PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 81 - Tenang di Permukaan -


__ADS_3

Kristan terdiam sambil terus menatap istrinya. Dia perlahan lagi ingin menjauhkan tangan istrinya yang menutupi wajahnya. Jeslyn tidak membiarkan Kristan melakukannya.


"Dasar keras kepala" gumam Kristan. Jeslyn hanya terdiam tidak membalasnya. Perlahan Kristan mencoba lagi, dia menggenggam tangan Jeslyn yang daritadi tidak bisa diam. Dia menggenggam dengan erat membuat Jeslyn tidak bisa melepaskannya.


"Berapa lama wanita ini bisa bertahan ya Tuhan! Buat dia cepat menyerah saja, aku takut kehilangan dirinya !!" batin Kristan yang sedikit kesal. Disaat lawan lengah, Jeslyn mengambil kesempatan memberontak untuk melepaskan tangannya. Dengan cepat kemudian dia berdiri dan masuk ke kamar mandi. Namun sebelum Jeslyn benar benar berhasil masuk ke kamar mandi, Kristan dengan cepat memeluknya dari belakang.


"Bukankah kau sudah berjanji untuk menaati perkataanku? Kau benar benar pemberani dan keras kepala ya. Aku menyuruhmu untuk mencontohi adikmu kau lakukan. Kalau begitu aku memintamu untuk melayaniku sekarang, kau mau melakukannya kan?" bisik Kristan dengan tajam. Dia mengelus lengan Jeslyn dari atas kebawah lalu mencium punggung tangannya. Jeslyn menjadi ketakutan dan gemetaran dengan tingkah Kristan.


Jeslyn terdiam seperti kehilangan jiwanya. Tubuhnya hanya gemetaran dan mengeluarkan air mata tidak terkendali. Suara napas Jeslyn yang terengah engah di dengar Kristan seperti orang sesak napas. Kristan panik dan membalikkan tubuh Jeslyn kearahnya.


"S- sayang? J- ja- jangan menangis, maaf!" ucap Kristan yang panik sambil menyeka air mata istrinya. Kristan langsung memeluk dan menenangkan Jeslyn.


"Jeslyn sadarlah, jangan begini. Maaf, aku tidak bermaksud!" bisik Kristan dan masih memeluk tubuh Jeslyn yang gemetaran. Jeslyn tidak menghiraukan Kristan. Napasnya menjadi tidak teratur, matanya memerah, tubuhnya semakin bergetar.


Perlahan Kristan melepas pelukannya dan kembali menyeka wajah Jeslyn. Lalu mencium kening Jeslyn dengan perasaan yang dalam. Membuat Jeslyn perlahan tersadar dan mendongak menatap Kristan.


"Sudah ya, jangan menangis lagi. Kau tidak perlu mencontohi adikmu yang jelek itu! Jadi dirimu sendiri saja, itu yang membuatku jatuh cinta padamu" bisik Kristan yang kembali memeluk Jeslyn.


"Benarkah? Lalu bagaimana dengan perintahmu barusan?" tanya Jeslyn dengan polos.


"Nanti saja. Mari lupakan perkataan bodohku barusan" jawab Kristan lalu mencium kening Jeslyn, mencium pipi kiri kanan bergantian. Jeslyn menatap mata Kristan yang juga menatapnya.


"Ada apa?" tanya Kristan bingung.


"Jahat!" teriak Jeslyn mengagetkan Kristan. Air matanya sudah tidak dapat dibendung lagi, pecah dan mengalir deras.


"Sangat jahat! Kamu jahat! Aku tidak suka!" lanjut Jeslyn lalu pergi berbalik dan meninggalkan Kristan. Naik ke tempat tidur dan meringkuk dalam selimut. Kristan kebingungan dengan maksud Jeslyn. Dia ikut naik ke tempat tidur dan masuk dalam selimut Jeslyn.

__ADS_1


"Maaf sayang, aku gak bisa mengendalikan diri waktu itu. Aku salah, maaf" ucap Kristan sambil mengelus kepala Jeslyn.


"Tidak! Dari dulu sampai sekarang kau tetap jahat!" balas Jeslyn lalu membalikkan badan. Kristan masih bingung dengan maksud Jeslyn lalu memeluknya.


"Terserah padanya saja. Intinya aku masih bisa memeluknya "batin Kristan merasa lega.


Kembali ke saat ini, Jeslyn perlahan membalikkan badan dan memeluk Kristan yang sedang sedih. Dia menghela napas kasarnya dan lagi lagi berusaha melupakan.


"Huft... Baiklah aku akan memaafkanmu! Tapi, tidak lagi jika kau melukai hatiku!" cibir Jeslyn yang mebuat Kristan langsung bersemangat.


"Benarkah?!" tanya Kristan antusias,


"Tidak aku bohong... Ya iyalah!" jawab Jeslyn ketus. Kristan memeluk kembali istrinya dengan tenang.


"Kristan bodoh, ingat! Jangan melukai hati istrimu lagi! Dasar aku bodoh !" Kristan memaki dirinya sendiri.


Setelah berbaikan, mereka mandi dan bersiap sarapan bersama di bawah. Mereka berkumpul diruang makan dan duduk berurutan di depan meja. Awalnya suasana tampak hening dan canggung, namun setelah Kristan membuka suara dan berbicara baik baik, suasana keluarga kembali hangat.


"Tidak terasa lamanya, dari aku kecil sampai sekarang, hidup ini terus kujalani. Sampai aku mendapatkan apa yang kuinginkan, kebahagiaan yang kuharapkan" batin Jeslyn tersenyum sambil menikmati makanannya.


"Kenapa senyum senyum begitu istriku?" tanya Kristan heran,


"Ah.. Gak, bukan apa apa!" balas Jeslyn cepat. Yang tadinya senyum senyum sendiri, wajahnya tiba tiba berubah menjadi sendu. Membuat Kristan lagi lagi bertanya karena kebingungan.


"Ehem... Ma suruh kak Natashya cepat menikah lalu aku nyusul. Udah kebelet aku" ucap Zen sambil memberikan kedipan mata genitnya. Natashya mempelototi adiknya itu dengan tajam lalu menginjak kaki Zen dibawah meja.


"Aw! Bercanda, bercanda kok kakakku sayang yang cantik" ucap Zen lagi sambil tersenyum kecut. Lalu mereka tertawa dan mengobrol seperti biasanya, inilah keluarga cemara~

__ADS_1


Hari demi hari kembali berjalan normal, dengan kenangan indah yang ditinggalkan sebagai sejarah di masa depan. Kehangatan dan cinta kasih tidak terhingga disekitar mereka, siapa yang tidak menginginkannya? Keluarga kecil Jeslyn dan Kristan perlahan berlanjut ke generasi berikutnya. Cucu cucu nya perlahan semakin banyak dan Jen pun memutuskan untuk menikah.


20 tahun kemudian, pasutri Kristan dan Jeslyn mempunyai 10 cucu yang cantik dan ganteng yang manis dan pintar. Bukan hanya itu, kekayaannya pun makin melimpah karena Mike mengambil alih perusahaan Kristan dan Natashya mengambil alih semua bisnis Jeslyn. Kekayaannya tidak akan habis sampai 10 keturunan pun, karena brangkasnya saja berukuran 20 meter kali 25 meter.


"Udah lama banget ya" ucap Jeslyn yang dibalas dengan anggukan dan senyuman Kristan. Jeslyn sedang menatap kearah luar jendela kamar dan Kristan datang langsung memeluknya dari belakang. Tidak lama kemudian, anak anak dan cucu cucu pun juga datang menghampiri mereka.


"Kakek? Nenek?" panggil Lylia Gracia Sherry Wijaya, anak pertama Mike dan Rosea yang sudah berumur 18 tahun.


"Aww cucu cucu kesayangan omaa, sini masuk sayang. Ada apa?" sambut Jeslyn dengan ceria.


"Yah mama, gak sayang kita lagi" cibir Zen pada Jeslyn.


"Heh!" balas Jeslyn sambil memeluk cucu cucunya yang masih kecil.


"Ehem!" Kristan berdehem,


"Kalau gitu kita ke ayah saja. Ayaaah aku merindukanmu~" ucap Zen lalu berjalan pada Kristan. Namun sebelum berhasil dipeluk Kristan, Natashya sudah masuk duluan ke pelukan ayahnya.


"Hump! Aku kangen papa!" ucap Natashya sambil memeluk Kristan.


"Papa juga kangen sama putri kesayangan papa!" balas Kristan memeluk Natashya.


"Gimana denganku pa? Aku bukan kesayangan papa?" lirik Jen menatap papanya manja.


"Kesayangan papa juga dong, sini peluk!" ucap Kristan dan memanggil Jen.


"Teletabis! Berpelukan~" ucap Zen lalu menghampiri Kristan dan disusul Mike. Para menantu menghampiri Jeslyn yang sedang bermain dengan cucu cucunya. Lalu berganti, Jeslyn lagi yang memeluk anak anaknya dan Kristan memeluk cucu cucunya. Kini, selesailah cerita keluarga bahagia!

__ADS_1


......- TAMAT -......


__ADS_2