
Keesokan paginya, pasangan ini berkunjung ke sebuah kuburan dikota Jeslyn. Sebelum kesana, Jeslyn sudah membeli bunga yang khusus untuk orang yang akan dikunjunginya. Orang ini sebelumnya bersifat rahasia, tidak ada dikeluarga Jeslyn yang memberitahukannya. Tapi berkat Kristan yang sangat lincah menjadi stalker dan cepat menemukan informasi, Jeslyn akhirnya tahu letak tempat orang tersebut tertidur.
"Ma, aku datang" sapa Jeslyn dihadapan sebuah kubur. Dia meletakkan bunga yang dibawanya lalu tersenyum pada makam itu.
"Lama sekali aku gak kesini, sudah 24 tahun. Ini pertama kalinya kita bertemu. Lihat, aku sudah besar, sudah mandiri, sudah sukses, apakah anda sudah tenang dan bahagia disana?" sapa Jeslyn lagi yang perlahan meneteskan air matanya. Kristan langsung meraih tangan Jeslyn dan menggenggamnya dengan erat.
"Selamat pagi ma, saya suami Jeslyn, Kristan. Saya berdoa supaya mama tenang dan bahagia disana" ucap Kristan sambil membungkuk memberi hormat.
"Ma, aku udah nikah sekitar 2 tahun lalu. Maaf aku baru sempat mengunjungimu sekarang. Ini suamiku, awalnya kupikir aku tidak akan bahagia dan menuntut perceraian. Karena aku juga mengatakan pada diriku yang 9 tahun lalu kalau aku tidak ingin menikah. Tapi aku bersyukur karena mendapatkan dia, dan aku berhasil mengubah mindsetku. Doakan kami langgeng dan bahagia sampai akhir hayat, tolong restui kami ma" ucap Jeslyn sambil mengelus foto yang tertempel pada batu nisan itu.
"Mama tenang saja, aku yang akan menjaga dan mendampingi Jeslyn sekarang dan seterusnya sampai akhir hayat kami nanti" kata Kristan tiba tiba. Dia ikut berlutut dan memeluk batu nisan itu bersama Jeslyn. Setelah setengah jam disana dan mengobrol, mereka menuju rumah ayah Jeslyn. Dia sudah menyiapkan jiwa dan raganya untuk meminta kepunyaannya dan mengambil kembali yang yang menjadi miliknya.
"Pa, emas yang papa kasih ke aku saat menikah kan ada 4 kotak. Tapi setauku, mama kandungku punya banyak perhiasan dan uang tabungan. Kalau boleh jujur, aku menginginkan semua itu. Aku gak mau barang mama dipakai sama 'dia'. Semua barang mama adalah warisan dan harus jatuh ke tanganku" ucap Jeslyn dengan serius. Bukannya gila duit, rakus dan lain macamnya, cuma dia memang tidak ingin ada orang lain yang memakai sesuatu yang merupakan milik mamanya. Tidak ada yang bisa menggantikan mamanya seorang.
Tapi ayah Jeslyn tidak berkutip, dia terdiam merenung. Jeslyn mencoba menyapa ayahnya yang terdiam. Tapi ayahnya tiba tiba masuk ke dalam kamar dan membuka lemari. Saat itu juga, dia mengambil ponselnya lalu memeriksa pesan dari tantenya. Tantenya mengirimkan berbagai foto mama Jeslyn bersama semua hartanya. Jeslyn sudah memegang kunci untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Tidak boleh ada yang terlewat sedikit pun. Kristan juga menyuruh asistennya agar segera mencari beberapa foto perhiasan yang tidak ada fotonya dikirim. Tiba tiba papa Jeslyn keluar lalu membawa 5 kotak perhiasan lagi dan sebuah kartu kredit.
__ADS_1
"Yang tersisa hanya ini. Dan kartu ini, ambillah" kata ayah Jeslyn sambil memberikan barang yang ada ditangannya. Jeslyn mengecek isi kotak perhiasannya dan Kristan menyuruh asistennya memeriksa isi kartu itu.
"Isi kartunya 549 juta rupiah" kata asisten Kristan. Jeslyn menengok ponselnya dan terbaca 478 juta rupiah. Berarti uang milik mamanya malah lebih.
"Papa ada mencampurkan uang lain di dalam?" tanya Jeslyn heran. Papanya mengangguk.
"Lebihnya untukmu saja" jawab papa Jeslyn. Dia kembali mengecek isi perhiasannya, lumayan lengkap, namun ada 1 yang tidak dilihat Jeslyn.
"Bisa minta asistenmu mengecekkanku kembali?" pinta Jeslyn pada Kristan. Asisten Kristan pun langsung siap membantu Jeslyn untuk mengecek kembali. Setelah 5 menit, ternyata perhitungan Jeslyn tidak salah. Ada 1 yang kurang!
"Pa, gelang giok mama mana?" tanya Jeslyn lagi. Jeslyn mengira semua warisan mamanya sudah habis dipakai oleh ibu tirinya. Ternyata papanya menyembunyikan semua itu dengan aman.
"Bukan masalah lumayannya atau tidak pak, masalahnya aku gak suka barang mama dipakai sama orang lain kecuali aku. Aku kan anaknya harusnya warisan itu jatuh ke tanganku dan cuma boleh dipakai olehku" balas Jeslyn yang mulai emosi.
"Iya, tapi papa sudah kasih nak. Gak baik..." balas papa Jeslyn.
__ADS_1
"Aku gak akan minta, tapi aku akan barter dengannya, bolehkan?" balas Jeslyn yang langsung mengeluarkan ide cemerlangnya. Tapi papa Jeslyn ragu dengan idenya, seperti biasa papanya kurang mempercayai Jeslyn. Tanpa berpikir panjang dia menyuruh asisten Kristan untuk segera membeli gelang yang harganya diatas lebih mahal sedikit dari gelang itu. Saat diperjalanan membeli dan belum balik, ibu tiri Jeslyn bersama sudara tirinya kembali ke rumah. Mereka sepertinya habis berbelanja karena membawa banyak kantong belanjaan.
Jeslyn tidak melihat ada gelang yang dicarinya tergantung di pergelangan tangan wanita itu. Dia memperhatikan pergelangan tangan saudarinya juga, tapi tidak ada. Jeslyn mulai gelisah dengan keberadaan gelang itu. Dimanakah dia?
Tidak lama kemudian setelah kepulangan ibu tiri Jeslyn, datanglah asisten Kristan. Jeslyn mengambil kotak gelang itu lalu menghampiri ibu tirinya.
"Kau melihat gelang ini? Dimana?" tanya Jeslyn dengan aura dingin dan memperlihatkan foto sebuah gelang.
"Itu gelangku diberi sama papamu waktu kami menikah" jawabnya yang heran,
"Dimana gelang itu sekarang? Aku ingin gelang itu kembali padaku. Itu punya mamaku, kamu tidak boleh memakainya. Aku akan menukarnya dengan ini, yang ini jauh lebih mahal, bagus, dan masih baru. Cepat berikan gelang itu" kata Jeslyn yang memasang wajah dinginnya.
"Kalau aku tau itu punya mama kamu, mana mau aku pakai. Bekas orang meninggal" gumamnya namun terdengar oleh Jeslyn.
"Apa maksud perkataannya itu hah ?!" batin Jeslyn yang emosi. Setelah datang dari kamar, ibu tirinya membawa sebuah kotak dan isinya khusus gelang itu. Jeslyn mengidentifikasi gelang itu apakah ada yang hilang, rusak atau lecet.
__ADS_1
"Sudah kau apakan gelang ini?" tanya Jeslyn yang masih menggunakan aura dinginnya.
"Tidak ku apa apakan kok. Emang dikasih ke saya, cuman gak saya pakai. Jadi masih bagus, rapi, tidak ada rusak maupun lecet" jawabnya yang ketus. Jeslyn menghitung kembali perhiasan mamanya dan sekarang sudah lengkap. Total kekayaan Jeslyn yang merupakan warisan dari keluarganya adalah 549 juta rupiah, 9 kotak set perhiasan, warisan setengah tanah dari rumah mereka saat ini. Belum lagi digabung dengan harta Kristan, kaya 10 turunan, 11 bengkokan, 12 tikungan lah mereka, melawan kekayaan Rafathar.