
"Vivi, dimana tuan Kristan?" tanya Jeslyn,
"Tuan sudah pergi ke kantor daritadi nyonya" jawab Vivi. Jeslyn membalasnya dengan mengangguk angguk lalu menyuruh Vivi untuk kembali melanjutkan tugasnya. Jeslyn juga segera bersiap untuk pergi ke kantor membawakan Kristan bekal.
Pukul 12 siang tepat, Jeslyn sudah berada di kantor Kristan. Saat dia masuk ke ruangan CEO milik Kristan, dia tidak melihat Kristan ada di dalam dan dia berpikir bahwa Kristan sedang ada rapat. Jeslyn meletakkan bekalnya di meja Kristan lalu kembali ke meja kerjanya. Hampir saja dia melupakan kalau dia sudah mulai bekerja sebelum menikah.
Tugas nya di kantor adalah sebagai manajer. Dia mulai memeriksa semua dokumen,merapikan ruangan,menyusun dokumen,mengerjakan laporan dan lain lain. Tidak lama kemudian, Kristan mengunjungi Jeslyn. Dia menyuruh Jeslyn untuk menuju ke ruangannya dan Jeslyn pun ikut.
"Ada apa?" tanya Jeslyn yang bingung melihat perilaku Kristan.
"Harusnya aku yang bertanya, ada apa? Kenapa mengirimkanku bekal?" balas Kristan yang juga bingung. Namun, belum sempat Jeslyn memberikan penjelasan ada suara ketukan pintu.
Tok tok tok...
Seorang wanita masuk ke ruangan dengan dress mini terbuka. Rambut bergelombang dan lipstik merah yang tebal. Seperti pernah terlihat sebelumnya, wajah yang familiar namun terlupa dimana pernah bertemu. Siapakah dia?
"Mengapa kamu ada disini? Siapa yang mengizinkanmu masuk ke ruanganku?!" tanya Kristan marah. Namun wanita itu tersenyum dan mendekati Kristan, mendekat ke wajahnya dan berkata.
"Suka suka aku dong~ Aku kan mantanmu~" katanya sambil menjentik jentik dada Kristan. Itu membuat Kristan jijik dan segera menghempaskan tangan Angel.
"Gile sih ini. Jadi mantan aja belagu ckckck" batin Jeslyn sambil menatap mereka berdua.
"Aku tidak lupa siapa kamu. Tapi bukan itu yang kutanyakan" balas Kristan kesal.
"Huft aku malas menunggu diluar jadi aku langsung masuk deh setelah ngetuk pintu. Trus aku kesini mau mengundangmu ke acara pesta amal besok malam. Datang yah" kata Angel sambil menyodorkan sebuah undangan. Kristan tidak langsung menerima undangan itu, dia berbalik ke arah Jeslyn dan menatapnya, seakan meminta persetujuan.
"Huh? Oh oke kami akan kesana besok malam" kata Jeslyn biasa biasa saja. Kristan mengambil undangan itu dan meletakkannya ke meja lalu menatap Angel. Lalu mereka saling bertatapan, sedangkan Jeslyn sedang makan apel di sofa sambil menatap mereka berdua.
__ADS_1
"Ada apa lagi? Kenapa belum pergi?"tanya Kristan dingin.
"Aku ingin bicara dengan Jeslyn berdua" jawab Angel sambil tersenyum. Kristan membalikkan wajah lagi dan menatap Jeslyn. Jeslyn tau apa yang dipikirkan Kristan saat itu, tapi dia malah mengangguk angguk dan setuju untuk bicara berdua dengan Angel. Kristan berpasrah dan keluar dari ruangan agar mereka bisa mulai berbicara.
"Jeslyn Melissa Wira, umur 21 tahun, jenis kelamin perempuan, lahir tanggal 19 Juni 2006 lahir di kota A jalan xxx nomor x. Lahir dikeluarga biasa dan memiliki ibu dan saudara tiri. Saat ini sedang bekerja di perusahaan Q milik suaminya. Sebelum menikah hampir melakukan pernikahan kontrak" kata Angel tiba tiba setelah Kristan keluar dari ruangan dan membuat Jeslyn bingung.
"Itu data diriku kan? Apa maumu?" kata Jeslyn.
"Ceraikan Kristan bulan depan" jawab Angel santai. Perkataan Angel membuat Jeslyn kaget namun setelah itu dia tersenyum.
"Kami baru saja menikah lalu bulan depannya harus bercerai?? Hah! Lucu sekali! Pernikahan macam apa ini dimata orang nanti? HAHAHA" kata Jeslyn lalu tertawa.
"Kenapa kamu tertawa? Aku serius!" kata Angel mulai marah.
"Atas dasar apa aku harus mendengarkanmu? Atas dasar apa aku harus cerai dengan Kristan?" tanya Jeslyn dingin. Seketika wajah Jeslyn yang awalnya tertawa terbahak bahak berubah dalam hitungan detik menjadi wajah yang dingin.
"Pfft... HAHAHA! LUCU SEKALI! "kata Jeslyn sambil tertawa. Reaksi Jeslyn ini membuat Angel marah lalu mendorong Jeslyn ke arah dinding.
"Dengarkan aku baik baik! Kuberi kau waktu 1 bulan untuk segera bercerai dari Kristan, jika tidak aku sendiri tang akan merebutnya darimu! Kristan milikku!" kata Angel menatap dalam Jeslyn. Namun Jeslyn tidak merasa takut sedikit pun, dia malah menyeringai.
"Apa kau mencintai Kristan?" tanya Jeslyn sambil tersenyum.
"Tentu saja! Aku mencintainya makanya aku ingin menikahinya, paham? Kamu gadis desa mendingan nurut aj-" kata Angel yang tiba tiba terpotong. Jeslyn menampar Angel sangat keras sampai terjatuh ke lantai.
Plaak
"Apa... Kau! Kau!" kata Angel marah,
__ADS_1
"Tidak perlu berterima kasih. Senang bisa membantumu untuk sadar diri. Semoga tamparanku bisa menyadarkanmu, kalau kamu tidak mencintai Kristan namun mencintai hartanya" kata Jeslyn dengan dingin dan tatapan kejam. Angel terdiam tidak dapat berkata kata, dia juga mulai gemetaran ketakutan karena perlakuan Jeslyn padanya.
...******** Sementara Itu Kristan ********...
"Kenapa mereka lama sekali??" gumam Kristan khawatir. Daritadi setelah dia keluar ruangan, dia hanya bisa mondar mandir menunggu mereka keluar ruangan.
"Tuan Kristan tenang saja, percayakan pada nyonya" kata Gilbert mencoba menenangkan Kristan. Sedangkan Gilbert, daritadi berdiri tegap di ujung pintu menatap bosnya mondar mandir. Semua perkataan Gilbert yang di ucapkannya tidak membuat Kristan berhenti khawatir. Kristan terus bermondar mandir sampai terdengar suara benda yang jatuh sangat keras dari dalam ruangan.
BRUK
"Apa yang terjadi di dalam? Apa mereka baik baik saja?! Kenapa ada benda jatuh?!" tanya Kristan yang panik pada Gilbert.
"Saya tidak tahu tuan. Saya kan diluar..." jawab Gilbert yang sudah berkeringat.
"Aduuuh. Sekarang saya harus bagaimana dong?! Kedua wanita itu pasti sedang bertengkar dan aku harus segera meleraikannya. Tapi mereka tidak membiarkanku masuk!" kata Kristan sambil berpikir.
"Tapi inikan kantorku! Kalau barang kantor di dalam kenapa napa bagaimana?! Haduuh kedua wanita ini. Lain kali tidak boleh mempertemukan mereka deh!" lanjut Kristan kesal. Gilbert hanya bisa terdiam mendengar keluhan bosnya karena tidak tahu juga harus bagaimana.
"Ini sudah lama sekali. Apa aku boleh masuk? Masuk gak ya? Kalo aku masuk trus tiba tiba mereka melempariku benda gimana? Tapi kalo aku gak masuk nanti kantor yang hancur gimana?! Aduh masuk gak ya masuk gak ya masuk gak ya? Gilbeeert, apakah aku boleh masuk?!?!" tanya Kristan bingung.
"Tuan ini kantormu, kenapa kau tidak boleh masuk..." jawab Gilbert sambil mengelap keringatnya.
"Oh iya ya. Kantor kan kantor milik gue, napa malah minta izin ama elu hadeh" kata Kristan sambil menepuk jidatnya. Setelah itu dia berjalan menuju pintu dan membukanya.
Brak
Saat pintu sudah terbuka, Kristan dan Gilbert dapat melihat Jeslyn dan Angel berada di sofa. Angel tertidur di sofanya dan Jeslyn berada diatasnya. Tampak kedua rambut mereka sangat acak acakan, ada luka luka di sekitar tangan mereka, pakaian mereka sedikit tersobek, ruangan berantakan. Kristan dan Gilbert tidak bisa berkata kata, mereka cuma bisa melongo menatap sekitar. Sungguh perkasa dan hebatnya kedua perempuan ini, dari ruangan yang bersih dan rapi dibuatnya menjadi hutan rimba.
__ADS_1
"Apa... yang kalian lakukan?!" tanya Kristan.