PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 35 - Sakitnya tuh disini! -


__ADS_3

"Jeslyn!" panggil Kristan lalu langsung memeluk Jeslyn dari belakang. Jeslyn kaget dan berusaha melepaskan diri.


"Apaan sih? Banyak orang yang liat, cepat lepasin!" bisik Jeslyn. Kristan terus memeluk Jeslyn dan mempererat pelukannya. Bahkan bersandar pada tubuh Jeslyn dari belakang.


"Cepat telfon Kelvin atau dokter siapa kek. Ini harus segera ditolong, kalau gak gilanya gak akan selesai!" kata Jeslyn kesal.


"Tuan akan sembuh jika permintaannya dikabulkan. Itu kata dokter psikolog nya. Dia ingin bersama dengan nyonya Jeslyn, jadi nyonya harus mengabulkannya supaya tuan cepat sembuh. Kalau begitu kami pamit dulu" kata kepala pelayan. Jeslyn menunjuk dirinya sendiri sambil melongo. Sedangkan para pelayan dan Gilbert sudah terburu buru keluar dan akhirnya menutup pintu.


Brak


Pintu kamar tertutup dan kini sisa mereka berdua. Kristan masih memeluk Jeslyn dengan tenang karena merasa nyaman. Jeslyn kesal dan langsung dengan keras melepaskan pelukan Kristan.


"Jeslyn kamu salah paham. Aku-" kata Kristan namun terpotong.


"Aku melihat kalian saling berpelukan dan melepas rindu. Apa aku tidak bisa salah paham?" balas Jeslyn dengan dingin. Namun Kristan terdiam karena perkataan Jeslyn benar, tapi dia tidak sengaja melakukan itu.


"Aku tidak sengaja, maaf" kata Kristan dengan suara kecil. Tiba tiba suara petir terdengar lagi dan hujan pun tiba tiba turun dengan deras. Kepala Kristan mulai pusing lagi memori masa lalu yang membuat kepala dan dadanya sakit. Jantungnya semakin berdebar kencang dan nafasnya tidak teratur.


"Aku ingin memeluknya tapi dia tidak ingin. Kalau begitu aku harus menahan sakit ini demi Jeslyn "batin Kristan. Kristan memegang kepalanya dan perlahan lahan duduk kembali di kasur. Langit yang awalnya terlihat cerah, tiba tiba berubah menjadi hitam. Hujan bertambah semakin deras, petir dan guntur pun menyambar bersamaan. Kristan tidak sengaja melihat kearah jendela dan disaat itu juga, Kristan mendengar petir dan melihat cahaya kilat itu lewat.


Jdeeer Jdeeer


"AARGH!" teriak Kristan kesakitan. Air mata Kristan perlahan mengalir. Dia menangis sambil menahan rasa sakit itu. Mendengar teriakan dan tangisan Kristan, Jelsyn langsung menoleh khawatir.


"Ada apa?" tanya Jeslyn sambil bergegas mendekati Kristan. Air mata Kristan terus menetes namun dia tetap menahan suara tangisannya.


"Ada apa??" tanya Jeslyn panik dan khawatir. Kristan terdiam menangis sambil memegangi kepalanya.


"Kristan... Kristan..." suara Clara berdengung di kepala Kristan. Kristan tidak fokus pada Jeslyn dan tanpa sadar melukainya.


"TIDAK!!" teriak Kristan sambil mendorong Jeslyn. Jeslyn tersenggol dan mengenai map besi diatas meja belakangnya. Tangannya terluka karena tergores besi itu.


"Auw... Apa yang kau lakukan?!" tanya Jeslyn kesal. Tapi Kristan tetap diam dan memegang kepalanya. Jeslyn tidak mempedulikan lukanya lalu mendekati Kristan lagi.


"TIDAK! CLARA!" teriak Kristan yang membuat Jeslyn tertegun. Kristan lagi lagi mendorong Jeslyn menjauh. Setelah itu, Jeslyn tidak bergerak dan dalam keadaan suram.

__ADS_1


"Jangan pergi... Jangan... Clara" kata Kristan dengan nada lelah seperti habis bertempur. Tenaganya mulai berkurang dan tubuhnya mulai lemas, Kristan menjadi sempoyongan di tengah kamar. Tapi Jeslyn tetap berdiam diri dan tidak bersuara.


"Jangan pergi Clara... Tidak..." kata Kristan lagi. Lalu Jeslyn segera mengambil ponselnya dan membuka kamera. Dia merekam tindakan Kristan dan semua kata kata yang dia ucapkan.


"Clara... Jangan pergi... Aku sangat mencintaimu" kata Kristan yang sempoyongan. Kata kata Kristan menusuk hati Jeslyn yang paling dalam.


Jleeb !!!


"Clara dimana kamu? Kumohon kembalilah.. Aku sangat merindukanmu. Maafkan aku. Ini semua salahku, maafkan aku..." kata Kristan lagi dengan lemas. Setelah itu, dia tidak berbicara lagi dan hanya berdiri sempoyongan. Wajahnya pucat dan dia masih memegang kepalanya menggunakan salah satu tangannya. Karena tidak ada lagi yang Kristan ingin bicarakan, Jeslyn mematikan kameranya dan menyimpan ponselnya kembali.


"Kembali ke tempat tidur, kau harus istirahat" bujuk Jeslyn dengan suram. Dia membantu Kristan berjalan menuju tempat tidur lalu menidurkannya. Saat Jeslyn ingin pergi, tiba tiba tangannya ditahan oleh Kristan.


"Jangan pergi" pinta Kristan dengan wajahnya yang melemas dan sendu. Amarah Jeslyn rasanya akan meledak namun dia tahan demi kesembuhan Kristan. Jeslyn naik ke tempat tidur dan tidur disamping Kristan. Kristan memeluk Jeslyn dan mereka saling berpandang. Tiba tiba Kristan tersenyum yang membuat Jeslyn mengerutkan alisnya.


"Clara akhirnya kau kembali" kata Kristan lalu dia memperkuat pelukannya.


Degh...


"Clara? Jadi dia mengira kalau aku wanita itu ?" pikir Jeslyn mulai kesal lagi.


"Aku sangat merindukanmu. Tolong maafkan aku, tolong jangan pergi lagi. Jangan tinggalkan aku!" kata Kristan sambil memeluk Jeslyn.


"Aku membencimu !" lanjut batin Jeslyn. Dia mengusap air matanya lalu mencoba tidur. Meskipun hatinya sangat sakit, dia harus berpasrah karena kondisi Kristan sekarang.


...- P u k u l 1 3 . 0 0 -...


Jeslyn bangun terlebih dahulu daripada Kristan. Dia perlahan lahan menyingkirkan tangan Kristan dan turun ke bawah. Tapi setelah Jeslyn keluar kamar, Kristan pun terbangun. Ternyata dia yang lebih dulu bangun daripada Jeslyn namun dia berpura pura tidur saat Jeslyn mulai terbangun.


"Melihat wajahnya yang imut di setiap kali aku terbangun dari tidur, membuatku sangat bersemangat. Aku seperti habis diisi kembali " batin Kristan yang sangat senang.


"Tapi apa yang terjadi tadi ya? Yang aku ingat, Clara datang ke kantor terus kepalaku sakit. Setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi. Kepalaku rasanya sakit..." pikir Kristan.


...***** Disisi lain, Jeslyn *****...


"Vivi apa makan siang sudah siap?" tanya Jeslyn pada seorang pelayan. Pelayan itu menjawab bahwa makan siang sudah siap. Jeslyn mengangguk angguk dan menyuruh Vivi melanjutkan tugasnya. Lalu Jeslyn berjalan ke arah Gilbert.

__ADS_1


"Ko, bagaimana perusahaan? Kristan masih tidur, di perusahaan tidak ada masalahkan?" tanya Jeslyn. Gilbert menggeleng gelengkan kepala.


"Jeslyn... Perkataan Kristan tadi jangan dimasukkan ke hati ya. Dia trauma, kamu harus sabar ya" kata Gilbert. Jeslyn membalas dengan tersenyum saja. Tiba tiba muncullah Kelvin dari belakang Gilbert.


"Eh? Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Jeslyn pada Kelvin.


"Aku bukan cuma dokter khusus keluarga Wijaya. Tapi aku juga dokter khusus Kristan, aku dokter psikolognya" kata Kelvin.


"Wah kamu hebat banget, multifungsi gitu hahahaha" kata Jeslyn lalu tertawa ringan. Dan Kelvin pun ikut tertawa ringan. Tiba tiba keluarlah Kristan dari kamarnya.


"Jeslyn, ayo kita makan siang bersama istriku" kata Kristan dari atas. Jeslyn membalikkan wajah setelah melihat Kristan dan hanya diam saja.


"Ko, Kelvin, ayo kita makan siang bersama" ajak Jeslyn,


"Eh? Oke" balas Kelvin. Lalu mereka menuju kearah ruang makan. Di perjalanan Kristan merasa aneh dengan tindakan Jeslyn barusan dan mengamatinya dari belakang.


"Kamu udah baikan? Perutmu masih sakit?" tanya Kelvin. Jeslyn menggeleng gelengkan kepala.


"Oh syukurlah. Berarti kamu udah sembuh" kata Kelvin lalu tersenyum.


"Makasih! Ini berkatmu hehe" balas Jeslyn lalu tersenyum girang.


"HAHAHA tidak semuanya berkatku juga" balas Kelvin.


"Berkat aku juga yang udah menolongmu" kata Kristan tiba tiba. Jeslyn hanya terdiam dan bersikap dingin. Kelvin dan Gilbert hanya bisa saling memandang mereka.


"Waah udang!" kata Kelvin setelah melihat udang goreng diatas meja makan.


"Kamu suka udang?" tanya Jeslyn. Kelvin mengangguk angguk dengan wajahnya yang merona.


"Makan ini" kata Kristan sambil memberikan sepotong udang.


"Aku tidak suka udang. Kelvin ini untukmu saja" kata Jeslyn lalu memberikan udang itu pada Kelvin. Kristan sudah menatap Kelvin penuh kecemburuan dan kekesalan serta menatap Jeslyn dengan sendu.


"Kalau begitu ambil ayam ini, kamu suka ayamkan?" kata Kristan lalu memberikan ayam.

__ADS_1


"Aku diet, lagi gak makan ayam. Ini untukmu saja ko" kata Jeslyn lalu memberikan ayam itu pada Gilbert. Kristan mulai merasa kesal namun tetap berusaha sabar.


"Kalau begitu kamu pasti suka sayur brokoli kan? Ini makanlah yang banyak supaya tetap sehat" kata Kristan sambil memberikan sayur. Tapi lagi lagi Jeslyn menolak dengan berbagai alasan.


__ADS_2