PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 39 - Pertemuan Paling Pertama -


__ADS_3

"Pfft... Kasian" bisik Kristan pada Jeslyn yang membuat Jeslyn malu dan tidak berkata kata lagi. Ayah Jeslyn memberikan Kristan gunting dan dia mulai memutuskan benang itu. Setelah terputus, dua orang anak kecil tiba tiba datang menghampiri mereka. Anak kecil yang perempuan memeluk kaki Kristan dan anak kecil yang laki laki memeluk kaki Jeslyn. Jeslyn dan Kristan pun serempak berjongkok memandangi anak itu.


"Eh? Haloo Siapa namamu?" tanya Jeslyn pada anak laki laki itu.


"Carrol" jawab anak laki laki itu sambil tersenyum menggemaskan. Jeslyn mencubit pipi anak laki laki itu dengan lembut karena tidak tahan melihat keimutannya.


"Carrol sudah umur berapami ?" tanya Jeslyn lagi dengan ramah.


"Sepuluuh" jawabnya.


"Hah?" Jeslyn kaget. Namun setelah itu ia tahu kalau sepertinya Carrol masih belum mengerti apa yang ditanyakan Jeslyn. Kristan yang berada disampingnya pun memberitahu Jeslyn kalau umur Carrol 3 tahun. Jeslyn bertanya lagi pada anak yang perempuan itu dengan pertanyaan yang sama.


"Catline, 3 tahun. Mereka anak kembar" jawab Kristan. Jeslyn mengangguk angguk sambil mulutnya membentuk huruf O. Carrol tiba tiba memeluk Jeslyn dan Catline tiba tiba memeluk Kristan.


"Koko, cece" panggil mereka berdua serempak. Orang tua yang awalnya berbincang tiba tiba berbalik menatap mereka, termasuk saudara saudara Kristan dan Jeslyn.


"Peluk!" kata kedua anak itu serempak lagi. Salah satu tangan dari mereka saling meraih agar mereka berempat berpelukan. Ini membuat Kristan dan Jeslyn saling bertatapan bingung. Orang tua dan para saudara juga menatap mereka dengan terkejut.


"PELUK!!" teriak mereka lagi lalu tangan mereka saling menarik yang membuat Kristan dan Jeslyn mendekat. Tapi tiba tiba Kristan dan Jeslyn serempak berdiri dan menjauh.


"Carrol, Catline, sini! Jangan ganggu koko dan cece" suruh bibi Jane sambil menjulurkan kedua tangannya pada anak anak itu.


"Yang tadi maaf" bisik Kristan,

__ADS_1


"Eh gak papa, kalau gitu aku mau keluar dulu ya" balas Jeslyn tergesa gesa dengan suara kecil.


"Kristan tolong ambilkan tas merah di mobil" pinta bibi Jane. Kristan pun segera keluar lalu diikuti oleh kedua anak itu lagi yang mengekorinya.


"Cece!" panggil kedua anak itu saat melihat Jeslyn diluar sedang berdiri sendiri. Anak anak itu lari menghampiri Jeslyn dan mereka hampir saja jatuh. Untungnya Jeslyn berhasil menangkap mereka dan mereka tidak jatuh. Kedua anak itu memeluk Jeslyn dan Kristan berada di belakang anak itu sambil memarahi mereka.


"Kalian ini gak dengar ya? Kan sudah dibilang jangan lari nanti jatuh, kalian malah tetap lari! Tuh kan tadi mau jatuh. Untung saja Ce Jeslyn nangkap kalian! Lain kali jangan diulangi lagi! Jangan nakal! Dengar dengar kalau koko bilang! Kalau tidak, koko tidak akan peluk kalian lagi" marah Kristan sambil mempelototi kedua anak itu. Namun bagi Jeslyn, ekspresi marah Kristan itu malah imut. Tentu saja, karena Kristan cuma merasa kesal, bukan marah besar.


"Hiks...Hiks...HUWAAA" teriak anak itu yang menangis. Kristan langsung terjingkat mundur satu langkah karena kaget. Jeslyn berusaha menenangkan kedua anak itu. Mengusap air matanya menggunakan tisiu yang dia bawa keluar sebungkus tadi. Lalu menyuruh mereka untuk mengatur pernapasan agar mereka bisa berhenti menangis. Kristan pun ikut menghibur dengan membuat wajah konyol. Kedua anak itu tertawa melihat wajah konyol Kristan, begitu juga Jeslyn. Carrol dan Catline kemudian berpelukan dan mengatakan sesuatu pada Kristan dan Jeslyn lagi.


"Koko sama Cece juga pelukan" pinta kedua anak itu penuh mohon dan menggemaskan.


"Ayo kita pelukan! Pelukan! Teletabis!!" seru kedua anak itu lalu mulai mendekatkan Kristan dan Jeslyn. Kedua anak itu saling memeluk sambil memeluk kaki Kristan dan Jeslyn juga.


"Tinky Winky, Dipsy, Laa - Laa, Po. Teletabis? Berpelukan~" seru Kristan yang menjadi kekanak kanakan. Jeslyn tertawa kecil melihat mereka bertiga yang kompak sekali menjadi teletubbies. Setelah itu Kristan perlahan melepaskan tangannya dari Jeslyn.


"Carrol, Catline, ayo masuk" seru Jeslyn dan mereka mengangguk angguk. Carrol dan Catline jalan duluan meninggalkan Kristan dan Jeslyn.


"Yang tadi maaf ya" kata Kristan yang agak malu.


"Iya gak papa. Tapi kamu selalu meluk sembarangan cewek ya kalau adik kamu itu pengen pelukan teletabis??" tanya Jeslyn.


"Tidak. Ini pertama kalinya, dan aku tidak akan mengulanginya lagi. Terlalu ekstrim. Apalagi jika orang yang kupeluk itu sensitive dan emosian" balas Kristan yang merinding.

__ADS_1


"Ooo... Ngomong - ngomong kamu sangat suka anak anak ya?" tanya Jeslyn lagi. Pertanyaan Jeslyn ini sepertinya benar benar akan berguna untuk di masa depan.


"Dulu gak suka. Tapi setelah mereka datang dan sering berkunjung, aku jadi sedikit suka. Mereka ceria dan penuh semangat, meskipun sedikit nakal" jawab Kristan yang membuat Jeslyn tersenyum lebar.


"Oh ya, mereka itu sepupuku, bukan saudara kandung" lanjut Kristan lagi.


"Ooo okey..." balas Jeslyn sambil mengangguk angguk pelan. Sebelum mereka berjalan masuk, tiba tiba tas merah yang dipegang Kristan terlepas. Jeruk - jeruk yang masing masing memliki pembungkus transparan tiba tiba bergelinding kemana mana. Sebelum semakin jauh menggelinding, Kristan dan Jeslyn langsung memungut jeruk - jeruk itu. Mereka berpencar kedua arah dan mengumpulkan jeruk jeruk itu. Perlahan lahan, jeruk jeruk menggiring mereka untuk saling bertemu.


Dan sekarang, tersisa 1 buah jeruk yang belum diambil. Tanpa sadar mereka berebut jeruk itu dan mengambilnya bersamaan. Tangan Jeslyn duluan yang menyentuh jeruk itu, lalu tangan Kristan yang ikut mengambil jeruk itu berada diatas tangan Jeslyn. Saat tangan mereka saling bersentuhan, mereka juga ikut saling bertatapan.


"Ehem!" tiba tiba ada suara yang memecahkan lamunan Kristan dan Jeslyn yang sedang bertatapan mesra.


"Aduh... Cara kamu pdkt ke Jeslyn ini... ck... bolehlah untuk pemula... papa kasih kamu nilai 8" bisik paman Gabriel yang suaranya tetap terdengar oleh Jeslyn.


"Y - yang pdkt siapa coba. Orang mau ngambil jeruk!" balas Kristan yang gugup. Papanya memukul pundak Kristan dengan pelan sambil tertawa ringan melihat anaknya yang malu tersipu.


"Emm saya masuk dulu ya" pamit Jeslyn. Kristan dan ayahnya mengangguk angguk memberi izin. Dan Jeslyn pun langsung masuk kembali ke rumah. Kristan juga sudah selesai mengumpulkan jeruk itu dan memasukkannya kembali ke tas merah.


"Nak, jika kamu ingin mendapatkan hati Jeslyn kamu harus berusaha lebih kuat lagi. Ayah dengar dari ayahnya Jeslyn kalau Jeslyn membuat batasan dirinya untuk dekat dengan cowok. Dan kalau dia tidak suka cowok itu, dia akan bersikap dingin, kejam, emosian, dan cuek. Selamat berjuang!" bisik paman Gabriel.


"Kalau kamu butuh pakar cinta, silahkan tanyakan pada papa" lanjut paman Gabriel yang senang sekali menggoda anaknya. Setelah itu paman Gabriel menepuk nepuk bahu Kristan dan berjalan masuk meninggalkan Kristan.


"PA!"

__ADS_1


__ADS_2