PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 16 - H - 1 -


__ADS_3

Keesokan harinya di pagi hari, mereka pergi untuk mengambil undangan undangan yang telah dicetak lalu memeriksanya. Setelah semuanya aman, Kristan menyuruh beberapa orang untuk mengantarkan undangan undangan tersebut. Kemudian Kristan dan Jeslyn pergi ke hotel bintang 5 untuk mengatur acara pernikahan mereka. Di hotel itu Kristan menyewa ruangan yang paling luas. Selain dekorasi mewah yang dipilih Kristan, dia juga sudah pasti memilih tempat terluas karena bakal banyak orang yang akan diundang.


Ada sekitar 165 orang yang terundang untuk keluarga Jeslyn, dan ada 195 orang untuk keluarga Kristan. Pernikahan mereka akan diadakan di dua tempat berbeda, di kota kelahiran Jeslyn dan di kota kelahiran Kristan. Pertama akan melakukan acara di kota kelahiran Jeslyn lalu ke Jakarta. Tidak banyak kok yang diundang, cuma keluarga besar yang sekitar 130 orang, beberapa teman SD sampai SMA sekitar 160 orang, beberapa pekerja di kantor Kristan dan rekan bisnis sekitar 50 orang, tetangga yang dekat dengan keluarga atau diri sendiri sekitar 20 orang.


Di lantai 10 itulah tempat yang paling luas diantara 10 lantai di hotel bintang 5 itu. Selain dekorasi dan keluasan tempat acara, mereka juga mengatur penyajian tempat, makanan, souvenir,dan lain lain. Setelah mengatur susunan acara disana, mereka pergi ke toko cincin untuk membeli cincin. Cincin yang dipesan Kristan sangat cantik dan mahal. Sebelum mereka mengambil cincin itu, Kristan sudah memesan duluan tanpa sepengetahuan Jeslyn. Namun setelah Jeslyn melihat model cincin itu, dia sangat menyukainya. Setelah itu, Jeslyn diajak untuk melihat lihat perhiasan lainnya.


"Mungkin ada yang kamu suka, katakan saja. Aku akan membelikannya untukmu. Tidak perlu sungkan, sebentar lagi kita jadi suami istri "kata Kristan serius. Jeslyn mengangguk angguk dengan malu. Mereka melakukan tugas dengan serius dan sangat sibuk, sampai sampai mereka tidak menyadari waktu telah berlalu. Kini sudah malam dan juga bertepatan dengan selesainya tugas mereka hari ini.


Sudah jam 8 malam, saat makan malam. Kristan mengajak Jeslyn ke sebuah restoran yang dekat disekitar sana.


"Kira kira undangannya udah sampai semua belum?" tanya Jeslyn,


"Pasti. Karena aku sudah mengutus 20 orang untuk menyebarkan undangan. Ditambah, kecepatan mereka masing masing lumayan cepat jadi pasti bakal selesai hari ini" jawab Kristan percaya diri. Jeslyn membalas pernyataan Kristan dengan mengangguk anggukkan kepala.


"Kamu mau makan apa?" tanya Jeslyn,


"Terserah kamu saja" balas Kristan


"Mbak saya mau nasi goreng coklat, puding susu coklat keju, jus alpukat, sandwich chicken beef semuanya masing masing 2 ya..."kata Jeslyn sambil memesan,


"Hoi hoi! Semua pesananmu berkalori tinggi dan tidak sehat. Mendekati pernikahan kita, kamu harus jaga berat badan, fisik, dan kesehatan. Mbak tolong batalkan semua itu" kata Kristan kaget.


"Katanya terserah aku saja?" balas Jeslyn cemberut.

__ADS_1


"Kali ini biar aku yang pesan deh, demi kamu, demi pernikahan kita. Nanti gaunnya gak cocok sama kamu gimana?~" kata Kristan menggoda Jeslyn.


"Huh! Ya udah!" balas Jeslyn kesal malu malu meong. Kristan memesan nasi putih, sup kacang merah, capcay, sushi ikan salmon, dan air putih. Seperti biasa, makanan yang mahal dan nikmat menjadi makanan penutup.


"Besok kita masih harus pergi?" tanya Jeslyn,


"Iya. Besok kita akan mengurus gaun dan dekor di hotel lagi. Lusa kita olahraga, SPA, dan harus tidur cepat. Besok lusanya lagi di pagi hari,kita bersiap untuk menikah di Gereja dan mengadakan acara di malam harinya" kata Kristan.


"Oh My God..." gumam Jeslyn yang matanya melotot menatap Kristan. Lima belas menit kemudian, pesanan datang dan mereka mulai makan. Malam ini dilalui seperti biasa, setelah makan Kristan membawa Jeslyn pulang.


Keesokan harinya mereka melakukan rencana mereka, pergi melihat gaun dan kembali mengatur dekorasi di hotel. Mereka melakukannya dari pagi sampai malam. Begitu juga dengan besoknya lagi, pagi pagi mereka berolahraga, lalu bersiap ke SPA, dan kegiatan mereka berakhir di jam 3 sore. Jam 3 sore Jeslyn menyiapkan barang yang akan dia bawa untuk pernikahannya besok. Dia membereskan barangnya dan bersiap pindah rumah keesokan harinya setelah pernikahan.


Sedangkan Kristan sedang mengecek pekerjaannya melalui laptop. Satu jam telah berlalu, Jeslyn segera membuat makan malam. Atas perintah yang mulia Kristan, diharuskan agar kedua mempelai yang akan menikah besok tidur jam enam sore. Tiga puluh menit kemudian, Jeslyn sudah selesai memasak. Dia menyajikan nasi putih, sayur tumis, ikan goreng, dan salad buah di meja makan.


Kristan pun menuju meja makan karena mencium aroma masakan Jeslyn. Sebelum makan, pasangan ini berdoa bersama, mengucap pujian dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang telah diberikan. Setelah berdoa, mereka mulai menyantap makanan.


"Lumayan?? Masakanku pasti yang terenak loh! Asal kamu tahu, setiap ada acara keluarga aku pasti disuruh buat kue. Terus aku pernah coba jual masakanku dan banyak yang suka. Aku juga pernah berpikir untuk membangun cafe, dan setelah aku bertanya pendapat beberapa orang, mereka setuju dengan ideku. Jadi pasti aku adalah calon chef yang berbakat!" balas Jeslyn bangga.


"Hmm suka suka kamu aja lah~" balas Kristan yang terus makan. Jeslyn terdiam beberapa saat sambil menatap Kristan. Ada sesuatu yang janggal dihatinya dan ingin dia utarakan pada Kristan. Namun dia juga merasa takut kalau pendapatanya tidak akan disetujui. Tapi siapa sangka? Jawaban Kristan diluar dugaan.


"Emm kamu gak keberatan kan kalau misalnya kita udah nikah terus aku jadi wanita karir?" tanya Jeslyn gugup,


"Aku gak keberatan. Lagipula setelah kita cerai gak mungkin hidupmu bergantung padaku terus. Sekalipun kita menikah karena cinta, aku gak akan menghancurkan cita cita kekasihku. Karena aku mencintainya, aku harus membuatnya bahagia, apa pun itu pasti akan kuberikan untuknya" jawab Kristan penuh perasaan.

__ADS_1


"Sekalipun aku menjadi saingan bisnismu,kau tidak keberatan?" lanjut Jeslyn,


"Aku tidak akan keberatan" jawab Kristan tenang,


"Wooow aku tersentuh dengan kata katamu~ Beruntung sekali wanitamu itu!" kata Jeslyn menggoda Kristan sambil memberikan mata genit (mengedipkan satu mata),


"Uhuk!" Kristan tersedak melihat tingkah laku Jeslyn.


"Hahahaha" Jeslyn tertawa kecil melihat Kristan sambil menyodorkan air minum pada Kristan. Setelah Kristan minum, dia berdiri dan mendekati Jeslyn. Berbisik padanya dengan sangat romantis.


"Wanitaku itu memang beruntung. Karena kau yang menjadi wanitaku, maka bersyukurlah karena kaulah wanita beruntung itu. Istriku~" bisik Kristan lalu menghembuskan nafas dengan sengaja ke telinga Jeslyn. Seketika wajah Jeslyn berubah menjadi merah tomat karena malu. Kristan menjauh lalu kembali duduk sambil tersenyum senyum menatap Jeslyn yang malu.


"Huh! Apa liat liat?" kata Jeslyn yang masih menahan senyum karena malu,


"Apa? Masa gak boleh suami natap kecantikan istrinya?" kata Kristan menggoda Jeslyn. Jeslyn semakin malu dan tidak tahan lagi untuk tersenyum. Dia segera menutup wajahnya dan tersenyum diam diam.


"Cieee yang malu~ yang baper~ yang senyum senyum sendiri~" goda Kristan.


"Ish gara gara kamu ini!" kata Jeslyn malu tapi mau,


"HAHAHAHA" Kristan tertawa melihat Jeslyn. Sedangkan Jeslyn cuma diam karena malu.


"Aduuh~ Ingat ya sayang besok kita akan mengucapkan sumpah pernikahan di Altar, siapkan dirimu sebaik mungkin. Aku sudah selesai makan, aku pulang duluan bye, muah" kata Kristan lalu mencium kening Jeslyn. Setelah itu dia melambaikan tangan dan keluar rumah.

__ADS_1


Jeslyn terdiam sambil mengelus keningnya. Lalu tersadarkan akan perintah yang mulia Kristan, dia segera mencuci piring dan bersiap untuk tidur.


"Hadueeeh ada ada aja ni anak! Gua dibikin baper, kurang asem !"keluh Jeslyn dalam hatinya kesal malu malu kucing sambil mencuci piring.


__ADS_2