
Malam harinya...
Kristan dan Jeslyn berada di dalam kamar, mengerjakan tugas kantor masing masing. Meskipun mereka tidak ingin satu kamar, tapi semua pelayan di rumah itu adalah mata mata orang tua Kristan. Mereka diutus untuk mengawasi Jeslyn dan Kristan, jangan sampai mereka tidur pisah dan tidak ada sama sekali benih cinta yang muncul.
Meskipun yang dikabarkan para pelayan itu kepada orang tua Kristan semuanya hal bagus, tetapi mereka tidak tahu kalau Kristan dan Jeslyn cuma berekting, bahkan tidur terpisah di dalam saru kamar.
"Ah lelahnya, aku tidur duluan ya" kata Jeslyn sambil merapikan meja kerja.
"Tidur di kasur" kata Kristan tiba tiba,
"Apa?" tanya Jeslyn yang bingung,
"Kamu tidur di kasur saja, nanti aku yang disofa" kata Kristan menjelaskan singkat.
"Bagaimana kalau gantian aja perhari? Hari ini aku di kasur besok kamu yang dikasur trus lusa aku dikasur dan seterusnya?" balas Jeslyn,
"Tidak perlu" balas Kristan dingin. Jeslyn hanya terdiam menatap heran Kristan, tapi sebagian besar dia pasrah dan melakukan apa yang Kristan bilang. Mulailah dia tertidur lelap hingga besok pagi.
Keesokan harinya...
Kristan dan Jeslyn berangkat bersama ke kantor pagi pagi. Setelah sampai di kantor, mereka langsung menyelesaikan tugas masing masing. Pada pukul 10 pagi, datanglah seseorang secara tiba tiba tanpa mengetuk pintu.
"Kristan~" panggil seseorang. Membuat Jeslyn dan Kristan menoleh dan membulatkan matanya.
"Eh? Kamu lagi,kamu lagi,apakah tamparanku yang kemarin belum cukup keras?" kata Jeslyn yang emosi. Dia melihat Angel memasuki ruangan dan segera berdiri dari tempat duduk. Kristan menatap mereka lalu teringat kejadian kemarin yang menghancurkan kantornya. Kristan segera menahan Jeslyn dan menyuruhnya untuk bersabar.
"Mau apa kamu datang kesini?" tanya Kristan,
"Mau membawakanmu bekal~" jawab Angel sambil memberikan wink. Jeslyn semakin emosi, merasa jijik dengan perilaku Angel barusan.
"Maaf ya nona Angelica Violin Rose, pria yang anda bawakan bekal ini sudah mempunyai istri. Istrinya bisa memasakkannya jadi anda tidak perlu repot repot merendahkan diri sendiri" kata Jeslyn sambil memeluk Kristan. Kristan kaget dengan tindakan Jeslyn, namun dia berpikir untuk kerja sama dengan Jeslyn. Berpura pura akur di depan umum, terutama Angel agar dia tidak pernah datang mengganggu lagi.
"Benar sekali, istriku sangat jago dalam hal memasak. Bahkan dirinya sendiri sangat lezat dan jago di malam hari, ya itulah istri saya. Dan nona Angel tidak perlu repot repot menjadi pembantu saya" kata Kristan lalu merangkul pundak Jeslyn. Jeslyn kaget mendengar perkataan Kristan dan pipinya mulai merah. Dia berusaha tetap tenang, tetap mempertahankan senyumnya meskipun gemetaran.
"Grrr... Baiklah! Aku akan menyerah! Jeslyn, jaga Kristan baik baik" kata Angel marah,
__ADS_1
"Tentu saja" jawab Jeslyn percaya diri,
"Kristan jaga Jeslyn baik baik" lanjut Angel,
"Tentu saja" jawab Kristan serius.
"Kalian... semoga hidup bahagia! Semoga kita tidak bertemu lagi, bye! Huh!" kata Angel lalu segera pergi. Krisran dan Jeslyn menghembuskan napas lega, "Huft..."
"Mengenai kata katamu yang tadi, kenapa sih harus pake kalimat yang itu. Gak bisa yang lain ya?!" tanya Jeslyn kesal dan malu.
"Bisa sih, cuman masalahnya kalimat itu muncul lebih dulu dikepalaku. Jadi ya sudah, aku memakai kalimat itu saja" jawab Kristan lalu menyeringai. Namun Jeslyn hanya terdiam dengan wajah suram. Dia kembali ke meja kerjanya dan kembali mengerjakan tugas. Kristan menatap bingung Jeslyn, ada apa dengannya?
"Kau marah karena perkataanku tadi?" tanya Kristan sambil mendekati Jeslyn. Namun Jeslyn hanya terdiam dan fokus pada layar laptopnya.
"Ya sudah aku minta maaf karena perkataan ku tadi. Aku gak bermaksud menyinggung atau bagaimana, intinya aku minta maaf" lanjut Kristan. Tetapi Jeslyn tetap terdiam dan membuat Kristan jengkel.
"Aku sedang bicara padamu, tatap aku!" kata Kristan sambil mengambil laptop Jeslyn. Terlihat di wajah Jeslyn raut wajah sedang marah. Lirikan matanya yang tajam, wajahnya yang suram, alisnya yang mengkerut. Kristan menjadi tak bersuara karena langsung merinding ketika melihat Jeslyn.
Jeslyn berdiri dari tempat duduknya, merebut kembali laptopnya, lalu pergi meninggalkan ruangan. Dalam prinsip hidup Jeslyn, semua orang harus menjaga sopan santun mereka dan harus saling menghargai. Jeslyn tidak menyukai jika dia dibicarakan yang tidak tidak, apa lagi yang mesum mesum. Dia akan langsung naik darah jika mendengar sesuatu yang tak pantas diantara mereka bicarakan.
"Sepertinya dia menghindariku. Itu bagus sih... cuma entah kenapa aku merasa aneh kalau seperti ini terus "batin Kristan sambil menatap jendela. Kristan dilema dengan apa yang harus diperbuatnya, pergi dan minta maaf, atau tetap diam dan menyibukkan diri.
...********** Sementara Jeslyn ***********...
"Nyonya Jeslyn!" panggil seseorang,
"Eh? tuan Gilbert ada masalah apa memanggil saya?" tanya Jeslyn,
"Nyonya tidak perlu memanggil saya tuan... Panggil saya Gilbert saja" kata Gilbert,
"Oh oke, jadi ada apa?" balas Jeslyn,
"Nyonya saya minta tolong, kalau ada masalah dengan tuan tolong bicarakan baik baik. Saya takut tuan sakit dan stres lagi seperti waktu dia ditinggalkan. Saya mohon nyonya, tolong bicaralah dengan tuan. Daritadi dia tidak fokus bekerja dan hanya memikirkan nyonya terus, tolong maafkan kesalahan tuan, nyonya" kata Gilbert panik sambil membungkuk bungkuk meminta maaf.
"Eh jangan begini, kami gak ada masalah apa apa kok. Cuman aku butuh waktu sendiri saja hahaha" balas Jeslyn lalu tertawa kaku.
__ADS_1
"Kalau begitu bolehkah nyonya pergi dan mengobrol dengan tuan?" tanya Gilbert ragu,
"Apa dia yang memintamu untuk meminta maaf padaku dan membujukku?" tanya Jeslyn waspada,
"Tidak nyonya! Tuan tidak meminta saya, saya sendiri yang datang menghampiri anda. Tuan dan nyonya besar berpesan agar saya menjaga hubungan kalian tetap baik. Makanya saya mengambil jalan ini..." jawab Gilbert serius,
"Hmm baiklah. Aku akan pergi menemuinya saat aku selesai" balas Jeslyn sambil mengangguk angguk.
"Terima kasih nyonya" balas Gilbert sambil menunduk lalu tersenyum pada Jeslyn.
Tring tring
Tiba tiba ponsel mereka berdua berdering. Sebuah pesan masuk ke ponsel mereka secara bersamaan. Akhirnya mereka membuka ponsel bersamaan juga untuk melihat isi pesan. Terdapat sebuah pesan dari tante Jeslyn yang berbunyi, "Mari kita bertemu besok di restoran xxx untuk merayakan ulang tahun Jeslyn!"
Kata kata tersebut membuat Jeslyn kaget hingga berdiri dari tempat duduknya. Matanya membelalak sambil mencoba mengingat tanggal. Ternyata besok adalah hari kelahirannya, 19 Juni. Jeslyn kembali melihat ponselnya, para sepupu dan keluarga besarnya mulai berkomentar untuk besok.
Koko Jerome POV : "Oke! Jeslyn mau hadiah apa?"
Koko Gilbert POV : "Baik, sampai bertemu di restoran Jeslyn. Dandan yang cantik ya~"
Tante Mei POV : "Betul! Jeslyn harus hadir ya, hahaha"
Jeslyn POV : "Hahahaha! Jangan gitu dong, aku merasa gak enak sama kalian. Kalau soal hadiah, aku terserah aja yang penting bermanfaat. HAHAHA. Nanti besok aku yang traktir deh,okeh?"
Tante Mei POV : "Hmm baiklah, terserah kamu sayang~"
Jeslyn tersenyum senyum membaca percakapan keluarganya. Tapi tiba tiba dia tersadarkan kalau Gilbert belum pergi.
"Gilbert gak lanjutkan tugasnya?" tanya Jeslyn,
"Eh? Ini udah mau kok nyonya. Tadi saya ada pesan jadi kelupaan hahaha. Kalau gitu saya duluan nyonya" balas Gilbert panik.
"Baiklah, hati hati" balas Jeslyn sambil tersenyum,
"Iya nyonya" balas Gilbert lalu segera pergi. Jeslyn kembali sibuk dengan ponselnya sambil memikirkan pakaian apa yang akan dia kenakan besok.
__ADS_1
"Bagusnya dress atau pakai rok ya?? Warna merah atau pink?? Hmmm... Ah intinya besok aku harus cantik~" kata batin Jeslyn sambil tersenyum bahagia membayangkan dirinya besok. Pakaian apakah yang akan dikenakan Jeslyn besok?