
"Aku sangat mencemasmu saat kau pergi. Tolong jangan lakukan ini lagi, hatiku sakit" bisik Kristan yang masih terus memeluk Jeslyn. Jeslyn tidak berkata sepatah katapun untuk membalas Kristan, dia juga tidak balik memeluk Kristan. Kristan yang menyadari hal itu perlahan lahan melepas pelukannya meskipun ia masih ingin memeluk Jeslyn.
"Aku-" kata Jeslyn yang terpotong.
"Eh Tuan kok bisa ada disini?" tanya Vivi yang muncul dari belakang dan masih menggunakan celemek.
"Eh... TUAN?!" lanjut Vivi yang kaget. Kristan sudah memberikan senyuman dan aura dingin. Vivi menelan salivanya dan mencoba mencari topik.
"E eh tuan hahahaha mari masuk" kata Vivi kemudian. Jeslyn mempelototi Vivi yang seenaknya menyuruh Kristan masuk.
"Baiklah, ayo masuk sayang" kata Kristan sambil mengajak Jeslyn. Jeslyn sudah memijit mijit dahinya dan masuk dengan pasrah.
"Ehem ehem... Tuan, nyonya, makan malamnya belum jadi. Saya kembali ke dapur dulu, ini ada camilan dan air minum untuk tuan" kata Vivi lalu bergegas ke dapur setelah itu. Jeslyn mempelototi Kristan didepannya yang sedang duduk santai disofa. Kristan tersenyum tipis lalu bangkit dati duduknya. Dia berjalan menuju kamar Jeslyn dan masuk kesana.
"Hei apa yang kau lakukan? Keluar! Ini kamarku dan Vivi!" kata Jeslyn.
"Aku tidak lama disini, biarkan aku beristirahat sebentar" kata Kristan lalu merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Kristan mendarat ditempat yang tepat, posisinya sekarang berada ditempat tidur bagian Jeslyn biasa tidur. Jeslyn sudah menatap Kristan dengan sipit dan aura tajam. Kemudian dia menghampiri suaminya itu untuk mengambil bantal gulingnya. Namun sebelum Jeslyn berhasil mendapatkan bantal gulingnya, Kristan sudah memeluk bantal guling itu terlebih dahulu.
"Hei lepaskan bantal itu!" perintah Jeslyn yang cemberut.
"Kamu cemburu pada bantal ini?" tanya Kristan sambil menyeringai.
"Gak! Aku mau bantal itu, lepaskan dan berikan!" balas Jeslyn.
"Gak, aku mau peluk bantal ini. Kamu pakai bantal yang lain saja" balas Kristan. Karena kesal, Jeslyn menarik bantal yang dipeluk Kristan itu secara paksa.
__ADS_1
"Huh! Bantalku!" kata Jeslyn yang berhasil merebut bantalnya. Selanjutnya Jeslyn ingin pergi ke sofa bersama bantal kesayangannya. Tetapi, tangan Kristan mencegat Jeslyn dan menariknya hingga terbaring ke tempat tidur.
"Auch... Apa yang kamu lakukan?" kata Jeslyn kaget.
"Karena kamu mengambil bantal yang kupeluk, maka gantinya kamu yang akan kupeluk" kata Kristan lalu benar benar memeluk Jeslyn. Pelukan Kristan membuat Jeslyn menjadi nyaman. Meskipun awalnya ia ingin memberontak, tapi pelukan suami memang paling mujarab. Karena pelukan Kristan tersebut, Jeslyn malah ingin tertidur lelap dengan posisi seperti itu. Dan tak lama kemudian pun Jeslyn tertidur bersama Kristan.
"Adeeh... Tuan dan nyonya... Ya sudahlah Vivi makan sendiri aja " kata Vivi dalam hatinya yang mengintip dari luar. Saat setelah memasak, Vivi ingin mengajak kedua majikannya itu. Tapi mereka malah tidur bermesraan dikamar, Vivi pun tidak jadi memanggil mereka.
2 jam kemudian
Jeslyn yang sudah tertidur lelah 2 jam tadi kemudian terbangun. Dia perlahan membalikkan badan dan melihat jam dinding yang tergantung diatas tembok depan kasur. Jeslyn melihat lagi kearah luar jendela, dan ternyata sudah malam. Perlahan lahan dia menjauhkan tangan Kristan dari tubuhnya lalu bangkit berdiri. Dia keluar dan mencari Vivi.
Diruang tamu, Vivi sedang asik nonton drakornya sambil memakan camilan. Untung saja suaranya kecil, kalau tidak dia akan dimarahi oleh kedua majikannya. Jeslyn yang keluar dari kamar dan mendapati Vivi sedang duduk santai, langsung memasang postur seorang majikan galak. Kemunculan Jeslyn membuat Vivi meliriknya. Vivi langsung lompat dan berdiri tegap melihat majikannya itu.
"Sudah makan?" tanya Jeslyn,
"Vivi... hari ini Kristan nginap disini. Kamu bagaimana?" tanya Jeslyn kemudian dengan wajah khawatir.
"Nyonya tidak perlu khawatir. Vivi bisa tidur di sofa hehe" jawab Vivi lalu diakhiri dengan senyuman. Tiba tiba Kristan muncul dari belakang dan memegang pundak Jeslyn. Itu membuat Jeslyn ingin melompat dan meninju orang yang membuatnya kaget.
"Vivi maaf ya, untuk sementara kamu harus tidur di sofa. Nanti kunaikkan gajimu" kata Kristan.
"Hahahaha tidak apa tidur disofa~ Lagipula tuan sudah memesan rumah terbaik, sofanya aja bisa berubah menjadi tempat tidur. Nyonya tak perlu khawatir ya, dan terima kasih gajinya tuan! Ini yang kusuka hahahaha" balas Vivi lalu tertawa. Mereka bertiga menuju ruang makan dan makan bersama. Pasutri ini makan malam dan Vivi makan camilan. Sambil makan sambil ngobrol juga, mulai dari masa lalu yang menyenangkan, kenangan indah, kesan diantara mereka, dan lain lain!
"HAHAHAHA" tawa mereka. Sepertinya pasutri ini sudah baikan, Vivi pun merasa lega melihat majikannya akur.
__ADS_1
"Huft.. Akhirnya hidup ini sudah bisa damai kembali " kata Vivi dalam hatinya.
Setelah makan malam..
Kristan dan Jeslyn masuk ke kamar dan Vivi melanjutkan drakornya diruang tamu. Setelah pasutri ini masuk, Jeslyn bergegas masuk ke kamar mandi dan ganti baju tidur. Setelah selesai dia keluar dan melihat Kristan sudah berbaring diatas tempat tidur menggunakan baju tidurnya.
"What?! Cepat banget ganti bajunya !" batin Jeslyn yang heran. Bingung melihat suaminya, dia segera menggeleng geleng kepala dan menggantung pakaiannya. Kemudian dia berjalan dan perlahan mendarat dikasur, samping Kristan. Jeslyn perlahan membalikkan wajahnya dan nampak Kristan sudah tertidur lelap. Wajah Kristan sungguh sangat putih mulus dan tampan, membuat Jeslyn ingin sekali menyentuhnya.
Karena tak tahan, Jeslyn pun mencoel coel pipi Kristan. Tersenyum sambil memainkan pipi suaminya itu. Tapi, lama kelamaan ketampanan Kristan semakin menarik perhatian Jeslyn, membuat tangannya menjadi nakal dan mulai memainkan rambut Kristan juga. Kristan yang tertidur lelap tiba tiba terbangun karena sentuhan istrinya itu. Menggenggam tangan istrinya yang sudah membuat rambutnya berantakan.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Kristan dengan suara yang ngantuk.
"Eh maaf, kamu terbangun karena aku ya? Maaf, ya sudah kamu lanjut tidur, aku gak akan ganggu" kata Jeslyn yang kaget.
"Kamu marah?" tanya Kristan,
"Kenapa aku marah? Kan aku yang salah" jawab Jeslyn sambil menggeleng geleng. Jeslyn menatap suaminya itu dengan tatapan dalam. Dia melihat bahwa Kristan merasa lelah akhir akhir ini. Kanyataan itu nampak jelas diwajahnya yang datar dan lesu.
"Kemarilah" kata Jeslyn sambil membuka tangan untuk memeluk Kristan. Jeslyn sedikit menaikkan badannya kearah dekat penyandar kasur dan Kristan sedikit menurunkan badannya supaya dia bisa masuk ke pelukan istri mungilnya itu. Dia memeluk tubuh Jeslyn dan Jeslyn memeluk kepala Kristan sambil mengelus elus kepalanya.
"Kamu belakangan ini pasti lelah, cepatlah tidur" kata Jeslyn sambil terus mengelus lembut kepala Kristan. Kata yang diucapkan Jeslyn terngiang - ngiang di pikiran dan hati Kristan. Membuatnya perlahan menutup mata dan tertidur pulas.
"Tidurlah Kristan. Aku menyayangimu " kata Jeslyn dalam hatinya lalu mencium kening Kristan. Perlahan lahan juga Jeslyn terlelap dalam pelukannya dan tertidur. Keduanya sudah lelah, tapi keromantisan tak boleh dilupa. Keromantisan posisi tidur terbaru, membuat pasutri akan tertidur lelap.
"Uhmm.." kata Kristan tiba tiba. Keringat tiba tiba mengalir deras pada wajahnya, keningnya mengerut, Kristan tiba tiba bergeliat seperti cacing kepanasan sehingga membangunkan Jeslyn.
__ADS_1
"Ada apa?" bisik Jeslyn sambil mengipas ngipas suaminya.
"Uhh.. Sakit... Jangan" jawab Kristan yang membuat Jeslyn bingung. Tangan Kristan yang memeluk tubuh istrinya itu mulai menggeliat.