PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 11 - Pasrah -


__ADS_3

"Paman, tante, aku, Kristan Arthur Wijaya ingin melamar putri pertama kalian Jeslyn Melissa Wira untuk menjadi istriku" kata Kristan dengan raut wajah serius yang disertai dengan masuknya deretan bodyguard membawa hadiah hadiah lamaran.


"Wait!! Apa pendapatku tidak penting disini ?!" batin Jeslyn kesal.


"Kami terima lamaranmu" sahut ayah dan ibu Jeslyn.


"Kreek" terdengar kalau hati Jeslyn telah patah dikarenakan pendapatnya yang tidak ditanyakan.


"Terima kasih paman dan bibi. Saya berjanji akan menlindungi dan mencintai Jeslyn seumur hidup saya" balas Kristan dengan serius, percaya diri, dan tersenyum.


"Ta - tapi aku... belum setuju..." kata Jeslyn dengan pelan,


"Kenapa?" tanya para orang tua,


"Em..."Jeslyn yang bingung harus menjawab bagaimana,


"Aku ini tipe suami banyak wanita, jadi tidak mungkin aku tidak sesuai seleramu kan?" bisik Kristan. Membuat Jeslyn malu dan kesal, sehingga dia berkata.


"Kan kita gak saling mencintai, trus kalau salah satu dari kita selingkuh gimana??" tanya Jeslyn polos.


"Kreek" sekarang terdengar hati para orang tua dan Kristan yang patah. Bisa bisanya Jeslyn menanyakan pertanyaan itu dengan wajah tak ada rasa bersalah. Dan setelah Kristan mendengar perkataan Jeslyn, dia mendadak sedikit kesal lalu menjawab Jeslyn.


"Pihak yang selingkuh harus mengganti rugi kepada pihak yang diselingkuhi dengan cara memberi uang 300 milliar" jawabnya sambil tersenyum. Mata Jeslyn mempelototi Kristan. Karena terlalu kaget, dia berjanji pada diri sendiri kalau dia tidak akan selingkuh setelah menikahi Kristan.


"300 milliar?! Berasa biaya hidup gue 20 tahun itu mah. Aku gak sanggup... "batin Jeslyn kaget.


"Tapi kita..." kata Jeslyn ragu ragu,


"Tidak apa. Kita akan pelan pelan saling mengenal" jawab Kristan yang sudah mengetahui pertanyaan Jeslyn.


"OHH TIDAAAKK !!!"teriak Jeslyn dalam hati. Setelah itu, kedua keluarga bercakap cakap, sedangkan Jeslyn hanya terdiam lemas di tempatnya.


"Huufft" Jeslyn menghela nafas. Lalu mulai memperhatikan apa yang orang tua mereka bicarakan sambil ikut bergabung mengobrol. Sedangkan para adik adik hanya memperhatikan mereka berbicara. Obrolan kedua keluarga berlangsung selama 1 jam penuh mengenai pernikahan. Lalu sebelum berpisah untuk pulang kerumah masing masing, kedua orang tua keluarga menyuruh Kristan dan Jeslyn yang membuat rencana pernikahan mereka. Dan mereka setuju, besok mereka akan langsung merencanakan nya.


"Tunggu" panggil Jeslyn,


"Kenapa kau tiba tiba melamarku? Bukannya kita sudah sepakat untuk nikah kontrak saja? Harusnya tadi kau membelaku untuk tetap nikah kontrak saja! Apa jangan jangan... kau sudah jatuh hati padaku?!" tanya Jeslyn bertubi tubi pada Kristan,


"Aku tidak akan jatuh hati padamu!" kata Kristan sambil mengacak acak rambut Jeslyn,

__ADS_1


"Hiiish! Rambutku berantakan! Jauhkan tanganmu!" kata Jeslyn kesal,


"Aku terpaksa karena disuruh orang tuaku. Terima saja, nanti setelah beberapa tahun kita cerai" jawab Kristan. Namun dihati Jeslyn, sedikit ada rasa kecewa mendengar jawaban Kristan.


"Aku pulang dulu, sampai jumpa besok" kata Kristan yang memecahkan lamunan Jeslyn. Dan perpisahan mereka diakhiri dengan lambaian tangan sambil tersenyum.


Keesokan harinya...


"Kita kerjakan apa dulu?" tanya Kristan,


"Terserah" jawab Jeslyn. Kristan menatap Jeslyn bingung dan sedikit sedih.


"Sepertinya dia memang tidak menyukaiku sedikit pun. Sampai - sampai dia juga tidak mau menikahiku meskipun hanya untuk beberapa tahun "batin Kristan sedih.


Lalu Kristan memutuskan untuk pergi mengecek kartu undangan saja. Dalam perjalanan, Kristan sempat melirik lirik Jeslyn sesekali. Kristan takut kalau Jeslyn sampai sakit hati dan bertindak yang aneh aneh untuk melepaskan diri, hanya karena terpaksa setuju menikahi Kristan.


"Kamu masih tidak rela ya menikah denganku" kata Kristan tiba tiba,


"Kenapa?" tanya Jeslyn bingung,


"Tidak ada" jawab Kristan. Mereka terdiam sejenak karena merasa canggung.


"Maaf "balas Kristan sedih,


"Tapi sepertinya aku akan melanggar kata kataku sendiri. Tidak apa, bukan salahmu. Lagipula kita akan bercerai, aku bisa bersabar" lanjut Jeslyn. Suasana kembali sunyi dan canggung.


Setelah sampai ditujuan


"Tuan, Nona, anda ingin undangan warna apa?" tanya salah satu pegawai di toko itu,


"Warna merah" jawab Kristan dan Jeslyn serempak,


"Baiklah. Kalau nuansanya mau yang seperti apa?" lanjut pegawai itu,


"Intinya yang ada corak pernikahannya, undangan nya juga harus elegan. Jadi terserah mau diapakan intinya seperti itu, besok kami akan datang mengecek" jawab Kristan,


"Astaga..."batin Jeslyn dan pegawai itu.


"Sekarang kita cek kue pernikahan saja, sekalian makan siang" ajak Kristan,

__ADS_1


"Hah?!" balas Jeslyn bingung. Mereka akhirnya pergi ke toko kue dan melihat lihat. Selama perjalanan, Jeslyn cuma terdiam lemas bahkan hampir tertidur. Namun sebelum dia benar benar tertidur, untungnya Kristan berhasil sampai di toko kue terlebih dahulu.


"Lihat dan pilihlah kue yang kau suka" kata Kristan lalu duduk di kursi tunggu. Jeslyn hanya terdiam lalu mengangguk angguk kepala pelan dan mulai pergi melihat lihat. Deretan kue pernikahan yang megah, besar, dan cantik, membuat Jeslyn menyukai semuanya. Namun dia cuma bisa memilih satu saja. Tiga kali dia mengelilingi ruangan hanya untuk memutuskan kue mana yang bagus untuk pernikahannya. Kristan yang daritadi melihat Jeslyn bolak balik merasa pusing dan kesal.


"Kenapa lama sekali sih?!" tanya Kristan mendekati Jeslyn,


"Kuenya bagus semua" jawab Jeslyn masih bingung,


"Huft... Mbak tolong ambilkan kue terindah di toko ini" kata Kristan,


"Sebelah sini tuan" kata pegawai toko itu sambil membawa Kristan dan Jeslyn menuju sebuah ruangan. Ternyata diruangan itu ada satu buah kue berukuran besar. Kue itu terlihat berbeda dari yang lainnya, itu kue terindah!


Tersusun kue dengan ukuran yang berbeda beda dari bawah ke atas. Terdapat hiasan bunga mawar putih pada pinggiran atas dan bawah setiap kue. Cetakan bentuk hati berwarna putih dibagian tengah setiap kue yang berbeda ukuran itu. Dan yang paling mencolok, bagian atas kue yang terdapat sepasang pengantin sedang berciuman.


"Yang ini gimana?" tanya Kristan,


"Boleh!" jawab Jeslyn senang. Melihat senyum yang mekar pada wajah Jeslyn membuat Kristan juga merasa senang. Tanpa sadar dia mengelus elus kepala Jeslyn sambil tersenyum menatapnya. Pegawai toko yang berada disamping mereka merasa cemburu namun puas karena telah menonton aksi romantis mereka.


"Kapan aku kayak gini?? Kapan aku gak jomblo lagi?? Kapan kepalaku akan dielus elus romantis gitu?? "batin pegawai toko itu. Yang sabar ya mbak, belum waktunya. Saat ini mbak hanya bisa melihat ke uwu uwu an orang orang, kalau kapan terjadinya pada mbak saya gak tahu. Hanya Tuhan yang tahu~


"Kita pergi makan siang sekarang" ajak Kristan,


"Mas" panggil Jeslyn tiba tiba,


"Apa??" kata Kristan kaget,


"Bukan apa apa" jawabnya. Lalu mereka beranjak keluar dari toko kue menuju sebuah warung bakso dekat situ, karena Jeslyn ingin makan bakso. Ini bukan ngidam ya bang, hanya mau saja sodara sodara.


"Koko" panggil Jeslyn,


"Kamu manggil siapa?" tanya Kristan bingung,


"Tidak ada" jawab Jeslyn malu malu meong,


"Kak" panggil Jeslyn lagi,


"Sekarang siapa lagi?" tanya Kristan sambil menatap tajam Jeslyn,


"Anu... aku manggil kamu apa ya?" tanya Jeslyn malu malu. Kristan melongo dan terdiam mendengar perkataan Jeslyn. Namun seketika Kristan langsung salah tingkah dan wajahnya memerah.

__ADS_1


__ADS_2