PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 44 - Menggoda Lalu Menghianati -


__ADS_3

"Sepertinya lebih enak masakan Jeslyn" kata ko Gilbert.


"Aha! Aku tahu cah kangkung dan omelet mie telurku pasti yang paling enak! HAHAHA" balas Jeslyn yang senang dan bangga.


"Ingat janji kita~ Yang kalah wajib mengabulkan permohonan yang menang~" kata Jeslyn sambil memainkan alisnya naik turun menatap Kristan.


"Yap terima kasih atas partisipasinya. Silahkan duduk dan mari makan bersama" lanjut Jelsyn lagi,


"Eh maaf non saya harus pulang. Istri sama anak anak pasti udah nunggu" kata pak Darren,


"Kami juga non, keluarga dah nunggu" kata yang lainnya serempak,


"Eh? Kalau begitu bungkus aja ni makanan bawa pulang ke rumah. Kami mana bisa habisin ini semua dalam 1 malam. Nih bakul bakul pakai aja, besok kembaliin" kata Jeslyn sambil memberikan masing masing bakul. Semuanya pun bergiliran mengambil makanan lalu sesudah itu berpamitan untuk pulang.


"Makasih ya nak Jeslyn dan Kristan, semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Udah banyak saya dikasih oleh oleh sama kalian, sekali lagi makasih ya" kata pak Darren lalu disusul oleh yang lainnya,


"Iya sama sama" balas Kristan dan Jeslyn serempak. Setelah semuanya pulang, sekarang cuma tersisa mereka berdua. Mereka duduk di depan meja makan dan mulai makan.


"Kamu mau apa?" tanya Kristan yang memecahkan keheningan diruangan itu.


"Belum tau, nanti ku pikir pikir lagi deh" jawab Jeslyn. Lalu keheningan diruangan itupun datang lagi sampai mereka selesai makan. Jeslyn pergi mencuci piring dan merapikan meja makan, sedangkan Kristan ke ruang tamu dan mengerjakan tugas kantor. Sambil mencuci piring, Jeslyn pun memikirkan apa yang harus dimintanya pada Kristan.

__ADS_1


"Apa ya yang susah untuk dikabulkan ??? " pikirnya,


"Uuh~ Susah bangeeet~" lanjutnya dalam hati,


"Nanti aja deh HAHAHA" lanjutnya lagi. Gara gara ingin memberikan permintaan yang sulit untuk Kristan, Jeslyn sendiri pun kesulitan memikirkan permintaannya. Bagaimana dengan Kristan nantinya? Setelah Jeslyn menemukan permintaan yang sulit, bisakah Kristan mengabulkannya? Ketika Jeslyn ingin beranjak naik keatas untuk bersiap tidur setelah mencuci piring, Kristan tiba tiba menghentikan langkahnya dari jauh.


"Kamu sudah mau tidur?" tanya Kristan. Jeslyn membalas dengan mengangguk angguk.


"Tidurlah dikamar kita, sebentar kita tidur bersama" lanjut Kristan. Tiba tiba muncul sebuah ide dikepala Jeslyn dan itulah yang akan menjadi permintaannya.


"Oh oke! Sekalian aku akan memberitahumu permintaanku sebentar. Kalau kamu udah selesai, langsung naik ya. Aku menunggumu~" kata Jeslyn sambil tersenyum senyum. Dia pun kembali menaiki tangga dan penuh semangat.


"Ada apa dengannya? Kata katanya tidak jelas! Membuat otakku berpikiran yang tidak tidak..." batin Kristan yang pipinya sudah merona. Kristan pun langsung membalap pekerjaannnya dan tidak sabar menunggu permintaan istrinya yang membuat otaknya traveling kemana mana.


"Eh? Udah selesai? Sini duduk" sambut Jeslyn yang sedang berbaring di tempat tidur sambil membaca majalah. Posisi Jeslyn yang tertidur miring dengan salah satu tangan menopang kepalanya, membuat lekukan tubuhnya menjadi terlihat dan indah. Kristan menelan salivanya ketika melihat Jeslyn yang sangat menggoda.


"Kamu... Kamu menginginkan apa??" tanya Kristan yang mencoba tetap tenang.


"Sini duduk~" pinta Jeslyn sambil menepuk nepuk tempat tidurnya. Kristan berjalan perlahan ke arah Jeslyn dengan lirikan mata yang tertuju ke kiri dan kanan merasa gelisah. Setelah sampai, Kristan duduk disamping Jeslyn namun pandangannya tidak menatap istrinya itu. Jeslyn perlahan berdiri dari tidur miringnya sambil tersenyum senyum lalu berlutut dihadapan Kristan. Melihat pergerakan Jeslyn barusan, Kristan menelan salivanya dan pipinya sudah merona.


Jeslyn memakai night robe atau jubah malam berwarna krem yang panjangnya diatas lutut. Mendekat ke arah Kristan dan menyandarkannya pada sandaran kasur. Salah satu kaki Jeslyn melangkah ke arah luar kaki Kristan. Tangannya mengurung kepala Kristan pada sandaran kasur. Tubuhnya ditekuk dengan anggun dan ditambah senyumnya yang menawan. Kristan menelan salivanya saat melihat postur tubuh istrinya itu.

__ADS_1


"A - apa yang mau kamu lakukan? Jangan main main! Kesabaranku ada batasnya!" kata Kristan yang gugup. Kristan belum ingin menyerang karena dia ingin istrinya yang berinisiatif memulai dan mengatakan isi hatinya lebih dulu.


"Aku mau..." kata Jeslyn yang tersenyum lebar lalu menggigit ujung bibirnya yang merah itu. Kristan menutup mata, menelan salivanya, dan mengatur pernafasan. Sekarang jantungnya sudah berdegup kencang dan badannya gemetaran.


"Mengenalmu lebih dalam! Boleh ya? Hihihi~" lanjut Jeslyn. Kristan membuka mata dan terkejut.


"Hanya itu?" tanya Kristan tidak percaya,


"Iya, kan cuma boleh satu. Jadi aku mau mengenalmu lebih dalam. Ayo kita perkenalan diri sekali lagi!" kata Jeslyn dnegan semangat.


"Astaga... Ku pikir kau mau melakukan itu, ternyata bukan. Membuat jantungku hampir copot saja. Dasar wanita nakal! Beraninya menggodaku lalu menghianatiku!" gumam Kristan.


"Hm? Apa yang kau katakan? Siapa yang menggoda lalu menghianatimu??" tanya Jeslyn dengan wajahnya yang polos.


"Ah bukan apa apa. Tapi bisakah kau berdiri dulu? Lalu ganti pakaianmu, itu terlalu terbuka, nanti kau kedinginan" kalimat yang ingin diucapkan Kristan. Kristan membalikkan Jeslyn lalu membuatnya tertidur di kasur dan Kristan berada diatasnya. Dan setelah itu, yang terucap malah, "Kau! Kau tadi berdiri diatasku dengan postur tubuh yang menggoda dan pakaian mini mu itu. Kau tahu aku ini laki laki normal dan punya batas kesabaran, kalau aku tidak bisa mengontrol diriku tadi maka sekarang kau sudah tenggelam dalam lautan cintaku" kata Kristan dengan wajahnya yang merona. Jeslyn terdiam menatap Kristan dengan wajah polosnya. Sedangkan Kristan menatap dalam mata Jeslyn dengan romantis.


"Waaah wajah kamu kok bisa jadi lucu gini?! Ih aku baru pertama kali loh lihat ekspresi kamu yang satu ini. Pipi dan telinga memerah, tatapan tak berdaya, bibir yang terkatup dengan imut... Sangat menggemaskan~" kata Jeslyn sambil memegang pipi dan bibir Kristan.


"Jeslyn..." panggil Kristan lalu melepaskan tangan Jeslyn dari bibirnya. Meletakkannya pada dadanya, tepat di letak jantungnya berada.


"Jeslyn, kamu benar benar cari mati. Kamu membuat jantungku berdegup kencang dengan kata katamu itu. Tapi kau sendiri tidak mengerti arti kata katamu. Kali ini aku akan memafkanmu, tapi lain kali kau tidak boleh mengucapkan kata kata yang tidak kau mengerti artinya lagi! Kalau tidak, aku akan menghukum mu gadis nakal! Ingat itu" kata Kristan memperingatkan. Kristan beranjak berdiri dan duduk di sofa.

__ADS_1


"Tapi kamu emang benar imut kok tadi... dan manis menggemaskan..." kata hati Jeslyn sambil menatap Kristan dengan bingung.


"Ya udah, maaf. Meskipun aku gak ngerti kamu bahas apa. Tapi bolehkah kita berkenalan sekali lagi? Bolehkan aku mengenalmu lebih dalam? Hihihi~" kata Jeslyn yang berlari kecil mendekati Kristan.


__ADS_2