Jeslyn tidak ingin masuk ke dapurnya, karena dia melihat Kristan sedang berada di dapur.
"Dia yang masak ya ?"tanya Jeslyn dalam hatinya
"Kamu yang masak?" tanya Jeslyn gugup sambil berjalan pelan,
"Ya, kau pasti belum makan malam. Jadi, ayo makan malam" ajak Kristan. Jeslyn segera duduk di depan meja makan, menatap iler makanan di depannya.
"Mari makan" ajak Kristan sambil memberikan sepiring nasi.
"Makasih" kata Jeslyn malu malu,
"Tidak masalah" balas Kristan datar. Jeslyn langsung mulai makan. Dia menggerakkan tangannya untuk mengambil ayam goreng.
Plaak
"Huh? Kenapa memukul ku?" tanya Jeslyn bingung,
__ADS_1
"Kau belum cuci tangan" jawab Kristan,
"Oalah. Oke" balas Jeslyn lalu segera mencuci tangan. Setelah dia mencuci tangan, dia kembali ke tempat duduknya. Menggerakkan tangannya lagi untuk menggapai ayam goreng itu.
"Hehehe ayam kamu milik ku~" batin Jeslyn bersemangat.
Plaak
"Uwaah apa lagi?!" tanya Jeslyn kesal,
"Kau belum berdoa" jawab Kristan yang sudah memakan ayam goreng duluan,
"Hemp! Iya iya" balas Jeslyn lalu menyiapkan hati yang tenang untuk berdoa. Kemudian dia menggerakkan tangannya lagi, namun tiba tiba berhenti dan melayang di udara.
"Apa ada yang belum kulakukan ?"pikirnya. Dia mulai mengingat ingat apa yang belum dia lakukan. Sampai sampai membuat Kristan bingung saat melihat Jeslyn.
"Apa ada lagi yang belum kulakukan tuan? Sesudah ini anda tidak akan memukul tanganku lagi kan?" tanya Jeslyn sambil menatap Kristan yang sedang makan.
"Tidak, tidak ada lagi" jawab Kristan. Jeslyn mulai menggerakkan tangannya lagi dan mencapai ayam gorengnya. Memasukkan ayam goreng potongan kecil ke mulut untuk dicicipinya.
"Hmmmm enak bangeeet! Aaaaaa !!!"teriak batin Jeslyn menggila. Kemudian dia mencicipi sup, rasanya juga menggelegar.
"Kau cuma memasak 2 menu?" tanya Jeslyn,
"Bahan dikulkasmu tidak mencukupi dan pastinya kita gak bakalan bisa habisin semua" jawab Kristan.
"Heh?! Dia memakai bahan makanan ku dikulkas ?!"batin Jeslyn kaget dan mulai emosi.
"Tapi masakannya lumayan...ya sudahlah "lanjut batin Jeslyn. Lima belas menit kemudian mereka berdua sudah seleaai menyantap makan malam. Selanjutnya beralih ke makanan penutup, puding susu coklat. Puding berukuran mangkok kecil diletakkan diatas piring putih bersih dan dihiasi oleh susu kental manis dan sepotong oreo.
Baru melihat saja Jeslyn sudah ileran dan tanpa membuang ileran lagi, dia langsung mengambil potongan sendok puding dan memakannya. Rasa coklat pada puding itu sangat terasa ditenggorakan, susu kental manis yang hanya sedikit saja menambah kemanisan coklat itu. Puncak kelezatan puding ini terletak pada kemanisannya yang memanjakan tenggorokan.
"Ini paling enak,fiks!! Enak !!!" batin Jeslyn. Jeslyn melahap puding nya dengan bahagia. Kristan yang melihat Jeslyn senang juga ikut merasa senang, dia tertawa kecil secara diam diam agar tidak mengganggu suasana hati Jeslyn yang sangat amat bahagia sedang makan puding.
__ADS_1
"Selamat Kristan! Kamu telah membuat hati Jeslyn kembali bahagia, kamu telah membawa kembali senyuman di wajahnya, kamu telah memenangkan hatinya! Selamat !" batin papa dan mama Kristan bangga, yang mengamati dari panggilan video yang belum Kristan tutup.