
"Gimana keadaannya dok?" tanya Jeslyn penuh cemas.
"Tuan Kristan baik baik saja kok. Cuma ya seperti biasa..." jawab dokter itu biasa saja.
"Biasa saja gimana???" tanya Jeslyn bingung,
"Em begini nona..." kata Gilbert yang ingin menjawab pertanyaan Jeslyn namun ragu.
"Emmm saya akan ceritakan, mulai dari awal sekali, tapi nona jangan marah sama tuan ya. Jangan membatalkan pernikahan kalian juga" lanjut Gilbert,
"Ee oke?" balas Jeslyn mengiya iyakan saja.
"Tuan Kristan punya mantan kekasih, namanya Angel. Dia adalah cinta pertama tuan. Mereka selalu berpergian setiap harinya, tuan bahkan mengeluarkan banyak uang demi wanita itu. Namun, tidak disangka Angel hanya memanfaatkan tuan. Setelah 6 bulan berpacaran, Angel kedapatan oleh tuan bersenang senang dengan pria lain di bar. Bahkan mengenakan pakaian yang tidak sopan. Padahal tuan sangat mencintai wanita itu, tapi dia menyia nyiakan cinta tuan!" kata Gilbert yang mulai marah.
"Emm lalu?" tanya Jeslyn masih bingung.
"Sebelum tuan Kristan dijodohkan dengan Nona Jeslyn, sebenarnya tuan punya kekasih lagi. Tuan sangat mencintai wanita itu juga, sampai pada suatu hari mereka bertengkar besar. Hari itu, hujan sangat deras, cuaca sangat buruk, angin bertiupan kencang. Nona itu bernama Clara. Nona Clara dan nona Angel adalah sahabat, namun mereka berdua tidak tahu bahwa pria yang pernah mereka kencani adalah orang yang sama" lanjut Gilbert,
"Setelah itu?" tanya Jeslyn lagi. Gilbert menarik nafas, lalu menghembuskannya. Sepertinya, Gilbert masih merasa ragu untuk menyampaikannya.
"Sampai mereka bertiga bertemu tanpa sengaja, itulah penyebab tuan dan nona Clara bertengkar hebat. Nona Angel sungguh tidak pantas untuk tuan! Untung saja mereka sudah berpisah. Nona Angel lah penyebab mereka bertengkar. Karena terlalu marah, nona Clara berlari keluar villa tuan. Saat di tengah jalan, dia tertabrak di depan mata tuan Kristan. Tuan terkejut dan panik. Dia segera membawa nona Clara ke rumah sakit, namun ternyata kata dokter dia tidak dapat diselamatkan" lanjut Gilbert,
"Jadi dia trauma?" tebak Jeslyn,
__ADS_1
"Ya. Tuan merasa sangat sedih akan kepergian kekasihnya. Tuan sampai tidak bisa fokus pada kehidupannya dan selalu berpikir untuk mati. Makanya tuan sejak saat itu sampai sekarang, takut dengan cuaca buruk dan kecelakaan yang terjadi disaat bersamaan. Setelah tuan besar, ayah tuan Kristan membuat keputusan tegas untuk tuan. Menyuruhnya untuk melupakan kejadian itu dan akan menjodohkannya agar kehidupannya bisa lepas dari kegelapan itu, dia mulai berubah. Hidup tuan Kristan perlahan membaik dan seperti semula lagi. Tapi, itu tetap tidak membuat tuan melupakan kejadian itu..." lanjut Gilbert.
"Beh...Ceritanya panjang bener " batin Jeslyn.
"Dia juga selalu menolak wanita yang dipilih oleh orang tuanya. Tuan besar sudah memberi kesempatan pada tuan Kristan untuk mencari wanita lain sendiri. Namun tuan tidak ingin, karena dia takut kehilangan orang yang dia cintai lagi untuk ketiga kalinya. Akhirnya, para wanita yang menyukai tuan dan menyatakan perasaannya pada tuan, mereka tetap akan ditolak oleh tuan. Namun, kali ini tuan tidak menolak untuk menikah dengan nona Jeslyn. Nona telah berhasil memenangkan hati tuan, saya mohon nona jangan seperti kedua nona itu. Setelah sekian lama, tuan bisa keluar dari kegelapan itu dan itu berkat nona yang hadir dalam kehidupan tuan. Saya harap nona Jeslyn adalah orang yang tepat untuk tuan Kristan. Nona tolong jangan beritahu Tuan kalau saya memberitahukan hal ini pada anda." penjelasan Gilbert yang panjang telah selesai.
"Jadi gitu toh, baiklah. Hiks..." kata Jeslyn setelah mendengarkan.
"Nona jangan menangis" kata Gilbert panik.
"Nggak kok. Ini yang habis nangis tadi, sebelum ke rumah sakit" balas Jeslyn.
...*************...
Sebelum ke rumah sakit...
"Maafkan aku, tadi aku udah marahin kamu. Kamu tenang saja, semua kesalahanmu sudah ku maafkan. Kamu harus kuat ya hiks. Kamu harus terus hidup! Tapi jika takdir berkata lain, aku akan mengikhlaskan mu, semoga kamu tenang. Tapi smoga kamu baik baik saja" kata Jeslyn sedih.
"Dia ngomong apa sih?" bisik Kristan pada Gilbert,
"Sepertinya nona salah paham, mungkin dia mengira tuan akan segera mati. Makanya dia berbicara seperti itu?" balas Gilbert dengan suara pelan.
"Wanita ini benar benar berani ya"balas Kristan dengan berbisik pada Gilbert. Gilbert tidak berani berkomentar lalu segera membawa Kristan ke rumah sakit.
__ADS_1
...***************...
"Gilbert, apa yang sudah kau katakan padanya?" kata Kristan yang ternyata sudah sadar daritadi. Membuat Gilbert dan Jeslyn kaget sampai ketakutan.
"Gimana kondisimu?" tanya Jeslyn mengalihkan topik,
"Sudah baikan" jawab Kristan dingin,
"Kamu demam tinggi, jangan banyak gerak dan tidur saja" kata Jeslyn sambil mendorong kening Kristan yang ingin berdiri.
Kristan akhirnya tidak jadi duduk karena perintah yang mulia Jeslyn. Ruangan menjadi sunyi, padahal ada 3 orang didalam ruangan itu. Karena tidak ada hal lain, Gilbert berpamitan pada mereka berdua dan segera keluar dari ruangan itu. Ruangan masih saja hening, dalam keheningan itu Jeslyn mulai ngantuk. Dan akhirnya tertidur di samping kasur Kristan. Disaat Jeslyn sudah tertidur lelap, Kristan perlahan lahan mengusap kepalanya.
Kristan menggendong Jeslyn keluar dan masuk ke mobil bersama Gilbert. Mereka ingin kembali ke villa Kristan, meskipun Gilbert sudah memberitahukan pada tuannya bahwa dia masih harus di rumah sakit sampai pulih. Kristan bersikeras untuk pulang dan akhirnya Gilbert yang berpasrah dan memenuhi keinginan tuannya.
Di dalam perjalanan, Kristan terus memandangi Jeslyn. Menatap wajahnya yang sedang tertidur lelap sambil mengelus elus rambutnya.
"Ini semua gara gara kamu!" kata Jeslyn tiba tiba. Dia mengatakan itu sambil menjepit hidung mancung Kristan. Membuat Gilbert kaget dan ketakutan.
"Gadis kecil apa yang kamu lakukan?!" balas Kristan dengan suara kecil. Jeslyn hanya terdiam dengan posisi salah satu tangannya masih memegang hidung Kristan.
"Kamu jangan mati ya, aku minta maaf suda marah marah. Jadi jangan mati, kalau kamu mati aku bisa dijodohkan dengan pria lain lagi. Aku gak mau" ngomel Jeslyn dengan mata tertutup. Gilbert mengatakan bahwa sepertinya Jeslyn mengigau karena kecapean dan khawatir sama Kristan. Kristan membalas dengan senyuman.
"Kamu menghawatirkanku gadis kecil?" bisik Kristan dengan suara lembut. Jeslyn membalas Kristan tanpa sadar dengan senyuman. Kristan tiba tiba malu dan wajahnya merona. Gilbert yang sedang fokus mengemudi, alih alih melirik mereka dan ikutan senyum senyum sendiri.
__ADS_1
Tiba tiba kepala Kristan ditarik Jeslyn, wajah mereka berdua sudah sangat berdekatan. Hidung mancung Kristan dan hidung pesek Jeslyn telah bertemu, sebentar lagi bibir mereka juga bakal bersentuhan. Jeslyn bernafas pada wajah Kristan, membuat wajah Kristan merah panas. Kristan sudah menelan salivanya, ingin sekali dia mencium Jeslyn pada bibirnya.
Akankah ini menjadi first kiss mereka?