
Seorang wanita berpakaian terbuka dengan dress panjang berwarna merah. Rambut panjang yang bergelombang, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, dan bibir yang seksi.
"Siapa wanita itu?" bisik Jeslyn,
"Mantanku"balas Kristan,
"Wut?! Kamu mengundangnya?" bisik Jeslyn lagi,
"Tidak" jawab Kristan,
"Lalu bagaimana dia ada disini?" tanya Jeslyn,
"Entahlah" balas Kristan. Orang orang di Gereja pun mulai berbisik bisik. Tapi wanita itu berjalan menuju Altar dan mendekati kedua mempelai. Kristan langsung siap siaga melindungi Jeslyn. Dia menarik Jeslyn ke belakangnya agar sesuatu tidak terjadi padanya.
"Selamat ya Kristan, aku turut bahagia loh atas pernikahanmu. Semoga kalian hidup bahagia ya! Selamat untukmu juga Jeslyn" kata wanita itu sambil memberikan tangannya pada Kristan. Kristan dan Jeslyn terdiam menatap tangan wanita itu. Lalu Kristan menarik tangan kanan Jeslyn lalu memberikannya ke wanita itu. Akhirnya wanita itu dan Jeslyn bersalaman, sekaligus Jeslyn mewakili Kristan.
"Ah iya makasih ya" balas Jeslyn lalu tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih" balas Kristan dingin. Lalu wanita itu membalas dengan senyuman dan pergi ke tempat duduk. Dia duduk disebelah laki laki yang merupakan teman sekolah Jeslyn.
"Ehem! oke kalian bisa melanjutkan yang tertunda tadi" kata pendeta malu malu. Yang membuat Jeslyn dan Kristan ikutan malu malu.
Tangan Kristan mulai merangkul pinggang Jeslyn dan menariknya ke dalam pelukan. Sedangkan Jeslyn meletakkan tangannya pada dada Kristan.
"Kamu harus meletakkan tanganmu di pipiku, bukan di dadaku~" bisik Kristan. Wajah Jeslyn langsung merah padam, dia merasa sangat panas. Dengan malu malu, tangan Jeslyn mulai bergerak ke arah pipi Kristan.
Deg deg... deg deg...
Cup~
PROK PROK PROK
Tepuk tangan yang meraih dari para saksi yang hadir. Kedua mempelai sudah selesai berciuman, semua orang terlihat sangat bahagia. Kristan berbisik sesuatu pada Jeslyn dan Jeslyn membalasnya sambil tersenyum. Para penonton melihat mereka sangat bahagia dalam pernikahan ini.
Malamnya
__ADS_1
Di malam hari, acara pernikahan pun diadakan di hotel bintang 5 seperti yang mereka rencanakan. Para tamu kenalan Jeslyn semuanya hadir memeriahkan acara sambil mengucapkan selamat atas pernikahan mereka dan berdoa untuk kebahagiaan mereka. Acara pun dimulai dan berlangsung sampai jam 12 malam. Setelah acara selesai, Jeslyn bersama Kristan dan keluarga suaminya pergi ke hotel untuk menginap dan keluarga Jeslyn kembali kerumah mereka.
"Aduuh lelah banget! Pen cepat cepat tidur!" kata Jeslyn lesu. Setelah acaranya selesai di jam 12, mereka harus membersihkan dan merapikan diri lalu tidur sehingga mereka selesai pukul 01.00 subuh.
"Kamu tidur di kasur aja nanti aku di sofa" kata Jeslyn yang sudah berbaring di sofa dan mulai memejamkan mata.
Keesokan harinya, karena mereka sangat lelah mereka bangun jam 10 pagi. Lalu mulai mandi dan sarapan sehingga mereka selesai di jam 11 siang. Setelah itu mereka ke rumah Jeslyn untuk mengambil barang barangnya karena pada sore harinya mereka akan berangkat ke Jakarta bersama keluarga Jeslyn juga.
Mereka berangkat jam 4 sore dan sampai jam setengah 6 sore. Setelah sampai, 30 menit kemudian mereka tiba di rumah yang telah mereka pesan. Mereka naik ke kamar tidur lalu Jeslyn mulai mengatur pakaiannya. Dia memisahkan pakaiannya dengan pakaian Kristan dalam satu lemari. Dan setelah itu, mereka berdua bersiap untuk acara nanti malam bersama tamu Kristan.
Seperti kemarin malam, acara mereka diadakan di hotel bintang 5 juga. Namun sekarang para tamu yang hadir berasal dari keluarga, teman, dan kenalan Kristan. Acaranya juga berlangsung sampai jam 12 malam lalu Kristan Jeslyn pulang ke rumah mereka. Sedangkan orang tua Kristan pulang ke rumah mereka dan orang tua Jeslyn menginap di hotel. Seperti kemarin juga, mereka mulai tertidur jam 01.00 subuh.
Malam pernikahan mereka kemarin dan malam ini tidak terjadi apa apa. Tidak ada hal aneh yang terjadi, namun mereka tetap merasa canggung. Meskipun kadang sebelum tidur mereka biasanya berbincang sambil memasang AC dengan suhu dingin. Tapi mereka tetap merasa ruangan panas, pikiran mereka melayang kemana mana, berpikir seperti akan terjadi sesuatu yang ekstrim?
"Kamu tidur di kasur saja, nanti aku disofa" kata Jeslyn lagi. Dia sudah berbaring di sofa dan mulai memejamkan mata dan tertidur.
Esok harinya Jeslyn terbangun pukul 10 pagi. Saat dia terbangun, dia tidak melihat Kristan di kamar lagi, lalu dia turun dari kamar dan bertanya ke seorang pelayan.
__ADS_1