
"Auch..." Jeslyn yang ingin pergi secara diam diam malah melakukan kesalahan dan menimbulkan suara. Saat berputar, Jeslyn tidak berhati hati hingga kakinya tersandung dan terkilir. Tiba tiba disaat itu juga, Kristan dan wanita itu mendengar dan segera menoleh. Jeslyn segera pergi dengan pincang pincang dan memaksakan kakinya terus berjalan meski sudah terasa sangat sakit.
Kristan sempat melihat gaun yang dikenakan Jeslyn lalu segera berlari meninggalakan wanita itu dan mengejar Jeslyn. Jeslyn berjalan dengan cepat dan segera masuk ke kamar, mengunci pintu, dan bersandar pada pintu.
"Jeslyn buka pintunya!" panggil Kristan sambil menggedor gedor pintu. Jeslyn tidak memberikan respon apa pun dan terdiam dibalik pintu yang digedor Kristan.
"Jeslyn aku bisa jelaskan. Kamu pasti salah paham melihat kami, aku ak-" kata Kristan lagi namun tiba tiba terpotong. Ada jari jari yang lentik dan indah menyentuh lengannya. Cat kuku berwarna merah dan kulit putih yang mulus, tangan wanita itu mulai merangkul Kristan.
"Sayang~ Kamu mau kemana? Kita belum selesai tadi~ Ayo kita ke kamarku~" goda wanita itu.
"Pergi!" suruh Kristan dengan tatapan dingin.
"Kristan..." panggil wanita itu yang ketakutan,
"Jangan sampai aku katakan untuk kedua kalinya" ucap Kristan yang marah. Wanita itu pun segera lari karena takut. Dia masuk ke dalam kamar pesanannya yang ternyata berada disebelah kamar Kristan dan Jeslyn. Kristan masih terus membujuk Jeslyn dari luar untuk membukakan pintu terlebih dahulu. Saat berlari dari ujung hotel lantai 4 ke kamar pesanan, kemeja putih Kristan terbuka sedikit dibagian atasnya. Dadanya yang bidang dan tulang selangka lehernya terlihat oleh orang orang disekitar. Kristan yang lelah berlari, keringatnya mengalir jatuh membasahi wajah tampannya dan tubuhnya yang sexy.
"Hei hei~ Lihat ada pria tampan~" bisik seorang wanita,
__ADS_1
"Hmmm tipe gue banget ini. Wajah tampan, dada bidang, tinggi... Uuh damagenya...hahaha" bisik yang lainnya. Perlahan lahan semua wanita yang lewat membisik bisikkan Kristan yang berhasil menarik perhatian mereka. Kristan memang benar benar tampan dan menjadi incara para wanita meskipun ia hanya numpang lewat.
Kristan memberikan tatapan tajam kepada semua wanita yang membisikkan dirinya. Dia marah dan tidak suka dibisiki tampan dan sexy. Dia mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan pada Jeslyn.
"Sayang cepat buka pintunya. Kamu mau aku jadi bahan bisikan wanita wanita liar disini? Kamu mau suamimu ini diambil orang? Kalau ada kesalahpahaman mari kita bicarakana baik baik. Cepat buka pintunya dan biarkan aku masuk! Telingaku sudah sakit mendengar mereka membisikkanku!" itulah yang dikatakan Kristan dalam pesannya.
Setelah menunggu 5 menit, belum ada juga respon dari Jeslyn. Sedangkan lantai 4 tempat kamar mereka berada mulai banyak berkumpul wanita wanita yang membisikkan Kristan. Bahkan ada yang berani menggoda dan meminta nomor Kristan.
"Hai tampan! Minta nomor ponsel kamu dong~ Atau Enstagrammu, nanti kita temenan ya~" kata seorang wanita yang tubuhnya sangat body goals dan mengenakan dres mini terbuka. Lekukan tubuhnya dan bagian tubuhnya yang menonjol menarik perhatian semua orang.
"Pergi. Aku tidak mengenalmu!" balas Kristan dengan tatapan dingin dan kesal.
"Atau... Kamu mau melakukan sesuatu yang menyenangkan? Uhmm... Kalau mau ke kamarku aja, 1108. Aku akan menunggumu sayang~ Ummmuah~" kata wanita itu lalu melemparkan ciuman menggunakan tangannya. Kristan merinding dan merasa geli, memberikan respon jijik pada wanita itu.
Jeslyn yang berada di dalam kamar dan mendengar mereka merasa kesal. Dia segera membuka pintu dan membantingnya ke tembok. Menarik Kristan segera masuk dan menaruhnya dibelakangnya.
"Pria ini sudah berkeluarga. SAYA ISTRINYA. Kalian semua lihat dan ingat baik baik. DIA SUAMI SAYA, SAYA ISTRINYA. BAGI KALIAN PARA WANITA, JIKA KALIAN BERPENDIDIKAN DAN MASIH INGIN MEMILIKI KEHORMATAN, SEBAIKNYA JANGAN JADIKAN MENGGODA SUAMI ORANG SEBAGAI HOBI!" kata Jeslyn dengan suara yang besar. Setelah itu seisi lantai 4 hening tak bersuara. Tidak ada wanita yang berani berbicara, bahkan wanita yang menggoda Kristan tadi.
__ADS_1
"Kenapa semuanya diam?! BUBAR!!" lanjut Jeslyn lalu menutup pintu dengan keras.
BRAK!
Setelah pintu tertutup, Kristan langsung memeluk Jeslyn dari belakang. Kristan menyandarkan dagunya di bahu Jeslyn dan memeluk istrinya itu dengan erat.
"Jessica tadi memanggilku untuk meminta tolong memperbaikki laptopnya. Terus aku tidak tahu kalau dia mau menggodaku da-" kata Kristan yang ingin menjelaskan namun dihentikan Jeslyn.
"Bisa ceritakan kisahmu dengan Jessica di masa lalu?" tanya Jeslyn. Meskipun sedikit ragu, Kristan mengangguk pelan dan menyetujui permintaan Jeslyn.
"Jessica itu sepupu jauhku, keponakan dari keluarga tanteku, istri dari pamanku, anak dari kakekku. Tapi sebelum kami tahu kalau kami adalah keluarga, dia juga adalah teman masa kecilku sampai SD. Sebelum aku lulus SD dan berpisah dengannya, dia berkata kalau dia ingin menikah denganku. Lalu aku menjawab bahwa pernikahan itu bukan sesuatu yang bisa dijadikan mainan. Tapi dia tetap bersikeras dan ternyata perkataannya dulu memang kenyataan. Dia ingin menikah denganku tapi aku tidak mau menikah dengannya. Makanya aku selalu menjauh ketika ada acara keluarga, dan sekarang aku juga sudah nikah. Perlahan lahan dia pasti bakal menjauh" cerita Kristan.
"Wah... Meskipun begitu, aku tetap akan memberitahunya bahwa dia selalu membuatmu tidak nyaman. Supaya dia tahu diri dan tidak pernah mengganggumu lagi!" balas Jeslyn yang kesal.
"Emmm nanti saja ya, aku ngantuk, ayo kita istirahat" ajak Kristan. Seperti biasa, setelah Kristan menikah, ketika tidur dia harus memeluk istrinya itu. Tapi karena hari ini suasana hati Jeslyn tidak bagus, Kristan dilarang untuk memeluknya. Akhirnya Kristan cuma bisa memeluk bantal guling dan menatap punggung istrinya dari belakang. Sedikit merasa sedih dan kecewa, juga berharap agar masalah ini dapat cepat selesai.
"Jangan peluk aku! Peluk bantal guling saja, huh!" kata Jeslyn lalu menjauhkan diri dari Kristan. Kristan tahu Jeslyn sedang kesal jadi dia tidak memberontak dan menuruti perkataan Jeslyn. Beginilah sekilas gambaran suami takut istri.
__ADS_1
"Ya Allah..." batin Kristan yang pasrah.