
"UWAAAAH!!!" teriak Jeslyn kaget.
Ternyata yang datang adalah Kristan. Dan Kristan tidak bermaksud untuk mengagetkan Jeslyn. Hanya saja, wajah Kristan pucat makanya Jeslyn berteriak histeris.
"Ngapain datang malem gini??" tanya Jeslyn yang masih kaget.
"Dokumenmu ketinggalan di ruang kerjaku..." jawab Kristan lemas sambil menyodorkan sebuah dokumen.
"Eh? Makasih. Tapi kan aku bisa ambil besok, ngapain repot repot? Tapi makasih yah" balas Jeslyn senang.
"Tak apa... Hatchi..." balas Kristan. Namun dia tiba tiba bersin, membuat Jeslyn kaget lagi dan menatapnya. Kristan jam segini belum dirumah dan tidur cantik. Ya wajar saja, pasti pekerjaannya yang masih numpuk. Karena dia juga adalah seorang CEO, tugasnya besar dan berat. Jeslyn melihat Kristan sudah sangat lelah dan serasa akan tumbang sebentar lagi. Jadi dia menyuruh Kristan untuk masuk dulu untuk mencuci muka dan minum vitamin. Agar wajahnya kembali segar.
Kristan pun masuk, duduk dengan perlahan lahan pada sofa lalu menyandarkan dirinya. Sementara Jeslyn sedang sibuk di dapur, menyiapkan air putih dan vitamin. Setelah selesai, dia menuju ruang tamu dan memberikannya kepada Kristan. Jeslyn menyarankan agar Kristan mencuci muka terlebih dahulu. Kristan pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.
Diantar oleh Jeslyn dan dia berjaga diluar supaya tidak terjadi apa apa. Kristan membilas wajahnya saja. Lalu melihat lihat kamar mandi itu. Tercium aroma wangi dari kamar mandi itu. Kristan tersenyum. Kemudian melihat ke arah peralatan mandi Jeslyn, mengambil sebuah sabun bertuliskan Shinzui Sakura. Kristan tertawa kecil. Jeslyn yang diluar mendengar ada seseorang yang tertawa.
"Kristan udah belum?" tanya Jeslyn curiga.
"Udah. Tapi sabun shinzui ini punyamu?" balas Kristan yang berdiam diri dikamar mandi.
"Bukan punya gue, punya biawak tetangga tuh..." balas Jeslyn malu dan kesal.
"HAHAHA" Kristan tertawa.
"Udah cepetan keluar ih" lanjut Jeslyn tambah kesal dan malu.
"Aroma sabunmu wangi ya" kata Kristan yang tiba tiba nongol.
__ADS_1
"Terserah deh. Cepetan minum vitamin sana" balas Jeslyn lalu pergi ke ruang tamu.
Jeslyn jalan didepan Kristan. Jeslyn menyembunyikan wajahnya yang merah merona karena malu. Sedangkan Kristan dibelakang malah diam diam tersenyum dan tertawa kecil. Jalan menuju ruang tamu berasa cepat sekali, padahal mereka belum siap saling bertatap wajah lagi. Malah masih sibuk untuk menenangkan diri sendiri.
"Minum vitaminnya" kata Jeslyn sambil memberikan gelas berisi air mineral dan vitamin. Kristan memasukkan vitamin dalam mulutnya lalu meminum air itu sampai habis. Setelah habis, Kristan meletakkan gelas itu di meja yang berada di depannya. Dia duduk kembali di sofa dan Jeslyn ikut duduk ke sofa. Kristan bersandar sambil menarik dan menghembuskan nafas berkali kali.
"Udah merasa enakan belum?" tanya Jeslyn setelah Kristan menghela napas berkali kali.
"Udah" balas Kristan singkat yang sedang memejamkan mata.
Jeslyn menatap Kristan yang sedang memejamkan matanya. Lalu menggerakkan tangannya, memegang kening Kristan dan mengecek apakah Kristan demam atau tidak. Kristan membuka matanya karena kaget. Jeslyn menarik kembali tangannya dari kening Kristan. Namun tiba tiba Kristan berdiri dari duduknya dan mendorong Jeslyn hingga dia tertidur di sofa.
"Apa yang kau lakukan??" tanya mereka serempak. Mereka berdua saling bertatapan dengan posisi Kristan diatas Jeslyn. Posisi ini seperti akan tertadi sesuatu yang besar. Tapi tidak lama kemudian, Jeslyn tersadarkan dan segera menyuruh Kristan untuk berdiri darinya. Dia sampai mendorong - dorong Kristan, namun Kristan tidak bergerak sedikit pun.
"Cepat berdiri ih!"kata Jeslyn kesal yang masih berusaha membangunkan Kristan. Tapi Kristan malah mendekatkan wajahnya pada wajah Jeslyn. Jeslyn akhirnya berhenti mendorong Kristan dan berusaha menjauhkan wajahnya dari wajah Kristan. Kristan tersenyum.
"Napa cengar cengir?" tanya Jeslyn kesal.
"Nak Jeslyn..." panggil seorang pak tua.
"Eh ada apa pak?" jawab Jeslyn pada bapak itu. Namun jelas itu bukan ayahnya karena ayahnya ada di Makassar.
"Tadi saya liat ada seorang pemuda yang masuk ke rumahmu. Tapi udah lama dia belum keluar juga. Bukannya saya mau macam macam nak, cuma kan tidak baik dilihat orang kalau gadis lajang berdua dengan seorang laki laki lajang di satu atap..." kata bapak itu serius dan khawatir.
"Oh gitu toh pak hahaha..." balas Jeslyn lalu tertawa kecil,
"Loh? Kok malah ketawa nak?" tanya bapak itu bingung,
__ADS_1
"Pak, saya calon suaminya. Saya juga bos di tempat kerjanya. Saya kesini cuma mau nganterin dokumen yang dia tinggalkan lalu agak lemas jadi numpang tinggal bentar" kata Kristan kesal.
"Ternyata bapak ini yang mengganggu momen berhargaku toh... Haish sudahlah, udah lewat momen nya. Lagi pula, masa gak boleh sih calon suami sendiri berduaan dengan calon bini nya sebentar aja. Beh... Kesel! Dahlah !" batin Kristan mengomel dan kesal.
"Ah iya pak. Tadi saya liat dia lemas, jadi saya suruh dia untuk cuci muka dan minum vitamin dulu. Ini udah mau pulang kok, iya kan?" kata Jeslyn menjelaskan, lalu membalikkan wajahnya pada Kristan. Namun Kristan pura pura tidak mendengar dan segera membalikkan badan. Menuju ke sofa dan duduk kembali. Mengambil laptop dan pura pura sibuk.
"Sayang, dirumah kamu ada tikus. Mengganggu banget, aku gak suka. Kita ke rumahku aja yuk" kata Kristan sembarangan. Mata Jeslyn melototi Kristan. Dan dia perlahan lahan sadar apa yang dikatakan Kristan. Kristan sedang menyinggung bapak ini. Lalu Jeslyn membalikkan kembali kepalanya ke bapak itu dan berharap bapak itu tidak menyadarinya.
"Astaga nak, masa kamu suruh calon istri kamu yang usir tikus. Harusnya kamu yang usir dong" kata bapak itu sambil menunjuk nunjuk Kristan. Jeslyn malah menunduk dan menepuk jidatnya sambil geleng geleng. Akhirnya Kristan bangkit dari sofa dan menuju ke arah pintu.
"Baiklah pak saya akan usir sekarang. Kalau begitu bapak sudah bisa pulang, pasti keluarga bapak cariin bapak. Saya bisa kok jaga calon istri saya, bahkan usir tikus yang mengganggunya dirumah juga bisa pak" kata Kristan dengan biasa biasa saja tanpa ada rasa malu atau bersalah.
Jeslyn ketakutan menatap bolak balik antara Kristan dan bapak itu.
"Tuh kan udah gue duga. Pasti Kristan nyinggung si bapak ini. Tapi untungnya bapak ini gak sadar, huft..." batin Jeslyn lega.
"Ya kali dirumah gue ada tikus. Rumah cantik bersih gini. Tiap hari gue bersihin sampe gue bongkar tu sudut sudut rumah..." lanjut batin Jeslyn sambil menatap kesal Kristan. Dia mengira bahwa memang ada tikus betulan, eh ternyata...
"Ya udah saya balik ya. Kamu nak cepat pulang, kalian berdua belum nikah jadi jangan terlalu lama disini. Nanti jadi gosip tetangga loh..." kata bapak itu. Jeslyn dan Kristan hanya tersenyum. Namun yang membedakan, Jeslyn tersenyum kaku dan Kristan tersenyum kesal.
Bapak itu pun berjalan pulang yang ternyata bersebelahan rumah dengan Jeslyn. Setelah bapak itu masuk ke rumah, Jeslyn dan Kristan pun kembali masuk dan duduk di sofa.
"Kamu sadar gak sih, bapak tu mau macem macem? Udah berapa lama dia ganggu kamu? Besok kita nikah, kamu pindah kerumahku!" kata Kristan kesal. Jeslyn merasa heran. Seharusnya yang kesal itu dia, tapi malah Kristan yang kesal.
"Bapak itu baik kok..."jawab Jeslyn pelan.
Kristan kembali pada posisi sebelum ada ketukan pintu. Dia berdiri diatas Jeslyn dan Jeslyn tidur dibawahnya.
__ADS_1
"Aku lapar!" kata Kristan lalu menggerakan lidahnya dari ujung bibir ke ujung bibir lainnya. Jeslyn yang melihat seketika merona dan menutup wajahnya.
"Uwaaah! dia mau ngapain ???" batin Jeslyn.