
"Kamu juga lepas!" balas Nathan sambil melepaskan tangan Kristan dari Jeslyn. Sedangkan Jeslyn masih menatap mereka dengan tidak berdaya dan sangat malas meladeni mereka.
"Aku suaminya, suka suka aku dong mau megang istriku" kata Kristan lalu megang tangan Jeslyn lagi.
"Aku teman dekatnya dulu di SMA. Aku sangat paham sifat Jeslyn lebih daripada kamu. Kalau kamu gak lepas berarti aku juga gak lepas" kata Nathan lalu memegang tangan sebelah Jeslyn lagi. Lalu mereka pun saling bertengkar untuk melepaskan tangannya dari Jeslyn.
"Stop! Kalian berdua lepasin aku!" bentak Jeslyn lalu menghempaskan kedua tangannya. Akhirnya tangan Nathan dan Kristan yang memegang tangan Jeslyn terlepas.
"Nathan aku sudah bilang maaf aku gak bisa disini, aku harus balik ke Jakarta. Kamu kenapa maksa banget sih?" tanya Jeslyn kesal,
"Noh denger tuh!" kata Kristan dengan bangga,
"Kamu juga bersalah! Aku cuma ngomong ringan sama orang kok kamu gengsian banget sih, kamu juga menyebalkan! Huh!" kata Jeslyn kesal.
"Kamu pulang" kata Jeslyn menyuruh Nathan,
"Kamu pergi beli snack" kata Jeslyn menyuruh Kristan.
"Bubar... Jalan!" kata Jeslyn lagi. Jeslyn kemudian duduk dikursi tunggu lagi sambil memainkan ponselnya. Nathan dan Kristan masih saling bertatapan dan berbicara dengan suara kecil.
"Pulang sana, huss!" usir Kristan dengan kesal,
"Aku gak akan pergi!" jawab Nathan serius,
"Ya udah tinggal aja disini, bentar lagi aku dan Jeslyn juga bakal naik pesawat" balas Kristan,
"Aku akan menjaga Jeslyn, aku bakal ikut kalian" kata Nathan dengan serius,
__ADS_1
"Mimpi! Tidak perlu repot repot, aku bisa menjaga istriku sendiri!" balas Kristan kesal,
"Ehem ehem!" batuk Jeslyn yang mengagetkan Nathan dan Kristan. Kemudian kedua pria itu membalikkan wajah ke arah Jeslyn untuk melihatnya.
"Kalian masih disini? Gak denger apa aku bilang tadi?" tanya Jeslyn dengan tatapan tajam. Seketika mereka mengalihkan pandangan ke arah lain dan salah tingkah. Sesudah itu mereka langsung pergi ke arah yang berbeda.
"Akhirnya... tenang juga..." batin Jeslyn sambil menghembuskan nafas lega. Namun tiba tiba semua orang dibandara melihat ke arah Jeslyn. Jeslyn merasa tidak nyaman dan sangat panik, berharap Kristan segera kembali. E - eh... Baru diomongin orangnya sudah tiba.
"Kamu kenapa?" tanya Kristan yang bingung.
"Liat deh. Orang orang pada merhatiin aku dari tadi. Tapi sekarang setelah kamu datang, makin banyak orang yang melihat ke arah kita" bisik Jeslyn kesal.
"Sayang coba balik deh, aku mau periksa ada sesuatu gak yang nempel" suruh Kristan. Jeslyn pun membalikkan badan, mengecek seluruh tubuh Jeslyn apakah ada yang nempel sesuatu atau tidak. Lalu bergantian, Jeslyn lagi yang mengecek tubuh Kristan. Namun setelah mengecek, tidak ada apa pun yang mencurigakan. Akhirnya Kristan berinisiatif bertanya pada sekelompok orang didekatnya.
"Permisi, maaf, daritadi banyak yang ngeliatin kita termasuk kalian. Kalau boleh tahu kenapa ya? Apa ada sesuatu yang aneh pada kami?" tanya Kristan pada mereka. Tapi mereka malah tersenyum senyum sendiri. Jeslyn makin kesal sedangkan Kristan makin bingung.
"Dan si mbak ini kelihatan 'hot' sampai - sampai cowok langsung jatuh hati saat pandangan pertama..." jawab yang lainnya dari laki laki. Kristan dan Jeslyn menyerngitkan alisnya merasa marah. Kristan langsung melepas jasnya dan memakaikannya pada Jeslyn.
"Terima kasih atas informasinya. Dan tolong jangan tatap istri saya lagi seperti itu atau mata anda saya congkel. Jangan juga menggunakan mulut anda untuk membicarai istri saya sembarangan atau lidah anda saya potong." kata Kristan dengan tatapan tajam. Mereka langsung ketakutan dan menghindari kontak mata dengan Kristan. Lalu sudah itu mereka pergi dengan pelan pelan.
"Kepada penumpang dengan nomor 419 KLJNTAF diharapkan segera menuju pintu pesawat GeVi Go, terima kasih" kata seorang pramugari dari speaker. Jeslyn pun kembali ke tempat duduk dia tadi untuk mengambil barang dan disusul Kristan dari belakang. Setelah itu mereka pun menuju pintu pesawat.
"Tadi... makasih ya" bisik Jeslyn malu malu,
"Gak papa" balas Kristan singkat. Akhirnya mereka tiba dikursi pesawat. Pesawat ini cuma mempunyai 2 kursi untuk setiap barisnya, jadi Kristan dan Jeslyn duduk berpasangan. Jeslyn duduk di dekat jendela sambil melihat pemandangan keluar sedangkan Kristan disampingnya sedang bermain ponsel. Namun tidak lama kemudian, seorang pramugari memberitahu bahwa pesawat akan segera lepas landas.
"Penumpang yang terhormat, pesawat GeVi Go akan segera lepas landas. Dimohon mengenakan sabuk pengaman anda masing masing, terima kasih" kata seorang pramugari dari speaker pesawat.
__ADS_1
Tuk
Tiba tiba kepala Jeslyn terjatuh ke bahu Kristan. Kristan merespon dengan membalikkan wajah dan kebingungan. Dan ternyata Jeslyn sedang tertidur cantik. Kristan tidak tega membangunkan Jeslyn, untungnya Jeslyn sudah memasang sabuk pengaman duluan sejak setelah ia duduk di pesawat.
Kemudian Kristan juga menyandarkan kepalanya di atas kepala Jeslyn dan ikut menutup mata dan tertidur. Sungguh romantisnya pasangan ini, tidur sambil saling menopang. Meskipun badan akan terasa sakit dan capek, tapi mereka sangat menikmati tidur bersama mereka. Dua jam kemudian mereka pun sampai di Jakarta.
Ting~ Ting~ Ting~
"Penumpang yang terhormat, pesawat kita telah mendarat dengan selamat di tempat tujuan, Jakarta pusat. Sebelum turun, mohon diperiksa baik baik barang bawaan anda, jangan sampai ada yang terlupa. Terima kasih dan sampai jumpa" kata pramugari dari speaker pesawat. Kristan dan Jeslyn pun langsung terbangun saat mendengar suara speaker.
Setelah turun dan keluar bandara, di depan ada sopir Kristan yang siap mengambil barang barang dan meletakkannya di bagasi mobil. Mereka pun kembali ke rumah Kristan yang megah, mewah, dan besar.
Pukul 17.00 WIB
Jeslyn mandi duluan setelah pulang dari bandara, sedangkan Kristan memeriksa laptop dan ponselnya untuk mengecek pekerjaan. Dua puluh menit kemudian Jeslyn selesai mandi lalu masuklah Kristan. Dan 15 menit kemudian Kristan selesai mandi dan Jeslyn selesai mengatur kembali pakaiannya dan Kristan.
"Mau makan diluar, dirumah, atau pesen?" tanya Kristan selepas mandi.
"Terserah kamu aja" jawab Jeslyn sambil berjalan mengambil ponselnya.
"Dirumah aja kalau gitu" kata Kristan. Kemudian Jeslyn membalasnya dengan mengangguk angguk.
Pukul 19.00 WIB
Waktunya makan malam! Di meja makan, ada nasi putih, ikan goreng bersama cabainya, sayur kangkung dan perkedel. Meskipun Kristan sangat kaya, namun perintah dari istrinya ialah "aku mau makan makanan sederhana saja, yang gak mahal mahal banget tapi enak". Oleh sebab itu, Kristan tunduk pada perintah Jeslyn dan setiap makan dirumah pasti makan makanan yang sederhana saja namun nikmat.
"Kayak kamu, sederhana tapi sangat nikmat" gumam Kristan setelahnya dengan wajah merona. Untungnya perkataan Kristan itu tidak didengar Jeslyn, kalau tidak seisi rumah akan hancur. Namun apakah dihati Kristan sudah mulai muncul benih benih cinta terhadap Jeslyn???
__ADS_1