
"Iya tunggu paaa" balas Jeslyn sehabis dipanggil ayahnya. Setelah tahun lalu tidak pergi mengunjungi rumah orang saat imlek, akhirnya tahun ini sudah bisa merayakan imlek besar besaran. Karena corona telah hilang pada Desember tahun lalu.
Jeslyn yang saat dipanggil berada diluar halaman rumah karena sedang menelpon temannya melalui ponsel. Dia tidak menjawab ponsel itu didalam rumah karena terlalu ribut dan ada banyak tamu. Di hari imlek tahun ini, dia menggunakan tanktop merah beserta cardigan merah yang sengaja tidak ia kancing dan bawahan rok hitam mini. Sepatu hitam yang elegan, rambutnya diikat setengah menggunakan scrunchie merah, dan menggunakan tas jinjing hitam.
Setelah dipanggil ayahnya, dia pun berpamitan pada temannya untuk menutup telpon. Lalu dia segera masuk ke dalam rumah untuk menemui ayahnya. Dia berjalan masuk dan melihat ada sekeluarga yang terdiri dari 8 orang sedang duduk di sofa tamu dan ditemani oleh ayah Jeslyn. Mereka bersembilan duduk membentuk persegi panjang.
"Em ada apa pa?" tanya Jeslyn yang sedikit malu karena banyak orang yang langsung meliriknya saat ia datang. Paman dan bibi itu tersenyum pada Jeslyn dan Jeslyn pun membalas dengan senyuman juga.
"Ini mi anak pertamamu?" tanya paman itu alias yang dikenal Jeslyn tahun 2028 yaitu paman Gabriel, ayah mertuanya. Ayah Jeslyn langsung membalas pertanyaan paman Gabriel dnegan mengiyakan.
"Kelas berapami sayang?" tanya bibi Jane, ibu mertua Jeslyn dimasa depan.
"Kelas 11 bi" balas Jeslyn dengan ramah.
"Berarti seumuran sama Valent dong? Ini anak bibi kelas 11 juga, namanya Valent Clarissa" kata bibi Jane sambil menunjuk anaknya. Jeslyn dan Valent saling melempar senyum saat mata mereka bertemu.
"Coba kalian kenalan dulu siapa tau jadi teman dekat. Ini papa sama papanya Jeslyn juga temenan kok, kan bagus kalau kalian bisa temenan. Siapa tau Jeslyn berminat bersama salah satu putranya paman. HAHAHA" kata paman Gabriel yang sedang bercanda. Jeslyn membalas dengan tersenyum lagi dan wajahnya sedikit merona. Paman - paman dan bibi - bibi dari keluarga Jeslyn pun ikut tersenyum senyum saat mendengar itu. Apalagi saudara dan sepupu Jeslyn, semuanya lagi meledek Jeslyn.
"Jodoh gak ada yang tahu, tapi kalo memang berjodoh lebih bagus lagi. Kita bisa kembali bertemu dan merencanakan pernikahan anak kita bersama. Lagi pula keluarga kita juga sudah lama bertemu dan saling mengenal satu sama lain. HAHAHA" dukung ayah Jeslyn.
__ADS_1
"Iya sih, cuma setiap kita ketemu kami gak pernah lihat Jeslyn deh. Ini pertama kalinya ketemu sama Jeslyn. Papa kamu bilang kamu lebih suka dirumah, kamu gak bosen dirumah terus nak? Kan beberapa bulan yang lalu korona baru selesai, semua orang pada pergi sana sini karena merasa sudah bebas. Kamu sendiri kerja apa dirumah sampai buat ketagihan? Hm?" tanya bibi Jane ramah dan penasaran. Jeslyn membalas dengan tersenyum dahulu.
"Emm aku udah dari dulu sih tinggal dirumah dan suka suka aja gitu bi. Dan meskipun korona udah selesai tapikan sekolah tetap lanjut dan udah offline. Banyak siswa yang ngeluh kalau sekolah online bikin mereka jadi tambah bodoh dan aku menyadari kalau aku hampir sama seperti mereka. Jadi kalau ada waktu luang aku isi dengan baca buku atau latihan soal" kata Jeslyn serius lalu diakhiri dengan senyuman. Jawaban Jeslyn membuat semua orang yang mendengarnya melongo terkejut.
"Wah Jeslyn ambis ya, pasti kamu bureng kan? Buru ranking kan? Hahaha" kata bibi Jane kemudian sambil tertawa ringan. Jeslyn meletakkan kedua tangannya dibelakang dan salah tingkah karena malu.
"Sedikit hehe" balas Jeslyn.
"Mama mu mana?" tanya bibi Jane kemudian.
"Masih ada dikamar sepertinya. Mungkin belum selesai bersiap" balas Jeslyn sambil menunjuk sebuah ruangan yang pintu nya tertutup rapat dan berwarna kuning.
"Bawa nampan ini san berikan pada tamu ya, Jeslyn" suruh bibinya. Jeslyn pun mengangguk angguk dan membawakan nampan itu. Kue kue sudah berada dimeja dekat mereka sedang berbincang, saat ini Jeslyn membawa nampan berisi teh kotak berjumlah 8 untuk tamu mereka.
"Paman, bibi, silahkan diminum tehnya" kata Jeslyn dengan sopan dan penuh hormat kepada calon mertuanya di masa depan. Mertua Jelsyn dimasa depan mengambil teh kotak itu lalu berterima kasih. Jeslyn kemudian berjalan kesamping mereka untuk memberikan teh juga kepada anak mereka. Mereka pun satu persatu mengambil teh kotak di nampan yang Jeslyn bawa. Tapi, saat tersisa 1 teh kotak dan itu adalah milik seorang pria muda yang duduk paling ujung. Jeslyn dan pria itu saling bertatapan.
"Astaga ganteng banget !!" kata batin Jeslyn yang terpesona akan pria itu alias calon suaminya dimasa depan. Jeslyn memberikan senyuman pada pria itu dengan hangat. Dan pria itu pun membalas senyuman Jeslyn dengan sedikit kaku. Setelah selesai, Jeslyn kembali ke dapur dan menyimpan nampan.
Ponsel pria tadi, suami Jesyn dimasa depan tiba tiba berdering dan mengharuskannya keluar ke halaman rumah ayah Jeslyn untuk menjawab panggilan itu. Dan sedangkan Jeslyn kembali ke kamar karena mengingat bahwa ia harus mengabarkan sesuatu ke temannya lagi. Kamarnya berada sejajar dengan tembok yang di depannya terdapat sofa tamu, sedangkan pintu keluar rumah terdapat agak jauh di depan sofa tamu.
__ADS_1
Orang tua mereka tetap melakukan perbincangan seperti biasa. Lalu 5 menit kemudian, Jeslyn keluar dari kamarnya dan ingin menuju keluar rumah. Disaat yang bersamaan, didepan keluarga mereka, pria yang tadi juga muncul didepan Jeslyn lalu mereka berjalan saling melewati.
Namun tiba tiba terjadi sebuah masalah kecil. Benang dari cardigan crop Jeslyn tersangkut di jam tangan pria itu. Mereka berdua berhenti berjalan karena merasa tangan mereka tertahan. Setelah itu mereka saling menatap dengan polos dan sedikit lama.
"Hei kalian. Kenapa saling menatap begitu hm?" tanya bibi Jane membuat mereka tersentak kaget dan akhirnya saling membalikkan pandangan kearah yang berbeda.
"Rajutan cardigan Jeslyn nyangkut di jam tanganku. Aku akan melepasnya" kata pria itu lalu berusaha melepaskan yang menyangkut itu.
"Nama mu siapa?" tanya pria itu dengan suara kecil,
"Jeslyn, kamu?" balas Jeslyn,
"Kristan" jawab pria itu yang masih sibuk melepas ikatan yang tak disengaja itu.
"Kita mau kenalan ngapain pakai bisik bisik sih ???" tanya Jeslyn dalam hatinya heran. Kristan daritadi belum selesai melepaskan rajutan cardigan Jeslyn dengan jan tangannya.
"Ini sepertinya harus digunting. Kalau ditarik, cardiganmu bisa rusak. Gak papakan kalau tergunting dikit, gak kelihatan kok" kata Kristan. Jeslyn mengangguk angguk polos.
"Loh? Tunggu! Bisa rusak kalau ditarik dikit? Berarti barang yang ku beli di Shopshop gak bagus dong? Aku ditipu dong?! Iiiish..." gumam Jeslyn yang tiba tiba kaget dan kesal. Namun suaranya terdengar oleh Kristan, sehingga membuat Kristan melongo kaget karena mengira dirinya dimarahi Jeslyn.
__ADS_1