
Awalnya ingin memberikan permintaan yang sulit tapi yang diminta Jeslyn malah pertanyaan semudah itu.
"Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku lagi dengan lengkap. Nama lengkapku Kristan Arthur Wijaya, biasa dipanggil Kristan. Umurku tahun ini 25 tahun. Bulan kelahiran, Desember, zodiak Sagitarius, tahun kelahiran 2003, shio kambing. Anak pertama dan cucu pertama dalam keluarga Wijaya. Status sudah menikah. Profesi sebagai CEO perusahaan tata busana dan teknologi. Lulus S3 diusia 14 tahun, hingga mendapat gelas Sarjana Ilmu Komputer, Sarjana Manajemen, Sarjana Fashion Design ,Magister MBA, Magister Ilmu Komunikasi ,Doktor Ilmu Komputer dan Doktor Manajemen Bisnis. S1 kuliah di Inggris, S2 di Amerika, S3 di China. Agama Katolik, lahir di Jakarta, empat bersaudara. Hobi belajar, bekerja, membantu, mendapat pujian. Bakat ada banyak, prestasi akademik dan non akademik juga ada banyak. Bisa main musik piano, gitar, harpa, biola, suling, drum, ukulele, kolintang, angklung. Warna kesukaan hitam, abu, cream, coklat, putih, merah, navy. Kata orang, aku ini dingin, kejam, sombong, jutek, pelit, perfeksionis, bossy, ganteng, dan sempurna alias pria idaman wanita semua orang" kata Kristan lalu berhenti.
Jeslyn menganga melihat Kristan sambil mendengarnya. Kristan menghela nafas lalu kembali berbicara lagi.
"Cinta pertamaku menghianatiku, Angel. Lalu kekasihku selanjutnya yaitu teman Angel, Clara meninggal karena diriku. Aku punya trauma gara gara itu dan kau tahu itu. IQ 141, EQ 100, STIFIn SI atau Sensing Introvert. Aku orangnya mandiri, kreatif, inovatif, jenius, bertanggung jawab, penyayang, sabar, disiplin. Golongan darah A, tinggi 175 cm, berat 62 kg,--... hfksrjlz" Kristan terus melanjutkan memperkenalkan dirinya seperti apa.
"Banyak amat... Sempurna kali pulak dia ini !" kata batin Jeslyn yang mengantuk mendengar Kristan.
"Stooop!" kata Jeslyn tiba tiba.
"Oke oke cukup segitu aja dulu. Sekarang aku mau tidur, bye" lanjut Jeslyn lalu berdiri.
"Tunggu! Aku juga mau mengenalmu lebih dalam, sekarang giliranmu memperkenalkan diri" kata Kristan yang memegang tangan Jeslyn dan menghentikannya.
"Eh? Ummm baiklah..." kata Jeslyn lalu kembali duduk. Dia menarik nafas lalu menghembuskannya, bersiap ngerap seperti Kristan.
"Nama lengkapku Jeslyn Melissa Wira, biasa dipanggil Jeslyn. Umur tahun ini 22 tahun. Bulan kelahiran, Juni, Zodiak Gemini, tahun kelahiran 2006, shio Anjing. Anak pertama dan cucu ke 8 keluarga Wira. Status sudah menikah. Profesi sebagai manajer marketing di perusahaanmu. Lulus S1 di usia 21 tahun 10 bulan lebih beberapa hari. Kuliah di Indonesia dengan lulusan manajemen. Agama Katolik, lahir di Sulsel, empat bersaudara. Hobi nyanyi, nari, masak, menggambar, mewarnai, menghias. Prestasi aku gak banyak banyak amat, trus aku juga gak bisa main musik. Warna favorit pink, putih, merah, navy, hitam. Kata orang aku ini ramah, baik, cantik, manis, rendah hati, jago masak, jaga gambar, sederhana tapi menarik, wanita idaman para pria. Sampai sampai banyak yang naksir aku diam diam loh" kata Jeslyn lalu berhenti bicara.
Kristan menatap tajam istrinya itu. Jeslyn bisa merasakan ada aura aura gelap disekitar Kristan.
__ADS_1
"Apa aku ada salah bicara ?" tanya Jeslyn polos dalam hatinya.
"Terus kamu pacari mereka? Sudah berapa mantanmu?" tanya Kristan.
"Tidak. Aku menolak mereka semua dan mantanku cuma 1, Nathan. Lalu IQ ku 116, EQ ku 112, STIFIn TE atau Thinking Extrovert. Aku orangnya mandiri, kreatif, sabar, penyayang, suka kebersihan, kerapian, dan keindahan. Golongan darah A, tinggi 160 cm, berat 46 kg" lanjut Jeslyn lalu berhenti.
"Itu saja?" tanya Kristan,
"Aku gak tau mau bilang apa lagi" jawab Jeslyn kebingungan.
"Kalau gitu aku yang bertanya. Apa pria pria yang menaksirmu itu sering mengganggumu atau membuatmu tidak nyaman? Misalnya bertanya hal pribadi, ngechat sesuatu yang tidak penting, atau menyentuhmu sembarangan?" balas Kristan bertanya.
"Tapi itu udah masa lalu jadi lupain aja. Ngomong ngomong, karena kamu pria idaman para wanita, lalu tipe wanita idamanmu yang seperti apa?" balas Jeslyn bertanya.
"Hm? Tipe wanitaku... harus manis dan imut lucu, penyayang dan perhatian, soleha dan berperikemanusiaan, romantis dan pengertian, jago masak, pantang menyerah, kreatif, setia, dan tentu saja cantik" kata Kristan sambil tersenyum senyum menatap Jeslyn.
"Yah... Pada akhirnya semua orang akan memilih yang good looking sebagai tipe pasangan mereka. Apa dayalah aku..." batin Jeslyn.
"Ooh" balas Jeslyn biasa saja,
"Lalu, bagaimana dengan tipe pria idaman istriku ini?" tanya Kristan balik.
__ADS_1
"Oh? Mau tahu? Gak keberatan kalau aku nyebutin semuanya secara jujur?" tanya Jeslyn,
"Ya" jawab Kristan dengan yakin. Jeslyn menarik nafas panjang lalu menghembuskannya seperti tadi. Bersiap untuk ngerap dengan ratusan kata yang akan dilontarkannya dari otaknya.
"Aku suka yang soleh, imannya kuat dan takwa pada Tuhan, lebih tua 3 tahun dariku, pintar, roti sobek, sudah lulus S3 diusia muda, tampan..." kata Jeslyn yang mulai menjelaskan namun tiba tiba terhenti.
"Wait wait... Kenapa tipeku mirip dia ?!" tanyanya dalam hati,
"Hmmm gitu... Terus udah nemu belum tipe kamu itu?" tanya Kristan,
"Ah b - belum. Karna terlalu langkah dan mustahil hahaha" balas Jeslyn yang gugup,
"Oh? Tapi kenapa aku merasa bahwa tipemu itu seperti diriku? Atau jangan jangan..." balas Kristan yang perlahan mendekati Jeslyn.
"Aku adalah tipemu? Kau menyukaiku?" bisik Kristan bertanya kepada Jeslyn.
"Ti - tidak! Ng - nggak kok... Bukan" jawab Jeslyn yang terbata bata sambil menghindari Kristan.
"Lalu siapa?" tanya Kristan sambil meraih rambut Jeslyn dan menciumnya. Wajah Jeslyn langsung memerah dan tidak bisa berkata kata. Matanya membelalak dan mulutnya tertutup rapat. Dia sudah gugup dan kebingungan harus menjawab bagaimana. Pikirannya kemana mana mencari kata yang bisa diucapkannya.
"Apa yang harus kujawab ?!?!" tanyanya dalam hati.
__ADS_1