PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 63 - Perkara Membantu -


__ADS_3

Dari awal Jeslyn masuk universitas sampai 5 bulan ini, dia berusaha keras melakukan yang terbaik. Dia memperlihatkan keberanian, mengemukakan pendapat, dan menunjukkan kemampuan public speaking atau cara menanggapi pembicaraan orang dengan baik. Banyak teman teman kuliahnya yang terkagum dengan kemampuan Jeslyn. Dia sangat unik, penuh kejutan dan kekreatifitas, sangat ambis dan ceria. Namun dibalik itu semua, mendapatkan pujian pujian tersebut tidaklah mudah. Dia belajar dari pagi sampai malam demi kesempurnaannya itu.


"Permisi senior, aku tidak mengerti soal yang ini. Bolehkah kau membantuku untuk memahaminya?" kata Jeslyn pada seorang pria yang merupakan kakak tingkatnya.


"Boleh" jawab pria itu lalu mulai menjelaskan soal yang tidak dimengerti Jeslyn.


Hari Minggu ini, pukul 7 pagi, Jeslyn dan kakak tingkatnya berencana untuk belajar di cafe. Kakak tingkatnya ini bernama Richard Adam Gregorius, biasa dipanggil Adam. Jeslyn memilih Adam menjadi teman belajar alias mentornya, karena dia adalah mahasiswa yang aktif dan berprestasi seperti dirinya. Meskipun Adam sebenarnya tampan dan juga sudah terkenal karena wajah dan prestasinya. Jeslyn tidak mempedulikan ketampanan Adam karena Kristanlah yang tertampan didunia menurutnya.


Jeslyn menggunakan tank top hitam, cardingan coklat, jins panjang, dan sepatu kets putih. Rambutnya ia gerai, menambah kesan Korea pada dirinya. Sedangkan Adam menggunakan kemeja putih, rompi coklat, celana kain hitam panjang, dan sepatu kets hitam. Dia juga kadang memakai kacamata saat belajar. Saat mereka memasuki cafe, semua mata tertuju pada mereka. Satu cantik satu tampan, stylenya juga menggambarkan orang dari luar negeri, karena mereka memang dari luar negeri (Indonesia).


Mereka berada di cafe dekat perpustakaan kampus, yang sudah buka pukul 5 pagi. Cafe itu berukuran sedang dan mereka duduk didalam. Cafe bernuansa hitam coklat kayu ini terlihat cocok untuk belajar. Jeslyn memesan teh hijau dan Adam memesan kopi susu. Mereka sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing sampai Jeslyn menanyakan soal yang tidak dia mengerti.


"Kau sudah mengertikan?" tanya Adam. Jeslyn membalas dengan mengangguk - angguk dan tatapannya menatap soal yang sulit baginya itu. Jeslyn bisa berhasil dan menjadi primadona universitas lagi karena sudah cantik, pintar lagi. Adamlah (mentor) yang mengajar Jeslyn sehingga dia bisa berhasil lebih cepat dan menjadi perhatian universitas. Setiap minggu dia akan belajar bersama dengan mentornya, dan dia akan diajarkan agar lebih menjadi pusat perhatian sehingga nanti dia bisa menjadi perwakilan universitas saat upacara kelulusan atau event - event kampus.


"Besok ulang tahun Kristan. Hadiah apa yang bagus ya ?" pikir Jeslyn. Karena Jeslyn melamun cukup lama, akhirnya Adam memecahkan lamunannya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Adam,


"Oh.. bukan apa apa" balas Jeslyn lalu tersenyum. Lalu dia kembali fokus pada pembelajarannya. Diselingi dengan penjelasan Adam tentang event event dan organisasi.

__ADS_1


Pukul 12 siang mereka selesai belajar, seperti biasa menghabiskan 5 jam bersama untuk BELAJAR. Mereka membereskan barang barang dan siap kembali ke rumah masing masing.


"Mau makan siang bersama?" tanya Adam,


"Emm maaf kak Adam, aku harus pergi ke tempat lain. Lain kali saja ya, sekalian aku traktir karena sudah membantuku hehe" jawab Jeslyn lalu tersenyum malu.


"Baiklah" balas Adam lalu tersenyum. Mereka pun keluar cafe dan pisah jalan. Jeslyn menuju ke sebuah toko jam tangan yang menjual merk- merk jam tangan paling mahal dan bagus di Amerika. Dia ingin membelikan Kristan jam tangan yang bagus dengan uangnya sendiri sebagai hadiah ulang tahunnya.


"Tolong perlihatkan jam tangan pria yang terbaru dan terbaik" kata Jeslyn pada seorang pegawai perempuan. Pegawai tersebut langsung mencari jam tangan itu dan meletakkan diatas meja kaca. Ada 3 jenis jam tangan yang diperlihatkan dengan merk yang sama tapi memiliki style yang berbeda beda. Pegawai itu menjelaskan perbedaan yang dimiliki dari ketiga jam tangan itu. Setelah pertimbangan yang cukup rumit selama setengah jam, akhirnya Jeslyn memilih pilihan pertama karena dia merasa cocok pada Kristan.


"Harganya 30 juta" kata pegawai itu. Meskipun awalnya Jeslyn membelalak mendengar itu, mau tidak mau dia harus membayar.


"Tapi tidak apalah, untuk sumiku tercinta " batin Jeslyn sambil mengangguk angguk. Awalnya uang Jeslyn adalah 145 juta dan uang itu dari tabungannya sejak kecil ditambah penghasilannya saat bekerja. Lalu saat menikah Kristan memberi mahar sebanyak 3 miliar, 5 kg emas, dan katanya memberikan seluruh jiwa raga dan hatinya kepada Jeslyn. Kristan tidak merasa keberatan memberikan sebanyak itu, karena dia masih memilik 3 kartu hitam, 4 kartu perak dan 1 kartu emas. Meskipun awalnya ayah Jeslyn menentukan 50 juta saja, tapi Kristan ingin memberikannya 6 kali lipat.


"Jeslyn kamu ngapain disini?" tanya seseorang dari belakangnya. Jeslyn menoleh dan melihat Adam yang terengah engah.


"Kak Adam kok ada disini?" tanya Jeslyn,


"Aku lupa mengembalikkan pulpenmu" jawab Adam,

__ADS_1


"Oh astaga, kan bisa besok aja... Tapi makasih ya kak" balas Jeslyn lalu mengambil pulpen yang disodorkan Adam.


"Mau ku belikan air dulu kak?" tanya Jeslyn,


"Iya... Boleh" jawab Adam yang masih terengah engah. Untungnya ada supermarket didekat sana, Jeslyn dan Adam menuju ke supermarket lalu Jeslyn membelikan air untuk Adam.


"Nih kak" kata Jeslyn sambil menyodorkan botol air mineral. Adam langsung meneguk air mineralnya hingga tersisa sepertiga. Jeslyn yang melihat Adam minum seperti sangat haus itu ikut menelan saliva karena kaget.


"Makasih ya. Nanti kalau kita makan, aku yang traktir" kata Adam kemudian dan tidak lupa untuk tersenyum. Senyumnya sangat tampan seperti oppa oppa Korea, hampir membuat hati Jeslyn meleleh.


"UH! SADAR JESLYN SADAR! KAMU UDAH PUNYA SUAMI YANG TAMPAN TAJIR BAIK SOLEH SETIA!!" teriak Jeslyn dalam hatinya sambil menggeleng geleng.


"Tidak apa kak. Nanti aku yang traktir ya, aku gak enak ambil waktu kakak banyak banget tiap minggu. Biarin aku yang traktir ya" kata Jeslyn kemudian.


"Hmm baiklah kalau kamu bersikeras" kata Adam kemudian. Jeslyn rasanya ingin segera pulang dan mengurus hadiah Kristan. Dia akhirnya mengucapkan salam perpisahan dan berpisah. Tapi sebelum itu, ada pesan yang disampaikan Adam yang membuat Jeslyn kebingungan.


"Kau harus hati hati pada semua orang disekitarmu. Tidak ada yang tahu niat tersembunyi mereka. Sekalipun dia adalah orang baik" kata Adam sambil tersenyum masam.


Sampai dirumah pun dan setelah mengurus hadiah Kristan, Jeslyn masih kepikiran. Dia merasa ada yang aneh dengan perkataan dan ekspresi seniornya itu. Jeslyn mulai merinding dan rasa takut mulai membelutinya. Overthingking dan negatif thinkingnya kambuh. Dia tidak bisa mengontrol imajinasinya sendiri dan akhirnya memutuskan menelpon suami tercintanya. Obat untuk segala penyakit dan masalah Jeslyn.

__ADS_1


__ADS_2