
Beberapa menit yang lalu...
Clara dan Jeslyn sedang duduk berhadapan di dalam ruang kerja Kristan. Mereka saling melempar tatapan tajam dan bercakap lewat telepati.
"Cih! Apa yang j*lang ini ingin bicarakan padaku?! " tanya Clara dalam hatinya.
"Heh pelakor! Jauh jauh lu dari suami gue! Lu gak pantas bersanding bersama Kristan karna lu adalah sampah yang telah di buangnya "batin Jeslyn.
"Menjaulah dari Kristan" kata mereka berdua serempak.
Baiklah, mari kita memperkenalkan dua petarung ini terlebih dahulu. Di sebelah kiri, ada Clara dengan wajahnya yang sombong, tangannya tidak bisa berhenti bergerak, dan mulutnya yang terus bergoyang daritadi. Dia sudah siap menghancurkan Jeslyn dengan menjambak rambutnya dan memakinya habis habisan. Mari kita juluki dia sebagai anjing.
"Heh! Lihatlah dirinya yang kecil dan lugu itu? Apa dia bisa melawanku? HAHAHA tidak mungkin~ Bahkan saat berdiri saja dia pasti akan menciut karena aku lebih tinggi darinya " batin Clara.
Dan disebelah kanan, ada Jeslyn dengan tatapannya yang tajam namun tetap terlihat santai. Meregangkan tangan dan jari jarinya serta menarik nafas panjang. Sangat santai dan tenang namun dibalik ketenangan nya itu telah disiapkan berbagai macam taktik penyerangan tak terduga. Mari kita juluki dia sebagai ular Weling.
"Dengarkan nasihatku. Kristan tidak mencintaimu lagi, dia mengejarmu hanya karena rasa bersalah. Aku adalah istrinya berarti akulah wanita yang ia cintai. Jika kamu berani melawanku maka nasibmu akan seperti sahabatmu itu, Angel. Jadi berhentilah mengejar Kristan dan berharap akan mendapatkannya kembali, karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi" kata Jeslyn dengan tenang.
"Memangnya kau siapa mau menasehatiku? Intinya aku akan mengejar Kristan karna dia masih mencintaiku dan aku juga mencintainya. Kami saling mencintai namun karena suatu tragedi kami terpisah tapi kami akhirnya bertemu lagi. Bukankah itu namanya jodoh? Seberapa jauh dia pergi, jika memang jodoh maka dia akan kembali ke sisi kita~" balas Clara penuh penghayatan.
__ADS_1
"Nona Clara tidak perlu mengatakan hal seperti itu. Saya sebagai istrinya yang mendengarkan perkataan nona Clara merasa jijik dengan anda. Jika dibandingkan, anda sama menjijikkan dengan anj*ng dan itulah yang tidak saya sukai dari anj*ng" balas Jeslyn yang masih tetap santai.
"Kamu! Apa maksudmu?!" tanya Clara dengan nada tinggi,
"Aduuuh... Sudah menghilang beberapa tahun dan sekarang sudah tidak mengerti bahasa manusia?" balas Jeslyn sinis.
"KAMU..." balas Clara yang bingung ingin mengatakan apa,
"Jangan buang tenagamu untuk mengejar suamiku karena itu hanya akan sia sia. Aku dan Kristan sudah melakukan itu bersama sama dan sekarang aku hamil. Jadi menyerahlah, karena Kristan benar benar tidak mencintaimu lagi dan dia hanya mencintaiku seorang saja" lanjut Jeslyn yang sedikit gugup.
"Apa?!" balas Clara yang syok. Dia langsung berdiri dan mundur ke arah pintu.
"Ya" balas Jeslyn singkat. Jeslyn pun ikut berdiri dan perlahan mendekati Clara.
"Lihatkan? Dia sudah tidak mencintaimu~ Biarku beri tahu, kami berencana punya 4 orang anak, 2 laki laki dan 2 perempuan. Terus kami juga berpikir untuk anak yg ketiga dan keempat itu harus kembar, supaya keluarga kami nampak unik. Aku dan Kristan sudah mulai memikirkan nama nama untuk mereka, kehidupan keluarga kecil kita, cinta dan kasih sayang yang melimpah setiap hari, kemesraan setiap malam. Oh iya! Dia juga selalu memperhatikanku dan memanjakanku. Membeli apapun yang aku suka dengan harga tinggi, melayaniku setiap malam dengan penuh gairah, dan kamu tahu apa yang dia katakan yang membuatku berdebar debar?" kata Jeslyn sambil tersenyum senyum dan mendekati Clara.
"Sayang, bagaimana gerakanku tadi? Jika kamu tidak puas, aku masih punya banyak taktik untuk membuatmu puas~ Aku sangat mencintaimu, aku ingin segera menjadi ayah dari anakmu. Aku ingin anak laki laki! Jadi kamu harus sabar dan kuat menghadapi ritual mulia kita ini supaya bisa mendapatkan anak laki laki" bisik Jeslyn dengan ******* ditelinga Clara.
Tubuh Clara bergemetaran, dia mendorong Jeslyn menjauh darinya. Kepalanya tertunduk dan air matanya perlahan terjatuh. Clara berusaha agar tetap berdiri tegap dan tidak menetaskan air mata.
__ADS_1
"Sial! Kristan bukan perjaka lagi! Aku terlambat, sial !!!" batin Clara yang marah dan kecewa.
"Baiklah... Aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Aku pergi!" kata Clara dengan kecewa dan terisak. Setelah itu dia bergegas membuka pintu dan pergi.
"Heh! Akhinya otaknya mendapatkan pencerahan juga " batin Jeslyn sambil menyeringai.
Itulah yang diceritakan Jeslyn pada Kristan mengenai percakapannya dengan Clara. Kristan kemudian menghela nafas lega lalu memeluk Jeslyn. Dia tidak mempedulikan kebohongan yang Jeslyn katakan, intinya jika Jeslyn aman maka dia juga lega.
"Syukurlah kau tidak apa apa" bisik Kristan sambil memeluk Jeslyn dengan erat.
"Emm aku ingin minta maaf tentang kebohonganku. Aku terpaksa supaya dia tidak mengganggumu lagi" kata Jeslyn lalu ikut memeluk Kristan.
"Tidak apa apa. Karena aku rasa itu adalah sebuah kebenaran" balas Kristan.
"Hah?" Jeslyn tidak mengerti apa yang dimaksud Kristan. Namun Kristan sangat menikmati memeluk Jeslyn karena matanya tertutup dan pelukannya erat. Kehangatan mengalir ditubuh Jeslyn, membuatnya juga terhanyut dan membalas balik kehangatan pada Kristan.
"Aku ingin jadi ayah dari anakmu. Aku ingin kau jadi ibu dari anak anakku. Aku mau punya 4 anak, 2 cewek dan 2 cowok. Aku mau anak ketiga dan keempat kita kembar. Aku mau kita jadi keluarga bahagia dan terus saling mencintai. Menghabiskan setiap malam bersama dengan penuh gairah dan berbagai taktik untuk membuatmu puas" bisik Kristan tiba tiba. Wajah Jeslyn merona dan mendorong Kristan.
Tapi Kristan kembali mendekat dan menjatuhkan Jeslyn ke sofa. Menindihnya dari atas dan tersenyum manis menatap istrinya. Tangan Kristan mulai merambat masuk ke dalam baju yang dikenakan Jeslyn. Tubuh Jeslyn tersentok kaget dan mulai gemetaran. Kristan mencium leher Jeslyn lalu perlahan turun dan membuka kancing kemeja Jeslyn bagian atas.
__ADS_1