PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 57 - Mencurahkan atau Dicurahkan -


__ADS_3

Setelah menulis, Kristan melipat kertas itu dan memasukkannya dalam sebuah amplop. Sambil menulis, dia juga memesan beberapa barang dan meminta dokter Kelvin membelinya dengan cepat.


"Kelvin, tolong belikan aku barang barang ini. Cepat! Jangan lama lama!" perintah Kristan.


"Ya elah..." balas dokter Kelvin yang pasrah lalu segera membeli barang yang diminta Kristan. Kristan kembali menulis dan menyusun kalimat, hingga 30 menit kemudian dia selesai menulis semuanya hingga menghasilkan 6 lembar kertas buku tulis. Dokter Kelvin datang 5 menit sebelum Kristan selesai menulis dengan membawa barang permintaan Kristan.


"Kau mau apakan semua barang ini? Untuk Jeslyn?" tanya dokter Kelvin setelah Kristan selesai menulis.


"Ya" balas Kristan singkat sambil mengecek barang barang yang dibeli Kelvin.


"Sudah kuduga. Ya sudah sini bayar kembali" kata Kelvin,


"Tidak perlu" balas Kristan. Kemudian menyuruh salah satu pembantunya mengantar surat dan barang barang itu ke ekspedisi untuk mengirimkannya ke Jeslyn di Amerika.


"Kirim ke alamat mana?" tanya pembantu itu,


"Ah ****! Aku lupa kalau dia belum sampai, ya sudahlah taruh saja dulu disitu" kata Kristan tiba tiba yang tersadar. Semangatnya mulai memudar namun bangkit lagi setelah berpikir untuk membelikan Jeslyn lebih banyak lagi barang. Kristan tiba tiba terpikirkan untuk membelikan Jeslyn rumah beserta perabotannya untuk di Amerika.


Kebetulan Kristan mempunyai cabang disana, dia meminta tolong kepada satu pegawai kepercayaannya untuk menyiapkan semua yang dia minta. Setelah mencatat permintaan Kritan, pegawai itupun langsung menyuruh beberapa pegawai lain untuk membantu. Karena Kristan ingin rumah dan perabotannya sudah ada dan lengkap besok pagi. Kristan juga meminta agar ada orang yang menjemput Jeslyn dibandara lalu membawanya ke rumah tersebut.


"Belilah rumah yang sederhana, nyaman, aman, beserta perabotannya. Aku mempercayakan semuanya kepadamu, aku mau rumah dan perabotan itu sudah ada dan lengkap besok pagi sebelum pukul 5. Belikan juga beberapa bahan makanan dan taruh dikulkas. Suruh beberapa pegawai lain membantumu dan beberapa juga untuk menjemput istriku dibandara. Jika istriku tidak puas dengan hasil kalian, gaji kalian saya potong. Tapi kalau dia suka dan puas, saya gaji kalian 10 kali lipat" kata Kristan penuh ketegasan.


"Baik tuan" kata pegawai itu. Pegawai itupun segara melakukan perintah dari tuannya.


"Maksud lu apa bro? Gue tadi bayar pakai uang sendiri loh. Gara gara lo gue buru buru dan lupa minta uang, balikin uang gue!" kata Kelvin tiba tiba.


"Waah kalau sampai Jeslyn tahu semua barang itu yang beli bukan suaminya tapi pria lain..." lanjut Kelvin,

__ADS_1


"Katakan cepat berapa totalnya??" kata Kristan tiba tiba.


"Nah.. Gitu dong~" lanjut Kelvin yang senang. Barang dan surat yang dikirim Kristan sedang proses menuju Amerika, kira kira membutuhkan sekitar 7 hari. Namun, bagaimanakah kabar Jeslyn sekarang?


...******* Sementara Jeslyn *******...


Jeslyn masih sedang dalam perjalanan, di pesawat. Cuaca sekarang masih mendung tapi sudah lebih baik daripada yang tadi. Jeslyn hanya terdiam di pesawat sambil menghayal. Sedangkan Vivi sudah tertidur disamping Jeslyn karena lelah.


Hati Jeslyn mengatakan bahwa dia merasa kesepian tanpa Kristan, namun logikanya tidak menerima pernyataan tersebut. Dia mencoba mengalihkan pikirannya dan memikirkan mengenai kampusnya tapi disela sela itu selalu saja muncul bayangan Kristan lagi dan lagi.


"Uhh... Kenapa dia lagi sih?! Fokus Jeslyn !" katanya dalam hati. Jeslyn mencoba lagi untuk memikirkan mengenai kampus dan kehidupannya nanti di Amerika tapi dia juga memikirkan konsekuensi yang akan dia terima ketika ketahuan oleh orang tuanya kalau dia melarikan diri.


Keesokan paginya, pukul 05.30 (Indonesia) dan 16.30 (Amerika)


Ketika sudah sampai di bandara Amerika, Jeslyn dan Vivi turun lalu menunggu koper. Setelah itu mereka keluar dan sudah ada orang dari Kristan yang menjemput.


"Anda nyonya Jeslyn kan?" tanya pria itu. Pria itu lebih tinggi dari Jeslyn 10 cm. Dia bertanya pada Jeslyn menggunakan bahasa Indonesia dan sangat ramah.


"Perkenalkan, saya Meyloz Guripawa Ensmen, anda bisa memanggil saya Meyloz. Saya adalah salah satu karyawan dari cabang perusahaan tuan Kristan. Tuan meminta saya untuk menjemput anda di bandara lalu membawa nyonya ke rumah yang telah disiapkan tuan. Ini adalah rekan kerja saya yang sudah menunggu di rumah baru anda nyonya" jawab Meyloz sambil memperlihat ponselnya yang sedang video call dengan orang lain.


"Haloo Nyonya, selama datang di Amerika! Kami menunggumu disini~" sambut orang orang dibalik layar ponsel itu. Jeslyn memberikan respon wajah datar dan merasa tidak peduli.


"Maaf saya masih tidak percaya karena anda orang asing. Dan sekalipun betul saya tidak ingin tinggal disana" jawab Jeslyn kemudian ingin beranjak pergi.


"Nyonya tolonglah kami, kalau nyonya tidak puas maka gaji kami bisa dipotong. Ditambah lagi kami akan mendapat hukuman dan ocehan dari suami anda" balas Meyloz secepatnya.


"Iya nyonya tolonglah kami. Kami ada keluarga yang harus dinafkai, kami juga diberi kepercayaan oleh tuan Kristan. Tolong lah nyonya..." kata yang lainnya.

__ADS_1


"Orang itu... Mengancam orang segala lagi " batin Jeslyn yang dilema. Jeslyn berpikir panjang apa yang harus dilakukannya. Meyloz tiba tiba mengarah pada wanita disebelah Jeslyn, Vivi. Vivi juga melihat balik Meyloz, keduanya saling bertatapan. Vivi memberikan senyumnya yang ramah lalu dibalas dengan senyuman manis Meyloz.


"Oke aku akan ikut. Ayo Vivi" kata Jeslyn tiba tiba lalu masuk ke dalam mobil. Disitulah Meyloz mengetahui nama wanita disamping Jeslyn, Vivi. Setalah masuk ke mobil, mereka pun berangkat ke tempat tujuan.


Sekitar 30 menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai. Jeslyn melihat rumah itu berukuran sedang, sederhana, dan enak dipandang. Mereka pun berjalan masuk dan disambut oleh rekan kerja Meyloz yang tadinya hanya muncul dilayar ponsel. Melangkah masuk kedalam, ekspetasi tak sesuai realita. Diluarnya sederhana tapi didalamnya sangat mewah. Begitu banyak barang barang canggih yang tidak dimengerti Jeslyn. Melihatnya saja sudah membuatnya pusing, apalagi menggunakannya.


"Barang apa ini?" tanya Jeslyn.


"Ini adalah barang barang yang telah kami pilih dalam waktu 1 hari. Barang ini bernama melielektro, yaitu meja lipat elektronik. Bisa dijadikan meja dan penutup rak lemari. Lalu disebelah sini ada hdjsksbdiwbdksis..." kata Meyloz yang menjelaskan panjang lebar.


"Huft... " Jeslyn menghembuskan napas sambil terus mendengarkan penjelasan Meyloz.


"Begitu nyonya" kata Meyloz setelah penjelasan yang sangat panjang.


"Oh oke, kami berdua sudah lelah. Bolehkan kami beristirahat dulu?" kata Jeslyn tang sudah menguap daritadi.


"Baik, silahkan lewat sini" kata Meyloz sambil membawa Jeslyn menuju sebuah ruangan.


"Aku tidur dimana?" tanya Vivi tiba tiba.


"Eh? Emm maaf disini cuma ada 1 kamar. Kamar nyonya... Tapi kamar nyonya kasurnya lebar untuk 2 orang. Jadiii" jawab Meyloz lalu melirik pada Jeslyn.


"Tidur bersamaku saja kalau begitu" kata Jeslyn lalu masuk ke kamar. Karena masalah rumah telah selesai, para karyawan pun pulang dan Jeslyn bersama Vivi tidur dan beristirahat sejenak.


...***** Sementara Kristan *****...


"Pelayan! Nyonyamu sudah tiba dirumahnya di Amerika. Tugasmu sekarang pergi mencari ekspedisi untuk mengirim barang ini" perintah Kristan.

__ADS_1


"Baik tuan" jawab pelayan itu lalu segera pergi melaksanakan tugas.


"Istriku tersayang tercinta sekarang lagi ngapain ya? Aku merindukannya..." gumam Kristan sambil melihat foto pernikahannya dengan Jeslyn. Apakah Jeslyn juga merindukan suaminya yang tersayang tercinta?


__ADS_2