PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 4 - Kesel tapi seneng -


__ADS_3

"Hihihi nanti kakak yang bayar, Gerald tenang aja hihihi..." jawab Jeslyn tertawa kecil. Lalu Gerald mengangguk - angguk setuju. Neneknya memanggilnya dan menasehatinya kalau dia tidak boleh seperti itu lagi. Jeslyn malah sedang diskusi asik dengan Kristan.


"Pak bos yang terhormat dan tampan, bolehkah aku pinjam uangmu untuk membayar biaya rumah sakit? Saat kau menyeretku, tasku ketinggalan di kantor" kata Jeslyn tanpa malu menatap Kristan dengan senyuman. Setelah itu, Jeslyn menyodorkan tangannya untuk diberikan uang.


Kristan hanya bisa geleng geleng kepala sambil mengeluarkan dompet di saku celananya.


"Yah gue kira lu yang bakal bayar, udah gue puji dalam hati pula. Eh ternyata malah minjem ke gue, gajadi deh gue muji loh..." kata Kristan dengan suara kecil. Namun itu kedengaran oleh Jeslyn. Jeslyn tidak marah melainkan dia juga ikutan tertawa karena dirinya itu, sambil memukul mukuli Kristan dengan lembut dan mencubit perutnya


Kristan makin bingung dan menganggap calon istrinya ini udah gak waras.


"Dia yang salah dia yang malu, kok gue yang jadi korban ?" batin Kristan bingung dan kesakitan. Kemudian Kristan memohon ampun atas kesalahannya pada nyonya yang terhormat, calon istrinya. Setelah melihat Kristan kesakitan dan memohon ampun, Jeslyn berhenti mencubit dan memukuli Kristan.


Namun diwajah Jeslyn masih ada senyuman puas setelah tertawa. Kristan yang melihat senyuman itu juga ikut tersenyum.


"Aku pergi bayar, kamu suruh nenek makan" bisik Kristan yang dilanjutkan anggukan dari Jeslyn. Jeslyn dan Kristan melakukan apa yang harus mereka lakukan saat ini. Sambil menunggu Kristan kembali dan nenek selesai makan. Jeslyn dan kedua anak itu bermain riang.


Kadang kadang nenek yang melihat mereka juga ikut senang. Karena setelah sekian lama, dia bisa melihat senyuman cucunya mekar lagi. Jeslyn ikutan senang karena mereka senang.


Sementara Kristan yang sudah tiba lima menit lalu tidak langsung masuk. Kristan masih asik memandangi mereka didepan pintu. Kristan merasa tersentuh dan dapat merasakan kehangatan dari mereka sambil senyum sendiri. Berharap bahwa kehidupannya dengan Jeslyn akan seperti ini. Bahagia setiap saat.


Tiba tiba seorang suster menyapa Kristan. Yang membuat orang orang di dalam kamar nenek ikut terkejut. Mereka mengalihkan pandangan ke depan pintu. Melihat Kristan dan suster itu berdiri saling menatap aneh.

__ADS_1


"Pak, kalau anda keluarganya bisa langsung masuk. Kok malah senyum senyum sendiri disini? Apa jangan jangan anda pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa?" tanya suster siap siaga jika Kristan memang pasien dari sana. Perkataan suster ini membuat Jeslyn tertawa kecil.


"Bukan kok mbak, kita sekeluarga. Mungkin dia baru aja tiba hehe" jawab Jeslyn ramah yang masih menahan tawa. Jawaban Jeslyn membuat semua orang disana tercengang. Jeslyn kembali bingung lagi. Apakah dia mengatakan sesuatu yang salah?


Tiba tiba semua orang tersenyum. Mereka tersentuh dengan kata kata Jeslyn dan mulai senyum senyum sendiri. Suster itu kembali melakukan tugasnya dan meninggalkan mereka sambil tersenyum. Sekarang malah Jeslyn yang mengira, mereka semua tidak beres atau dia yang tidak beres?


Dua puluh menit kemudian, mereka sampai dimobil. Sudah jam 15.30. Mereka kembali ke perusahaan. Karena lelah, Jeslyn kembali tertidur di dalam mobil. Setelah setengah jam Kristan mengemudi, Jeslyn yang tertidur akhirnya terbangun. Saat bangun, Jeslyn dikejutkan dengan beauty sleep dari Kristan.


Hidung mancung, alis mata yang tebal, bibir pink yang tipis, kulitnya yang putih, ditambah sedikit cahaya matahari yang menyinari, tiba tiba mengagetkan Jeslyn. Ketampanan Kristan saat tidur jauh lebih luar biasa daripada saat dia terbangun. Jeslyn yang hanya melihat sesaat, merasa seperti ingin membenturkan kepalanya sendiri karena tidak percaya.


Jeslyn yang menjadi malu dan terpesona segera mengambil handphone nya. Kemudian memotret gaya tidur Kristan yang luar biasa berkali kali. Karena suara yang dibuat Jeslyn saat mencari posisi yang benar untuk memotret Kristan, tiba tiba Kristan mulai terbangun dari tidurnya. Jeslyn segera kembali pada posisinya. Untungnya, Kristan tidak menyadari itu. Setelah Jeslyn puas menatap Kristan dan fotonya sambil cengar cengir, dia kembali memperbaiki ekspresinya, agar tidak dicurigai Kristan.


...****** Sementara Kristan *******...


Setelah memasuki ruang kantornya, dia menghempaskan dirinya pada kursi bosnya. Mengingat kejadian tadi saat dimobil. Dan ternyata, dia sadar kalau Jeslyn memotretnya. Namun dia tetap berpura pura tidur. Dia tidak berani bangun saat itu, karena wajahnya dan wajah Jeslyn sangat berdekatan. Meskipun Kristan tidak tahu apa yang dilakukan gadis itu sampai perlu mendekatkan wajahnya pada wajah Kristan.


Kristan memegang megang bibirnya dan mulai membayangkan jika dia dan Jeslyn berciuman. Wajah Kristan merah merona lalu berusaha melupakan khayalan itu. Namun Kristan masih tidak bisa melupakan kejadian tadi. Tiap menitnya, ada gambaran Jeslyn pada otak Kristan dan mulai berkhayal khayal romantis.


...***** Kembali pada Jeslyn *****...


Malam hari, Jeslyn yang biasanya udah tidur jam 10, malah masih melek. Dia memikirkan perjodohan dan pernikahannya. Dari kecil, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia hanya akan menikah dengan orang yang dicintainya. Bahkan jika pria yang dia inginkan tidak ada, maka dia memutuskan untuk tidak menikah. Namun karena ini, dia harus melanggar janjinya.

__ADS_1


Dia juga takut diapa apai oleh si CEO songong itu. Yang suka melakukan apa saja seenaknya. Lalu dia mencoba untuk tidur namun tetap tidak bisa. Jeslyn sudah mebalik balikkan badannya selama 20 menit dan masih tidak bisa tidur. Dia menengadah keatas beberapa saat.


Lalu dia mengambil handphone nya dan melihat kembali foto foto Kristan. Menatap foto Kristan yang kemudian setelah itu tertawa sendiri lalu tiba tiba terdiam dan menatap kesal foto itu.


"Ini gara gara kamu! Kenapa kamu muncul dalam kehidupan ku sih? Apa sih maumu? Kok kita bisa ketemu?! Ish! Kesel!" kata Jeslyn sambil menunjuk nunjuk kening Kristan dalam foto.


Jeslyn menatap lama foto itu dengan wajah biasa biasa saja. Sekarang dia sudah gak tertawa atau kesal, malah menatap lembut foto itu, yang membuatnya perlahan lahan merasa kantuk. Dan akhirnya tertidur.


Baru beberapa detik Jeslyn menutupkan mata untuk mulai tidur cantik dan nyenyak. Tiba tiba ada suara ketukan pintu. Saat ini Jeslyn tidur di rumahnya, bukan rumah ayahnya. Karena dia berkuliah di Jakarta, sedangkan rumah orang tuanya berada di Makassar. Jeslyn tinggal sendirian di rumah itu, tetapi karena Kristan tinggal dan bekerja di Jakarta juga, dia jadi tidak terlalu kepesian.


Tok tok tok...


Suara ketukan pintu mulai terdengar lagi. Sekarang sudah jam 11 malam, orang mana yang datang mencarinya? Jeslyn merasa kesal karena tidur nyenyaknya diganggu. Tapi langsung melek setelah dikepala kecilnya itu memikirkan ada orang jahat diluar pintu. Seketika Jeslyn panik. Barang apa yang bagus digunakan untuk melawan penjahat diluar pintu sana. Dia sudah mengganggu Jeslyn di tengah malam gini.


Jeslyn menemukan ide. Dia mengambil helm dan memakainya. Lalu mengambil sapu dan pel sebagai pedangnya. Perlahan lahan dia mendekati pintu, namun menengok ke jendela terlebih dahulu untuk memastikan orang itu. Tapi orang itu tak terlihat dari jendela.


Tok tok tok...


Suara pintu terdengar lagi. Jeslyn menyiapkan jiwa dan raga. Lalu segera dengan cepat membuka pintu sambil mengangkat sapu dan pel bersamaan di tangan sebelahnya. Dan orang yang mengganggu tidur syantik Jeslyn adalah...


DUARRRR !!!

__ADS_1


__ADS_2