
"Jadi itu yang daritadi kamu pikirkan?" tanya Kristan dengan suara kecil,
"Hm" balas Jeslyn sambil mengangguk anggukkan kepala,
"Panggil saja aku sesukamu" lanjut Kristan,
"Heh? Jadi kalau aku panggil kamu babi kamu mau?" tanya Jeslyn bingung,
"Gak gitu juga" balas Kristan kesal,
"Ya udah. Aku panggil kamu suamiku aja gimana?" kata Jeslyn dengan nada dan wajah yang menggoda. Wajah Kristan kembali merah merona, malah semakin merah karena malu. Sedangkan Jeslyn tertawa kecil melihat Kristan yang salah tingkah. Untungnya, bakso yang mereka pesan sudah datang, sekarang mereka siap untuk makan.
"Istriku~"panggil Kristan dengan suara yang besar dan nada menggoda. Seketika orang orang di warung membalikan wajah dan menatap mereka. Jeslyn jadi ikutan salah tingkah dan merona. Kemudian dia melirik Kristan yang sedang tersenyum ceria berharap Kristan peka akan kodenya. Sambil mencoba tenang Jeslyn meminum satu gelas air mineral didepannya.
"Sayang kamu kurusan! Kamu harus makan yang banyak, aku tidak keberatan membelikanmu satu gerobak bakso disini asalkan kamu sehat. Nanti kalau anak kita kenapa napa, aku pasti akan menyalahkan diriku yang tidak becus merawat dirimu. Orang tua kita juga pasti akan sedih jika cucu mereka kenapa napa. Ayo makan yang banyak!" kata Kristan sambil menyodorkan 1 sendok untuk disuapkan pada Jeslyn.
"Ohok!" Jeslyn tersedak. Jeslyn mempelototi Kristan sambil tersenyum karena menahan kesal di depan umum.
"Wah wah! Lihat dia! Memerankan perannya dengan sangat baik !!" batin Jeslyn,
"Hehe... Tapi aku gak akan kalah !" lanjut batin Jeslyn sambil tersenyum licik.
"Suamiku, maafkan aku ya. Aku ini memang wanita bodoh, aku selalu insecure lihat cewek lain yang sangat hebat daripada aku. Sebenarmya selama ini aku memikirkan bagaimana caraku melayanimu dan membantumu dalam urusan rumah tangga. Sebagai pasangan baru dan sebagai istri, aku masih kurang tahu banyak hal jadi kepikiran mulu. Tolong maafkan aku" kata Jeslyn penuh perasaan dan menghayati peran.
"Ohok!" Kristan tersedak,
"Wanita ini..." batin Kristan bergetar.
"Maaf sayang, ternyata kau memikirkan hal itu. Lain kali jangan pikirkan lagi karena bagiku, kau yang terhebat di mataku, kau yang tercantik termanis terimut di mataku, kau satu satunya wanita yang bisa menempati hatiku, aku akan tetap setia dan mencintaimu. Jadi kita fokus untuk merawat anak kita saja sekarang" kata Kristan sambil tersenyum masam.
"Terima kasih sayang~ Lain kali aku gak akan kayak gitu lagi deh dan aku juga akan selalu setia dan mencintaimu seumur hidupku. Aku juga berjanji mulai sekarang akan memperhatikan kesehatanku dan bayi kita, jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir" balas Jeslyn yang masih menghayati peran sambil mengelus perut ratanya.
"Terima kasih sayang" balas Kristan yang sudah mulai kesal. Orang orang yang melihat merasa tersentuh akan kemesraan mereka dan merasa malu juga. Karena sebagian dari mereka adalah pasangan dan sebagiannya lagi masih singel.
"Ini berlebihan gak sih ?!" batin mereka dengan wajah yang masih tersenyum,
__ADS_1
"Hey, apa yang kau lakukan tadi??" bisik Jeslyn pada Kristan dengan suara kecil,
"Yang mananya sayang? Kamu ini kok jadi ling lung, aku tadikan pergi ke bank terus balik ke kantor nyari kamu tapi kamunya gak ada. Kita kan mau belanja kebutuhan dede kecil yang diperut kamu" balas Kristan.
"Hah?" balas Jeslyn bingung,
"Sini duduk di pangkuanku, nanti aku suapi. Pasti kamu udah laper maka nya jadi ling lung" jawab Kristan dengan nada santai. Jeslyn terdiam dengan wajah bingung, dia mengerutkan alisnya dan menatap Kristan bingung terheran heran.
"Hah?! Bicara apa dia ?" batin Jeslyn yang mulai makan namun pandangannya tetap kearah Kristan.
"Ouh...Tapi gak usah, aku bisa sendiri. Kamu kan sudah bekerja keras seharian, makanlah dengan tenang hehe" balas Jeslyn kaku. Kristan sedang asyik memakan baksonya sambil tersenyum senyum. Melihat Kristan tersenyum seperti itu, membuat Jeslyn ikutan cengar cengir. Jeslyn menyukai tipe pria yang tampan dan mempunyai senyuman manis menggoda. Dan kebetulan, Kristan memiliki tipe itu.
"Hey! Aktingnya udahan ya, aku bingung mau bilang apalagi nanti..." bisik Jeslyn dengan sedikit melemas,
"Boleh. Tapi ada syaratnya!" balas Kristan dengan suara kecil,
"Apa syaratnya?" balas Jeslyn masih berbisik. Kristan mendekati Jeslyn, mendekat ke telinganya.
"Katakan didepan banyak orang ini suamiku dengan romantis" bisik Kristan lalu diakhir dengan hembusan nafas pada telinga Jeslyn. Bisikan lembut Kristan pada telinganya membuat dia merasa lemas. Lemas kali ini bukan lemas karena capek, letih, dan lain lain. Namun rasa lemas ini, membuat dia merasa kalau dia sedang tertidur dengan kasur yang halus dan membuatnya ingin menutup mata sambil memeluk bantal yang empuk.
Jeslyn mulai membayangkan tempat tidur. Namun tidak lama kemudian, dia tersadarkan. Sehingga wajah dan telinganya memerah.
"Kalau aku tidak mau? Bolehkah ganti dengan syarat yang lain?" bisik Jeslyn mencoba bernegosiasi,
"Lakukan kewajibanmu sebagai istri tiap hari" balas Kristan dengan suara kecil,
"Kan aku emang harus melakukan kewajiban sebagai istri tiap harinya. Mulai dari bnagun pagi, masak, membersihkan, mencuci, dan lain lain, gitu kan?" balas bisik Jeslyn,
"Aduuuh bukan yang itu " batin Kristan sambil menggeleng geleng dan menepuk jidat. Jeslyn yang melihat Kristan berperilaku seperti itu membuatnya bingung lagi.
"Maksudku kewajiban... Argh! Sudahlah! Tidak jadi, tidak ada nego lagi. Cepat lakukan!" bisik Kristan menyerah,
"Aku belum siap" bisik Jeslyn,
"Apa susahnya bilang suamiku sih?!" bisik Kristan mulai kesal. Jeslyn terdiam, memikirkan cara agar negosiasi lagi dan semoga berhasil.
__ADS_1
"Gimana kalau di mobil saja?" bisik Jeslyn,
"Tidak ada!" bisik Kristan. Kristan sudah mulai menggeleng gelengkan kepala lagi. Dan akhirnya Jeslyn berpasrah dan melakukannya.
"Tapi kalau aku manggil gitu trus ditanya ada apa gue harus jawab gimana?? "batin Jeslyn bingung,
"Lama amat... "batin Kristan.
"Jes!" panggil seseorang,
"Oh! Hai Nathan! Lama gak ketemu" balas Jeslyn,
"Iya lama gak ketemu. Aku jadi kangen sama kamu. Kamu juga makin cantik dan makin manis deh "balas pria itu,
"Halah gombal kamu. Udah gak mempan bang" balas Jeslyn,
"HAHAHA canda~ Ya udah aku duluan ya, lagi sibuk. Bye" lanjut pria itu,
"Bye" balas Jeslyn. Pria tadi adalah teman SMA Jeslyn, tapi bukan hanya teman. Pria tadi juga adalah mantan Jeslyn. Wah ternyata Jeslyn punya mantan ya, Author kirain Kristan yang pertama dan terakhir baginya hihihi.
"Suamiku**u**~ Setelah ini kita mau kemana?" kata Jeslyn dengan tersenyum malu. Akhirnya Jeslyn mengatakannya, ditambah lagi dia mengatakannya dengan nada yang romantis, dengan nada yang menggoda. Kristan tersenyum tipis mendengar kalimat Jeslyn itu. Memikirkan balasan yang bagus untuk menjahili Jeslyn.
"Rumah sakit" jawab Kristan lesu,
"Hah? Kita mau ngapain di rumah sakit? Ada yang sakit?" tanya Jeslyn bingung,
"Iya, aku sakit" jawab Kristan melemas,
"Kamu sakit apa? Kok tiba tiba" kata Jeslyn panik. Dia beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Kristan. Mengecek kening Kristan, melihat raut wajahnya, bahkan mengecek apakah tangannya dingin atau tidak. Namun tidak ada gejala sakit apa pun.
"Eh? Kok gak ada gejala gejala sakitnya yah?? " batin Jeslyn sambil mengecek berulang ulang.
"Sakit dibagian mananya?" tanya Jeslyn bingung,
"Disini" jawab Kristan sambil meletakkan tangan Jeslyn pada dadanya.
__ADS_1
"HIIYY!! "teriak Jeslyn dalam hati,
"Ngapain dia naruh tanganku ke dadanya?? Tapi.. kenapa aku merasa tubuhnya... lumayan... ya..." batin Jeslyn.