
"Aku tidak tertarik padanya" jawab Kristan sambil menatap tajam Jeslyn.
"Oh" balas Jeslyn singkat yang ikut menatap tajam Kristan.
"Kenapa kau menatapku begitu?" tanya Kristan yang bingung.
"Kau sendiri kenapa menatapku begitu?" balas Jeslyn bertanya. Kristan menjauh dari Jeslyn dan kembali berjalan keluar. Lalu diikuti Jeslyn dari belakang. Sampai di mobil, suasana hening.
"Ya memang cantik dan berisi..." batin Jeslyn,
"Istriku ini kenapa lagi sih " batin Kristan yang heran.
Tidak lama kemudian, mereka sampai dirumah. Jeslyn segera membereskan diri dan bersiap tidur. Dia harus mengumpulkan energi lagi untuk kembali kuliah dan belajar. Setelah selesai mengganti baju, dia langsung naik ke tempat tidur dan tertidur. Kristan menghela nafasnya karena bingung. Dia pun ikut naik ke tempat tidur dan tertidur, tapi tidak lupa sambil memeluk istrinya.
Beberapa hari kemudian, Jeslyn sudah kembali ke Amerika. Dia juga bekerja di perusahaan Kristan disana. Sedangkan Vivi menjual makanan secara online untuk menambah penghasilan. Namun, disuatu malam saat Jeslyn pulang bekerja, dia merasa ada orang yang mengikutinya.
Jeslyn mempercepat langkahnya menuju kerumunan. Tapi bayang bayang orang itu semakin mendekatinya. Jeslyn mengeluarkan ponselnya dan segera mencari nomor Kristan. Sedikit lagi menuju ke sekumpulan orang. Tapi tangan orang yang mengikutinya berhasil memegang bahunya.
Puk
Jeslyn berbalik dan menepis tangan orang itu. Nampak seorang pria berpakaian sweater coklat dan celana jins panjang yang lebih tinggi dari Jeslyn. Pria itu memakai masker, namun dia membukanya saat melihat Jeslyn yang ketakutan. Adam, pria itu menghampiri Jeslyn.
"Kak Adam?! Kakak yang daritadi ngikutin aku?" tanya Jeslyn yang kaget. Adam mengangguk angguk.
"Maaf membuatmu takut dan kaget. Aku hanya mau mengembalikkan bukumu ini. Jangan lupakan lagi saat kau ingin pulang dari perpustakaan ya" ucap Adam sambil memberikan sebuah buku.
__ADS_1
"Besok kamu ada waktu? Aku ingin nunjukin kamu lebih luas tentang kampus kita. Karena sebentar lagi aku bakal lulus dan jarang ketemu kamu" lanjut Adam. Jeslyn mengangguk angguk dan mereka membuat janji untuk besok.
Keesokan harinya, Adam membawa Jeslyn mengelilingi kampus sekaligus menceritakan ilmu ilmu yang telah ia dapat dari kampusnya. Mulai dari pagi jam 8 sampai jam 12, mereka belajar lalu makan siang bersama. Tapi makin lama, mereka semakin dekat, Jeslyn juga merasa takut kalau dia nanti disalahpahami selingkuh. Setiap sebelum bertemu seniornya, makan siang bersama seniornya, dan setelah bertemu seniornya, dia pasti melapor pada suami tercintanya.
Kristan POV : "Sayang... Aku percaya padamu kok. Cuman... Kamu ini terlalu ambis, aku takut kamu sakit karena sibuk sana sini. Istirahat sayang๐ฅ"
Jeslyn POV : " Lelah dikit kok, lagi pula aku sudah terbiasa kerja keras gini dari kecil. Bangga gak punya aku?๐"
Kristan POV : " Bangga banget! Istriku paling hebat!๐"
"Jeslyn" panggil Adam. Jeslyn menolehkan pandangannya dari ponsel ke Adam.
"Bukan apa apa" lanjut Adam. Jeslyn menyerngitkan alisnya kebingungan. Belakangan ini, Adam selalu seperti itu.
"Ada apa kak? Kakak selalu manggil aku trus tiba tiba bilang bukan apa apa. Kenapa sih? Aku jadi makin kepo..." balas Jeslyn yang sudah tidak bisa menahan rasa heran ini. Adam menggeleng geleng sambil tersenyum, menolak menjawab pertanyaan Jeslyn.
Dia berjuang sekuat tenaga dan penuh keseriusan demi 2 hal yang ingin dia capai. Pertama, lulus dengan skor terbaik. Kedua, membanggakan Kristan. Belajar dan bekerja sungguh melelahkan, namun untungnya semua kelelahan itu dibayar dengan hasil yang memuaskan.
1,5 tahun kemudian
Jeslyn sudah berpakaian dengan rapi dan tampil sangat cantik. Dia mengenakan pakaian wisudanya dan berangkat ke kampus bersama Vivi. Kristan juga akan menyusul ke Amerika dan menyaksikan langsung kelulusan Jeslyn.
"Tuan tuan dan nyonya nyonya, selamat datang dalam acara kelulusan mahasiswa S2 Universitas Harvard. Tanpa basa basi lagi, mari kita mulai acaranya" sapa seorang dosen yang membuka acara. Acara dimulai dari doa, lalu salam dari rektor, kemudian penampilan mahasiswa yang berprestasi, dan akhirnya panggilan satu per satu mahasiswa. Dalam penampilan mahasiswa berprestasi, Jeslyn menduduki peringkat 1, membuat semua orang bertepuk tangan kagum melihat prestasinya.
"Jeslyn Melissa Wira, S.Mn, M.B.A" panggil rektor kemudian setelah sekian lama menunggu. Semua bertepuk tangan, lampu sorot mengarah pada Jeslyn, sang bintang penuh prestasi. Setelah foto diatas panggung, Jeslyn naik dan siap berpidato. Seperti yang telah ia latih dan berusaha mendapatkan posisi ini, dia akhirnya bisa berpidato di depan suaminya.
__ADS_1
Dari kalimat pembukanya, Jeslyn sudah menampilkan senyumnya yang menawan dan berhasil menarik perhatian banyak orang. Kristan duduk dibawah dan fokus memperhatikan Jeslyn. Dan Vivi fokus merekam pidato Jeslyn. Masuk ke bagian inti, kata kata yang diucapkan Jeslyn sungguh bijak. Tidak sia sia selama ini dia belajar public speaking. Dan untuk kalimat penutup, lagi lagi dia membuat para penonton tersorak kagum, tepuk tangan yang meriah untuk nyonya Jeslyn Melissa Wira, S.Mn, M.B.A.
PROK PROK PROK
"Vivi, lihatlah betapa hebatnya istriku itu" pamer Kristan dengan bangga.
"Iya tuan. Nyonya memang paling hebat" balas Vivi sambil terus bertepuk tangan. Jeslyn menghela napas lega setelah gugup daritadi. Kristan menghampirinya yang sudah turun dari atas panggung. Membawakan nya sebuah buket bunga mawar yang indah ditambah dengan penampilannya yang mempesona.
"Ummuah!" cium Kristan dikening Jeslyn lalu memberikannya buket bunga mawar itu. Jeslyn membalas dan mencium pipi Kristan. Setelah acara selesai, mereka langsung ke bandara dan siap balik ke Indonesia.
"Makasih udah nungguin aku" bisik Jeslyn di dalam pesawat pribadi Kristan.
"Sama sama. Aku menunggumu cukup lama, apa ada yang ingin kau berikan padaku sebagai hadiah karena kesabaranku?" balas Kristan berbisik.
"Ummm mau aku bikinin makanan kesukaanmu? Kamu mau makan apa?" tawar Jeslyn.
"Mau kamu" bisik Kristan penuh makna. Wajah Jeslyn jadi merah seperti tomat.
"Makannya nanti saja, ayo tidur. Kamu pasti lelah setelah perjuangan panjang ini. Tidur dipundakku" lanjut Kristan. Jeslyn pun langsung menyandarkan kepalanya di bahu Kristan. Hari ini lewat dengan sempurna, membuat semua bahagia.
Mei 2030, pukul 17.00 WIB
"Selamat datang kembali nyonya" sambut para pelayan di depan pintu rumah mereka.
"Terima kasih" balas Jeslyn tersenyum ramah. Kristan dan Jeslyn kemudian menuju kamar tidur mereka. Merapikan barang, mandi, dan makan malam.
__ADS_1
Malam hari setelah makan malam, mereka berdua duduk dan sibuk dengan laptop masing masing. Kristan sibuk menyelesaikan masalah kantor, Jeslyn sibuk mencari ide memulai bisnis. Tapi tiba tiba Kristan menghampiri Jeslyn yang sedang duduk cantik di atas kasur.
"Heh?"